Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2024

Dandim Brebes Beri Semangat Ratusan Putra Putri Pramuka Siaga Yang Mengikuti Lomba Ketangkasan

  Brebes - Sebanyak 357 orang putra putri pramuka siaga Kwartir Cabang Brebes mengikuti lomba ketangkasan kepramukaan bagi siswa sekolah dasar ini mengangkat tema “GESIT” Gembira Semangat Inovatif dan Terampil, bermottokan Sataku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan yang dibuka oleh Ka bKwarcab Brebes H. Emastoni Ezam, S.H., M.H di Desa Salem, Brebes, Jawa Tengah. Rabu (28/02/2024).


Pada upacara pembukaan Pesta Siaga menyampaikan bahwa pesta siaga dapat dijadikan ajang untuk menjalin persahabatan dan menguji keberanian para pramuka siaga.


Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si saat menghadiri upacar pembukaan memberikan semangat pada putra putri peserta Lomba Ketangkasan Siaga (LKS) “Anak-anakku peserta Pesta Siaga, jadikan ajang ini untuk menjalin persahabatan dengan teman-teman dari seluruh wilayah Kabupaten Brebes. Ikutilah kegiatan ini dengan hati yang gembira dan penuh semangat untuk menguji keberanian dan kemampuan kalian,” ujarnya dihadapan peserta.


Kegiatan kepramukaan, menurutnya, menjadi upaya untuk bersama-sama memperbaiki pola pendidikan anak-anak.


Berbagai kegiatan dalam kepramukaan dapat dirancang untuk menstimulasi anak kembali aktif peduli pada alam, membangun rasa percaya diri, rasa persaudaraan, berani menjawab tantangan, serta menanamkan rasa peduli dan saling menghormati antarsesama manusia.





“Pramuka menjadi jawaban dari berbagai hal yang saat ini menjadi satu persoalan yang mendasar, yaitu semakin hilangnya sikap gotong royong, dan toleransi,” imbuh Dandim.

Letkol Infanteri Sapto Broto berharap melalui gerakan Pramuka dan perhelatan Pesta Siaga ini, akan lahir kader patriot bangsa yang kuat, serta sehat jasmani dan rohani.


Selain itu, akan bermunculan generasi yang berkarakter, cerdas, dan pintar, sekaligus memiliki kecerdasan emosional yang terwujud pada sikap atau karakter yang peduli terhadap sesama manusia, dan mencintai alam lingkungan. (Pen0713).

Senin, 26 April 2021

Pramuka SWK Larangan Brebes Bagikan Ratusan Takjil Buka Puasa

 Brebes – Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, bagi-bagi takjil buka puasa di depan Makoramil Larangan, Jalan Raya Larangan No. 78 Brebes. Kamis sore (22/4/2021).







Dijelaskan Pjs. Danramil, Letda Infanteri M. Yazid melalui Bati Tuud, Peltu Maulana, takjil gratis dibagikan kepada para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan koramil.


“Ada 150 takjil yang kita siapkan bersama Pramuka SWK dan kita berikan kepada para pengguna jalan yang melintas sore ini,” terangnya.


Lanjut Maulana, kegiatan sosial itu merupakan bentuk kepedulian khususnya bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa serta untuk mengisi Hari Kartini.


“Untuk Mekanisme pembagiannya dilakukan saat kendaraan berhenti di lampu merah atau warga yang berhenti untuk mendapatkan takjil,” sambungnya.


Menurutnya, cara itu dilakukan agar tidak mengganggu arus lalu-lintas atau menimbulkan kecelakaan.


Tak hanya itu, mereka juga mengingatkan para penerima takjil agar memakai helm dan juga patuh Prokes dengan memakai masker. (Junaedi/Aan)

Jumat, 02 April 2021

Ini Materi Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar Se-Brebes

 Brebes – Kodim 0713 Brebes menggelar pembinaan wawasan kebangsaan Semester I TA. 2021, yang diikuti perwakilan pelajar dari 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes. Kamis (1/4/2021).





Dandim Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya TNI dalam pembentukan karakter dari para generasi penerus bangsa di Kabupaten Brebes.


