Tampilkan postingan dengan label Pancasila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pancasila. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2024

Paskibraka Brebes Dibekali Pemantapan Ideologi Pancasila dan Penguatan Bela Negara

 Brebes - Sejumlah 36 calon Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Brebes dibekali Materi Pemantapan Ideologi Pancasila dan Penguatan Bela Negara di Aula Jenderal Soedirman 107 Brebes, Jawa Tengah. Jum'at malam (09/08/2024). 


Kustoro WHY., S.IP Alumni Lemhanas memberikan materi tersebut dengan tema " Pemantapan Ideologi Pancasila dan Penguatan Bela Negara Pelajar Kabupaten Brebes Tahun 2024.

Dikatakannya "Saya memberikan materi tentang pemantapan ideologi Pancasila dan Penguatan Bela Negara khususnya untuk calon Paskibraka, sebab adik-adik yang hebat ini calon penerus bangsa, putra - putri terbaik". paparnya.





Menurutnya, Pengertian pemantapan ideologi Pancasila  adalah upaya untuk membuat seseorang atau menjadi teguh dalam rangka menunjang kehidupan seseorang atau kehidupan bersama sebagai suatu masyarakat.


Sedangkan Pancasila sebagai ideologi negara bermakna bahwa sila-sila dalam Pancasila nilai-nilainya merupakan ide dasar dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai yang dicita-citakan.


Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara merupakan kedudukan yuridis formal karena tertuang dalam pembukaan undang-undang dasar 1945.


Ditambahkannya bahwa Potensi dan ancaman Indonesia terhadap dunia diantaranya kaya sumber daya alam, penduduk indonesia yang beragam, Negara kepulauan dan Letak strategis. 


Sementara WHY sapaan akrabnya menyampaikan bahwa ada tantangan bagi pelajar atau remaja saat ini yang sangat berbahaya dan dihindari diantaranya Napza, Seks bebas, Tawuran, Peer Pressure, Bolos Sekolah, Nyontek, Merokok dan Pornografi. 


Sejarah mencatat bahwa pemuda pelajar mempunyai peran dan fungsi yang sangat strategis sehingga perlu dikembangkan potensi melalui penyadaran pemberdayaan dan pengembangan sebagai bagian dari aset pembangunan nasional dan keberlangsungan negara dalam mengisi kemerdekaan dalam bingkai NKRI.


Tantangan bangsa dan negara semakin berat seiring perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi di era global.


Diakhir materi, WHY mengungkapkan bahwa Indonesia dengan segala kelebihan menjadi ancaman bangsa lain. Nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia mulai luntur di kalangan pemuda dan pelajar serta masyarakat. 


Kustoro WHY., S.IP menanggapi bahwa Kenakalan remaja bisa diantisipasi dengan cara rol model, belajarlah ilmu psikologis agar tau karakter dasar manusia serta mengajak para Calon Paskibraka untuk selalu belajar dan membaca buku guna menunjang kesiapan sebagai penerus menuju Indonesia Emas. (Pen0713).

Minggu, 05 Juli 2020

PEMUDA PANCASILA RANTING WANASARI SEJAHTERAKAN ANGGOTA MELALUI BUDIDAYA IKAN DAN BERTANAM


Bebes - Sejumlah 4 petak kolam ikan yang berukuran 10 x 10 meter yang berada di lokasi Kantor Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Wanasari yang beralamat RT 02 RW 01 Desa Wanasari,  Kecamatan Wanasari,  Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.  Minggu (05/07/2020).




Ketua PP Bob Hermanto (42) yang diresmikan (20/06) yang lalu meminta ijin memanfaatkan lahan tersebut guna mensejahterakan anggotanya. 

"Kegiatan rutinpun dilakukan seminggu sekali dalam merawat dan merapihkan tempat kolam yang difungsikannya untuk kolam ikan". Tutur Bob sapaan akrabnya. 

"Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Bapak Agus menyampaikan dukungan kepada Pemuda Pancasila Desa Wanasari yang akan memanfaatkan lahan disini,  sebab selama ini lahan dibelakang kantor terbengkalai dan rumput serta ilalang tumbuh dengan liar" Kata Agus.

Dengan inisiatif PP memanfaatkan lahan ini saya senang karena lahan sekarang bisa menjadi produktif. Tambahnya. 

Kolam ikan akan diisi dengan bibit ikan Mujaher,  Nila dan Lele.  Untuk lahan lainnya akan dimanfaatkan untuk tanaman pepaya,  singkong, sayur mayur dan pisang. 

