Tampilkan postingan dengan label Limbangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Limbangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2020

BPD Desa Limbangan, Transparansi BLT Dana Desa Hingga 4 Tahun Merintis Sebuah Madrasah


Cilacap - Musyawarah dusun atau yang sering disingkat Musdus ini sangatt diharapkan oleh kalangan masyarakat dusun dan desa, sebab dari Musdus, masyarakat akan lebih tau informasi dan mengenal kearah mana pembangunan terutama di desanya.







Seperti yang dilakukan oleh desa Limbangan, Koramil Wanareja, Kodim 0703 Cilacap, Jawa Tengah ini, tepatnya di Dusun Penyingkiran, Musdus dilaksanakan bersama-sama dengan warganya, dimana sebelumnya melaksanakan protokoler kesehatan covid-19. Senin (27/07/2020).

Musdus yang dihadiri dari tiga Ketua RT diantaranya Dulkholik RT 01, Basiran RT 02 dan Mono RT 03 yang mana meliputi Dukuh Penyingkiran, Karanganyar dan Kroya. Tokoh masyarakatpun tak luput dalam suasana tersebut.

Ketua BPD Limbangan yang diwakili oleh Nurbaety (36) mengadakan Musdus ini terkait dengan adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Dalam hal ini, Nurbaety menjelaskan secara detail bagaimana syarat mendapatkan BLT Dana Desa dan proses pencairannya.

“Saya hadir disini menjelaskan Dasar Hukum tentang BLT Dana Desa khususnya Dana Desa yang dialokasikan untuk warga terdampak Covid-19” Tuturnya.

“Di Desa Limbangan terdapat 15 Dusun, semua merata mendapatkan 333 orang penerima BLT Dana Desa” Tambahnya.

“Saya mohon nanti agar para Ketua RT yang hadir disini untuk melihat keadaan warganya agar bantuan tersebut sesuai dengan sasaran dan kriteria yang dimaksud oleh pemerintah” Imbuh Nurbaety.

Sementara, Nurbaety merupakan tenaga pendidik sekaligus menjadi pengurus aktif BDP Limbangan bersama dengan rekan lainnya.

Pendidik yang masih berusia 36 tahun ini bersama dengan empat sekawan dari tim muda diantaranya Indra Riswandi (30), Nurhidayah (38) dan Widiyaswara (25) merintis sampai terbangunnya Madrasah di desanya.

Selama kurang lebih 4 tahun berjalan, Madrasah yang dibangunnya ini berdiri hingga sekarang, nama Madrasah tersebut adalah MI 03 Limbangan dimana sudah ada 86 orang siswa.

Kyai Muhajir sebagai pengasuh madrasah merasa bangga adanya madrasah hasil ide dan rintisan anak-anak muda, terlebih A. Fathoni selaku pembimbing di madrasah tersebut juga merasakan akan kemajuan agama di Limbangan desanya dimasa yang akan datang. (Utsm).

Rabu, 01 April 2020

Aksi Babinsa Dan Kades Limbangan “Ayo Bareng-Bareng Cegah Corona”

Brebes – Dalam kegiatan rutin setiap hari rabu pukul 10.00 wib, Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes Yes tampil dengan tema yang berbeda-beda disetiap tayangannya di On Air Talk Show Radio Singosari FM Brebes.






Kini Babinsa dan Kepala Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah giliran menyampaikan aspirasi dan aksinya diacara tersebut. Rabu (01/04/2020).

Kades Limbangan Siswo (33) dan Serda Sadun selaku Babinsa menyampaikan di acara khususnya itu dengan menggunakan logat/bahasa jawa cirebonan. Penyampaian himbauan itu adalah “Ayo Bareng-Bareng Cegah Corona (Covid-19), Endah Laka Ning Limbangan”. Baliho ini dipasang oleh pemerintah desa Limbangan di setiap pertigaan, perempatan jalan dan di tempat umum yang bisa dilihat orang banyak.

Himbauan ini ditulis dalam bahasa brebesan “Aja Ndableg Ari dipaih Weruh”, (Jangan Malas-malas kalau dikasih tau), “Bokan tembe balik sing kana-kana kudu lapor ning baledesa” (Barangkali baru pulang dari luar kota/luar negeri harus laporan ke balaidesa), “Aja kluyuran dingin” (Jangan keluyuran/jalan-jalan dulu), “Ari tangane tas ngemek apa mbuh apa wisuh sing bersih nganggo sabun” (Kalau tangannya habis pegang barang/benda atau yang lainnya harus cuci tangan yang bersih pakai sabun, “Aja rubungan bae” (Jangan selalu berkumpul), “Ari ngobrol aja perek-perekan” (Kalau berbicara/mengobrol jangan berdekatan). 