“Untuk materi yang diberikan meliputi bela negara, proxy war, bahaya narkoba dan seks bebas, 4 pilar kebangsaan, serta etika sikap dan perilaku,” bebernya.


Sementara dijelaskan Kapten Arhanud Nediono, Danramil 15 Ketanggungan selaku pemateri bahaya narkoba dan seks bebas, bahwa narkoba adalah salah satu pemicu pergaulan seks bebas.


“Jika generasi muda sudah tercemar narkoba dan mengidap penyakit HIV/AIDS, maka hidup dan masa depan mereka akan hancur,”


Menurutnya, narkoba adalah penjajahan gaya baru untuk merusak generasi bangsa dalam jangka panjang. Saat bangsa nantinya memiliki pemimpin yang sudah tercemar narkoba, maka bangsa Indonesia akan mudah diambil atau dijajah.


Nediono juga menambahkan terkait manfaat medsos sekaligus bahayanya. Untuk itulah dirinya menekankan agar remaja lebih bijak dalam memposting atau mengomentari sesuatu di medsos agar tidak merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, dan yang lebih luas lagi.


“Jangan mudah terpancing atau terprovokasi pemberitaan di medsos yang belum tentu kebenarannya (hoax), saring sebelum share,” tandasnya. (Aan)

Senin, 01 Maret 2021

Baden Powell Day, Pramuka Brebes Lakukan Aksi Tanam Seribu Pohon di Larangan

 


Brebes – Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes dan Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan kegiatan “Aksi Peduli Bumi” dengan menanam seribu bibit pohon jati jenis JPPSP (Jati Plus Perhutani Stek Pucuk) di lahan seluas 2 hektar di petak 2F RPH Pamulihan, BKBH Larangan, KPH Balapulang. Minggu (28/2/2021).






Dijelaskan Ketua Kwarcab Kabupaten Brebes, H. Emastoni Ezam, SH. MH melalui Wiwid, anggota Kwarcab Brebes, Wiwid, tujuan kegiatan adalah untuk menanamkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup bagi para Pramuka se-Kecamatan Larangan, dalam memperingati Hari Baden Powell atau Baden Powell Day.


“Kita terus meneruskan cita-cita Bapak Baden Powell, yaitu pendidikan kepanduan yang bukan saja membuat anak-anak menjadi gembira dan bahagia, tetapi juga dapat membuat mereka mengetahui kewajiban-kewajibannya sebagai warga negara yang baik,” ungkapnya.


Ditambahkannya, ia berharap agar para pramuka selalu andil dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai wujud darma bakti dan eksistensinya untuk mengisi kemerdekaan.


Sementara itu, Asper BKPH Larangan, Bambang Wahono, sangat mengapresiasi upaya pramuka dalam membantu pihak terkait sebagai upaya melestarikan lingkungan hidup dan juga untuk mencegah terjadinya bencana alam tanah longsor di wilayah Desa Pamulihan.


Perlu diketahui, Baden Powell atau Robert Stephenson Smyth Baden Powell, adalah pensiunan tentara berpangkat Letnan Jendral yang lahir di London, Inggris pada tanggal 22 Februari tahun 1857.


Ia merupakan peletak dasar organisasi kepanduan dunia, yaitu pencetus jambore (pertemuan besar pandu sedunia) yang diadakan pertama kali di London tahun 1920. Karena dirinya mencurahkan kehidupannya untuk dunia kepanduan maka pada tanggal 22 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Baden Powell Day atau Founder's Day.


Selain diperingati sebagai salah satu hari di bidang kepanduan/kepramukaan, 22 Februari juga diperingati sebagai hari di bidang kepemudaan.


Terlepas dari Baden Powell, kegiatan reboisasi serupa juga telah dilakukan oleh Pramuka Peduli Kwarcab Brebes, dengan menanam 5.000 bibit pohon di kawasan Padang Penggembalaan Ternak Sapi Jabres, di wilayah Dukuh Maribaya, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu (28/10/2020).


