Tampilkan postingan dengan label Ke 74. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ke 74. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Oktober 2019

Brebes Sabet Seluruh Gelar Di Ajang Futsal Dandim Brebes Cup HUT TNI

Brebes – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 TNI, Kodim 0713 Brebes menggelar Turnamen Futsal Dandim Brebes Cup 2019 tingkat pelajar SMA sederajat, yang diikuti 29 tim dari Kabupaten Brebes dan Tegal, di Lapangan Futsal Muria 7, Jalan KH. Hasyim Asy'ari, Brebes.

Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE secara simbolis membuka turnamen dengan tendangan bola pertama, Sabtu (19/10/2019).













Dikatakan Dandim, dalam pelaksanaan turnamen agar setiap tim menjunjung tinggi sportifitas, karena tujuannya adalah silaturahmi antar pelajar melalui futsal.

"Jaga sportifitas dan utamakan faktor keamanan," tegas Faisal Amri.

Trisnori, Pimpinan Redaksi Bregasnews.Com selaku Ketua Panitia turnamen mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan ini, termasuk AFK (Asosiasi Futsal Kabupaten) Brebes.

“Bregas EO selaku penyelenggara turnamen ini mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak, termasuk sekolah dan seluruh peserta yang sangat antusias,” ucapnya.

Ia berharap, pertandingan ini bisa menjadi babak baru dan langkah yang baik untuk menemukan bibit-bibit pemain futsal di Kabupaten Brebes dan Tegal serta Kota Tegal.

Puncak acara, mewakili Dandim, Kepala Staf Kodim, Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku memberikan trophy serta uang pembinaan kepada juara pertama yaitu SMK Kerabat Kita kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Diketahui, juara kedua diraih SMAN 1 Larangan Brebes dan juara ketiga digondol SMK Bina Bangsa Kersana, Brebes. Untuk suporter terbaik SMK Bisma Kersana, suporter terheboh SMK Bina Bangsa Kersana, tim fair play SMKN 1 Kersana, pemain terbaik Andreas (GK) SMAN 1 Larangan Brebes, serta top skor (9 gol) diraih Danu dari SMK Bina Bangsa Kersana. (Gust/Aan)

Selasa, 08 Oktober 2019

Puncak HUT TNI Di Brebes, Puluhan Anak Yatim-piatu Disantuni


Brebes – Puncak dari rangkaian perayaan HUT TNI Ke-74 di Kodim 0713 Brebes, diwarnai dengan acara syukuran yang berlangsung di Aula Jenderal Soedirman, Makodim. Senin (7/10/2019).







Dalam kegiatan ini Kodim mengundang Bupati dan jajaran Forkopimda, para Warakawuri, veteran, FKPPI dan tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk puluhan anak yatim-piatu.

Sekali lagi, jajaran Polres Brebes yang dipimpin Kapolres, AKBP Aris Supriyono, SIK, M.Si, memberikan kejutan ulang tahun, dengan membawa kue tart dan nasi tumpeng untuk dihadiahkan bagi TNI Brebes.

Tampak foto, Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, Bupati Hj. Idza Priyanti, SE, MH dan Kapolres, menyantuni 25 anak yatim-piatu dari Panti Asuhan Muhammadiyah kelurahan Pasar Batang, Kecamatan Brebes.

Dikatakan Dandim, “Mewakili TNI dan keluarga besar Kodim, saya ucapkan terima kasih atas support kepada kami. Semoga bertambahnya usia TNI ini, kami semakin solid dengan seluruh pihak dalam mengemban tugas pokok membantu pembangunan pemerintah serta mengawal keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Diketahui, beberapa kegiatan menyemarakkan hari jadi TNI kali ini meliputi perlombaan musik jalanan dan tari perjuangan (11/8), lomba lukis tingkat pelajar (23/8), bersih-bersih Kali Sigeleng di Kecamatan/Kabupaten Brebes (18/9), bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Kalimah (65) warga Dukuh Purbanalan Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu, pelayanan KB-Kes serentak di 17 kecamatan yang disinergikan dengan Hari Kontrasepsi Sedunia (WCD) (26 dan 27/9), serta jalan santai berhadiah bagi para pelajar di Desa/Kecamatan Larangan Brebes (28/9).