Peningkatan kesejahteraan anggota dalam mengelola lahan ini juga bermaksud untuk menjaga keamanan yang bekerjasama dengan Babinsa Koramil 03 Wanasari serta Babinkamtibmas Polsek Wanasari. (Utsm)

Rabu, 25 Maret 2020

Babinsa dan Pemuda Pancasila Banjarharjo Menuju Sasaran Penyemprotan Disinfektan


Brebes - Berbagai upaya mencegah penyebaran Corvid-19 atau yang lebih familiar disebut dengan virus corona gencar dilaksanakan. Beberapa upaya yang dilakukan yaitu dengan penyemprotan desinfektan seperti yang dilakukan di seluruh desa-desa diwilayah Kabupaten Brebes dengan melibatkan seluruh komponen pemerintahan desa dengan Babinsa dan Babinkamtibmas. Rabu (25/03/2020).





Seperti yang dilakukan Babinsa  Parereja  Serka Suyitno beserta  4 anggota Koramil 14 Banjarharjo dan Pemuda Pancasila Ranting  Desa Parereja beserta 25 orang dan warga sekitar 20 orang.

Sasaran kali ini yaitu 2 masjid dan 18 mushola, 3 sekolah dasar, Kantor Kepala Desa, Perumahan warga masyarakat dan tempat sarana umum.
.
Serka Suyitno menuturkan,” upaya ini sebagai usaha dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona dimulai dari tingkat bawah yaitu level desa, harapannya bila dimulai dari tingkat desa bisa clear aman bertahap sampai di level atasnya Kecamatan , Kabupaten dan seterusnya sampai tingkat Nasional bahkan dunia maka kita semua akan selamat dari ancaman virus corona (COVID-19),” harapnya.

”Sasaran yang disemprot disinfektan prioritas utamanya adalah tempat berkumpulnya massa seperti pasar maupun tempat ibadah karena di tempat ini rentan sekali terjadi penularan dikarenakan menjadi tempat berkumpulnya masa yang biasanya dalam jumlah banyak, Masjid, Mushola, Sekolah Dasar, Kantor Kepala Desa, Perumahan dan Fasilitas Umum lainnya tak luput jadi sasaran kali ini, harapannya mata rantai penyebaran dapat diputus agar masyarakat aman dari ancaman penularan virus corona,” tambahnya.

Kagiatan ini sekaligus sosialisasi pencegahan dan berkembangnya virus Corona, Kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan agar terhindar dari penyakit dan wujud usaha serta langkah Koramil 14 Banjarharjo, Pemerintah Desa, Organisasi Pemuda Pancasila Ranting Parereja Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. (Utsm).

Rabu, 02 Oktober 2019

Danrem 071/Wijayakusuma Irup Hari Kesaktian Pancasila


Banyumas - Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., Irup Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2019) di Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas. 





Upacara Hari Kesaktian Pancasila diikuti oleh segenap prajurit dan PNS Makorem 071/Wijayakusuma dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wijayakusuma, dengan tujuan untuk memperkokoh Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa.

"Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, sebagai wahana refleksi guna merenungkan kembali bagaimana bangsa Indonesia saat ini  menerapkan nilai-nilai Pancasila yang telah dijadikan falsafah hidup dalam berbangsa dan bernegara", terang Danrem 071/Wijayakusuma.

Dikatakan Danrem, Pancasila yang telah dirumuskan para pendiri bangsa, dijadikan sebagai pedoman hidup bangsa, yang mengatur dari berbagai aspek dan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara mulai dari Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial. 

"Sampai kapanpun, Pancasila tidak bisa digantikan dengan ideologi apapun. Jika ada pihak yang ingin merusak atau mengganti dasar negara, maka segenap anak bangsa Indonesia siap untuk membelanya.

Kegiatan upacara diawali dengan pembacaan teks Pancasila oleh Danrem 071/Wijayakusuma diikuti oleh seluruh peserta upacara, dilanjutkan dengan pembacaan Undang-Undang Dasar 1945.(penrem/pendim0713)

Selasa, 01 Oktober 2019

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Di Brebes Dipusatkan Di Alun-alun


Brebes – Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dipusatkan di Alun-alun Brebes dengan penyelenggara Kodim 0713 Brebes, diikuti oleh ribuan peserta upacara baik pelajar, jajaran Forkopimda, jajaran Pemkab, Ormas, TNI, Kepolisian, Veteran dan Ormas, berjalan tertib dan khidmat. Selasa (1/10/2019).








Wakil Bupati, Narjo, SH, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Tema peringatan kali ini adalah "Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia".

