Tampilkan postingan dengan label Gunung Slamet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Slamet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Januari 2024

Cegah Bencana, Kodim 0713 Brebes Tanam Ratusan Pohon di Gunung Slamet

 Brebes - Kodim 0713 Brebes melakukan karya bakti dengan menanam 500 bibit pohon di kawasan Gunung Slamet, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (04/01/2024).


Penanaman dimaksudkan untuk mencegah bencana alam penanaman pohon juga untuk memperkuat resapan air di kawasan mata air yang dimanfaatkan oleh ribuan kepala keluarga.

 

Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan bahwa, jenis pohon yang ditanam, yakni Pohon Suren dan buah-buahan. pohon-pohon yang ditanam ini memiliki karakter yang tahan terhadap cuaca ekstrim, sehingga potensi bencana alam yang berasal dari kawasan gunung bisa dicegah. 





Kegiatan karya bakti ini sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Darat yang bertujuan untuk mencegah bencana dampak musim hujan seperti longsor, banjir dan beberapa penyakit menular.


“Total pohon yang kita tanam 500 pohon suren, yang mempunyai karakteristik tahan terhadap cuaca ekstrim khususnya di lereng pegunungan mempunyai akar yang kuat untuk menahan erosi banjir, maupun tanah longsor sehingga apa yang kita tanam ini tepat sasaran, tepat guna.” Katanya


Sementara, menurut Yanto Kepala Desa Plompong mengungkapkan, Penanaman ratusan pohon baru di kawasan Gunung Slamet juga dimaksudkan untuk menambah titik-titik resapan air di sekitar sumber mata air yang ada di kawasan gunung Slamet.


“Dengan adanya penanaman pohon harapan saya untuk menambah kebutuhan debit air semakin menambah dengan adanya pohon-pohon ini nanti ada kandungan-kandungan air yang menambah debit air dari pohon itu sendiri.” Ungkap Yanto.


Selain penanaman pohon, Dandim Brebes melalui 3 Koramil yaitu Koramil 10 Sirampog, Koramil 08 Bumiayu dan Koramil 11 Paguyangan serta Asper KBPH Pekalongan Barat dan juga Masyarakat Desa Plompong melakukan patroli menggunakan sepeda motor trail di lokasi yang sebelumnya sudah ditanami pohon, patroli ini untuk melihat kondisi pertumbuhan pohon.


Sementara .Asper BKPH Paguyangan Sutarno mengatakan “Saat ini kita laksanakan gerakan penghijauan di bukit Plompong di lahan petak 24-A perhutani BKPH Sirampog seluas 1,5 hektar, maksud dan tujuannya adalah menghijaukan bumi Indonesia, kami berharap dapat berlanjut di kemudian hari demi kelangsungan hutan Indonesia yang hijau”. ucap Sutarno saat selesai tanam pohon. (Pen0713). 

Senin, 12 Agustus 2019

Kodim 0713 Brebes Tinjau Jalur Evakuasi Sekitar Gunung Slamet


Brebes – Komandan Koramil 10/Sirampog Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Muhrodi yang di dampingi Pasiops Lettu Kavaleri Eko dan Bintara Tinggi Staf Intelijen Peltu Sugiharto meninjau langsung lokasi yang akan di jadikan jalur evakuasi Gunung Slamet. Senin (12/08/2019).






















Survey sekaligus pengamatan yang dilakukan Tim Kodim Brebes ini dalam upaya penanggulangan bencana apabila Gunung Slamet benar-benar dinyatakan status ke level II (waspada).

“Jalur evakuasi yang disiapkan adalah berada di dusun Kaliwadas dan Dawuhan” Kata Danramil.

“Saat ini masyarakat masih seperti biasa yaitu melaksanakan aktivitas kesehariannya seperti biasa” Tambahnya.

“Namun Danramil sudah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada apabila aktivitas gunung Slamet aktif bereaksi”. Himbau Danramil kembali kepada masyarakat.

Satu persatu Danramil dan Babinsa menyambangi warga untuk selalu waspada dan mengingatkan jalur evakuasi yang sudah ditentukan untuk berkumpul, sehingga mudah untuk penanganan dalam menyelamatkan warga yang berada di sekitar gunung Slamet.

Perwira Seksi Operasi Lettu Kavaleri Eko menjelaskan bahwa peninjauan ini adalah melakukan pengecekan tempat-tempat pedukuhan yang rawan bencana apabila terjadi erupsi gunung Slamet, mengecek jalan sekaligus jalur evakuasi ketempat yang aman, menentukan tempat yang kosong atau lapangan untuk posko bencana alam Gunung Slamet, menentukan tempat dan gedung untuk tempat pengungsi dan berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa agar menghimbau warganya untuk melarang naik ke puncak Gunung Slamet dalam radius 2 kilometer. (Utsm)