Tampilkan postingan dengan label Jasad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jasad. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Maret 2021

Jasad Warga Tegongan Tanjung Brebes, Ditemukan di Dalam Sumur

 


Brebes – Salah satu warga Desa Tegongan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas tercebur ke dalam sumur. Senin petang (15/3/2021).





 

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Dipo Suyatno melalui Pelda Rullyon (Bati Tuud), korban berinisial K dengan umur 40 tahun, pekerjaan buruh serabutan.

 

“Jasad almarhum ditemukan sekitar pukul 18.31 WIB, di dalam sumur di rumahnya, setelah dilakukan penyedotan air dengan pompa air oleh warga setempat,” terangnya.

 

Dijelaskan lebih mendetail tentang kronologi kejadian, bahwa S (53), selaku orang tua, sebelumnya merasa curiga jika anaknya tercebur ke dalam sumur, karena mendapati sandal jepit dan baju yang dipakai anaknya berada di pinggir sumur, dan hingga pukul pukul 17.00 WIB, korban belum pulang ke rumah.

 

“Kebiasaan dari korban adalah cuci kaki dan mandi di sumur selepas mencari pete, dan kemungkinan saat penyakit bawaan epilepsinya kambuh, korban terjatuh dan masuk ke sumur tanpa seorang pun mengetahuinya,” sambungnya.

 

Dengan bambu, para tetangga sempat mencari K di dalam sumur namun tidak ada tanda-tanda keberadaan jasadnya. Kemudian warga yang penasaran akhirnya menyedot air sumur dengan pompa air, dan setelah air surut jasad baru terlihat.


Babinsa setempat juga melakukan himbauan kepada warga sekitar agar lebih memperhatikan anggota keluarganya, termasuk meningkatkan keamanan lubang sumur untuk meminimalisir resiko anak terjebur. 

 

Ditambahkannya, jenazah akan dimakamkan besok pagi di TPU desa setempat. (Aan)

Sabtu, 13 Maret 2021

Jasad Carsono Akhirnya Ditemukan di Perairan Randusanga Kulon Brebes, Operasi SAR Ditutup

 


Brebes – Pencarian terhadap jasad Carsono (56), warga asal Dukuh Karangsari RT/RW. 01, Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang diduga hanyut di Sungai Pemali saat menjala ikan pada Minggu petang (7/3), akhirnya dihentikan setelah ditemukan mengapung di perairan wilayah Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Jumat siang (12/3/2021).






Dijelaskan Serma Wartono, anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Kecamatan Salem, sekaligus anggota Bangbara Salem yang ikut melakukan pencarian, bahwa Cariwan, salah satu nelayan asal Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, melihat sesosok mayat yang mengapung di perairan Randusanga Kulon sekitar pukul 10.00 WIB, dan selanjutnya melaporkan kepada pihak Satpolair Polres Tegal Kota.


“Evakuasi jenazah yang diduga Almarhum Pak Carsono, dilakukan oleh Tim SAR gabungan dari Lanal Tegal dan Polair Polres Tegal Kota, menggunakan kapal patroli Satpolair Polres Tegal Kota,” bebernya.


Dijelaskannya lanjut, setelah kapal patrol itu kembali dan berlabuh di Dermaga Pelindo Tegal, Jalan Kesatrian, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, pada pukul 12.30 WIB, evakuasi jenazah dilanjutkan ke RSUD Kardinah Kota Tegal untuk identifikasi.


Sementara disampaikan Kapten Infanteri Nurhadi, Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, yang ikut memantau perkembangan identifikasi bersama kerabat keluarga Carsono, dirinya membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan itu adalah Carsono.


Proses identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Polres Tegal Kota bersama medis dari RSUD Kardinah, termasuk mendatangkan pihak keluarga ABK KM. Anugerah Jaya, dan Ketua DPC HNSI Kota Tegal, karena juga ada laporan kehilangan salah satu ABK KM. Anugerah Jaya, atas nama Jeni Iswanto, yang tenggelam di perairan Utara Tegal pada Rabu 10 Maret 2021.


“Dengan disetujui oleh keluarga Pak Carsono dan juga keluarga Pak Jeni Iswanto, tim medis melakukan autopsy dan akhirnya dipastikan bahwa jenazah itu adalah Pak Carsono,” ungkapnya.


Hal itu juga dikuatkan berdasarkan keterangan ciri-ciri pada tubuh korban yang disampaikan pihak keluarga Carsono, termasuk dari kaos dan celana yang dipakai.


“Jenazah Almarhum sudah diambil pihak keluarga dan akan dimakamkan malam ini juga di desanya,” tandasnya.


