Tampilkan postingan dengan label Alun-alun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alun-alun. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2020

Ini Aksi Pembubaran Kerumunan Ngabuburit di Alun-alun Brebes


Brebes – Pembubaran kerumunan ngabuburit/menanti buka puasa secara bergerombol di pinggir jalan, dilakukan oleh patroli gabungan Koramil 01 Brebes dengan Polsek Brebes, Polres Brebes, Jawa Tengah. Senin sore (27/4/2020).





Disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa warga masyarakat dihimbau agar cepat pulang ke rumah masing-masing dengan tujuan agar terhindar dari penularan virus corona.

“Bersama Ibu Kapolsek Brebes, kita himbau warga agar mengindahkan social dan physical distancing guna meminimalisir terpapar covid-19,” ungkapnya.

Sementara disampaikan AKP Harti, Kapolsek Brebes, bahwa disamping patroli gabungan di tempat-tempat berkumpul masyarakat, mereka membagikan masker termasuk kepada para pengguna jalan yang melintas.

“Untuk route patroli kali ini adalah dari Islamik Center, Alun-alun dan di pinggir jalan di depan Kantor Kecamatan Brebes,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap diri sendiri dan keluarga, yakni membatasi keluar rumah jika tidak mendesak agar tidak tertular wabah corona.

Tampak foto pembagian masker tersebut terpusat di Alun-alun Brebes. Tampak juga kesadaran masyarakat Brebes untuk membantu Pemerintah memutus mata rantai penyebaran covid-19 masih cukup rendah. Masih banyaknya masyarakat tidak memakai masker saat bepergian keluar rumah. (Aan)

Kamis, 19 Desember 2019

Sejarah Hari Bela Negara Dan Peringatan Meriah Dari Segenap Komponen Dan Masyarakat Brebes


Brebes – HBN atau Hari Bela Negara yang diperingati setiap tanggal 19 Desember setiap tahunnya. Ini adalah hari bersejarah Indonesia untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat RI (PDRI) oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat pada tanggal 19 Desember 1948 silam.




Pada saat itu, Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, memberikan mandat penuh kepada Mr. Syafrudin Prawiranegara untuk menjalankan pemerintahan darurat dengan membentuk PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) di Padang, Sumatera Barat.

Langkah ini ditempuh untuk menjaga keutuhan NKRI dari agresi militer Belanda yang kedua pasca proklamasi kemerdekaan RI (17/8/45).

Kegigihan PDRI ini membuahkan hasil sehingga keberadaan Indonesia mendapat perhatian dari dunia internasional dan agresi Belanda untuk menguasai kembali Indonesia mendapatkan kecaman internasional.

Akhirnya pihak penjajah Belanda yang tak dapat menahan kecaman demi kecaman, mengajak berunding Pemerintah RI dari tanggal 14 April-7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Dalam interval waktu ini, juga dilakukan Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, sebelum akhirnya terjadi kesepakatan dari kedua belah pihak di hotel tersebut yang dikenal dengan Perjanjian Roem Royen. Nama yang diambil dari kedua kepala delegasi yaitu Mohammad Roem  dan Herman Van Roijen.

Isi dari Roem Royen ini antara lain bahwa Belanda akan menghentikan operasi militer, membebaskan para tawanan termasuk Presiden dan Wakil, Ir. Soekarno dan Hatta, juga mengembalikan Kota Yogyakarta, yang kala itu juga menjadi ibu kota sementara Indonesia, kepada pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, pengalihan mandat dari Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Presiden PDRI ke Ir. Sukarno.

Untuk mengenang sejarah besar bangsa ini, akhirnya pada 2006 lalu, Presiden RI ke-6 melalui Keppres No. 28, menetapkan bahwa tanggal 19 Desember diperingati sebagai hari besar negara namun bukan hari libur.

Terlepas dari sejarah tersebut, HBN yang ke-71 tahun ini di Kabupaten Brebes, diperingati segenap komponen masyarakatnya dengan menggelar upacara dan pawai, termasuk anggota TNI Kodim 0713 Brebes yang ikut dalam kegiatan ini. Kamis (19/12/2019).

