Tampilkan postingan dengan label HUT RI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUT RI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Agustus 2019

192 Anak Brebes Disunat Massal

Brebes - Sebanyak 192 anak Brebes disunat massal dalam rangka peringatan HUT ke-74 RI tingkat Kabupaten Brebes. Mereka berasal dari berbagai desa se Kabupaten Brebes yang pelaksanaannya selama bulan Agustus 2019. Untuk Kecamatan di Pantura, disunat sebanyak 60 anak yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Brebes, Kamis (29/8).














“Jumlah keseluruhan yang dikhitan sebanyak 192 anak dari berbagai desa se Kabupaten Brebes. Tapi untuk hari ini ada 60 anak yang dikhitan,” papar Ketua Panitia HUT Ke-71 RI Kabupaten Brebes Sutaryono. 

Sunatan masal merupakan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2019. Juga sekaligus perayaan Diesnatalis SMAN 1 Brebes ke-56 sehingga pelaksanaanya digelar di SMA N 1 Brebes. 

Sunatan masal tahun ini, kata Taryono, tergolong meriah karena anak-anak yang dikhitan mendapatkan perlakukan khusus. Yakni dinaikan odong-odong, becak dan delman juga diarak dari pendopo hingga SMA 1 Brebes. 

Pelepasan pawai arak-arakan ditandai dengan pengibasan bendera star dari depan pendopo Bupati Brebes terus menyusuri jalan Slamet, Jalan Jatibarang, Jalan MT Haryono, Jalan Veterang dan jalan Setiabudi hingga finish di SMA 1 Brebes. 

Bupati menaiki Andong yang sudah dihias diapit kanan, kiri dan depan para anak yang hendak disunat. Dibelakangnya, barisan becak, odong-odong yang ditumpangi para anak yang hendak disunat yang didampingi orang tua atau kerabatnya masing-masing. Sementara, penampilan berbagai seni dan budaya ditunjukan para siswa-siswi SMA 1 Brebes yang menarik seperti halnya Karnaval. Aksi mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan karyawan Dinkominfotik menyambutkan dengan Flasmobe, ketika Bupati melintas didepan kantor. 

Sesampainya di SMA 1 Brebes, Bupati menyambut para anak yang disunat dengan menabut beras kuning berisikan uang koin. Peserta Khitanpun saat memasuki SMAN 1 sembari memunguti uang koin yang disebar Bupati.

Prosesi sunat tidaklah menegangkan meskipun banyak yang nangis. Karena Bupati hadir menghibur mereka dan memberikan bingkisan dan sejumlah uang saku. (Suprapto/ Wasdiun/Pendim0713)

Minggu, 18 Agustus 2019

Pangdam IV/Dip Irup Penurunan Bendera Tingkat Provinsi Jateng

Semarang - Puncak peringati HUT ke 74 Kemerdekaan RI tingkat Prov. Jawa Tengah 17 Agustus 2019 ditandai dengan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di TMP Giri Tunggal Semarang, Upacara Detik-detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera. 



Pada puncak peringatan HUT Kemerdekaan kali ini,  Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara penurunan bendera,  Sabtu (17/08/19) sore. Bertindak sebagai Kandan Upacara,  AKBP R. Sitelis P.  yang dalam kesehariaanya menjabat sebagai Kasat Sabhara Polrestabes Semarang. Sedangkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) merupakan Paskibra Prov.  Jateng yang dikawal pasukan dari Yonif Raider 400/BR.

Upacara dimulai dengan aubade dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan penampilan marching band dari Ponpes Al Anwar Sarang Rembang (Asuhan Mbah Maemun, Alm) dan marching band dari Akpol Semarang. 

Upacara yang berjalan hikmat dan lancar ini juga dihadiri oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,  Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, serta para pejabat Forkopimda Jateng dan Kota Semarang.(Pendam/Penrem/Pendim0713)

Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Kabupaten Brebes

Brebes - Tema SDM Unggul, Indonesia Maju, menjadi renungan bersama bagi masyarakat Indonesia. Seperti halnya di Kabupaten Brebes, tema tersebut menjadi bahan kajian bersama saat Sarasehan Memperingati HUT ke-74 RI di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (16/8) malam.





“Apa barometer SDM Unggul? Apakah warganya berpendidikan S3 semua? Orangnya kaya kaya semua? Ataukah yang unggul orang tersebut karena mampu menjadi pejabat dan raja?” ungkit Narasumber Sarasehan  Direktur Kanzul Ilmi Center Bumiayu, Brebes DR KH Gus Najib Afandi.

