Tampilkan postingan dengan label Jateng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jateng. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2021

Pasca Jateng di Rumah Saja, Polres Brebes Kembali Bagikan 5.000 Masker Ke Masyarakat

 


Brebes – Pasca di berlakukanya Jateng di rumah saja yang berlangsung lancar di kabupaten Brebes, Polres Brebes kembali bagikan masker ke sejumlah masyarakat di pasar di kabupaten Brebes, Senin (08/02).




Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid -19 di kabupaten Brebes, Dijelaskan Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto melalui Kabag Ops Polres Brebes AKP M. Yohga mengatakan, pagi ini kita bagikan 5 ribu masker kepada masyarakat di kabupaten Brebes.


“Sebayak 5 ribu masker hari ini dibagikan Polres Brebes beserta Polsek Jajaran di 17 Kecamatan,”pungkas  Yogi.


Menurut, Kabag Ops pembagian masker ini dilakukan dari tanggal 1 Februari kemarin semoga dapat bermanfaat untuk orang banyak dan masyarakat lebhih disiplin lagi dalam menerapkan protkol kesehatan.


“Penerapan pasar siaga candi, sudah kami lakukan agar para pedagang lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan,”imbuhnya.


Ia juga mengajak masyarakat di kabupaten Brebes agar selalau terapkan protokol kesehatan guna memutus matarantai penyebaran covid -19.


“Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun hingga menjaga jarak serta tidak berkerumun,’ucapnya. (hms/Luxio)

Sabtu, 06 Februari 2021

Suasana Diperbatasan Jateng-Jabar Saat Diberlakuannya Program “Jateng Dirumah Saja”

 

Brebes – Kabupaten Brebes merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, Kecamatan Losasi adalah kecamatan paling ujung barat yang dimana ada jembatan penghubung diantara kedua Provinsi.






 

Dengan diberlakukannya Program “Jateng Dirumah Saja”, Jalan Nasional yang berada diwilayah Koramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes ini menjadi tanggungjawab sektoral antara kedua wilayah Teritorial dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

 

Seperti yang telah dilaksanakan Koramil, Polsek dan Satpol PP Kecamatan Losari maam hari, melakukan Operasi Yustisi dalam memutus mata rantai penularan Virus Covid-19. Sabtu malam Minggu (06/02/2021).

 

Komandan Koramil 05 Losari, Kapten Infanteri Muhtadi mengatakan “TNI-Polri dan Satpol PP Kecamatan melakukan upaya dengan maksimal memutus mata rantai Covid-19 diwilayah, apalagi melalui kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Jateng “Jateng Dirumah Saja”, Kami disini sebagai pintu masuk Jawa Tengah melaksanakan secara ketat dengan pemberlakukan aturan tersebut dimulai dari tanggal 6 dan 7 Pebruari dengan mengajak seluruh komponen masyarakat mengikuti anjuran dari pemerintah”. Papar Kapten Muhtadi.

 

“Selain itu, Himbauan 5 M yaitu Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer, menghindari kerumunan dan membatasi kegiatan juga dilakukan di jalan raya dan pintu perbatasan Jateng-Jabar”. Tambah Danramil.

 

Sejak Jateng diberlakukan Program “Jateng Dirumah Saja” selama2 hari ini, warga dan pengendara yang melintasi jembatan perbatasan dominan sangat sepi. Ini menndakan bahwa warga sudah sadar akan kepentingan umum, yaitu Virus Covid-19 agar segera hilang dan hidup normal kembali.

 

Sampai dengan saat ini, pengendara yang berasal dari sebelah barat jembatan perbatasan (Jawa Barat) mengurangi aktivitasnya masuk ke Losari-Jawa Tengah karena kesadaran akan pentingnya kesehatan dan penerapan Program “Jateng Dirumah Saja”. (Oedjank).

