Tampilkan postingan dengan label Sertu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sertu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2020

Pendampingan Babinsa Bentar Sertu M. Subhan Ke Rumah ODR

 

 

Brebes - Untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid -19 Babinsa Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes Sertu M. Subhan bersama Tim Kesehatan Puskesmas Salem melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap Orang Dengan Resiko (ODR). Rabu (05/08/2020).

 

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Desa Bentar Ruswa dan Bidan Desa Herlina, A.Md.Keb berkunjung di rumah warga yang berada di RT.05 RW.01 Desa Bentarsari Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah guna melakukan pemeriksaan keadaan yang berstatus ODR.

 

“Babinsa Sertu M. Subhan menegasan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai wujud tekad dan semangat kuat untuk melawan wabah virus Corona demi kesehatan masyarakat khususnya desa binaannya,” ungkapnya.

 

Babinsa Bentar bersinergi berikan pendampingan kepada petugas kesehatan dari PuskesmasBidan dan Perangkat Desa. Langkah yang dilakukan ini adalah untuk mengantisipasi pencegahan virus Covid-19 diwilayahnya.

 

“Dalam kesempatan tersebut Babinsa Sertu M. Subhan memberikan himbauan kepada warga setempat untuk tetap waspada memakai masker dan rajin untuk cuci tangan setelah lakukan aktifitas di tempat umum,” Tutur M. Subhan.

 

“Meskipun sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, masyarakat diminta tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat dan setiap saat mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan jaga jarak fisik, kurangi keluar rumah untuk menghindari kerumunan massa,” pungkasnya diakhir kunjungan pendampingan ODR. (Utsm).


Rabu, 24 Juni 2020

Intan Wira Cahya Hadir Di Acara Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes Yes


Brebes – Intan Wira Cahya hadir di acara Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes Yes yang disiarkan secara langsung melalui Medsos Facebook dan On Air di Radio Singosari FM Brebes dan Radio TOP FM Paguyangan Bumiayu. Rabu (24/06/2020).





Aksi Babinsa kali ini adalah mengupas tuntas tentang prestasi putri salah satu anggota Kodim 0713 Brebes yang mengukir sejarah dan menjadi bagi anggota TNI khususnya Kodim 0713 Brebes, Intan adalah putri dari Sertu Sudarwanto yang berdinas kesehariannya sebagai Bintara Provoost Kodim. 

Semangat dan dukungan moril dari keluarga dalam mendampingi putrinya dalam mengikuti berbagai event kejuaraan Taekwondo baik ditingkat Kabupaten dan Provinsi ini sering mendapatkan hasil yang gemilang.
Penyiar Radio Mas Yan dan Mba Riri yang banyak menanyakan tentang kesuksesan dalam meraih prestasi di cabang olah raga Taekwondo ini. 

Murid alumni SMPN 2 Brebes ini meraih juara 1 di Kelas (under 53 kg) se-Kabupaten Brebes 2019, juara pertama dalam berbagai ajang kyorugi taekwondo yang antara lain, Popda Brebes 2019 tingkat pelajar di kelas 53 kilogram putri, ajang Iyos (Indonesia Youth And Sport) di Cibubur 2018, Popda Brebes 2018 tingkat SMP/MTS di kelas over 50-55 kilogram, Taekwondo Brebes Open tingkat pelajar tahun 2017 (under 51 kilogram putri) dan 2016 (kelas under 41 kilogram putri), serta pada Popda SD sederajat Eks Karesidenan Pekalongan kelas under 35 kilogram pada 2016.
Dikatakan Sang Ayah, bahwa dirinya bangga atas prestasi yang diraih oleh putrinya untuk keluarga, satuan Kodim, TNI dan sekolahnya. Ungkapnya.

“Mudah-mudahan kedepan Intan bisa meraih prestasi kembali di tingkat selanjutnya, saat ini Intan lulus SMP dan sudah mendaftar ke SMA”. Tutur Sertu Sudarwanto. (Utsm).

Minggu, 01 Desember 2019

Aksi Nyata Babinsa Bumiayu Brebes Gagas Rubuha Sebagi Predator Alami Musuh Petani


Brebes – Penanganan hama tikus dengan metode predator alami yaitu burung hantu, dikupas lengkap dalam Talk Show Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes. Rabu (27/11/2019).