Dibenarkan Pasi Ops Kodim, Kapten Kavaleri Eko Rudianto, bahwa untuk pawai pihaknya menerjunkan puluhan personel gabungan antara jajaran Staf Kodim dengan Babinsa di 17 Kecamatan/Koramil.

“HBN diperingati untuk mengenang para pejuang yaitu rakyat Indonesia yang ikut mempertaruhkan jiwanya demi mempertahankan kedaulatan kemerdekaan NKRI dari agresi militer Belanda yang kedua, pasca proklamasi kemerdekaan. Puncaknya yaitu Perjanjian Roem Royen,” jelasnya.

Untuk start pawai diberangkatkan Kapolsek Brebes, AKP Suharti dari Stadion Karang Birahi, dan finish di Alun-alun Brebes.

Ditambahkannya, sikap bela negara yang merupakan wujud kecintaan warga negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam upaya mempertahankan kelangsungan NKRI. (Aan)

Selasa, 01 Oktober 2019

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Di Brebes Dipusatkan Di Alun-alun


Brebes – Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dipusatkan di Alun-alun Brebes dengan penyelenggara Kodim 0713 Brebes, diikuti oleh ribuan peserta upacara baik pelajar, jajaran Forkopimda, jajaran Pemkab, Ormas, TNI, Kepolisian, Veteran dan Ormas, berjalan tertib dan khidmat. Selasa (1/10/2019).








Wakil Bupati, Narjo, SH, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Tema peringatan kali ini adalah "Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia".

Dalam upacara ini, dilakukan doa untuk mendoakan para Pahlawan Revolusi, yaitu 6 perwira tinggi TNI-AD Anumerta dan satu perwira Kepolisian Anumerta yang menjadi korban dalam gerakan tersebut.

Selepas upacara, dilakukan penandatanganan pakta integritas Forkopimda, kawasan tertib yaitu bebas PKL (Pedagang Kaki Lima), pengamen, orang terlantar (PGOT), spanduk dan bebas parkir. Ada 6 titik yaitu menjadi tugas Satpol PP Kabupaten yaitu di kawasan Taman Edukasi, Taman Juang, Taman Pulosari, Sepanjang Jalan Gajahmada, Sepanjang Jalan Sudirman dan Sepanjang Jalan Pemuda.

Sementara, sebelum upacara resmi ini dilangsungkan, sehari sebelumnya (30/9), telah dikibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang. Hal ini untuk mengenang gugurnya 7 Pahlawan Revolusi, yang dilakukan oleh PKI pada 1 Oktober 1965 dengan nama Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI). Sedangkan mulai pukul 06.00 WIB, bendera kebangsaan telah dikibarkan satu tiang penuh.

Makna 1 Oktober

Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai hari berkabung nasional atas tragedi penculikan dan pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi. Tak hanya itu, pasca tragedi hingga akhir 1965, setidaknya 500 ribu hingga 1 juta orang diduga menjadi korban pembunuhan. Yaitu pembersihan di semua unsur pemerintahan dari PKI mulai dari anggota organisasi hingga simpatisan.

Juga merupakan hari dimana gagalnya upaya makar atau tetap tegak dan saktinya Pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia atas upaya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melakukan pemberontakan atau kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno kala itu dan mencoba mengubah Ideologi Pancasila yang dianut Indonesia menjadi komunis.

Sekedar diketahui, Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, mulai ditetapkan sebagai hari nasional sejak 1 Oktober 1966, melalui SK Menpangad (Menteri dan Panglima Angkatan Darat) Nomor 977/9/1966, oleh Jenderal HM. Soeharto, sebagai wujud kebulatan tekad, meneruskan perjuangan, mengawal, mengamankan serta mempertahankan Pancasila oleh generasi saat itu dan selanjutnya hingga saat ini.