Dalam upacara ini, dilakukan doa untuk mendoakan para Pahlawan Revolusi, yaitu 6 perwira tinggi TNI-AD Anumerta dan satu perwira Kepolisian Anumerta yang menjadi korban dalam gerakan tersebut.

Selepas upacara, dilakukan penandatanganan pakta integritas Forkopimda, kawasan tertib yaitu bebas PKL (Pedagang Kaki Lima), pengamen, orang terlantar (PGOT), spanduk dan bebas parkir. Ada 6 titik yaitu menjadi tugas Satpol PP Kabupaten yaitu di kawasan Taman Edukasi, Taman Juang, Taman Pulosari, Sepanjang Jalan Gajahmada, Sepanjang Jalan Sudirman dan Sepanjang Jalan Pemuda.

Sementara, sebelum upacara resmi ini dilangsungkan, sehari sebelumnya (30/9), telah dikibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang. Hal ini untuk mengenang gugurnya 7 Pahlawan Revolusi, yang dilakukan oleh PKI pada 1 Oktober 1965 dengan nama Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI). Sedangkan mulai pukul 06.00 WIB, bendera kebangsaan telah dikibarkan satu tiang penuh.

Makna 1 Oktober

Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai hari berkabung nasional atas tragedi penculikan dan pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi. Tak hanya itu, pasca tragedi hingga akhir 1965, setidaknya 500 ribu hingga 1 juta orang diduga menjadi korban pembunuhan. Yaitu pembersihan di semua unsur pemerintahan dari PKI mulai dari anggota organisasi hingga simpatisan.

Juga merupakan hari dimana gagalnya upaya makar atau tetap tegak dan saktinya Pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia atas upaya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melakukan pemberontakan atau kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno kala itu dan mencoba mengubah Ideologi Pancasila yang dianut Indonesia menjadi komunis.

Sekedar diketahui, Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, mulai ditetapkan sebagai hari nasional sejak 1 Oktober 1966, melalui SK Menpangad (Menteri dan Panglima Angkatan Darat) Nomor 977/9/1966, oleh Jenderal HM. Soeharto, sebagai wujud kebulatan tekad, meneruskan perjuangan, mengawal, mengamankan serta mempertahankan Pancasila oleh generasi saat itu dan selanjutnya hingga saat ini.

Sejarah bangsa jangan sampai terlupakan. Sejarah untuk diambil hikmahnya sehingga lebih mencintai NKRI serta lebih menghargai jasa-jasa para pahlawan yang sudah memerdekakan bangsa ini dengan melanjutkan perjuangan mereka dengan pembangunan. (Aan)

Kamis, 06 Juni 2019

Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Brebes Tahun 2019

Brebes – Memperingati hari lahirnya Pancasila, jajaran Pemkab, TNI-Polri, Ormas serta para pelajar, melaksanakan Upacara di Stadion Karang Birahi Brebes, Jalan Veteran Brebes yang merupakan kandang dari klub sepak bola Persab Brebes. Sabtu pagi (1/6/2019).

Bupati, Hj. Idza Priyanti bertindak sebagai Inspektur Upacara, membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI, Hariyono yang didengarkan ratusan peserta yang Nampak antusias walaupun dalam nuansa puasa. Hadir juga Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri dan Forkopimda lainnya serta para tamu undangan.

Makna Hari Kesaktian Pancasila 2019 kali ini adalah bahwa bangsa/negara masih dapat bertahan hingga saat ini berkat Pancasila yang mampu mempersatukan wilayah NKRI yang terdiri konsep negara kepulauan dan keanekaragaman suku maupun budaya serta adat istiadat.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara serta pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan anugerah yang tiada tara dari Tuhan YME kepada bangsa Indonesia,” ungkap Idza Priyanti.

Lebih lanjut, berkat Pancasila sebagai bintang penuntun “leitstars dinamis” keberagaman yang ada mampu dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhineka Tunggal Ika, sehingga mampu memberikan orientasi arah perjuangan dan pembangunan bangsa kedepan dengan kandungan visi dan misinya.

“Kata Bung Karno, sebagai bangsa yang besar kita tidak boleh meninggalkan Jas Merah atau meninggalkan sejarah, oleh karena itu, memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional (national pride),” tegasnya menyampaikan kita Indonesia, kita Pancasila.

Pesan KBPIP RI, adalah melalui peringatan kali ini, Pancasila perlu dijadikan “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengamalkan dan mengamankannya secara simultan dan terus menerus dalam kehidupan sehari-hari karena Pancasila selain sebagai dasar negara juga merupakan ideologi dan pandangan dunia yang dapat membawa Indonesia kearah kemajuan dan kesejahteraan. (Aan Pendim Brebes).