Di tempat ini, Pramuka Peduli Kwarcab Brebes, Pramuka Peduli Kwarran Bumiayu, Sirampog, Salem, Tonjong, Saka Bhayangkara, Saka Wanabakti, Saka Kalpataru, Gugus Depan, Ubaloka, para relawan pecinta alam dan penanggulangan bencana di Kabupaten Brebes, serta sejumlah organisasi kepemudaan Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya, melakukan upaya penghijauan Nandur Makmur Hijaukan Bumi, untuk mengisi Hari Sumpah Pemuda Tahun 2020.


Disini, bibit pohon mahoni, mindi, pinus, cemara, albasia dan beberapa tanaman buah produktif lainnya telah ditanam di lahan seluas 5 hektar dari luas lahan Padang Penggembalaan Ternak Maribaya seluas 104 hektar. (Aan)

Minggu, 24 Januari 2021

Pramuka SWK Banjarharjo Brebes Galang Bantuan Bagi Korban Gempa Bumi Sulbar dan Banjir Kalsel

 


Brebes - Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) S. Parman Koramil 14 Banjarharjo, Kodim 0713 Brebes, juga melakukan penggalangan dana kemanusiaan bagi para korban banjir di Kalimantan Selatan yang berdampak kepada 10 kota dan kabupaten disana (15/1), dan juga gempa bumi di Mamuju serta Majene, Sulawesi Barat (15/1) yang setidaknya merenggut 78 jiwa.









Disampaikan Peltu Sartono, Bati Tuud Koramil Banjarharjo, para pelajar binaannya itu melakukan penggalangan dana di sekitar Pasar Banjarharjo. Minggu (24/1/2021).


“Dua puluh orang Pramuka SWK S. Parman, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 800 ribu pada hari ini,” bebernya.


Disampaikannya juga, dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Pramuka UNDlP Semarang, untuk dihimpun dan kemudian disalurkan ke lokasi bencana alam tersebut.


“Untuk rencana penggalangan besok akan dilakukan di lingkungan Pasar Cikakak, termasuk di jalan raya,” imbuh Pamong SWK itu.


Menurutnya juga, walaupun jumlah bantuan yang disalurkan tidak begitu besar, namun ini merupakan bentuk kepedulian Pramuka untuk membantu sesamanya yang tertimpa musibah.


“Ini juga merupakan salah satu pengamalan salah satu dari 5 krida SWK, yakni penanganan bencana alam. Kita ajarkan kepada mereka agar kelak menjadi pemimpin yang tanggap dan tangguh,” pungkasnya. (Aan)

Pramuka Saka Wira Kartika Salem Brebes Serahkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Alam Sirampog

  

Brebes – Belasan Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) binaan Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, turun langsung ke lokasi bencana alam tanah bergerak yang merusak infrastruktur jalan dan 26 pemukiman warga di Dukuh Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 15 Januari 2021 lalu. Minggu Siang (24/1/2021).








Selama dua hari (22-23/1), mereka menggalang dana di jalan dan warga masyarakat Salem, terkumpullah uang senilai Rp. 5.260.000, dimana tampak gambar bantuan itu diserahkan kepada perangkat Desa Manggis di Posko Bencana Alam desa tersebut.


Wasis, Anggota Polter BKPH Salem mengemukakan, pihaknya bersama Serka Wasim, Pamong SWK Koramil 13 Salem, dan juga Bhabinkamtibmas, memotivasi pramuka SWK untuk melakukan penggalangan dana, dan juga menghimbau kepada masyarakat Salem untuk membantu saudara-saudara mereka di Sirampog yang sedang kemalangan.


“Saya menyempatkan diri langsung mengantarkan anak-anak Pramuka SWK menyerahkan bantuan itu ke Posko Bencal. Saya bangga kepada mereka," ungkapnya.


Sementara dijelaskan Peltu Edy, Bati Tuud Koramil 10 Sirampog, dana bantuan telah dicatat dan dihimpun untuk selanjutnya akan digunakan membantu para korban terdampak sekaligus untuk relokasi tempat tinggal mereka yang baru.


"Puluhan warga terdampak itu direncanakan akan segera dibuatkan hunian sementara di tanah wakaf dan tanah bengkok milik desa," paparnya.