Sejarah bangsa jangan sampai terlupakan. Sejarah untuk diambil hikmahnya sehingga lebih mencintai NKRI serta lebih menghargai jasa-jasa para pahlawan yang sudah memerdekakan bangsa ini dengan melanjutkan perjuangan mereka dengan pembangunan. (Aan)

Rabu, 18 September 2019

Ribuan Masyarakat Batang Antusias Sambut Bhakti Sosial Kodam IV

Batang - Ribuan masyarakat yang berasal dari Kota Batang dan sekitarnya antusias menyambut kegiatan bhakti sosial yang digelar Kodam IV/Diponegoro. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke 74 TNI dan HUT ke 69 Kodam IV/Diponegoro itu dipusatkan di Alun-alun kab. Batang dan dihadiri langsung Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., Wakapolda Jateng dan Wagub Jateng serta para pejabat TNI dan pemerintah Jateng, Rabu (18/9/2019).







Bhakti sosial ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya berbagai macam penyakit di masyarakat. Oleh karena itu, program bhakti sosial menjadikan obat dahaga masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan.

Pangdam IV/Diponegoro menyatakan, bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan kesetiakawanan sosial dari TNI terhadap masalah kemanusiaan khususnya kepada saudara-saudara kita yang saat ini sangat membutuhkannya.

Disampaikan, kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelayanan KB, pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, pengobatan umum,  sunatan masal dan pemeriksaan laboratorium sederhana serta pembagian sembako untuk masyarakat kurang mampu.

Melalui momentum ini, Pangdam berharap dapat digunakan sebagai wahana silaturahmi untuk memelihara dan memperkokoh rasa kebersamaan serta kekeluargaan guna mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

Disampaikan juga bahwa baksos ini bisa terselenggara berkat kerjasama pemerintah Kab.  Batang, Provinsi Jawa Tengah dan stakeholder lainnya. Dipilihnya Kab. Batang sebagai pusat kegiatan karena banyak sekali sasaran yang harus dipenuhi di wilayah ini. 

“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya sampai pada hari ini saja, namun kedepan diharapkan semangat gotong royong dan saling membantu akan terus terbina. Ini mengingat Jati Diri TNI. TNI adalah Tentara Rakyat, sehingga tanpa dukungan masyarakat, TNI tidak ada artinya, begitu juga sebaliknya masyarakat akan mendukung TNI demi terlaksananya program-program TNI ”, tutur Pangdam

Pada kesempatan ini Mayjen TNI Mochamad Effendi juga mengajak kepada seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan ini agar melaksanakan dengan gembira, solid dan sinergis dilandasi rasa ketulusan dan keikhlasan secara bertanggung jawab  sehingga tujuan dan sasaran dari kegiatan ini dapat tercapai dan dirasakan oleh masyarakat secara optimal.

Tak hanya bhakti sosial berupa pelayanan kesehatan, pada hari yang sama juga dilaksanakan penghijauan berupa penanaman mangrove di pantai Panjang Baru Kab. Pekalongan. Selain itu juga dilaksanakan bedah rumah tidak layak huni  sebanyak 60 unit di Kab. Batang, lomba tarik tambang “Rakyat”, lomba egrang, lomba Marching Band dan pasar murah/bazar. 

Bagi para mahasiswa dan pelajar juga diberikan materai wawasan kebangsaan  tentang Cegah Tangkal Radikalisme dan Kebhinnekaan yang digelar di Pendopo Kab. Batang dengan narasumber dari BNPT Pusat. (penrem071/pendim0713).

Minggu, 18 Agustus 2019

Ganjar : Gold Generation Tercipta Di Tahun 2040

Ketika bangsa Cina dan India telah bergerak menuju bulan, Amerika telah bersiap membangun perumahan di Mars sedangkan bangsa kita belum mampu untuk itu, maka jangan biarkan biarkan anak-anak kita hanya jadi penonton atas keberhasilan bangsa lain. Kita harus siapkan mereka, kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan Galaksi lainnya.






Demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Ke-74 Republik Indonesia di Alun-alun Brebes, Sabtu (17/8) kemarin.

Menurut Ganjar, Kita lah yang menanggung dosa besar jika mereka tertinggal. Kitalah yang menanggung dosa besar jika mereka diremehkan. Dan Kita juga yang menanggung dosa besar jika mereka dilecehkan.

Gubernur ganteng berambut perak itu berharap,  Gold Generation harus benar-benar tercipta di tahun 2040.  Untuk itu, mulai sekarang segala daya upaya, tenaga dan pikiran, jiwa dan raga kita kerahkan untuk masa depan cemerlang bagi anak-anak kita.

“Kita rebut kembali kejayaan Majapahit, yang mampu ekspansi ke bagian bumi di Utara,” kata Ganjar sebagaimana diucapkan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dengan lantang.

Ganjar juga mewanti-wanti, jangan lagi ada niatan mengganti ideologi bangsa, jangan lagi ada ungkapan yang membeda bedakan. Tekad kebersamaan, senasib sepenanggungan itu lah yang terus kita emban untuk menghadapi tantangan zaman.

“Kita semua bersaudara, maka jangan lagi ada kata: Ah kamu Batak, ah kamu Irian, ah kamu Bugis, ah kamu Sunda, ah kamu Madura, ah kamu Jawa,” tuturnya.

Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-74 RI tingkat Kabupaten Brebes  diikuti berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Korpri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pramuka, Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan, Pelajar dan Mahasiswa.

Bertindak sebagai petugas, Inspektur Upacara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kapten Inf Agus Sulistyo (Komandan Upacara), Kapten Inf Kunpriyanto (Perwira Upacara). Untuk pembaca Undang Undang Dasar 1945 Pamor Wicaksono, Komandan Kompi Paskibraka adalah Danramil Losari Kapten Inf Sutarno, Komandan Pasukan 17 Caisar Nurazni Pamungkas (siswa SMA Negeri 1 Larangan), Pembawa Bendera Merah Putih Tanza Indriyanti (siswi SMA Negeri 1 Tanjung), Pembentang Bendera Anggriawan Rizqi Mulia Ramadhan (Siswa SMA Negeri 1 Tanjung), Pengerek Bendera Burhanudin (siswa SMA Negeri 1 Bulakamba) dan Mohammad Ardi Wiyanto (Siswa SMA Negeri 2 Brebes). (Yaser Arafat/Wasdiun/Utsm).


Sabtu, 17 Agustus 2019

Serenada Aubade dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih Dalam Rangka Proklamasi HUT RI Ke 74












Brebes - Bertempat di Alun-alun Kabupaten Brebes, Serenada Aubade dan Upacara penurunan Bendera Sang Merah Putih dalam rangka Proklamasi HUT RI ke 74 tahun 2019 berlangsung khidmat dan lancar, Upacara Tingkat Kabupaten Brebes ini mengusung tema “SDM Unggul Indonesia Maju”. Sabtu (18/08/2019).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Ketua Pengadilan Kabupaten Brebes Edi Saputra Pelawi, SH., M.H, dan yang bertugas menjadi Komandan Upacara sore tadi adalah Kapolsek Losari AKP Suraedi
, Perwira Upacara Kapten Inf Kunpriyanto, SE dari
yang kesehariannya menjabat sebagai Pasi Personel Kodim 0713/Brebes, sebagai Komandan Pasukan Penurunan Sang Merah Putih adalah Ipda Tasudin, SH dari Polres Brebes. Sabtu sore (17/08/2019).

yang kesehariannya menjabat sebagai Pasi Personel Kodim 0713/Brebes, sebagai Komandan Pasukan Penurunan Sang Merah Putih adalah Ipda Tasudin, SH dari Polres Brebes. Sabtu sore (17/08/2019).

