Tampilkan postingan dengan label Danramil 10 Sirampog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Danramil 10 Sirampog. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2020

Pasca MPP, Danramil Sirampog Akan Kembangkan Wisata Winduaji Paguyangan Brebes

 


Brebes – Satuan teritorial Kodim 0713 Brebes, kembali kehilangan satu orang Danramil karena memasuki pensiun, yaitu Kapten Infanteri Mukhrodi (58), Danramil 10 Sirampog.













Tampak Dandim, Letkol Armed Mohammad Haikal Sofyan, memimpin langsung acara pelepasan atau korp raport di Aula Jenderal Soedirman, Makodim Brebes. Kamis siang (3/12/2020).


Disampaikan Dandim dalam amanatnya, bahwa mengakhiri masa dinas dalam karier militer bagi seorang prajurit adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan, karena itu menunjukkan kredibilitas, jati diri dan kehormatan sehingga dapat mengakhirinya tanpa cacat.


“Berbeda dengan seorang prajurit yang mengakhiri masa dinasnya dengan tidak hormat maka tidak akan memperoleh tunjangan dan penghargaan seperti prajurit yang diberhentikan dengan hormat,” ungkapnya.  


Mewakili keluarga besar TNI dan Kodim 0713 Brebes, Letkol Haikal mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara melalui Kodim Brebes dan wilayah Kecamatan Sirampog.


Tak lupa dirinya berpesan agar tetap menjaga nama baik institusi Kodim Brebes saat kembali ke tengah-tengah masyarakat.


Puncak acara, Dandim dan Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim Brebes, Ny. Rosarina Haikal Sofyan atau Mayor Kowad Rosarina, memberikan cinderamata dan piagam penghargaan kepada masing-masing anggota itu.


Sementara dikemukakan Kapten Mukhrodi, mantan Danramil Sirampog, yang merupakan Abituren Bintara Milsuk 2 tahun 1983/84 itu, bahwa walaupun tugasnya sebagai militer aktif telah purna, namun pengabdian kepada NKRI belumlah usai karena dirinya sekarang adalah prajurit cadangan TNI dengan status baru warga masyarakat Dukuh Keseran RT. 09 RW. 01, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Brebes.


“Saya diberikan MPP (Masa Persiapan Pensiun) selama 6 bulan sebagai transisi dari TNI menjadi masyarakat,” ungkapnya dengan bangga telah berdinas di Kota Bawang selama 3 tahun sebagai Danramil Sirampog sejak 2017 lalu.


Ditambahkannya, purna tugas  dirinya bersama istri akan membantu Pokdarwis Desa Winduaji, untuk mengembangkan wisata desa setempat yaitu Waduk Penjalin, sehingga lebih maju dan menjadi kebanggaan masyarakat Brebes umumnya.


“Saya dan keluarga, bersama pihak desa setempat juga sedang mengembangkan potensi wisata Tuk Sirah Pemali (Mata Air Sirah Pemali), termasuk kuliner khas Winduaji,” pungkasnya. (Aan)

Senin, 12 Agustus 2019

Kodim 0713 Brebes Tinjau Jalur Evakuasi Sekitar Gunung Slamet


Brebes – Komandan Koramil 10/Sirampog Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Muhrodi yang di dampingi Pasiops Lettu Kavaleri Eko dan Bintara Tinggi Staf Intelijen Peltu Sugiharto meninjau langsung lokasi yang akan di jadikan jalur evakuasi Gunung Slamet. Senin (12/08/2019).






















Survey sekaligus pengamatan yang dilakukan Tim Kodim Brebes ini dalam upaya penanggulangan bencana apabila Gunung Slamet benar-benar dinyatakan status ke level II (waspada).

“Jalur evakuasi yang disiapkan adalah berada di dusun Kaliwadas dan Dawuhan” Kata Danramil.

“Saat ini masyarakat masih seperti biasa yaitu melaksanakan aktivitas kesehariannya seperti biasa” Tambahnya.

“Namun Danramil sudah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada apabila aktivitas gunung Slamet aktif bereaksi”. Himbau Danramil kembali kepada masyarakat.

Satu persatu Danramil dan Babinsa menyambangi warga untuk selalu waspada dan mengingatkan jalur evakuasi yang sudah ditentukan untuk berkumpul, sehingga mudah untuk penanganan dalam menyelamatkan warga yang berada di sekitar gunung Slamet.

Perwira Seksi Operasi Lettu Kavaleri Eko menjelaskan bahwa peninjauan ini adalah melakukan pengecekan tempat-tempat pedukuhan yang rawan bencana apabila terjadi erupsi gunung Slamet, mengecek jalan sekaligus jalur evakuasi ketempat yang aman, menentukan tempat yang kosong atau lapangan untuk posko bencana alam Gunung Slamet, menentukan tempat dan gedung untuk tempat pengungsi dan berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa agar menghimbau warganya untuk melarang naik ke puncak Gunung Slamet dalam radius 2 kilometer. (Utsm)