Tampilkan postingan dengan label Evakuasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Evakuasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2020

Evakuasi Tumpukan Material Tebing Longsor di Ragatunjung Paguyangan Brebes

  

Brebes – Tebing longsor menutup akses antar dusun di Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang diakibatkan tanah tebing yang labil akibat sebelumnya (1/12), diguyur hujan dengan intensitas tinggi.




Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, bahwa jalan yang menghubungkan antara Dusun Cirumyang ke Dusun Cibatur, Desa Ragatunjung, tertutup material tanah dan batu dari tebing di atasnya yang longsor.


“Bersama kurang lebih 40 orang warga setempat, anggota kami membantu untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup badan jalan,” terangnya, Rabu (2/12/2020).


Sementara disampaikan Sekdes Ragatunjung, Ruswadiono, untuk sasaran kerja bakti meliputi pembersihan drainasi jalan yang tersumbat agar air tidak meluap ke jalan dan juga menyingkirkan material ke jurang.


“Atas kerja keras seluruh pihak maka saat ini, akses masyarakat kedua dusun dapat normal kembali,” ungkapnya. (Aan)

Minggu, 02 Februari 2020

Saka Wira Kartika Koramil Paguyangan Brebes Dibekali Repling Guna Mendukung Evakuasi Bencana Alam

Brebes – Salah satu pembinaan Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, adalah pengenalan materi mountaineering guna melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama dan kehati-hatian dalam menghadapi tantangan.








Kegiatan yang dilangsungkan pada Minggu pagi-sore (2/2) di Jembatan Kali Buntu, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu, diikuti 30 orang Pramuka Penegak anggota SWK dari SMK Maarif NU Winduaji Paguyangan, SMK Amelia Paguyangan dan SMN 1 Paguyangan.

Dibenarkan Serda Sugeng, pelatih SWK, bahwa pihaknya selaku pembina SWK mendapatkan support peralatan repling dan para instruktur dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Mapala Bumi, Universitas Peradaban (UP) Bumiayu.

“Latihan dilaksanakan di Jembatan Kali Buntu yang mempunyai ketinggian kurang lebih 8 meter dari dasar sungai. Tujuannya agar pramuka mengenal dan mampu melakukan repling sehingga suatu saat dapat membantu tugas TNI dan unsur terkait dalam evakuasi bencana alam,” beber Sugeng melalui pesan whatsapps, Senin pagi (3/2/2020).

Dikatakannya juga, sebelum melakukan praktek, mereka terlebih dahulu mereka melaksanakan apel yang diambil langsung oleh Danramil, Kapten Arhanud Suryadi, SH, kemudian dilanjutkan dengan teori pengenalan serta fungsi dari masing-masing alat peralatan repling untuk keselamatan.

“Kami bersama instruktur dari Mahapala Bumi, sebelumnya mengenalkan kegunaan dari karmantel, carabiner, webbing, body harness, set earnest, helm, figure of eight dan sarung tangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua UKM Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Bumi UP, Akbar Yudistira Al Hakami menyatakan bahwa, pihaknya merasa bangga dapat menularkan ilmu kepada anggota SWK Koramil Paguyangan, khususnya dalam salah satu krida SWK yaitu mountenering.

“Pembinaan kepada anggota SWK Koramil 11 Paguyangan, akan kami lakukan secara bertingkat dan berlanjut. Kedepan akan diberikan tantangan dengan ketinggian yang lebih tinggi lagi sehingga mereka mampu dan bahkan mahir,” ujarnya.

Sekedar diketahui, 5 Krida SWK meliputi Navigasi Darat (Navrat), pioneer, mountaineering, survival dan krida penanggulangan bencana alam. (Aan)

Senin, 12 Agustus 2019

Kodim 0713 Brebes Tinjau Jalur Evakuasi Sekitar Gunung Slamet


Brebes – Komandan Koramil 10/Sirampog Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Muhrodi yang di dampingi Pasiops Lettu Kavaleri Eko dan Bintara Tinggi Staf Intelijen Peltu Sugiharto meninjau langsung lokasi yang akan di jadikan jalur evakuasi Gunung Slamet. Senin (12/08/2019).






















Survey sekaligus pengamatan yang dilakukan Tim Kodim Brebes ini dalam upaya penanggulangan bencana apabila Gunung Slamet benar-benar dinyatakan status ke level II (waspada).

“Jalur evakuasi yang disiapkan adalah berada di dusun Kaliwadas dan Dawuhan” Kata Danramil.

“Saat ini masyarakat masih seperti biasa yaitu melaksanakan aktivitas kesehariannya seperti biasa” Tambahnya.

“Namun Danramil sudah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada apabila aktivitas gunung Slamet aktif bereaksi”. Himbau Danramil kembali kepada masyarakat.

Satu persatu Danramil dan Babinsa menyambangi warga untuk selalu waspada dan mengingatkan jalur evakuasi yang sudah ditentukan untuk berkumpul, sehingga mudah untuk penanganan dalam menyelamatkan warga yang berada di sekitar gunung Slamet.

Perwira Seksi Operasi Lettu Kavaleri Eko menjelaskan bahwa peninjauan ini adalah melakukan pengecekan tempat-tempat pedukuhan yang rawan bencana apabila terjadi erupsi gunung Slamet, mengecek jalan sekaligus jalur evakuasi ketempat yang aman, menentukan tempat yang kosong atau lapangan untuk posko bencana alam Gunung Slamet, menentukan tempat dan gedung untuk tempat pengungsi dan berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa agar menghimbau warganya untuk melarang naik ke puncak Gunung Slamet dalam radius 2 kilometer. (Utsm)