Tampilkan postingan dengan label Paguyangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paguyangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Maret 2024

Babinsa Koramil 11/Paguyangan Damping Penyaluran Bantuan Pangan Beras

  Brebes – Pastikan berjalan aman dan lancar di setiap kegiatan di desa binaan  Babinsa Koramil 11/Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma Sertu Edi A Hataul melaksanakan pendampingan dan pemantauan kegiatan penyaluran bantuan pangan beras tahap III Tahun 2024 dari Badan Pangan Nasional bertempat di Balai Desa Taraban Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Minggu (24/03/2024)

 

Hadir dalam kegiatan Kades Taraban Ibu Uma Farida beserta perangkat desa, Babinsa Sertu Edi A Hataul, dan para penerima bantuan Desa Taraban sejumlah 1843 KPM ( Keluarga Penerima Manfaat )

 




Kegiatan diawali penyerahan identitas diri masyarakat berupa KTP kepada petugas melalui kadus masing masing dusun untuk selanjutnya pencocokan data KTP dengan data penerima bantuan, setelah data cocok kemudian di tanda tangani/cap jempol penerima kemudian dilakukan penyerahan bantuan beras kepada masyarakat penerima bantuan.

 

Babinsa mengatakan masyarakat agar tidak saling berebut dalam penyerahan KTP serta untuk sabar antri menunggu panggilan dari petugas, kegiatan dibantu juga dari para kadus,

 

“Kegiatan kali ini berupa penyaluran bantuan beras 10 kg perorang Kepada sejumlah 1843 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) warga Desa Taraban,” terang Babinsa.

 

Ditemui ditempat terpisah Pasiter Kodim 0713 Brebes Kapten Arh Suryadi mengatakan bahwa kehadiran Babinsa pada kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada setiap program-program yang diselenggarakan di desa binaan.

 

“Selain demi kelancaran dan kemudahan dalam pelaksanaan penyaluran bantuan, kehadiran Babinsa juga untuk memastikan agar bantuan tersebut bisa tepat sasaran kepada warga yang kurang mampu.” Tutup Pasiter (Pen0713)

Senin, 22 Januari 2024

Babinsa Paguyangan Jadi Inspektur Upacara Di Sekolah Dasar

 Brebes - Babinsa Paguyangan Serda Suparno, Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma,  memimpin pelaksanaan upacara bendera hari senin  di SD Negeri 01 Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah. Senin (22/01/2024).


Kegiatan memimpin pelaksanaan upacara bendera ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pembinaan teritorial Koramil 11 Paguyangan dalam memberikan materi wawasan kebangsaan guna menumbuhkan sikap cinta tanah air kepada pelajar disetiap sekolah.





Serda Suparno dalam amanatnya mengatakan, hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pergeseran nilai-nilai positif dikalangan pelajar.


“Generasi pelajar harus mampu membentengi diri dan menanamkan disiplin Pancasila, sadar akan kebangsaan, memiliki rasa persatuan dan kesatuan, cinta tanah air dan kesadaran bela negara yang tinggi,” ujar Serda Suparno.


Babinsa Paguyangan Serda Suparno  menambahkan tentang pentingnya mengamalkan Pancasila terutama dalam pembentukan karakter pada siswa siswi supaya terhindar dari kehidupan individualisme dan materalistis yang mengakibatkan semakin jauh dari nilai-nilai jati diri, kepribadian dan keimanan kita.


Kegiatan upacara bendera ini dihadir oleh Kepala Sekolah SD Negeri 01 Paguyangan Makmur Haryanto dan dewan guru serta siswa-siswi. (Pen0713).

Sabtu, 12 Desember 2020

Perbaikan Pondasi Jembatan Kali Karut di Paguyangan Brebes, Perlu Diprioritaskan

 Brebes – Abutmen jembatan Kali Karut di Dukuh Cigobang RT. 09 RW. 06, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang pada akhir November 2020 lalu longsor akibat tergerus arus air, kini bertambah parah.








Tampak Sertu Aneko Priambodo, Babinsa Kedung Oleng bersama perangkat desa setempat sedang membetulkan kembali pembatas jalan darurat dari bambu dan kayu, sebagai tanda peringatan bagi para pengendara kendaraan bermotor yang akan melintas agar waspada dan memperhitungkan faktor keselamatan.


Dikemukakan Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, bahwa hujan deras telah mengguyur wilayah Kecamatan Paguyangan mulai pukul 15.00 WIB, sehingga menyebabkan aliran sungai menjadi deras sehingga menggerus pondasi jembatan. Minggu pagi (13/12/2020).