Acara ini disiarkan secara live di Radio Singosari 103.9 FM Brebes dan News Singosari FM Ketanggungan, sedangkan tunda di Radio Top FM Bumiayu pada pukul 12.00 WIB setelahnya. Tampak Rara Elshanum atau Siti Khumairoh (31), memandu di Studio 2 Singosari 103.9 FM Brebes.

Narasumber yang dihadirkan adalah salah satu Babinsa inspiratif Kodim Brebes, penggagas Rubuha (Rumah Burung Hantu) di wilayah Kecamatan/Koramil 08 Bumiayu, Sertu Eko Nuhyoto. Dirinya juga telah mendapatkan penghargaan dari Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana (28/10), atas gagasannya mengatasi hama para petani padi di dua desa, Kalinusu dan Kaliwadas.

Dalam kesempatan ini, Babinsa mendapatkan 5 penelepon yang menanyakan seputaran tentang burung hantu dan cara kerja sebagai pemangsa tikus sawah.

Diterangkannya, di Desa Kaliwadas terdapat enam Rubuha yang dibangun dengan menggunakan tiang pipa paralon yang diisi cor-coran semen dengan biaya senilai Rp 750 ribu/rumah burung hantu dan kini telah terisi 5 ekor jenis tyto alba (serak Jawa) dan tyto almae (serak seram). Untuk anggarannya didanai dari BPP Kecamatan Bumiayu dan telah dibuat pada 2014 silam.

“Saat ini ada dua pasang burung hantu yang sedang bertelur dan satu pasang telah menetaskan anak,” ucapnya.

Di lahan seluas 5 hektar percontohan ini, kini tikus sawah menyusut sekitar 40 persen dan panen warga rata-rata meningkat sebanyak 1 ton jenis padi situbagendit.

Sedangkan di Desa Kalinusu, telah didirikan 9 Rubuha dengan media tiang bambu swadaya masyarakat, tersebar di lima titik lokasi milik Poktan Galuh Tani, Beji Tani dan Sri Unggul Tani.  Disini telah terisi sebanyak enam ekor.

Dijelaskannya juga, untuk ukuran box Rubuha adalah 40 x 60 x tinggi 40 centimeter, dengan lubang utama 25 centimeter. Burung hantu tidak bisa membuat sarang sendiri, sehingga harus dibuatkan sarang untuk memancingnya tinggal.

“Pastikan Rubuhan rapat dan hanya satu lubang masuk. Ini karena predator malam ini suka dengan gelap,” bebernya.

Dengan cara ini memang membutuhkan waktu namun hasilnya sangat efektif. Ini karena burung hantu sanggup memakan tikus yang merupakan makanan utamanya sebanyak 10-12 ekor sehari, dari kemampuannya melihat mangsanya sejauh 500 meter. Burung ini juga mampu mendeteksi suara dari gerakan gerombolan tikus sejauh 12 kilometer dengan daya jelajah mencapai radius 12 kilometer.

Waktu berburu setiap malam bahkan tidak mengenal hujan. Jika berbunyi saja, suaranya sudah membuat para tikus bubar. Satu ekor saja mampu mengawasi lahan seluas 5 hektar.

“Semoga apa yang disampaikan ini dapat bermanfaat bagi para petani yang dekat kawasan hutan (radius 3 kilometer). Jika melihat adanya aktivitas burung hantu, tidak ada salahnya membuatkan rumahnya untuk mengatasi tikus,” pungkasnya.

Tak lupa ia berpesan kepada para petani, agar juga menjaga kelestarian ular sawah yang juga sebagai predator tikus alami dalam rantai makanan. (Aan)

Sekedar diketahui, dialog interaktif ini ditayangkan setiap hari Rabu pagi mulai pukul 10.00-11.00 WIB. Dapat diakses melalui telepon (0283) 671636, link youtube di https://youtu.be/7heRkU14Llk, link radio streaming di http://singosarifmbrebes.radiostream123.com/ serta http://www.topfm951.net/. (Aan)