Ditambahkan Budi Sujatmiko, Koordinator PB BPBD Brebes, bahwa pencarian yang juga dilakukan dengan perahu karet (LCR) dan juga perahu nelayan setempat, mulai dilakukan sejak Senin pagi (8/3), oleh BPBD dan SAR Brebes, TNI-Polri, Basarnas Cilacap, komunitas jala ikan Bantarkawung, Pramuka, RAPI, Bangbara Salem, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar, dengan melakukan penyelaman dan sisir bantaran Sungai Pemali sampai radius 5 kilometer.


Pencarian dilakukan sampai ke sekitar Bendungan Notog, wilayah Kecamatan Songgom, bahkan sampai ke perairan di wilayah Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.


“Korban tenggelam sulit ditemukan sampai hari kelima penyisiran, karena ternyata sudah mengapung di perairan Randusanga Kulon yang berjarak puluhan kilometer dari titik tenggelam di Desa Bantarwaru,” ujarnya.


Ditambahkannya, selepas proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, maka secara resmi operasi pencarian dinyatakan ditutup. (Aan)

Kamis, 11 Maret 2021

Hari Kelima Pencarian Carsono, Penyelaman dan Sisir Sungai Pemali Masih Dilakukan

 


Brebes – Pencarian terhadap korban dugaan tenggelam di Sungai Pemali, Carsono (56), warga Dukuh Karangsari RT/RW. 01, Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih terus dilakukan Tim SAR dan BPBD Brebes, komunitas jala ikan Bantarkawung, bersama pihak lainnya dan dibantu segenap komponen masyarakat.









Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, sasaran pencarian di hari kelima masih dalam radius kurang lebih 5 kilometer ke arah hilir dari lokasi dugaan korban hanyut saat menjala ikan pada Minggu petang, 7 Maret 2021 lalu.


“Selain menyusur sungai dan melakukan penyelaman, pencarian juga dilakukan dengan menyusuri bantaran sungai, yang dilakukan oleh Pramuka, RAPI, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar,” terangnya.


Ditambahkan Budi Sujatmiko, Koordinator PB BPBD Brebes, bahwa pencarian yang dilakukan dengan perahu karet (LCR), dilakukan sampai dengan sekitar Bendungan Notog.


“Kami juga dibantu perahu karet dari Polres Brebes untuk menambah jumlah armada pencarian, termasuk dari Basarnas Cilacap,” ujarnya. 


Dirinya juga mengapresiasi bantuan dari relawan Bangbara Kecamatan Salem, anak-anak Pramuka, RAPI, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar. 


Untuk diketahui, sebelum dilaporkan hilang, Carsono pamit kepada keluarganya untuk menjala ikan di Kali Pemali, di wilayah desanya itu. Beberapa tetangganya yang juga sedang memancing dan menjala ikan, melihat Carsono masih menjala ikan walaupun dalam kondisi hujan dan waktu menjelang magrib (17.30 WIB).


Pasca hujan reda, warga nelayan yang sebelumnya berteduh sudah tidak melihat lagi keberadaan Carsono di sungai, sehingga mereka pun segera memberitahukan kepada keluarganya dan perangkat desa setempat. (Aan)

Senin, 11 Januari 2021

Jasad Pembolang Pohon Porang Ditemukan Tersangkut Bebatuan di Curug Cimunding Salem Brebes

  

Brebes – Pencarian pemuda asal Dusun Mancager RT/RW. 02, Desa Bentarsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Risko (24) akhirnya membuahkan hasil setelah jasad pemuda tersebut ditemukan mengapung dan tersangkut bebatuan di sekitar Curug Cimunding, Salem. Minggu siang (10/1/2020).







Tim gabungan yang berjumlah sekitar 100 orang dengan dipimpin Serma Wartono, anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Kecamatan Salem, mulai melakukan pencarian dengan menyusuri hutan dimana sebelumnya warga setempat ada yang melihat keberadaan korban yang mondar-mandir di perkebunan antara wilayah Desa Gandoang dengan Desa Kadumanis, Salem.


“Kami melakukan pencarian terhadap saudara Risko yang dilaporkan keluarganya tidak pulang ke rumah sejak Jumat sore,” terang Serma Wartono.


Dijelaskannya lanjut, Almarhum sebelumnya juga tidak berpamitan kepada keluarganya, namun sempat dilihat oleh ayah tirinya dengan mengenakan kaos lengan panjang warna merah-hitam, topi hitam, dan celana pendek warna putih, membawa karung dan golok.


“Dari laporan Pak Muh (45), warga setempat yang melihat saudara Risko saat ia juga sedang mencari bibit pohon porang di wilayah perkebunan Desa Gandoang-Kadumanis, tim gabungan melakukan upaya pencarian disana dengan berjalan kaki menyusuri tebing dengan medan yang terjal,” tandasnya.