Sementara di Oktober, adalah ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Tama Brebes (3/10), upacara di Alun-alun Brebes (5/10), ngegas bareng trail adventure (6/10) dan gowes yang dipusatkan di areal objek wisata Waduk Malahayu Kecamatan Banjarharjo. (Aan)

Rabu, 18 September 2019

Jelang Hari Jadi TNI, Finishing Rumah Warga Tidak Mampu Di Bumiayu Brebes


Brebes – Pekerjaan renovasi hunian Kalimah (65) janda Dukuh Purbanalan RT. 02 RW. 04, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilanjutkan kembali oleh TNI bersama masyarakat setempat.






Menjelang HUT TNI yang Ke-74 tahun 2019 ini, Koramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes menggelar karya bhakti TNI, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Tampak Danramil, Kapten Infanteri Ngadino, melakukan koordinasi dengan kepala tukang masyarakat, Suwarno (55) menantu Kalimah. Kamis pagi (19/9/2019).

Diterangkan Ngadino, sasaran pekerjaan meliputi pengacian dinding dan pengecatan serta pemasangan lantai keramik untuk teras, ruang tamu dan kamar.

“Ini merupakan bantuan dari TNI dalam menyambut hari jadinya. Semoga bermanfaat bagi keluarga Ibu Kalimah,” ucapnya.

Kepala Desa setempat, Sukarto, S.Pd (63), mewakili yang bersangkutan mengucapkan terima kasih atas program TNI tersebut.

Diketahui sebelumnya, pembongkaran tembok dan atap yang rapuh telah dilakukan pada pertengahan Juni lalu (19/6) Pasca roboh sehari sebelumnya. Untuk rekonstruksi menggunakan bantuan swadaya masyarakat, dana RTLH desa, Muspika, Puskesmas Bumiayu serta swasta perorangan atau relawan.

Kalimah tinggal seorang diri dan hanya bergantung kepada anak dan menantunya Suwarno, yang tinggal di depan rumahnya. (Aan)

Kamis, 29 Agustus 2019

192 Anak Brebes Disunat Massal

Brebes - Sebanyak 192 anak Brebes disunat massal dalam rangka peringatan HUT ke-74 RI tingkat Kabupaten Brebes. Mereka berasal dari berbagai desa se Kabupaten Brebes yang pelaksanaannya selama bulan Agustus 2019. Untuk Kecamatan di Pantura, disunat sebanyak 60 anak yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Brebes, Kamis (29/8).














“Jumlah keseluruhan yang dikhitan sebanyak 192 anak dari berbagai desa se Kabupaten Brebes. Tapi untuk hari ini ada 60 anak yang dikhitan,” papar Ketua Panitia HUT Ke-71 RI Kabupaten Brebes Sutaryono. 

Sunatan masal merupakan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2019. Juga sekaligus perayaan Diesnatalis SMAN 1 Brebes ke-56 sehingga pelaksanaanya digelar di SMA N 1 Brebes. 

Sunatan masal tahun ini, kata Taryono, tergolong meriah karena anak-anak yang dikhitan mendapatkan perlakukan khusus. Yakni dinaikan odong-odong, becak dan delman juga diarak dari pendopo hingga SMA 1 Brebes. 

Pelepasan pawai arak-arakan ditandai dengan pengibasan bendera star dari depan pendopo Bupati Brebes terus menyusuri jalan Slamet, Jalan Jatibarang, Jalan MT Haryono, Jalan Veterang dan jalan Setiabudi hingga finish di SMA 1 Brebes. 

Bupati menaiki Andong yang sudah dihias diapit kanan, kiri dan depan para anak yang hendak disunat. Dibelakangnya, barisan becak, odong-odong yang ditumpangi para anak yang hendak disunat yang didampingi orang tua atau kerabatnya masing-masing. Sementara, penampilan berbagai seni dan budaya ditunjukan para siswa-siswi SMA 1 Brebes yang menarik seperti halnya Karnaval. Aksi mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan karyawan Dinkominfotik menyambutkan dengan Flasmobe, ketika Bupati melintas didepan kantor. 

Sesampainya di SMA 1 Brebes, Bupati menyambut para anak yang disunat dengan menabut beras kuning berisikan uang koin. Peserta Khitanpun saat memasuki SMAN 1 sembari memunguti uang koin yang disebar Bupati.