Turut hadir dalam kegiatan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH, Wakil Bupati Brebes Narjo, SH, Ketua DPRD Brebes, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, SIK, dan Forkompinda lainnya serta Sekda Brebes Djoko Gunawan, Jajaran Perwira Kodim 0713/Brebes dan Polres Brebes, Kadin\instansi dan SKPD Kabupaten Brebes, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Brebes.

Pasukan upacara yang terlibat diantaranya  1 Regu Korsik, 1 SSK Gabungan TNI, Satpol PP,  1 SSK Gabungan Polri, Dishub Kominfo, 1 SSK Korpri, 1 SSK PGRI, 1 SST Senkom, 1 SSK Pelajar Osis dan Pramuka.

Tim serenada Paduan suara dan pembacaan Naskah Ikrar Pelajar mengakhiri aubade dan upacara di HUT RI di Kabupaten Brebes. (Utsm) 

Jumat, 16 Agustus 2019

Komandan Kodim 0713/Brebes Hadiri Upacara HUT RI Ke 74


Brebes - Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, SE menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 di Alun-alun Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (17/08/19).






Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 mengusung tema “SDM Unggul, Indonesia Maju”, bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Brebes Idza Priyanti, SE, MH, sementara Komandan Upacara dijabat Danramil 14/Banjarharjo Kapten Inf Agus  Sulistyo dan Perwira Upacara dijabat Kapten Inf Kunpriyanto, SE Pasipers Dim 0713/Brebes dan juga jabatan resminya merangkap sebagai Danramil 02/Jatibarang.

Dalam sambutannya, Bupati Brebes menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar Republik adalah harga mati. Tidak bisa ditawar dan harus kita tanam sedalam-dalamnya di Bumi Pertiwi. Pancasila inilah sebagai induk semangnya negara ini, yang di dalamnya bersemayam ajaran-ajaran agama: Hindu, Budha, Islam, Katolik, Kong Hu Chu dan Kristen. Yang di dalamnya bersemayam spirit-spirit berasaskan kebudayaan Nusantara. Kalaulah sistem pemerintahannya pernah berubah, toh akhirnya jiwa-jiwa yang telah menyatu dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote tidak bisa dipisahkan.
Sejarah mencatat, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 sistem pemerintahan sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949.

Namun akhirnya sejak 17 Agustus 1950 Tanah Air ini kembali tegak berdiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sampai kapan? Seperti ungkapan Bung Karno, "Di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi.

" Bung Karno mengatakan, “Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan G O T O N G – R O Y O N G. Gotong-royong adalah pembantingan - tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantubinantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!”

Tekad kebersamaan, senasib sepenanggungan inilah yang terus kita emban untuk menghadapi zaman. Sejak dilahirkan Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalan berat, mulai dari seringnya bencana alam, korupsi, konflik sosial, gerakan separatisme dan radikalisme. Belum lagi tantangan modernisasi yang bergerak seiring dentang jam.

Jangan lagi ada niatan mengganti ideologi bangsa, jangan lagi ada ungkapan, “Ah kamu Batak, ah kamu Irian, ah kamu Bugis, ah kamu Sunda, ah kamu Madura, ah kamu Jawa.” Jangan lagi ada. Perbincangan kita harus melompat jauh ke depan.

Bangsa Cina dan India telah bergerak menuju Bulan, bangsa Amerika telah bersiap membangun perumahan di Mars. Meski saat ini kita belum mampu, jangan biarkan anak-anak kita hanya jadi penonton atas keberhasilan bangsa lain. Kita siapkan mereka saat ini, kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan Galaksi lain.

Kita lah yang menanggung dosa besar jika mereka tertinggal. Kitalah yang menanggung dosa besar jika mereka diremehkan. Kita lah yang menanggung dosa besar jika mereka dilecehkan. Gold generation harus benar-benar tercipta di tahun 2040, 20 tahun lagi. Mulai sekarang segala daya upaya, tenaga dan pikiran, jiwa dan raga kita kerahkan untuk masa depan cemerlang anak anak kita. Kita rebut kembali kejayaan Majapahit, yang mampu ekspansi ke bagian bumi di Utara.