Menurut Gus Najib, Indonesia maupun Brebes tidak kurang dari orang orang pintar dan berpendidikan tinggi hingga sekolah ke luar negeri. Namun kenyataan di lapangan banyak yang berpendidikan tinggi dan juga pejabat serta artis yang tersandung kasus Korupsi, Kolusi, Nepotisme, penyalahgunaan Narkoba serta kejahatan lain.

Najib menegaskan, hanya akhlakul karimah lah yang menjadi ukuran unggul dan mandulnya Sumber Daya Manusia.

Kasus gadis membuang bayinya, merupakan contoh mandulnya SDM meskipun dia berpendidikan.

Belajar dari Rasulullah, lanjut Najib, setelah Merdeka atau hijrah, yang pertama dibangun Rasul adalah Masjid-masjid, mushola-mushola.

Indonesia merdeka, juga mendapat kekuatan luar biasa ketika para Kiai membangun suro-suro, pesantren-pesantren. Para Ulama telah meletakan pondasi yang sangat kokoh dalam kecintaan terhadap bangsanya.

“Kiai-kiai kita sudah membangun Indonesia dengan Islam banget. Jadi tidak perlu ada NKRI Syariah, Indonesia sudah bersyariah sejak jaman baheula,” tandasnya.

Gus Najib menandaskan, era sekarang harus memperkuat peran masjid dan pesantren. Kedua tempat ini menjadi tempat pertama dan utama untuk menggembleng SDM unggul.

Tapi sayangnya, pesantren di Indonesia masih sangat jarang. Untuk itu, perlu adanya kebijakan nyata untuk pengembangan dan dana operasional dari pemerintah untuk pesantren dan masjid.

“Agar Brebes lebih unggul, maka harus pula mengalokasikan untuk masjid dan pesantren yang lebih besar,” tandasnya.

Kedua, SDM unggul, bila terjadi penguatan persaudaraan yang tidak ada hubungan apapun. Paseduluran, adalah konsep yang dibangun antara kaum Ansor dan Muhajirin pada masa Kenabian. Indonesia, juga Brebes masih terlihat terkotak-kotak. Ada gerakan separatisme, terorisme, radikalisme yang berupaya memecah belah Indonesia dari berbagai sisi.

“Maka, ayo kita menyatupadukan, gerakan sinergitas. Membangun bersama, dengan Paseduluran ala NU dengan menjaga ukhuwah Islamiah, ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathoniyah,” pungkas Najib yang juga Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes.

Perlu diingat pula, bahwa membangun negara, membangun daerah pasti ada musuhnya. Dan musuh sekarang tidak kelihatan, yakni Kemunafikan.

Najib juga menandaskan bahwa NKRI sudah bersyariah, jadi tidak perlu NKRI Syariah, yang perlu syariah orangnya. Indonesia sudah final tidak perlu ada NKRI Bersyariah.

Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Tingkat  Kabupaten Brebes dengan tema "SDM Unggul Indonesia Maju" di Pendopo Brebes. Jumat (16/8) malam.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam kata sambutannya berharap,. Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, aman dan bermartabat sesuai cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam pembukaan uud 1945.

Untuk itu, lanjut Idza, sudah saatnya segera bangkit berbenah diri, mengejar segala ketertinggalan dan menguatkan kebersamaan. Hal pertama  yang perlu kita lakukan adalah, memperkokoh rasa nasionalisme kita. Jika pada masa penjajahan, nasionalisme diekspresikan dengan perlawanan kita pada penjajah, dan ketidaksukaan sebagai bangsa terjajah, pada saat ini nasionalisme semestinya, diwujudkan dalam bentuk olah rasa, olah karsa dan olah karya. Di semua bidang yang memberikan nilai positif, bagi bangsa dengan berdasar kecintaan pada bangsa dan negara kita.

Strategi pembangunan, lanjut Idza, fokus utama bangsa Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang terampil dan unggul berkontribusi membangun bangsa.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Djoko Gunawan, perwakilan Dandim 0713 Brebes, Asisten 1 Sekda Drs H Athoillah Syatori, Ketua Pengadilan Agama Abdul Basyir, Para Kepala OPD Kabupaten Brebes, para Kepala Bagian dilingkungan pemkab Brebes, Camat se Kabupaten Brebes, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan tamu Undangan lainnya.


Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH didampingi perwakilan jajaran Forkopimda  dan Kepala OPD yang diberikan kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Brebes. (Suprapto/Wasdiun/Utsm)

Penghuni Lapas Brebes Dapat Remisi Di HUT RI Ke 74

Kekhilafan, selalu menghantui manusia sehingga berperilaku negatif yang kemudian mendapat hukuman. Namun hal itu bisa berubah seiring dengan penataan diri melalui pembinaan yang intensif. Seperti halnya para penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kabupaten Brebes juga mampu mengubah dirinya menjadi insan yang berperilaku positif. Dan sebagai hadiahnya, di Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia mereka pun mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan, Sabtu (17/8) kemarin.






 

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia memberikan Remisi atau Potongan Masa Tahanan setiap tahun memberikan remisi kepada penghuni Lapas yang berhasil menunjukan perubahan perilaku. Merubah kualitas hidup dan memperbaiki kompetensi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya.

“Termasuk para penghuni Lapas Kelas II B Brebes, banyak yang mendapat Remisi dari Presiden,” ujar Kepala Lapas Brebes Maliki SH MH, disela pemberian remisi di Lapas setempat.

 

Adapun Remisi yang diberikan Kementerian Hukum dan Ham RI beragam dari mulai satu bulan  hingga 5 bulan pengurangan masa tahanan.

Maliki melaporkan, penghuni lapas kelas IIB Brees sebanyak 294 warga binaan. Dari jumlah itu,  sebanyak 189 orang mendapatkan remisi umum 1 sebanyak 187 warga binaan dan remisi umum 2 sebanyak 1 orang dan 1 orang mendapatkan remisi bebas langsung.

 

Surat Keputusan Pemberian Remisi diserahkan secara simbolis oleh Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH dalam upacara di Lapas setempat, usai Upacara Pengibaran Bendera HUT RI, Sabtu (17/8).

 

Idza membacakan sambutan tertulis Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly yang antara lain mengatakan bahwa kelebihan penghuni lapas, kerap menjadi sumber dari segala permasalahan. Sering kali pula menjadi alasan pembenar terhadap setiap penyimpangan yang terjadi di lingkungan Lapas.

 

Juga masih di dengar peredaran Narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas serta penyalahgunaan Ponsel dan sebagainya. Maka dari itu jajaran lembaga pemasyarakatan dituntut harus membangun langkah-langkah pembenahan dan program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan yang harus terus dilakukan.

“Lapas harus bisa menjadi tempat untuk melakukan pembinaan diri dan kepribadian sehingga penghuninya menjadi manusia yang taat dan mandiri agar bisa hidup lebih baik lagi,” ujar Menteri Yasonna Laoly.

 

Selain itu Lapas harus ditransformasi menjadi institusi yang mampu menyiapkan masyarakat tangguh berketerampilan dan memiliki produktivitas tinggi sehingga siap berkompetisi dalam persaingan global.

 

Hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH,  Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, Ketua Pengadilan Negeri Brebes Edi Saputra Pelawi SH MH, Ketua Pengadilan Agama Brebes Abdul Basyir, Kalapas Kelas II B Brebes Maliki SH MH, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes dan undangan lainnya. (Yaser Arafat/Wasdiun/Utsm).


Sabtu, 17 Agustus 2019

Serenada Aubade dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih Dalam Rangka Proklamasi HUT RI Ke 74












Brebes - Bertempat di Alun-alun Kabupaten Brebes, Serenada Aubade dan Upacara penurunan Bendera Sang Merah Putih dalam rangka Proklamasi HUT RI ke 74 tahun 2019 berlangsung khidmat dan lancar, Upacara Tingkat Kabupaten Brebes ini mengusung tema “SDM Unggul Indonesia Maju”. Sabtu (18/08/2019).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Ketua Pengadilan Kabupaten Brebes Edi Saputra Pelawi, SH., M.H, dan yang bertugas menjadi Komandan Upacara sore tadi adalah Kapolsek Losari AKP Suraedi
, Perwira Upacara Kapten Inf Kunpriyanto, SE dari
yang kesehariannya menjabat sebagai Pasi Personel Kodim 0713/Brebes, sebagai Komandan Pasukan Penurunan Sang Merah Putih adalah Ipda Tasudin, SH dari Polres Brebes. Sabtu sore (17/08/2019).

yang kesehariannya menjabat sebagai Pasi Personel Kodim 0713/Brebes, sebagai Komandan Pasukan Penurunan Sang Merah Putih adalah Ipda Tasudin, SH dari Polres Brebes. Sabtu sore (17/08/2019).