Jumat, 01 Mei 2020

Penyaringan dan Pengukuran Suhu Tubuh di Perbatasan Jateng-Jabar, Losari Brebes


Brebes – Petugas terpadu covid-19 Kabupaten Brebes yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Dinkes, Dishub dan Satpol PP, terus menyaring orang yang masuk ke wilayah Jawa Tengah melalui perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat, melalui Jalan Raya Pantura, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Rabu (29/4/2020).





Baik sopir maupun penumpang kendaraan pribadi, umum dan truk, mendapatkan pemeriksaan berupa pengukuran suhu badan, di Pos Pantau Terpadu Covid 19 yang terletak di Terminal Truk Kecipir.

Danramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Muhtadi mengemukakan, pengukuran suhu badan dilakukan kepada kendaraan roda dua maupun empat yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah melalui Kabupaten Brebes.

“Petugas gabungan juga melakukan penyemprotan disinfektan di luar dan bagian dalam kendaraan guna mencegah dan memutus rantai penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Brebes khususnya.

Lanjut Kapten Muhtadi, upaya tersebut juga untuk mengedukasi masyarakat pengendara dan penumpang kendaraan bermotor, agar meningkatkan physical distancing dan senantiasa memakai masker kemanapun.

“Selain untuk upaya pencegahan, juga untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di dalam angkutan umum,” tandasnya.

Ditambahkannya, jika didapati orang yang mengarah ke covid-19, maka akan dilakukan rapid test dan penanganan selanjutnya. (Aan)

Kamis, 29 Agustus 2019

192 Anak Brebes Disunat Massal

Brebes - Sebanyak 192 anak Brebes disunat massal dalam rangka peringatan HUT ke-74 RI tingkat Kabupaten Brebes. Mereka berasal dari berbagai desa se Kabupaten Brebes yang pelaksanaannya selama bulan Agustus 2019. Untuk Kecamatan di Pantura, disunat sebanyak 60 anak yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Brebes, Kamis (29/8).














“Jumlah keseluruhan yang dikhitan sebanyak 192 anak dari berbagai desa se Kabupaten Brebes. Tapi untuk hari ini ada 60 anak yang dikhitan,” papar Ketua Panitia HUT Ke-71 RI Kabupaten Brebes Sutaryono. 

Sunatan masal merupakan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2019. Juga sekaligus perayaan Diesnatalis SMAN 1 Brebes ke-56 sehingga pelaksanaanya digelar di SMA N 1 Brebes. 

Sunatan masal tahun ini, kata Taryono, tergolong meriah karena anak-anak yang dikhitan mendapatkan perlakukan khusus. Yakni dinaikan odong-odong, becak dan delman juga diarak dari pendopo hingga SMA 1 Brebes. 

Pelepasan pawai arak-arakan ditandai dengan pengibasan bendera star dari depan pendopo Bupati Brebes terus menyusuri jalan Slamet, Jalan Jatibarang, Jalan MT Haryono, Jalan Veterang dan jalan Setiabudi hingga finish di SMA 1 Brebes. 

Bupati menaiki Andong yang sudah dihias diapit kanan, kiri dan depan para anak yang hendak disunat. Dibelakangnya, barisan becak, odong-odong yang ditumpangi para anak yang hendak disunat yang didampingi orang tua atau kerabatnya masing-masing. Sementara, penampilan berbagai seni dan budaya ditunjukan para siswa-siswi SMA 1 Brebes yang menarik seperti halnya Karnaval. Aksi mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan karyawan Dinkominfotik menyambutkan dengan Flasmobe, ketika Bupati melintas didepan kantor. 

Sesampainya di SMA 1 Brebes, Bupati menyambut para anak yang disunat dengan menabut beras kuning berisikan uang koin. Peserta Khitanpun saat memasuki SMAN 1 sembari memunguti uang koin yang disebar Bupati.

