Tampilkan postingan dengan label Puskesmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Desember 2019

22 Orang di Bantarkawung Brebes Keracunan Massal Pasca Menyantap Bubur Ayam Pembagian Puskesmas

Brebes – Puluhan warga Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami keracunan massal pasca pelaksanaan kegiatan Posyandu. Sabtu sore (23/11/2019).


Dari laporan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, sekitar pukul 16.00 WIB, jumlah korban sebanyak 19 orang yang terdiri dari 13 Balita, 2 orang dewasa, 1 ibu hamil, dan 3 orang Balita observasi rawat jalan.

“Dugaan sementara keracunan massal yang menimpa warga RW. 3 ini berasal dari makanan pendamping yaitu nasi bubur ayam pembagian,” jelasnya.

Adapun nama-nama korban keracunan meliputi M. Arka (2,5), Rayana Bin Sarif (1,5), M. Akbar Bin Masrur (2), Mulki Bin Suhada (3), Sandi Bin Hasim (10 bulan), Zaki Bin Riski (3), Arsa (20 bulan), Raudhatul Tuba (16 bulan), Kiasah (1,5), M. Marfah (2), Azah (20 bulan), Zidan (16 bulan), Nafa (8).

Untuk Bumil adalah Nurlaela Sari (19). Orang dewasa meliputi Supriyatin (52) dan Abdul Mutholib (63). Rawat jalan adalah Gema (8), Sakira (5) dan M. Dimas (1).

Adapun pada malam harinya, jumlah korban menjadi 22 orang, dengan penambahan 3 orang dewasa. Dari semua korban yang dirawat di Puskesmas Bantarkawung, 5 orang sudah dibolehkan pulang.

Dikutip dari Radartegal.com, atas penuturan Rukhiyat (41), salah satu warga, bahwa keponakannya menjadi salah satu korban.

“Ternyata, dari siang hingga sore, adik saya mengeluh jika anaknya muntah-muntah dan terus menangis,” ucapnya Sabtu pagi (23/11).

Ditambahkannya, apa yang dialami anak adiknya itu, ternyata juga terjadi pada sejumlah warga di sekitar lingkungan RW. 3 Bambayang.

Dikatakan juga oleh salah satu korban dewasa, Abdul Mutholib, bahwa dirinya juga mengalami mual dan muntah satu jam berselang pasca menyantap bubur ayam saat kegiatan Posyandu di Balai Desa pada Sabtu pagi.

“Saya ditawari bubur ayam saat bekerja di dekat Balai Desa. Saya muntah-muntah karena perut terasa mual, kepala juga pusing,” ucapnya.

Banyaknya jumlah pasien dan keterbatasan ruangan membuat penanganan medis tidak hanya dilakukan di dalam ruang perawatan Puskesmas, namun juga di selasar Puskesmas.

Kepala BLUD Puskesmas Bantarkawung, dr. Ali Budiarto menyatakan bahwa hingga pukul 22.30 WIB, masih terdapat 16 pasien yang menjalani rawat inap.

“Lima orang sudah dibolehkan mendapatkan perawatan jalan, yaitu satu ibu hamil, dua laki-laki dewasa dan dua anak-anak. Sedangkan untuk penyebabnya, masih perlu pemeriksaan dengan melibatkan tim laboratorium,” ucapnya.

Pihaknya memastikan bahwa seluruh pasien dipastikan akan mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.

Sedangkan Kapolsek Bantarkawung, Iptu Asari mengatakan bahwa, dari korban ada satu orang yang dirujuk ke Rumah Sakit di Kecamatan Bumiayu, Brebes. (Aan)

Rabu, 10 April 2019

Upaya Kesehatan Untuk Mengurangi Angka Kematian

Brebes, Upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Kemenkes RI Tahun  2019 FGD (Forum Grup Discution) Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang diselenggarakan di Balai Serba Guna Desa Tegalreja Kecamatan Banjarharjo Brebes. Rabu (10/4/19).


Dalam kesempatan itu, Bati Tuud Koramil 14/Banjarharjo Peltu Sartono mewakili Danramil, juga hadir Kadinkes Kabupaten Brebes diwakili Kabinkesmas dr. Rudi Pangarsami Utami, M.Kes., Sekcam Banjarharjo Hadiyah, S.H., Kapolsek yang diwakili Aiptu Widji, Kepala Puskesmas Banjarharjo dr. Edi Junaedi, Kepala Puskesmas Bandungsari Mantri Karta Atmanegara, S.KM, Kepala Puskesmas Cikakak dr. Suhartono, Bidan Koordinator Puskesmas Banjarharjo Hesti Purnami, S.KM dan Anggota BLUD Kecamatan Banjarharjo.

Kabinkesmas dr. Rudi Pangarsami Utami, M.Kes. dalam penyampaian sosialisai ini menekankan kembali sejauh mana kinerja Germas di wilayah, selanjutnya adanya fenomena terjadinya angka kematian sangat tinggi dikarenakan PTM (Penyakit Tidak Menular), mengajak masyarakat untuk berolahraga dan makan makanan yang berserat tinggi. Tegasnya.

