Tampilkan postingan dengan label Istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 November 2020

Persit KCK Cabang XXIII Dim Brebes Takziah Ke Rumah Anggota Yang Meninggal

  

Brebes - Sebagai wujud kepedulian dan bela sungkawa, turut merasakan duka yang mendalam atas musibah yang dialami anggotanya.







 

Komandan Kodim 0713 Brebes dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Brebes yang diwakili oleh Kepala Staf Kodim Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku dan Pengurus Persit Cabang, takziyah ke rumah duka anggota persit yang meninggal dunia atas nama Almarhumah Ibu Sugianti istri dari Kopda Dedy Haryanto Babinsa Koramil 17 Songgom karena sakit, Kamis (12/11/2020).

 

Keluarga besar Kodim 0713 Brebes melalui Kepala Staf, menyampaikan ucapan turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas meninggalnya almarhummah.

 

“Kami pribadi dan keluarga besar Kodim 0713 Brebes beserta Persit  KCK Cabang XXXIII Dim 0713 mengucapkan turut berduka cita yang mendalam, atas meninggalnya almarhumah. Semoga almarhumah diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT dan di ampuni segala dosa-dosanya,” ucap Mayor Edwin.

 

Selain itu, Kasdim juga memberikan motivasi kepada Kopda Dedy Haryanto serta keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan ikhlas dalam menerima cobaan, karena ini sudah menjadi takdirnya.

 

“Jangan larut dalam kesedihan, harus tegar menerima ujian ini, tetap fokus pada kesehatan karena ada tanggung jawab lagi yang lebih besar yaitu merawat anaknya, berdoa semoga semua amal ibadah almarhumah diterima serta ditempatkan tempat yang layak disisiNya.” Pesannya kepada Kopda Dedy Haryanto.

 

Ucapan terima kasih dari Kopda Dedy Heriyanto kepada Komandan, Kasdim, Perwira staf, Danramil serta seluruh anggota Kodim 0713 Brebes atas dukungan Do’a, moril. Semoga Almarhumah di terima di sisi-NYA di tempat yang terbaik.

 

Pemakaman dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Almarhum meninggalkan 2 orang anak, Randi Eriyanto (11) dan Kirana Eriyanto Putri (3). Utsm)

Rabu, 15 Juli 2020

Anggota Persit Kodim Brebes Sukses Sejahterakan Keluarga Dengan Usaha Menjual Ikan Lele


Brebes – Sebelumnya sudah tayang dalam pemberitaan tentang salah satu anggota TNI Kodim 0713 Brebes yang sukses dalam usaha dagang ikan lele di wilayah kecamatan Kersana, Banjarharjo dan Ketanggungan Brebes, Jawa Tengah. 






Koptu Paimo adalah Babinsa Koramil 06 Kersana dimana sebelum berangkat tugas dinas di Koramil,  dibantu dengan sang istri mengantar pesanan ikan lele diberbagai pasar yang ada di 3 kecamatan.

Kini Koptu Paimo dengan didampingi sitri dan anaknya hadir di acara Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes Yes di Radio Singosari FM Brebes dan Top FM Paguyangan Bumiayu Brebes. Rabu (15/07/2020).

“Saya memasok ikan lele kepada para bakul (penjual) di berbagai pasar di Kecamatan Kersana mulai tahun 2018 lalu. Untuk ikannya saya ambil dari para petani di Cirebon dan di Brebes,” ungkapnya saat diwawancarai langsung oleh penyiar Riri dari di Studio 1 Singosari Brebes.

Hasil dari kerja keras bersama istrinya Murniati (37), cukup lumayan untuk menyekolahkan kedua putra mereka yaitu Pratama Rasya Naufal Hafid (11), dan Muhammad Fadhil Thalah (6).

Murniati yang merupakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 07 Kersana ini menjelaskan bahwa, setiap 3 hari sekali dirinya mengambil ikan lele kepada para petani di wilayah Brebes bersama suaminya dengan menggunakan Tossa yang disewanya dari tetangganya, sedangkan dari Cirebon diantar langsung ke rumahnya.

Keterampilan dalam membaca peluang usahanya tersebut didapatkannya di kampung istrinya, di Desa Jeblog, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.