“Untuk aktivitas kendaraan roda empat jelas terganggu, terlebih jembatan ini adalah akses penghubung warga Dukuh Cigobang, Dukuh Cibeler, dan Dukuh Kedawung, desanya Kedung Oleng,” terangnya.


Panjang longsor di jembatan sepanjang 17 meter dengan lebar 5 meter itu mencapai 4 meter sehingga menyebabkan lubang menganga hampir mencapai separuh badan jalan.


“Sebelumnya pada akhir November 2020 lalu, kerusakan hanya mencapai sepertiga badan jalan, namun kini bertambah,” tandasnya.


Ditambahkannya, pihaknya juga menghimbau kepada perangkat desa untuk sementara melarang kendaraan roda empat yang akan lewat agar tidak memperparah kerusakan.


Sementara itu Kepala Desa Kedung Oleng, Tasir, S.Pd, menyatakan bahwa Dinas PU Kabupaten Brebes hari ini akan segera melakukan peninjauan untuk rencana penghitungan perbaikan jembatan secepatnya, karena jalan antar dusun di desanya itu merupakan jalan poros sehingga wewenangnya adalah dinas tersebut.


“Penanganan jembatan merupakan prioritas agar tidak ambruk,” ujarnya. (Aan)

Sabtu, 05 Desember 2020

Para Relawan Evakuasi Material Longsor di Ragatunjung Paguyangan Brebes

 Brebes – Tim gabungan penanggulangan bencana alam wilayah Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berupaya membersihkan material longsor dari tebing setinggi 30 meter yang mengenai 4 pemukiman warga di Dukuh Menteng RT. 13 RW. 02, Desa Ragatunjung, Paguyangan.










Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, bahwa warga setempat yang dibantu para relawan juga sedang berupaya mengamankan tebing di belakang pemukiman warga, yakni dengan membuat tanggul darurat dari karung yang diisi tanah dan pemasangan patok.


Warga setempat yang terdampak langsung adalah Ibu Muplikha (40), Rakum (50), Saknan (55), dan Ibu Saripah (56). Sedangkan dampak lainnya adalah material tebing juga merusak pepohonan di bawahnya.


“Tebing longsor terjadi pada Rabu, 2 Desember 2020, sekitar pukul 16.00 WIB. Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp. 60 juta,” bebernya.


Lanjut Danramil, kini para relawan gabungan Kecamatan Paguyangan, sedang berupaya menanggulanginya dengan membersihkan material longsoran. Sementara keempat keluarga yang rumahnya terdampak sampai saat ini masih mengungsi di rumah tetangga maupun saudara. 


“Adapun sasaran pekerjaan lainnya adalah membuatkan jalan sambil membersihkan tumpukan material di samping rumah, membersihkan tanah berlumpur yang ada di dalam rumah, serta memotong rumpun bambu di samping rumah yang terbawa longsor,” tandasnya.


Sementara dijelaskan Kepala Desa Ragatunjung, Masduki, SE, bahwa longsor dipicu guyuran hujan yang begitu deras mulai siang sampai malam hari (2/12).


“Selaku pimpinan masyarakat Desa Ragatunjung dan mewakili keluarga terdampak tanah longsor, saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para relawan gabungan terdiri dari TNI-Polri, anggota BPBD Brebes, Linmas dan Banser setempat, serta masyarakat setempat,” ungkapnya mengapresiasi. (Aan)

Pasca MPP, Danramil Sirampog Akan Kembangkan Wisata Winduaji Paguyangan Brebes

 


Brebes – Satuan teritorial Kodim 0713 Brebes, kembali kehilangan satu orang Danramil karena memasuki pensiun, yaitu Kapten Infanteri Mukhrodi (58), Danramil 10 Sirampog.













Tampak Dandim, Letkol Armed Mohammad Haikal Sofyan, memimpin langsung acara pelepasan atau korp raport di Aula Jenderal Soedirman, Makodim Brebes. Kamis siang (3/12/2020).


Disampaikan Dandim dalam amanatnya, bahwa mengakhiri masa dinas dalam karier militer bagi seorang prajurit adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan, karena itu menunjukkan kredibilitas, jati diri dan kehormatan sehingga dapat mengakhirinya tanpa cacat.


“Berbeda dengan seorang prajurit yang mengakhiri masa dinasnya dengan tidak hormat maka tidak akan memperoleh tunjangan dan penghargaan seperti prajurit yang diberhentikan dengan hormat,” ungkapnya.  