Turut hadir dalam kegiatan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH, Wakil Bupati Brebes Narjo, SH, Ketua DPRD Brebes, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, SIK, dan Forkompinda lainnya serta Sekda Brebes Djoko Gunawan, Jajaran Perwira Kodim 0713/Brebes dan Polres Brebes, Kadin\instansi dan SKPD Kabupaten Brebes, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Brebes.

Pasukan upacara yang terlibat diantaranya  1 Regu Korsik, 1 SSK Gabungan TNI, Satpol PP,  1 SSK Gabungan Polri, Dishub Kominfo, 1 SSK Korpri, 1 SSK PGRI, 1 SST Senkom, 1 SSK Pelajar Osis dan Pramuka.

Tim serenada Paduan suara dan pembacaan Naskah Ikrar Pelajar mengakhiri aubade dan upacara di HUT RI di Kabupaten Brebes. (Utsm) 

Jumat, 16 Agustus 2019

Komandan Kodim 0713/Brebes Hadiri Upacara HUT RI Ke 74


Brebes - Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, SE menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 di Alun-alun Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (17/08/19).






Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 mengusung tema “SDM Unggul, Indonesia Maju”, bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Brebes Idza Priyanti, SE, MH, sementara Komandan Upacara dijabat Danramil 14/Banjarharjo Kapten Inf Agus  Sulistyo dan Perwira Upacara dijabat Kapten Inf Kunpriyanto, SE Pasipers Dim 0713/Brebes dan juga jabatan resminya merangkap sebagai Danramil 02/Jatibarang.

Dalam sambutannya, Bupati Brebes menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar Republik adalah harga mati. Tidak bisa ditawar dan harus kita tanam sedalam-dalamnya di Bumi Pertiwi. Pancasila inilah sebagai induk semangnya negara ini, yang di dalamnya bersemayam ajaran-ajaran agama: Hindu, Budha, Islam, Katolik, Kong Hu Chu dan Kristen. Yang di dalamnya bersemayam spirit-spirit berasaskan kebudayaan Nusantara. Kalaulah sistem pemerintahannya pernah berubah, toh akhirnya jiwa-jiwa yang telah menyatu dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote tidak bisa dipisahkan.
Sejarah mencatat, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 sistem pemerintahan sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949.

Namun akhirnya sejak 17 Agustus 1950 Tanah Air ini kembali tegak berdiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sampai kapan? Seperti ungkapan Bung Karno, "Di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi.

" Bung Karno mengatakan, “Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan G O T O N G – R O Y O N G. Gotong-royong adalah pembantingan - tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantubinantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!”

Tekad kebersamaan, senasib sepenanggungan inilah yang terus kita emban untuk menghadapi zaman. Sejak dilahirkan Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalan berat, mulai dari seringnya bencana alam, korupsi, konflik sosial, gerakan separatisme dan radikalisme. Belum lagi tantangan modernisasi yang bergerak seiring dentang jam.

Jangan lagi ada niatan mengganti ideologi bangsa, jangan lagi ada ungkapan, “Ah kamu Batak, ah kamu Irian, ah kamu Bugis, ah kamu Sunda, ah kamu Madura, ah kamu Jawa.” Jangan lagi ada. Perbincangan kita harus melompat jauh ke depan.

Bangsa Cina dan India telah bergerak menuju Bulan, bangsa Amerika telah bersiap membangun perumahan di Mars. Meski saat ini kita belum mampu, jangan biarkan anak-anak kita hanya jadi penonton atas keberhasilan bangsa lain. Kita siapkan mereka saat ini, kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan Galaksi lain.

Kita lah yang menanggung dosa besar jika mereka tertinggal. Kitalah yang menanggung dosa besar jika mereka diremehkan. Kita lah yang menanggung dosa besar jika mereka dilecehkan. Gold generation harus benar-benar tercipta di tahun 2040, 20 tahun lagi. Mulai sekarang segala daya upaya, tenaga dan pikiran, jiwa dan raga kita kerahkan untuk masa depan cemerlang anak anak kita. Kita rebut kembali kejayaan Majapahit, yang mampu ekspansi ke bagian bumi di Utara.