Prosesi sunat tidaklah menegangkan meskipun banyak yang nangis. Karena Bupati hadir menghibur mereka dan memberikan bingkisan dan sejumlah uang saku. (Suprapto/ Wasdiun/Pendim0713)

Minggu, 18 Agustus 2019

Pangdam IV/Dip Irup Penurunan Bendera Tingkat Provinsi Jateng

Semarang - Puncak peringati HUT ke 74 Kemerdekaan RI tingkat Prov. Jawa Tengah 17 Agustus 2019 ditandai dengan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di TMP Giri Tunggal Semarang, Upacara Detik-detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera. 



Pada puncak peringatan HUT Kemerdekaan kali ini,  Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara penurunan bendera,  Sabtu (17/08/19) sore. Bertindak sebagai Kandan Upacara,  AKBP R. Sitelis P.  yang dalam kesehariaanya menjabat sebagai Kasat Sabhara Polrestabes Semarang. Sedangkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) merupakan Paskibra Prov.  Jateng yang dikawal pasukan dari Yonif Raider 400/BR.

Upacara dimulai dengan aubade dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan penampilan marching band dari Ponpes Al Anwar Sarang Rembang (Asuhan Mbah Maemun, Alm) dan marching band dari Akpol Semarang. 

Upacara yang berjalan hikmat dan lancar ini juga dihadiri oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,  Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, serta para pejabat Forkopimda Jateng dan Kota Semarang.(Pendam/Penrem/Pendim0713)

Kasdam Irup Upacara HUT ke 74 Kemerdekaan RI di Makodam

Semaranbg - Segenap prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro mengikuti upacara HUT ke 74 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di lapangan Makodam IV/Diponegoro, Sabtu (17/8/2019).




Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara HUT Kemerdekaan kali ini Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M., dan sebagai Komandan Upacara (Danup) Wakabekangdam IV/Dip. Letkol Cba Koencoro.

Usai upacara,  Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto,  S.I.P., M.A.P. menuturkan,  pelaksanaan upacara ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas anugerah kemerdekaan melalui perjuangan para Pahlawan kusuma bangsa. 

Menurutnya,  untuk mewujudkan kemerdekaan, para pendahulu bangsa telah mengorbankan jiwa dan raganya, maka sudah sepantasnya kita  sebagai generasi penerus untuk tetap menjaga dan mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat dan menghambat pencapaian cita-cita bangsa. 

Hal tersebut senada dengan penyampaian Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam pidato kenegaraan 16 Agustus 2019 yang lalu,  bahwa kita akan mewujudkan Indonesia yang maju dengan tidak ada satu pun rakyatnya yang tertinggal untuk meraih cita-citanya.

"Kita harus optimis menatap masa depan dan harus percaya diri serta berani menghadapi tantangan kompetisi global", tegas Presiden. 

Presiden juga mengingatkan, sekarang kita dihadapkan pada tantangan global.
Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh resiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Terkait hal tersebut,  Kapendam berharap para prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro dapat menjawab tantangan ke depan dengan memiliki rasa pengabdian terhadap tugas dan pekerjaannya, visi jauh ke depan, disiplin, dan fokus pada apa yang akan diwujudkan. 

Pada kesempatan kal ini, Kasdam IV/Diponegoro juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangkaian memperingati HUT ke 74 Kemerdekaan RI. Adapun lomba yang dilaksanakan antara lain tenis lapangan antar satuan dan ganda perorangan U-50, tenis meja, bulu tangkis dan bola voli.(Pendam/Penrem/Pendim0713)

Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Kabupaten Brebes

Brebes - Tema SDM Unggul, Indonesia Maju, menjadi renungan bersama bagi masyarakat Indonesia. Seperti halnya di Kabupaten Brebes, tema tersebut menjadi bahan kajian bersama saat Sarasehan Memperingati HUT ke-74 RI di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (16/8) malam.





“Apa barometer SDM Unggul? Apakah warganya berpendidikan S3 semua? Orangnya kaya kaya semua? Ataukah yang unggul orang tersebut karena mampu menjadi pejabat dan raja?” ungkit Narasumber Sarasehan  Direktur Kanzul Ilmi Center Bumiayu, Brebes DR KH Gus Najib Afandi.