Mewakili keluarga besar TNI dan Kodim 0713 Brebes, Letkol Haikal mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara melalui Kodim Brebes dan wilayah Kecamatan Sirampog.


Tak lupa dirinya berpesan agar tetap menjaga nama baik institusi Kodim Brebes saat kembali ke tengah-tengah masyarakat.


Puncak acara, Dandim dan Ketua Persit KCK Cabang XXIII Kodim Brebes, Ny. Rosarina Haikal Sofyan atau Mayor Kowad Rosarina, memberikan cinderamata dan piagam penghargaan kepada masing-masing anggota itu.


Sementara dikemukakan Kapten Mukhrodi, mantan Danramil Sirampog, yang merupakan Abituren Bintara Milsuk 2 tahun 1983/84 itu, bahwa walaupun tugasnya sebagai militer aktif telah purna, namun pengabdian kepada NKRI belumlah usai karena dirinya sekarang adalah prajurit cadangan TNI dengan status baru warga masyarakat Dukuh Keseran RT. 09 RW. 01, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Brebes.


“Saya diberikan MPP (Masa Persiapan Pensiun) selama 6 bulan sebagai transisi dari TNI menjadi masyarakat,” ungkapnya dengan bangga telah berdinas di Kota Bawang selama 3 tahun sebagai Danramil Sirampog sejak 2017 lalu.


Ditambahkannya, purna tugas  dirinya bersama istri akan membantu Pokdarwis Desa Winduaji, untuk mengembangkan wisata desa setempat yaitu Waduk Penjalin, sehingga lebih maju dan menjadi kebanggaan masyarakat Brebes umumnya.


“Saya dan keluarga, bersama pihak desa setempat juga sedang mengembangkan potensi wisata Tuk Sirah Pemali (Mata Air Sirah Pemali), termasuk kuliner khas Winduaji,” pungkasnya. (Aan)

Rabu, 11 November 2020

Forkopimcam Paguyangan Gelar Operasi Yustisi

  

Brebes - Dua desa (Pakujati dan Kedungoleng) bersama tim gabungan yang meliputi anggota TNI-Polri, Trantib, Satpol PP, TP PKK, Ormas Pemuda Pancasila dan RAPI Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes  menggelar kegiatan Operasi Yustisi dan Edukasi Penindakan Pelanggaran Protokol Kesehatan, Rabu (11/11/2020).


 

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan peraraturan Bupati Brebes No. 64 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19.

 

Danramil Paguyangan Kapten Arhanud Suryadi, SH melalui Sertu Sugeng Widodo menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut diantaranya upaya meminimalisir penyebaran Covid-19, memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap selalu menjaga kesehatan."Agar masyarakat mendukung program pemerintah dalam penggunaan masker dan mentaati protokol kesehatan dan untuk memutus mata rantai covid 19," jelasnya.

 

Dikatakan Sugeng sebagai sasaran kegiatan ini pada pengendara roda empat maupun roda dua yang tidak menggunakan masker, masyarakat sekitar yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

 

"Pelanggar diberikan tindakan sosial dengan membaca teks Pancasila dan menyanyikan lagi Indonesia raya," ujarnya.

 

Selain itu memberikan himbauan dan edukasi terhadap masyarakat yang belum sadar akan protokol kesehatan dengan penggunaan masker.

 

Kegiatan yang digelar di beberapa titik lokasi antara lain dipertigaan Desa Pakujati, depan Balai Desa Pakujati. pertigaan ke arah pemandian air panas depan Balai Desa Kedungoleng dan SMP N 1 Desa Kedungoleng berlangsung lancar. (imam/Utsm)

Minggu, 21 Juni 2020

Karya Bhakti TNI dan Masyarakat : Akses Jalan Tertimbun Longsoran Di Paguyangan

 

Brebes – Dua akses jalan penghubung sebagai sarana aktifitas warga Pedukuhan Desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes tertimbun tanah longsoran akibat intensitas tinggi hujan lebat pada Jumat sore kemarin.





Kedua akses tersebut di penghubung dukuh Cipanas rt 05/03 dengan Kedungoleng dan
Cigobang Rt 06/06 dengan Kedawung, namun kedua kondisi akses penghubung ini telah berhasil kembali normal setelah dilakukan kerja bakti oleh warga setempat bergotong royong untuk membesihkan badan jalan dengan alat seadanya, Sabtu (20/6).