Kemudian tulisan selanjutnya “Dieling Eling Gejala Corona (Covid-19)” (Ingat-ingat gejala Corona). pertama “Awake panas karo watuk terus pegel” (Badannya panas, batuk dan badan terasa pegal). kedua “Gulune ana jigraeh, ambekane ya sesek”, (Lehernya ada lendirnya, nafas sesak). “Endase mumet, wetenge enek karo muntah” (Kepala pusing, perut sakit dan muntah-muntah). “Cungure mampet, mencret sisan” (Hidunggnya rapat/tersumbat dan buang air besar mencret).

Diakhir Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes Yes ini himbauan Babinsa dan Kades Limbangan berbunyi “Pokoke ora enak kabeh, Bokan ana sing krasa kaya kie, gagian priksa/lapor ning desa. Sing nurut”. (Pokoknya tidak enak semuanya, barangkali ada yang merasa seperti ini, segera periksakan atau laporkan di balaidesa, patuhi aturan). (Utsm).

Rabu, 13 November 2019

Aksi Nyata Mengatasi Kenakalan Remaja Di Limbangan Kersana Brebes


Brebes – Talk show tentang aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes, yang disiarkan secara live di Radio Singosari 103.9 FM Brebes dan News Singosari FM Ketanggungan, kali ini mengupas tentang penanganan kenakalan remaja melalui olahraga dan organisasi kepemudaan. Rabu (13/11/2019).

Narasumber yang dihadirkan dari Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, adalah Babinsa Serda Solikhin dan Kades Tulap, Sp (54), sedangkan pemandu acara adalah Mohamad Ibnu Mudzakar (45) dengan nama udara Ian Rakawinu, Manager Singosari.

Memulai acara, Serda Solikhin menjelaskan tentang ajakan kepada para pemuda desa berpartisipasi dalam organisasi spiritual/keagamaan, yang diantaranya remaja masjid, pemuda NU dan karang taruna. Selain itu juga melalui pendekatan penyuluhan.

“Selaku Babinsa, kita harus rajin untuk nimbrung jika ada kegiatan apapun di desa. Saat itulah kita mengarahkan untuk selalu memulai kegiatan dengan berdoa dan pesan moral lainnya,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan dari beberapa penelpon, Solikhin menyampaikan tentang pendampingan dari para orang tua sangat penting untuk membatasi penggunaan medsos yang dapat memicu kenakalan remaja.

“Peran orang tua juga menjadi kunci bagi remaja yang sedang mencari jati diri agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas yang bertentangan dengan budaya bangsa sehingga memicu kenakalan remaja,” tandasnya.

Sementara ditambahkan Kades Tulap, upaya nyata dari pihaknya adalah dengan menghidupkan kesenian rebana/hadroh (seni musik islam) serta kegiatan olahraga.

“Dengan support Babinsa, kami juga melakukan pencegahan dini terhadap kenakalan remaja melalui olahraga yaitu sepakbola, bola voli dan tenis meja,” ucap Tulap.

Pihaknya juga menggelar beberapa event pertandingan olahraga tersebut antar dusun dalam setiap kesempatannya. Dalam waktu dekat, dirinya juga akan menyiapkan minimal 7 meja pingpong di 7 RW/dusun di Limbangan.

“Dengan berorganisasi, para remaja akan lebih mudah untuk diarahkan karena mempunyai sosok figur pemimpin,” pungkas Kades yang baru 3 bulan menjabat tersebut.

Sekedar diketahui, acara dialog interaktif ini ditayangkan setiap hari Rabu pagi pukul 10.00-11.00 WIB. Pendengar dapat mengaksesnya untuk berdialog dengan para narasumber melalui telepon (0283) 671636. Dan dapat disaksikan melalui link youtube di https://youtu.be/7heRkU14Llk serta link radio streaming di http://singosarifmbrebes.radiostream123.com/. (Aan)

Jumat, 08 Maret 2019

Pembersihan Eceng Gondok di Kali Sigeleng

Brebes, Dalam upaya mencegah bahaya banjir di musim penghujan ini, Kelurahan Limbangan Kulon dan Kelurahan Limbangan Wetan melaksanakan karya bhakti di kali Sigeleng Brebes, Jum’at (08/03/2019).


Sasarannya adalah pembersihan enceng gondok yang menghambat  jalannya arus air, kegiatan ini juga bersinergi dengan anggota dari Polres Brebes dan masyarakat Limbangan kurang lebih 130 orang.
Menurut Danramil Brebes, Kapten Inf Nurhadi pembersihan saluran irigasi Sungai Sigeleng dari tanaman enceng gondok, merupakan langkah penting guna menghantarkan air ke muara Pantai Randusanga Kulon apabila terjadi debit air tinggi.
“Sehingga diharapkan air lancer tidak menggenangi rumah warga seperti tahun sebelumnya,” ujarnya di sela-sela karya bhakti tersebut. (Utsm0713)