“Awalnya kecil-kecilan dan di Pasar Kersana dan Cigedog saja, lama-lama sejumlah permintaan datang dari penjual eceran di Pasar Ketanggungan dan Banjarharjo,” tandasnya.

Anggota Persit ini, menyatakan tak malu untuk membantu suaminya mengantarkan ikan lele ke pasar-pasar tersebut. Termasuk ke beberapa tempat kuliner pecel lele yang ada di wilayah kecamatannya dan di Kecamatan Ketanggungan. (Utsm).

Senin, 08 Juni 2020

"Luar Biasa Istri Prajurit Jadi Kepala Kampung Di Perbatasan Merauke"


Merauke (Papua), Nur Isny Willa Salah Satu Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVIII dari Kodim 1707/Merauke ini perlu di contoh dan menjadi inspiratif bagi anggota Persit maupun wanita lain pada umumnya. Bagaimana tidak, diusianya yang masih muda, dia kini menjabat sebagai Kepala Kampung diwilayah perbatasan (RI-PNG) Republik Indonesia Dengan Papua New Guinea.


Nur Isny Willa kelahiran Kupang 1989 adalah Isteri dari Kopral Dua (Kopda) Seprianus Uli yang merupakan Babinsa Koramil 1707-04/Muting Kampung Andaito Distrik Muting, Kodim 1707/Merauke.

Sebagai Kepala kampung Afkab Distrik Muting Kabupaten Merauke yang dilantik sejak 19 Desember 2019, Nur Isny Willa tidak melupakan jati dirinya sebagai seorang Persit serta sebagai ibu rumah tangga. Di sela-sela kesibukannya, berbagai kegiatan Persit selalu diikutinya, bahkan tidak jarang pula, keberadaannya sebagai kepala kampung yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kesejahteraan masyarakat dikampungnya.

Impian terbesar ingin membangun, menjadikan kampungnya lebih baik dalam artian ingin mensejahterakan masyarakat salah satunya dengan membuatkan rumah bantuan kepada masyarakat yang rumahnya tidak layak huni karena kehidupan yang susah sebagai petani kebun dengan mengunakan dana kampung.

Menurut Nur Isny Keberhasilan yang diraihnya selama ini, berbekal kepercayaan serta dorongan dari masyarakat dan tokoh adat setempat untuk maju menjadi salah satu kontestan dalam Pikades. Tidak kalah pentingnya dukungan besar dari suami dan keluarga. Syukur Alhamdulillah saya terpilih menjadi kepala kampung. Ungkapnya.

Sabtu, 18 April 2020

TNI Kodim Brebes Memasak Di Rumah Saat Istri Siaga Pandemi Covid-19

Brebes -  Tidak terbesit di benak kita, apabila suami istri bekerja, apalagi suami berdinas jadi TNI dan sang istri sebagai karyawan staf administrasi di Rumah Sakit dimana dalam situasi wabah Pandemi Covid-19 sekarang ini. Minggu (19/04/2020).




 

Kini ada salah satu TNI AD yang berdinas di Kodim 0713 Brebes, dimana harus memasak dan menyiapkan makanan untuk kedua anaknya sebelum berdinas.

 

Sertu Widodo salah satu anggota penerangan Kodim menceritakan bagaimana situasi saat ini yang dialami kesehariannya, dimana sang istri Yully Sundari (42) harus selalu berangkat menunaikan tugasnya di RS Mitra Keluarga Tegal yang mana diwajibkan untuk menjaga pasien di saat sekarang ini.

 

Seperti halnya Sersan Widodo juga harus bergelut dengan publikasi yang mana kesehariannya memberikan informasi di media Kodim 0713 Brebes harus selalu update dan realita.

 

Sebelum keduanya melaksanakan rutinitas kerja di masing-masing instansi tersebut, Sertu Widodo menyempatkan memasak untuk kedua anaknya tersebut, M. Bagas Nur Hafidz dan Octhavia Willy Rahmawati agar bisa selalu ditinggal dirumah karena mengikuti kebijakan pemerintah yang harus Stay At Home.