Anak-anak kita harus jadi arus besar perubahan yang meluncur ke Utara, ke seluruh bagian di penjuru dunia. Inilah saatnya kita kirim arus balik, setelah sekian lama kita diterpa berbagai kemajuan dari belahan bumi lain.

Wahai pemuda, persiapkan mental dan akalmu. Jangan melempem berhadapan dengan bangsa lain, jangan lembek ketika ada yang mengejek. Kepalkan tekadmu, bulatkan semangatmu. Saudara-saudaraku, semua hal itu akan mampu kita hadapi dengan satu senjata, kebersamaan. Persatuan Indonesia ! Kita ini diciptakan atas satu jalinan sebagai sapu lidi, yang jika lepas ikatannya ambyar kebangsaan kita, ambyar negara kita, ambyar Indonesia Raya.

Sejarah telah mengikat kuat kita, perasaan senasib sepenanggungan telah menyatukan kita, dan Pancasila telah mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar.
Yakin lah kecemerlangan bangsa ini takkan lama lagi. Indonesia akan berjaya seribu windu lamanya, bahkan lebih.

Hadir dalam upacara tersebut diantaranya Forkopimda Brebes hadir pula Wakil Bupati Narjo SH, Sekda Brebes Djoko Gunawan, para Kepala OPD, Pramuka, pelajar, TNI dan Polri juga organisasi kemasyarakatan turut serta dalam upacara.

Kegiatan serupa juga digelar di seluruh Kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes yang diikuti personel TNI, Polri, Pemerintah dan Masyarakat setempat. (Utsm)

Selasa, 09 April 2019

Panglima TNI: Monumen Pesawat MIG 17 Fresco Bukti Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia


Banyumas - Monumen Pesawat MIG 17 Fresco adalah bukti sejarah bahwa kita sebagai bangsa yang besar, senantiasa menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia. 



Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dalam sambutannya pada acara peresmian Monumen Pesawat MIG 17 Fresco bertempat di Alun-alun Kota Lama Banyumas Jawa Tengah. Sabtu (06/04/2019).

Pada kesempatan itu, Panglima TNI saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Kabupaten Banyumas, seluruh masyarakat Banyumas. "Berkat dukungan semua pihak sehingga pembangunan ini dapat berjalan lancar dam diselesaikan dengan baik" ucapnya.

Selanjutnya Panglima TNI menyampakan bahwa sekarang ini Alun-alun Banyumas memiliki sebuah pesawat legendaris milik TNI AU, MIG 17 Fresco. Pesawat asal Rusia ini, pernah digunakan TNI AU pada tahun 1960-1969. 



"Pesawat ini sangat berjasa bagi Republik Indonesia, khususnya saat pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Saat itu, pesawat MIG 17 inilah yang diantaranya membuat Belanda memperhitungkan kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yang berada pada urutan keempat dunia waktu itu" pungkasnya.

Diakhir sambutannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap dengan kehadiran Monumen Pesawat Mig 17 Fresco dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat akan TNI dan menumbuhkan kecintaan kepada tanah air serta semangat kejuangan kita semua. "Semoga pesawat ini menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa, untuk menjadi penjelajah dan pelindung angkasa nusantara", ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakapolri Komjen Drs Ari Dono Sukmanto S.H, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohamad Efendi, Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, S.T.,M.A.P., Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., Bupati Banyumas H.Ir.Ahmad Husein beserta Forkopimda Banyumas, KH. Musthofa Aqil Siraj, Habib Alwi Al-Habsy, dan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, serta Pejabat Daerah Banyumas. (didi)

Panglima TNI Silaturahmi Dengan Alim Ulama dan Warga Banyumas


Banyumas - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., silaturahmi dengan para alim ulama, pengasuh pesantren, serta segenap warga Banyumas yang berkumpul di Alun-alun Banyumas. Sabtu (06/04/2019).