Setelah tim gabungan yang dipecah menjadi 4 tim kecil melakukan pencarian beberapa sejak pukul 08.00 WIB belum menemukan tanda-tanda keberadaan Risko, akhirnya mereka beristirahat sejenak pada pukul 12.00 WIB sambil melakukan koordinasi selanjutnya.


Tim itu kemudian melakukan pencarian kembali dengan memutar perbukitan terjal, sampai akhirnya mereka mendapatkan kabar dari Muhammad, perangkat desa Kadumanis bahwa ada mayat di Curug Cimunding.


“Saya melihat ada mayat di bebatuan di Curug Cimunding saat juga sedang mencari bibit pohon porang, dan kemudian saya segera memberitahukan kepada tim gabungan,” ungkap Muhammad.


Masih kata Muhammad, tim gabungan itu langsung menuju curug dengan menyusuri medan yang terjal di aliran Sungai Cigorek, yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari perkebunan itu.


Sementara disampaikan Kapolsek Salem, Iptu Suprapto, bahwa Almarhum Risko Bin Almarhum Catim, diduga terperosok ke jurang di atas Curug Cimunding yang berketinggian 15 meter, saat mencari bibit pohon porang/badur.


“Pengangkatan jenazah dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB, untuk dievakuasi ke Puskesmas Bentarsari, guna dilakukan visum oleh dr. Riana Harsana, Kepala Puskesmas Bentarsari,” paparnya.


Akhirnya pada pukul 16.00 WIB, korban sudah diantarkan ke rumah duka untuk prosesi pemakaman di TPU setempat.


Atas perjuangan tim gabungan, keluarga korban dan perangkat desa mengucapkan terima kasih.


Untuk diketahui, tim gabungan dari Kecamatan Salem yang yang terdiri dari anggota TNI Koramil 13 Salem, Polsek, relawan Bangbara Adventure, Banser, Komunitas Travel Salem-Jakarta, Pemdes Bentarsari, serta masyarakat dari Desa Bentarsari, Ciputih, Gandoang, dan Desa Kadumanis. (Yadi/Aan)

Kamis, 10 Oktober 2019

Jasad Nelayan Losari Brebes Telah Ditemukan Di Perairan Jongor Tegal

Brebes – Warsum (45) seorang nelayan asal Desa Prapag Kidul RT. 005 RW.006, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, yang dilaporkan hilang di perairan yang masuk wilayah Jongor, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, telah ditemukan.

Hal ini dibenarkan Danramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sutarno, saat melayat ke rumah duka. Rabu (9/10/2019).

Dijelaskannya, Jenazah Warsum ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB, oleh para nelayan lainnya asal Desa Prapag Kidul RT. 002 RW. 004, yaitu Jefri (30), Wartono (34) dan Tedi (21), saat miyang (mencari ikan) di perairan tersebut.

“Ketiga saksi melihat ada seseorang yang terapung dengan kondisi tubuh telungkup di tengah tengah perairan Jongor sekitar pukul 07.00 WIB. Ia memakai kaos biru dongker dan celana dalam warna pink,” jelasnya.

Dilanjutkannya, kemudian mereka segera mengangkat jasad tersebut ke dalam perahunya dan kemudian dibawa ke rumah duka.

“Dari penemuan ini, keluarga korban sudah mengikhlaskan atas kejadian yang murni karena kecelakaan, sehingga menolak untuk dilakukan otopsi,” sambungnya.

Diketahui sebelumnya, Almarhum dilaporkan hilang kepada pihak Polsek Losari, setelah pihak keluarganya mendapatkan berita bahwa beberapa nelayan lainnya telah menemukan perahu yang diduga milik Warsum berputar-putar di tengah perairan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Dugaan kuat adalah pemiliknya jatuh ke laut dan tenggelam akibat tersangkut jaring (8/10).

Warsum meninggalkan rumah untuk pergi miyang sekitar pukul 03.00 WIB dan hanya sendirian ke perairan yang berjarak tiga jam perjalanan laut jika dari Pancer, Kecamatan Losari.

Dibenarkan Kapolsek Losari, AKP Suraedi bahwa, pencarian telah dilakukan sebelumnya oleh petugas gabungan dengan menggunakan perahu milik Tim SAR dan Polairud Brebes. Tidak ada tanda-tanda kejahatan, kehilangan ataupun kerusakan di dalam perahu. (Aan)

Perahu tanpa awak, korban tenggelam di perairan Tegal, pencarian nelayan hilang di tengah laut, jasad mengapung di laut ditemukan