 

Harapannya anak-anak bisa selalu mentaati aturan pemerintah yang mewajibkan harus tinggal dirumah guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Tutur Widodo.

 

“Saya memasak sayur bayam, ikan bandeng goreng, tempe goreng yang beri tepung untuk hari ini, karena istri masuk siaga di Rumah Sakit, nanti bergantian memasaknya dengan istri yang juga dibantu anak-anak sekaligus untuk belajar memasak” Imbuhnya.

 


Mudah-mudahan pandemi covid-19 ini segera berakhir sehingga bisa beraktivitas seperti biasa lagi. (Utsm)

TNI Belanja Sayur : Dirumah Saja Yah.


Brebes - Suatu kehormatan bagi anggota TNI yang selama bertugas di situasi saat ini yaitu dalam upaya pencegahan virus corona (Covid-19) masih saja tetap melaksanakan tugas yang mulia. 
















Siaga maupun jaga di kondisi saat sekarang ini adalah tugas pokok bagi TNI dimana selalu ada dan menjaga wilayah bilamana dibutuhkan oleh masyarakat.

Namun kali ini sungguh berbeda dengan apa yang telah dilakukan oleh seorang prajurit TNI AD yang berada di Koramil 13 Salem,  Kodim 0713 Brebes bernama Pelda Jahri yang kesehariannya menjadi Bati Tuud Koramil menjadi contoh dalam lingkungannya di masa pandemi covid-19 ini dengan berbelanja sayuran dan lauk pauk untuk istri dan anak-anaknya yang berada dirumah.  Sabtu (18/04/2020).

Pelda Jahri tidak merasa malu berbelanja sendiri untuk pemenuhan kebutuhan pokok keluarganya dengan menenteng sayuran yang kemudian diserahkan kepada istrinya saat sampai didepan rumah. 

"Tetap di rumah ya bu, biar ayah yang keluar pakai masker untuk membeli kebutuhan pokok untuk ibu dan anak-anak" Tutur Pelda Jahri kepada istrinya.

Pelda Jahri melaksanakan peraturan dari pemerintah yang saat ini menghimbau agar tetap dirumah saja guna menghentikan penyebaran virus corona. 
Pelda Jahripun mengajak tetangga dan lingkungannya untuk memakai masker bila keluar rumah dan bila tidak ada kepentingan yang emergency diminta untuk tidak keluar rumah. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Untuk menjaga agar anak dan istrinya merasa aman dan nyaman dirumah,  Pelda Jahri berbelanja sayuran dan kebutuhan pokok makanan selama pandemi covid-19 guna menghindari seringnya keluar rumah. (Utsm)

Senin, 29 Juli 2019

Ratusan Ibu-ibu Gabungan Istri Prajurit TNI dan Polri, Disosialisasi Deteksi Kanker Sejak Dini (SADARI)


Banyumas - Ratusan ibu-ibu anggota Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D terdiri dari anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro, Jalasenastri Lanal Cilacap dan PIA Ardya Garini Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga, dan anggota Bhayangkari dari SPN Purwokerto Polda Jawa Tengah dan Bhayangkari Polres Banyumas, ikuti Sosialisasi Deteksi Kanker Sejak Dini (SADARI), Senin (29/7/2019) di Aula Reconfu Polres Banyumas, Purwokerto, Banyumas. 











Sosialisasi Deteksi Kanker Sejak Dini (SADARI) ini, digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKBI) Ke-67 Tahun 2019 Polres Banyumas dengan mengambil tema "Kenali Bahaya Kanker Payudara Sejak Dini, dengan menghadirkan narasumber Ny. Linda Amalia Sari Agum Gumelar (Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia) dan Dr. Hardina Sabrida, Mars dari RS Kanker Dharmais Jakarta. Selain dihadiri para anggota dan pengurus ketiga organisasi kewanitaan dari tiga matra TNI yang tergabung dalam Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto dan Bhayangkari SPN Purwokerto serta Polres Banyumas, tampak pula Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Purwokerto Daerah D yang juga selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro, Ny. Anita Dani Wardhana, Ny. Menik Salamun, Ketua Jalasenastri Lanal Cilacap, Ketua PIA Ardya Garini Lanud Jenderal Soedirman Purbalingga, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Dim 0701/Banyumas, Ketua Bhayangkari SPN Purwokerto dan Polres Banyumas, serta para anggota Polwan Polres Banyumas. 