Menurut Gus Najib, Indonesia maupun Brebes tidak kurang dari orang orang pintar dan berpendidikan tinggi hingga sekolah ke luar negeri. Namun kenyataan di lapangan banyak yang berpendidikan tinggi dan juga pejabat serta artis yang tersandung kasus Korupsi, Kolusi, Nepotisme, penyalahgunaan Narkoba serta kejahatan lain.

Najib menegaskan, hanya akhlakul karimah lah yang menjadi ukuran unggul dan mandulnya Sumber Daya Manusia.

Kasus gadis membuang bayinya, merupakan contoh mandulnya SDM meskipun dia berpendidikan.

Belajar dari Rasulullah, lanjut Najib, setelah Merdeka atau hijrah, yang pertama dibangun Rasul adalah Masjid-masjid, mushola-mushola.

Indonesia merdeka, juga mendapat kekuatan luar biasa ketika para Kiai membangun suro-suro, pesantren-pesantren. Para Ulama telah meletakan pondasi yang sangat kokoh dalam kecintaan terhadap bangsanya.

“Kiai-kiai kita sudah membangun Indonesia dengan Islam banget. Jadi tidak perlu ada NKRI Syariah, Indonesia sudah bersyariah sejak jaman baheula,” tandasnya.

Gus Najib menandaskan, era sekarang harus memperkuat peran masjid dan pesantren. Kedua tempat ini menjadi tempat pertama dan utama untuk menggembleng SDM unggul.

Tapi sayangnya, pesantren di Indonesia masih sangat jarang. Untuk itu, perlu adanya kebijakan nyata untuk pengembangan dan dana operasional dari pemerintah untuk pesantren dan masjid.

“Agar Brebes lebih unggul, maka harus pula mengalokasikan untuk masjid dan pesantren yang lebih besar,” tandasnya.

Kedua, SDM unggul, bila terjadi penguatan persaudaraan yang tidak ada hubungan apapun. Paseduluran, adalah konsep yang dibangun antara kaum Ansor dan Muhajirin pada masa Kenabian. Indonesia, juga Brebes masih terlihat terkotak-kotak. Ada gerakan separatisme, terorisme, radikalisme yang berupaya memecah belah Indonesia dari berbagai sisi.

“Maka, ayo kita menyatupadukan, gerakan sinergitas. Membangun bersama, dengan Paseduluran ala NU dengan menjaga ukhuwah Islamiah, ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathoniyah,” pungkas Najib yang juga Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes.

Perlu diingat pula, bahwa membangun negara, membangun daerah pasti ada musuhnya. Dan musuh sekarang tidak kelihatan, yakni Kemunafikan.

Najib juga menandaskan bahwa NKRI sudah bersyariah, jadi tidak perlu NKRI Syariah, yang perlu syariah orangnya. Indonesia sudah final tidak perlu ada NKRI Bersyariah.

Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Tingkat  Kabupaten Brebes dengan tema "SDM Unggul Indonesia Maju" di Pendopo Brebes. Jumat (16/8) malam.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam kata sambutannya berharap,. Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, aman dan bermartabat sesuai cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam pembukaan uud 1945.

Untuk itu, lanjut Idza, sudah saatnya segera bangkit berbenah diri, mengejar segala ketertinggalan dan menguatkan kebersamaan. Hal pertama  yang perlu kita lakukan adalah, memperkokoh rasa nasionalisme kita. Jika pada masa penjajahan, nasionalisme diekspresikan dengan perlawanan kita pada penjajah, dan ketidaksukaan sebagai bangsa terjajah, pada saat ini nasionalisme semestinya, diwujudkan dalam bentuk olah rasa, olah karsa dan olah karya. Di semua bidang yang memberikan nilai positif, bagi bangsa dengan berdasar kecintaan pada bangsa dan negara kita.

Strategi pembangunan, lanjut Idza, fokus utama bangsa Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang terampil dan unggul berkontribusi membangun bangsa.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Djoko Gunawan, perwakilan Dandim 0713 Brebes, Asisten 1 Sekda Drs H Athoillah Syatori, Ketua Pengadilan Agama Abdul Basyir, Para Kepala OPD Kabupaten Brebes, para Kepala Bagian dilingkungan pemkab Brebes, Camat se Kabupaten Brebes, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan tamu Undangan lainnya.


Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH didampingi perwakilan jajaran Forkopimda  dan Kepala OPD yang diberikan kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Brebes. (Suprapto/Wasdiun/Utsm)