“Karena sejauh ini masyarakat yang sekarang di kenal dengan masyarakat milenial tidak ada lagi semangat untuk berolah raga, padahal hal itu sangat penting”, Tambahnya. (Utsm)

Kamis, 28 Maret 2019

Dokter, Bidan dan Perawat Ikuti Latihan Berbaris

Brebes, Siapa bilang seorang Dokter, Bidan dan Perawat tidak bisa baris berbaris, ini lah buktinya sudah dipraktekkan oleh Babinsa Sidamulya Serka Jenudin Koramil 03/Wanasari Kodim 0713/Brebes. Kamis (28/03/2019).



Latihan Berbaris ini dilaksanakan di halaman Puskesmas Sidamulya Kecamatan Wanasari Brebes berlangsung selama 25 menit setiap latihannya.

Walaupun PBB Dasar gerakan di tempat, para ahli kesehatan ini tidak segan dan malu dalam melangkahkan kakinya bak seorang militer. Namun dalam waktu yang singkat setelah apel pagi ini dilaksanakan, mereka sudah bisa melaksanakan peraturan PBB dengan baik.
 
Serka Jenudin menyampaikan bahwa kegiatan PBB ini dilaksanakan setelah apel pagi guna memberikan dan menambah rasa kepercayaan diri dan tingkat disiplin, sehingga dalam bekerja sehari-hari lebih energik dan sehat, sebab PBB ini dilakukan dipanas terik matahari dimana langsung mendapatkan vitamin D serta mengeluarkan keringat kotor sehingga menjadi tambah kuat tubuhnya. (Utsm0713).

Selasa, 05 Maret 2019

Lokakarya Mini Tribulan Lintas Sektoral Kecamatan Ketanggungan

Brebes, Dalam Lokakarya Mini Tribulan Lintas Sektoral Kecamatan Ketanggungan, Danramil 15/Ketanggungan Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Sugeng Wiratno hadir dalam acara tersebut dengan Muspika, Para Kepala Puskesmas, Kepala Desa, Ketua Tim PKK se- Kecamatan Ketanggungan dan Tokoh Agama dan Masyarakat. Rabu (06/03/2019).


Sambutan yang disampaikan oleh Danramil pada kesempatanya  “ Menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Ketanggungan agar bisa membasmi jentik nyamuk semaksimal mungkin mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, Pemaksimalan tentang limbah sampah plastik agar bisa menjadi sumber penghasilan dengan mengumpulkan dan mengepul sampah plastik kemudian disetorkan ke pabrik pengolah limbah plastik yang ada di Desa Kubangwungu, program jambanisasi tiap-tiap desa yang diselenggarakan oleh Puskesmas Ketanggungan dan Puskesmas Cikuesal Kidul” paparnya.

Selanjutnya penyampaian materi oleh masing-masing dinas yang terkait tentang program-program yang sudah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan untuk masa mendatang khususnya di wilayah Kecamatan Ketanggungan diantaranya, program gizi ibu hamil dan melahirkan, mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi pada saat melahirkan, memaksimalkan kinerja para bidan yang ada didesa-desa, meningkatkan kesehatan bagi seluruh warga masyarakat, progam lomba antar desa tentang pembasmian jentik nyamuk penyebab penyakit DBD, permintaan untuk pengadaan mesin foging, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Ketanggungan dan Puskesmas Cikuesal Kidul dan menyediakan lahan untuk tempat pembuangan sampah sehingga mengurangi penumpukan sampah. Ucap Kapten Sugeng diakhir acara. (Utsm0713).

Rapat Lintas Sektoral di Puskesmas Sidamulya Brebes

Brebes, Danramil 03/Wanasari Kapten Inf Turiman pertemuan koordinasi lintas sektoral dalam rangka mewujudkan peningkatan mutu pelayanan dan untuk mencapai tingkat akreditasi yang lebih tinggi dari utama ke paripurna. Selasa (05/03/2019).



Bertempat di Aula Puskesmas Sidamulya Kecamatan Wanasari Brebes hadir dalam pertemuan tersebut Camat Wanasari Nuruddin. S.H., Danramil, Kapolsek Wanasari AKP Mulyono, S.H., dr. Arlinda Rosmelani Kepala Puskesmas Sidamulya bersama staf.

“ Peningkatan mutu pelayanan dan untuk mencapai tingkat akreditasi yang lebih tinggi dari utama ke paripurna, namun masih terdapat permasalahan dengan adanya bangunan warung makan Rowi (56) warga Desa Sidamulya yang menghalangi pembangunan tembok keliling Puskesmas Sidamulya sebelah utara, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektoral untuk menyelesaikan permasalahan ini “. Tutur dr. Arlinda.

Penyampaian Danramil dalam pertemuan tersebut menyikapi dan memperjelas tentang status tanah tersebut tanah milik siapa, dan seyogyanya diselesaikan secara kekeluargaan lebih dahulu agar tidak ada yang dirugikan. Paparnya.

Alhasil kesepakatan didapat melalui Kades Sidamulya yang mendukung rencana peningkatan Akreditasi Puskesmas, namun Kades akan berkoordinasi langsung dengan pemilik warung makan pecel lele tersebut dan hasilnya akan disampikan pada pertemuan lebih lanjut. (Utsm0713)