Ny. Linda Amalia Sari Agum Gumelar dalam penyampaiannya mengawali sosialisasinya menyampaikan merasa terharu dengan kegiatan tersebut. "Inilah yang menjadi mimpi saya untuk dapat mewujudkan sinergitas TNI-Polri. Saya bangga, karena ibu-ibu Persit dan Bhayangkari bisa duduk bersama dalam forum ini. TNI-Polri merupakan pilar penjaga NKRI dan ibu-ibu mempunyai peranan didalamnya untuk mendampingi suami selama berdinas", ungkapnya. 

Menurutnya, kanker payudara merupakan hal yang sangat berbahaya. "Saya pernah didiagnosis terkena kanker payudara, dengan diperiksakan dan menjalani pengobatan dokter, Alhamdulillah, saya bisa sembuh", terangnya. 

Ia katakan bahwa, visi YKPI pada tahun 2030 Indonesia bebas kanker payudara. Oleh karenanya kita harus melakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak berakibat fatal pada diri kita. Ia juga menghimbau kepada hadirin bila ada yang terdiagnosa kanker payudara agar segera memeriksakan diri ke dokter, dan untuk memberikan dukungan semangat sembuh kepada penderita. 

Sementara itu, Dr. Hardina Sabrida, Mars menyampaikan kanker merupakan penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara merupakan penyebab terbesar kematian setiap tahunnya. Saat ini, kanker payudara menjadi jenis kanker yang sangat menakutkan bagi perempuan di seluruh dunia termasuk Indonesia. 

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar di antara jaringan atau organ di dekat payudara atau ke bagian tubuh lainnya.
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan upaya untuk mendeteksi dini kanker payudara yang sering dianjurkan untuk setiap wanita. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri.

SADARI mudah dilakukan, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak menimbulkan kerusakan jaringan dan dapat mendeteksi tumor sekecil apapun. Permasalahan yang ada ialah masih kurangnya kesadaran wanita khususnya ibu-ibu rumah tangga berusia produktif untuk melakukan SADARI. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan mengenai pencegahan tersebut.

"Dalam rangka peningkatan pengetahuan dan sikap wanita terutama kelompok ibu-ibu rumah tangga usia produktif untuk melakukan SADARI, maka YKPI melakukan penyuluhan kesehatan tentang kanker payudara dan langkah-langkah pencegahan", ungkapnya. 

Adapun langkah-langkah SADARI yaitu berdiri tegak di depan cermin mengangkat kedua tangan dan perhatikan apakah ada kemerahan atau bengkak di payudara, kemudian letakkan kedua tangan di pinggang dan perhatikan kembali payudara apabila ada yang tidak normal. Setelah itu payudara ditekan dengan menggunakan 3 jari tengah yang dirapatkan dan mulai gerakan dari atas ke bawah, melingkar searah jarum jam, kemudian rasakan apakah ada benjolan. Setelah itu, payudara ditekan kembali ke arah puting dan dilihat apakah ada cairan yang keluar.

Setelah posisi berdiri, selanjutnya posisi berbaring mendatar dengan meletakkan bantal/handuk di bawah bahu, tangan kanan diletakkan di belakang kepala kemudian payudara sebelah kanan ditekan menggunakan tangan kiri dengan gerakan yang sama seperti sebelumnya. Apabila terasa benjolan di payudara, terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras seperti kulit jeruk, luka di bagian payudara yang tidak sembuh, terdapat cekungan atau tarikan di kulit payudara, atau keluar cairan dari puting saat melakukan SADARI, maka disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Pencegahan utama kanker payudara dimulai dari diri sendiri. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan beraktivitas fisik teratur setiap hari, mengonsumsi buah dan sayuran, mengurangi makanan berlemak dan goreng-gorengan, tidak mengonsumsi alkohol, memberikan ASI bagi ibu yang menyusui dan dapat mengganti kontrasepsi oral dengan non hormonal setelah 2 tahun. Ingatlah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati", jelasnya.