Dalam silaturrahmi bersama Tokoh Agama Dan Warga Banyumas kali ini, Panglima TNI didampingi oleh Wakapolri, Komjen Drs Ari Dono Sukmanto S.H, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohamad Efendi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto,  S.T., M.A.P., KH. Musthofa Aqil Siraj, Bupati Banyumas H.Ir.Ahmad Husein, Habib Alwi Al-Habsy dan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Setiap kali melaksanakan kunjungan ke daerah, Panglima TNI senantiasa menyempatkan diri untuk bertemu dengan alim ulama, tokoh masyarakat, ataupun mengunjungi pesantren, karena Panglima TNI memandang bahwa alim ulama dan pesantren memiliki peran yang sangat strategis di tengah-tengah umat.

"Banyumas memiliki kedekatan tersendiri dengan TNI. Panglima Besar Jenderal Soedirman menjadi Komandan Batalyon Pembela Tanah Air (PETA) di Banyumas. Beliau juga kemudian menjadi Komandan Divisi BKR di Banyumas setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia," Terang Panglima TNI yang sangat berbahagia dapat bersilaturahmi dengan para kyai dan tokoh masyarakat di Banyumas ini.

Lebih lanjut dalam kesempatan ini, Panglima TNI menyampaikan di masa mendatang, generasi-generasi muda Indonesia harus dapat bersaing dengan negara lain dalam penguasaan teknologi. Untuk dapat mencapai kemajuan dibutuhkan setidaknya dua syarat utama. Yang pertama adalah sumber daya manusia unggulan yang mampu mengolah kekayaan alam dan selanjutnya persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa dan negara.

Para ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat adalah salah satu kunci strategis kesiapan masyarakat menghadapi kemajuan serta persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan pengetahuan agama yang kuat, iman yang kokoh, wawasan yang luas, serta pengetahuan dan penguasaan teknologi, mereka akan menjadi pengelola sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah.

Generasi-generasi muda kita sangat cerdas bila diasah dan diberi kesempatan, oleh karena itu Panglima TNI berharap agar segenap warga Banyumas dapat memelihara persatuan dan kesatuan. 

"Itulah sebabnya pendiri bangsa ini menetapkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan kita, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu," Tegas Panglima TNI.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian sembako dari Panglima TNI bagi masyarakat Banyumas.

Jumat, 29 Maret 2019

Kasdam IV/Diponegoro Dampingi Kunjungan Kerja Menteri Pertanian

Brebes, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Brebes, dalam kunjungannya tersebut, hadir ratusan petani dari Brebes, Tegal dan Pemalang. Selain itu, juga dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Brebes, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, SE., MM., Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos, Waaster Kasdam IV/Diponegoro Letkol Inf Budi Hermawan yang didampingi Dandim Brebes dan Tegal, Jum’at (29/3/2019).


Di alun-alun Brebes, Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Pertanian ini membagikan sejumlah bantuan kepada para petani wilayah pantura khususnya Brebes, Tegal dan Pemalang. Bantuan yang dibagikan di antaranya bibit pertanian dan sayuran untuk petani, ayam dan kambing untuk para peternak. Selain untuk petani, bantuan peternakan sebanyak 50 ekor tiap Ponpes juga diberikan kepada beberapa pengasuh pondok pesantren (Ponpes).

“ Bantuan bibit unggul gratis diberikan kepada para petani Brebes, Tegal dan Pemalang, karena sudah berkontribusi besar menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor bawang merah ke enam negara di dunia”. katanya.

Bantuan lainnya juga diberikan dalam bentuk ayam dan kambing yang pada tahun 2018 lalu, Kementan RI memberikan bantuan 1,4 juta ekor ayam dan bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang masih hidup di bawah garis kemiskinan di wilayah Brebes.

“Harapannya untuk mengangkat kesejahteraan warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mudah-mudahan 6 bulan sampai 1 tahun ke depan, mereka yang mendapatkan bantuan tersebut sudah terbantu perekonomiannya." Tambah Mentan RI diakhir sambutan. (Utsm0713)