Anak-anak kita harus jadi arus besar perubahan yang meluncur ke Utara, ke seluruh bagian di penjuru dunia. Inilah saatnya kita kirim arus balik, setelah sekian lama kita diterpa berbagai kemajuan dari belahan bumi lain.

Wahai pemuda, persiapkan mental dan akalmu. Jangan melempem berhadapan dengan bangsa lain, jangan lembek ketika ada yang mengejek. Kepalkan tekadmu, bulatkan semangatmu. Saudara-saudaraku, semua hal itu akan mampu kita hadapi dengan satu senjata, kebersamaan. Persatuan Indonesia ! Kita ini diciptakan atas satu jalinan sebagai sapu lidi, yang jika lepas ikatannya ambyar kebangsaan kita, ambyar negara kita, ambyar Indonesia Raya.

Sejarah telah mengikat kuat kita, perasaan senasib sepenanggungan telah menyatukan kita, dan Pancasila telah mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar.
Yakin lah kecemerlangan bangsa ini takkan lama lagi. Indonesia akan berjaya seribu windu lamanya, bahkan lebih.

Hadir dalam upacara tersebut diantaranya Forkopimda Brebes hadir pula Wakil Bupati Narjo SH, Sekda Brebes Djoko Gunawan, para Kepala OPD, Pramuka, pelajar, TNI dan Polri juga organisasi kemasyarakatan turut serta dalam upacara.

Kegiatan serupa juga digelar di seluruh Kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes yang diikuti personel TNI, Polri, Pemerintah dan Masyarakat setempat. (Utsm)

Selasa, 13 Agustus 2019

Kodim 0713 Brebes Kirimkan Tim Lomba Gerak Jalan







Brebes – Dimulai pukul 07.30 WIB, Kodim 0713 Brebes mengirimkan Tim Lomba Gerak Jalan Tingkat Kabupaten Brebes dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 yang bertempat di Terminal Ketanggungan sebagai Start  dan Finish di Lapangan PG Kersana, Selasa (13/08/2019).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE, MH., Wakil Bupati Brebes, Narjo, SH., Dandim Brebes, Letkol Inf Faisal Amri, SE, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, SIK, MSi., Pejabat/ Kepala Dinas Instansi Kabupaten Brebes dan Peserta Lomba Gerak Jalan sejumlah 110 regu ikut meramaikan acara tersebut.


Sambutan dari Ketua Seksi Lomba Kab.Brebes M. Samsul Haris, S.H., MH., mengatakan, Maksud tujuan lomba gerak jalan dengan Tema Gerakan Ayo Olahraga adalah dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 tingkat Kabupaten Brebes. Sambutnya.


”Bahwa kegiatan Lomba gerak Jalan tersebut star di Terminal Ketanggungan dan Finish di Lapangan PG Kersana,  Peserta lomba gerak jalan terdiri dari Pelajar Putra -Putri SMP/ MTs, Putra Putri SMA/SMK, Ibu-Ibu PKK, Instansi Pemerintah se Kabupaten Brebes, Peserta yang menang akan mendapatkan hadiah,” sebut M.Syamsul.




Tim Jalan Sehat Kodim 0713 Brebes mengikuti dari Start dan Finish dengan didampingi oleh Tim Kesehatan, Provost dan Official dari Staf Operasi. (Utsm).

Senin, 29 Juli 2019

Ramaikan HUT RI, Kades Banjarharjo Adakan Turnamen Sepak Bola Cup

Brebes – Menjelang peringatan HUT RI ke 74 tahun 2019, di kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes akan mengadakan Sepak Bola Kades Banjarharjo Cup dalam upaya memeriahkan Dirhagayu Republik Indonesia.



Bertempat di Markas Polsek Banjarharjo, AKP Kamal Hasan, SH selaku Kapolsek memimpin langsung rapat pembentukan panitia, yang dihadiri Babinsa Banjarharjo Serda Sulis, Kepala Desa Sutriyono, A.Md. dan Faisal Jaya selaku sponsor tunggal turnamen tersebut. Senin (29/07/2019).

Dalam pembahasan pokoknya, Kapolsek memberikan penekanan kepada seluruh Panitia  dan Kepala Desa agar pelaksanaan Turnamen Sepakbola dapat mengkondisikan keamanan dan tidak terjadi keributan antar supporter dan pemain. Tegasnya.

Rapat diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan dan kesepakatan mengenai aturan dan tekhnis dilapangan. (Utsm)