Prosesi sunat tidaklah menegangkan meskipun banyak yang nangis. Karena Bupati hadir menghibur mereka dan memberikan bingkisan dan sejumlah uang saku. (Suprapto/ Wasdiun/Pendim0713)

Senin, 26 Agustus 2019

Kasdam IV/Diponegoro Ramaikan Fun Bike HUT Jateng

Wonogiri – Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M. didampingi Kasrem 074/Wrt Letkol Inf Yudi Purwanto S.M. dan Dandim 0728/Wng Letkol Inf M. Heri Amrulloh, S.Sos., M.H., ikut meramaikan Fun Bike dalam rangka HUT ke-69 Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti Kabupaten Wonogiri, Minggu (25/8/19).






Acara Fun Bike ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pesta Rakyat yang di buka Gubernur Jateng H. Ganjar Pranomo S.H., M.IP., hari Jumat yang lalu. 

Fun Bike yang menempuh jarak sekitar 15 KM itu, mengambil garis star di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri dan Finish di Lapangan GOR Giri Mandala Kabupaten Wonogiri.

Fun Bike juga diikuti Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. Sekda Provinsi Jawa Tengah Sripuryono, Sp., Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, S.I.K., M.Si. Para Kepala OPD Prov. Jateng dan Kab. Wonogiri.(Pendam/Penrem/Pendim0713)

Jumat, 21 Juni 2019

Cari Berkah Tradisi Syawalan di Pekalongan, Masyarakat Berebut Daun Pisang Lopis Raksasa

Pekalongan – Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, menyempatkan diri berkunjung ke Kota Pekalongan tepatnya di Kelurahan Krapyak Gang 8 dan di Krapyak Lor Gang 1 guna memimpin acara tradisi syawalan dengan melakukan pemotongan kue lopis raksasa. Rabu (12/6/2019).


Turut hadir mendampingi antara lain Walikota Pekalongan H. Saelany Mahfud, SE, Dandim Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto serta jajaran Forkopimda lainnya maupun ribuan masyarakat dari daerah di sekitar Pekalongan.

Dalam sambutanya Ganjar mengatakan, tradisi yang merupakan kearifan lokal di Pekalongan harus terus dilestarikan. Pasalnya merupakan salah satu cara untuk mempersatukan masyarakat.

“Kegiatan ini akan saya viralkan, karena tradisi dari masyarakat kampung di Pekalongan yang bisa mendatangkan kehidupan yang guyub dan rukun,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kue lopis merupakan makanan khas kota batik yang terbuat dari bahan baku ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan biasa dijadikan hidangan saat merayakan tradisi syawalan. Namun yang menarik dan unik dalam tradisi tahun ini adalah adanya lopis raksasa. Lopis biasanya berukuran berat antara ¼-1 kilogram saja, untuk kali ini tak tanggung-tanggung, lopis raksasa dengan tinggi mencapai 2 meter, diameter 2,5 meter dan berat mencapai 1.600 kilogram/1,6 ton. Berbeda dengan tahun 2018 silam yang mempunyai tinggi 188 centimeter dan diameter 88 sentimeter dan beratnya mencapai 1,4 ton lebih.

Ditambahkan Ganjar, diperlukan 450 kuintal beras ketan, 250 lembar daun pisang dan 48 batang bambu serta dikukus dalam waktu tiga hari tiga malam agar lopis benar-benar masak. Lantaran keunikannya ini, wajar saja jika tradisi puluhan tahun ini mampu menyedot ribuan pengunjung.

Setelah doa bersama, lopis raksasa tersebut kemudian dipotong dan dibagi-bagikan kepada para pengunjung. Puncaknya adalah acara berebut lopis raksasa beserta daunnya. Masyarakat percaya bahwa daun bekas bungkus lopis memiliki khasiat keberkahan. (Rusg Pendim Pekalongan/Editor Aan).

Kata Kunci : Kue Lopis, Lupis, Makanan Khas Pekalongan, Tradisi Syawalan Pekalongan, Kue Raksasa, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo Potong Kue