Sertu Aneko Priambodo selaku Babinsa setempat mengatakan, akses jalan tembus kedua perdukuhan tersebut diwaktu bersamaan sebelumnya sempat mengalami terganggu karena badan jalan dipenuhi tanah longsoran berasal dari bukit lahan Perhutani akibat huhan lebat, sehinga kondisi badan jalan tersebut mengalami licin dan rawan kecekakaan bagi kendaraan yang melintasnya.
Dikatakan Aneko, pihaknya yang ditunjuk untuk memimpin kegiatan ini atas dasar kepedulian warga, untuk bergotong royong membersihkan badan jalan, sehingga jalan tembus pedukuhan bisa kembali normal.
Swmentara Kepala desa Kedungoleng Tasir SPd membenarkan konsisi kedua akses penghung perdukuhan yang sempat tertutup,
sehingga untuk bisa kembali normal pihaknya mengerahkan warga untuk mengadakan kerja bakti yang dibantu oleh anggota Babinsa dan Polhut.

“Kedua kondisi badan jalan sebagai penghubung dan akses perekonomian warga pedukuhan kini berhasil kembali normal dan bisa dilintasi oleh semua jenis kendaraan dengan aman “tuturnya. (firman/imam/Utsm)


Minggu, 14 Juni 2020

Meski New Normal, Koramil Paguyangan Brebes Eksis Sosialisasikan Protokol Covid-19


Brebes – Awal diberlakukannya kebijakan new normal pasca kewaspadaan pandemi virus corona/covid-19 di Kabupaten Brebes, pihak TNI dari Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes tetap melakukan himbauan secara tertulis kepada masyarakat umum untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.


Bersama Bhabinkamtibmas dan dibantu warga setempat, mereka tampak mereka melakukan pemasangan spanduk atau banner dengan ukuran panjang 6 x 1,20 meter yang bertulisan “Anda Memasuki Wilayah Wajib Masker”, melintang di Jalan Nasional Tegal–Purwokerto, tepatnya di tapal batas antara wilayah Kabupaten Brebes dengan Banyumas, Jawa Tengah, yakni di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Kamis (11/6/2020).

Disampaikan Danramil Paguyangan, Kapten Arhanud Suryadi, SH melalui Babinsa Sertu Aneko Priambodo, pemasangan spanduk tersebut merupakan instruksi dari Dandim dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.

Himbauan melalui banner dipasang setinggi 3,5 meter lebih menghadap ke selatan melintang di jalan.

”Himbauan tertulis ini agar masyarakat tetap menerapkan hidup sehat dan selalu waspada agar terhindar dari wabah covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan yakni rutin mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

Ditambahkannya, upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan TNI-Polri dan masyarakat kepada Pemerintah dalam penanganan wabah mematikan tersebut. (Imam/Aan)

Jumat, 01 Mei 2020

Terancam Ambrol, Jembatan Kali Karut di Kedung Oleng Brebes Perlu Perbaikan Segera


Brebes – Abutmen jembatan Kali Karut di Desa Kedung Oleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, longsor/ambrol karena disebabkan tergerus arus aliran air.




Warga masyarakat dan Babinsa memasang pembatas jalan dari bambu sebagai tanda peringatan.

Dikemukakan Bati Tuud Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Peltu Gunawan, bahwa ambrolnya pondasi jembatan penghubung antara Dukuh Cipanas dengan Cigobang ini mengakibatkan lubang di sepertiga badan jalan.

“Longsor terjadi pukul 09.00 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Paguyangan, sehingga menyebabkan arus Kali Karut sangat deras dan menggerus pondasi jembatan,” ucapnya, Kamis (30/4/2020).

Saat ini jalan masih dapat dilalui kendaraan roda empat dan dua, namun perlu segera dilakukan penanganan agar bangunan tidak roboh. Untuk kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp. 100 juta.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jembatan.

“Kita juga menghibau kepada perangkat desa untuk membatasi tonase roda empat yang lewat. Kita juga melarang keras jika ada aktivitas penambangan pasir dan batu ilegal dalam radius minimal 50 meter karena amdalnya akan memperparah pondasi jembatan,” pungkasnya. (Aan)

Jumat, 28 Februari 2020

Koramil Paguyangan Lantik Kenaikan Tingkat Pramuka Penegak Bantara SMK NU Nurul Huda


Brebes - Suasana diruang kelas SMK NU Nurul Huda Paguyangan Brebes menjadi saksi atas dilantik dan pelaksanaan kenaikan tingkay Pramuka Penegak Bantara Gudep SMK NU Nurul Huda. Jum'at (28/02/2020).




