Tampilkan postingan dengan label Rel Kereta Api. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rel Kereta Api. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2021

Rekayasa Arus Kereta Api Jakarta-Surabaya Mulai Diberlakukan di Stasiun Bumiayu

 Brebes – Pihak PT. KAI bergerak cepat untuk mengurai keterlambatan arus kereta api jurusan Jakarta-Surabaya melalui Purwokerto, akibat terputusnya kerangka dan ambrolnya salah satu pilar jembatan kereta api lama (jalur hulu) di atas Kali Glagah, di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.







Untuk diketahui, kerangka besi jembatan hulu di lokasi itu atau di di KM 305/56, rontok akibat salah satu dari empat pilar setinggi 22 meter ambrol pada Senin malam (11/1) pukul 21.30 WIB, akibat tergerus banjir Kali Glagah sejak sore hari.Untuk panjang rangka besi yang rontok adalah sepanjang 50 meter.


Disampaikan Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan saat tinjau lokasi, mulai pukul 08.45 WIB, bahwa upaya penanganan dari PT. KAI adalah memberlakukan arus lalu-lintas kereta api dari dua arah dengan sistem bergantian.


Sementara dijelaskan Tatang Iratmaja, pegawai PJKA/PDR Tonjong, awalnya yaitu pada pukul 08.30 WIB, dilakukan rekayasa satu lokomotif untuk mengetahui apakah ada penurunan sudut elevasi di jembatan baru (hilir) yang masih bertahan.


“Setelah dites ternyata aman sehingga pada pukul 08.45 WIB, kereta api penumpang dari Jakarta menuju Surabaya, mulai melintas namun dengan kecepatan 20 km/jam saja,” bebernya, Selasa siang (12/1/2021).


Menurutnya, ambrolnya jembatan kereta api peninggalan zaman penjajahan Belanda itu jelas menghambat arus lalu-lintas KA, sehingga sistem buka tutup dilakukan di Stasiun Bumiayu.


Sampai berita ini diturunkan, sudah ada 3 KA penumpang yang melintas dari arah Jakarta menuju Surabaya, sedangkan dari arah sebaliknya belum.


Ditambahkannya, peristiwa ini baru kali ini terjadi sejak jembatan kereta api itu dibangun puluhan tahun lalu.


Untuk petugas PJKA bersama TNI-Polri juga sudah mengamankan lokasi dengan memasang police line, untuk menghindarkan masyarakat yang terus berdatangan untuk melihat di lokasi kejadian, agar mereka tidak terlalu dekat sehingga membahayakan jiwa.


Dalam pemantauan itu Dandim Brebes bersama, Kapolsek Tonjong yang diwakili Aiptu Siswantolo, Danramil 09 Tonjong yang diwakili Peltu Edi Burhanudin, Ka Daop V Purwokerto Agus Setiyono, Ka Stasiun Linggapura Kecamatan Tonjong Bapak Sugeng, dan Kades Tonjong Samsidin. (Aan)

Selasa, 07 Januari 2020

Beda Sehari, Dua Kasus Korban Jiwa Terserempet Kereta Api Di Brebes


Brebes – Pada awal tahun 2020 dalam rentang waktu kurang lebih 10 jam, korban jiwa akibat kecelakaan terserempet kereta api di wilayah Kabupaten Brebes adalah dua orang.







Korban pertama terjadi di Desa Negaradaha, Kecamatan Bumiayu, tepatnya di jalur hilir BH 1182, kilometer 317+4/5, petak BMA-PWT, Negaradaha pada Senin malam (6/1) pukul 20.05 WIB, saat Kereta Api (KA) Kutojaya dengan nomor lokomotif 259 A menyambar Ropiah (60) warga Dukuh Sepur Timur RT/RW. 01, Negaradaha.

Korban kedua adalah Putiah (60), warga Dukuh Pengempon RT/RW. 06, Kelurahan/Kecamatan Brebes, terserempet Kereta Api Argo Muria jurusan Jakarta-Semarang sekitar pukul 10.28 WIB di Fax TX Rel Kereta Api kilometer 162, wilayah Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari.

Dibenarkan Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Turiman, bahwa korban mengenakan baju daster warna coklat motif bunga serta celana panjang legging warna hitam.

“Korban tersambar Kereta Api Argo Muria jurusan Jakarta-Semarang dengan nomor lokomotif CC 2061329 yang melaju dari arah barat, sehingga terpental ke arah selatan sejauh 5 meter,” ucap Turiman.

Sementara dari keterangan saksi mata yaitu Hasanudin Bin Sayun (57), petani setempat, bahwa Almarhumah awal mulanya berjalan kaki dari arah timur ke barat di tepian rel ganda sebelah selatan.

Evakuasi dilakukan oleh petugas bersama masyarakat yang segera datang ke TKP setelah menerima laporan dari Kades setempat, Drs. H. Waryono (60).

Saat ini kasus sedang dalam penanganan Satreskrim Polres Brebes. Untuk korban juga dievakuasi ke RSUD Brebes untuk dilakukan visum.

Sementara diterangkan dr. Dian, bahwa jenazah mengalami beberapa luka robek yaitu pada kepala bagian depan dan mulut, serta mengalami patah tulang tangan kiri dan paha kanan dan kiri.

Atas insiden ini, Babinsa dan Babinkamtibmas tak lupa menghimbau kepada masyarakat agar lebih hari-hati saat beraktivitas di daerah perlintasan kereta api. Juga himbauan agar masyarakat lebih memperhatikan keberadaan keluarganya, terlebih Balita, anak-anak dan bahkan Lansia. (Aan)