143 orang pramuka penegak sebelumnya diberi bekal materi Bela Negara dan  PBB (Peraturan Baris Berbaris) guna menjadi penerus bangsa yang berdisiplin dan berwawasan luas untuk masa depan melanjutkan perjuangan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. 

Serma Darno dan Serda Sugeng Widodo mewakili Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes menyampaikan beberapa hal penting tentang kewajiban seorang pramuka. 

"Pramuka adalah Merupakan Komponen Cadangan Pertahanan yang apabila Negara dalam keadaan genting, maka wajib hukumnya seorang Pramuka memberikan pengabdiannya untuk Negara demi terciptanya keutuhan dan kedahlatan NKRI" Kata Serma Darno saat memberikan materi dihadapan penegak. 

Pembina Menur Nisa Akmala,  S.Pdi yang dalam hal ini sebagai guru sekaligus orang tua disekolah,  menyampaikan bahwa Penegak Bantara yang dilantik saat ini sangat berbeda,  karena pelantikan kenaikan tingkat langsung dibimbing oleh TNI. Tutur Nisa Akmala. 

"Saya berterima kasih kepada TNI,  khususnya Koramil Paguyangan yang selalu mendukung dan membina langsung anak-anak didik kami menjadi generasi yang berjiwa nasionalis tinggi,  sehingga mereka bertambah kecintaannya kepada NKRI". Tambahnya. 

Ali As'ari,  S.Pd dalam hal ini selaku pembina penegak putra juga menyampaikan terima kasih dan bangga kepada TNI Koramil 11 Paguyangan yang telah memberikan pengalaman dan penyemangat sehingga peserta penegak bantara ini antusias dalam menerima materi,  baik teori maupun praktek. 

SMK NU Nurul Huda berada di Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes,  Jawa Tengah. (Utsm)

Minggu, 02 Februari 2020

Saka Wira Kartika Koramil Paguyangan Brebes Dibekali Repling Guna Mendukung Evakuasi Bencana Alam

Brebes – Salah satu pembinaan Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, adalah pengenalan materi mountaineering guna melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama dan kehati-hatian dalam menghadapi tantangan.








Kegiatan yang dilangsungkan pada Minggu pagi-sore (2/2) di Jembatan Kali Buntu, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu, diikuti 30 orang Pramuka Penegak anggota SWK dari SMK Maarif NU Winduaji Paguyangan, SMK Amelia Paguyangan dan SMN 1 Paguyangan.

Dibenarkan Serda Sugeng, pelatih SWK, bahwa pihaknya selaku pembina SWK mendapatkan support peralatan repling dan para instruktur dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Mapala Bumi, Universitas Peradaban (UP) Bumiayu.

“Latihan dilaksanakan di Jembatan Kali Buntu yang mempunyai ketinggian kurang lebih 8 meter dari dasar sungai. Tujuannya agar pramuka mengenal dan mampu melakukan repling sehingga suatu saat dapat membantu tugas TNI dan unsur terkait dalam evakuasi bencana alam,” beber Sugeng melalui pesan whatsapps, Senin pagi (3/2/2020).

Dikatakannya juga, sebelum melakukan praktek, mereka terlebih dahulu mereka melaksanakan apel yang diambil langsung oleh Danramil, Kapten Arhanud Suryadi, SH, kemudian dilanjutkan dengan teori pengenalan serta fungsi dari masing-masing alat peralatan repling untuk keselamatan.

“Kami bersama instruktur dari Mahapala Bumi, sebelumnya mengenalkan kegunaan dari karmantel, carabiner, webbing, body harness, set earnest, helm, figure of eight dan sarung tangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua UKM Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Bumi UP, Akbar Yudistira Al Hakami menyatakan bahwa, pihaknya merasa bangga dapat menularkan ilmu kepada anggota SWK Koramil Paguyangan, khususnya dalam salah satu krida SWK yaitu mountenering.

“Pembinaan kepada anggota SWK Koramil 11 Paguyangan, akan kami lakukan secara bertingkat dan berlanjut. Kedepan akan diberikan tantangan dengan ketinggian yang lebih tinggi lagi sehingga mereka mampu dan bahkan mahir,” ujarnya.

Sekedar diketahui, 5 Krida SWK meliputi Navigasi Darat (Navrat), pioneer, mountaineering, survival dan krida penanggulangan bencana alam. (Aan)