Peltu Edy menambahkan, mewakili keluarga terdampak bencal dan Pemerintah Desa Manggis, ia mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian seluruh komponen masyarakat Kecamatan Salem, TNI-Polri, dan Pramuka tersebut dimana mereka melakukan tugas salah satu krida dari 5 krida SWK, yakni penanganan bencana alam. (Aan)

Pramuka Saka Wira Kartika Salem Brebes Turun ke Jalan Galang Bantuan Bencana Alam

 


Brebes – Anak-anak Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) binaan Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, melakukan penggalangan bantuan kemanusiaan bencana alam tanah bergerak yang merusak infrastruktur jalan dan merusak 26 pemukiman warga di Dukuh Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada 15 Januari 2021 lalu.






Dijelaskan Serka Wasim, Babinsa Salem yang sekaligus Pamong SWK Salem, bahwa para anak asuhnya itu melakukan penggalangan dana kepada segenap elemen masyarakat Salem, TNI-Polri, Perhutani, dan juga di jalan raya.


“Anak asuh kami juga melakukan penggalangan dana di depan Makoramil Salem dan juga di depan Kantor Kecamatan Salem, selama dua hari yaitu Jumat dan Sabtu kemarin,” bebernya, Minggu (24/1/2021).


Menurutnya, apa yang mereka lakukan sebagai bentuk kemanusiaan dan juga salah satu implementasi di lapangan terkait salah satu dari 5 krida SWK, yakni bencana alam.


“Kita hanya memotivasi mereka untuk berjiwa sosial, melakukan salah satu krida SWK yaitu membantu Pemda dalam menanggulangi bencana alam, dan juga memoles mereka agar kelak menjadi pemimpin bangsa yang peka lingkungan,” tandasnya.


Ditambahkannya, untuk dana yang terkumpul sebanyak Rp. 5 juta, akan diserahkan langsung siang ini kepada Perangkat Desa Manggis untuk dihimpun dan digunakan membantu saudara-saudara mereka yang kemalangan itu.


“Saat Salem terjadi bencana alam tanah longsor pada 22 Februari 2018 lalu, dimana saat itu infrastruktur rusak dan menelan korban jiwa 24 orang dan belasan luka-luka, bantuan dari seluruh penjuru Indonesia berdatangan tanpa diminta. Untuk itulah kita juga harus melakukannya,” pungkasnya. (Aan)

Selasa, 08 Desember 2020

Para Relawan dan Pramuka SWK Berikan Bantuan Sosial Korban Longsor Paguyangan Brebes

 


Brebes – Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, kembali terjun ke lokasi bencana alam di wilayahnya, yakni Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk memberikan bantuan sosial. Selasa (8/12/2020).







Tampak Sertu Sugeng Widodo, Pamong SWK, memimpin anak didiknya untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Dukuh Menteng RT. 13 RW. 01 Desa Ragatunjung, Paguyangan.


“Bantuan sosial berupa mie instan sebanyak 15 dus yang diperuntukkan bagi warga setempat yang terkena musibah bencana tanah longsor,” ungkapnya.


Sugeng berharap bahwa bantuan dapat sekedar meringankan keempat keluarga yang terdampak langsung longsor tebing setinggi 30 meter yang terjadi pada 2 Desember 2020 pukul 16.00 WIB lalu, dimana dikarenakan hujan yang terus-menerus.


“Tidak ada korban jiwa dari musibah itu. Sampai saat ini hanya Ibu Muplikha (40) saja yang masih menumpang di rumah saudaranya,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Desa Ragatunjung, Masduki SE, menyatakan terima kasih atas kepedulian para pelajar.


“Saya sangat mengapresiasi kepedulian anggota pramuka kepada warga kami, dan kami tidak melihat nilainya namun dan perhatian itu,” ungkapnya.


Selain itu Masduki juga menyatakan terima kasih kepada para relawan yang terdiri dari puluhan anggota Uar Al Fatah Kecamatan Sirampog, TNI, dan warga setempat, dimana hari ini masih melakukan kegiatan kerja bakti meratakan tanah yang menumpuk di samping rumah, membersihkan sisa-sisa rumpun bambu, dan mengamankan batu bata yang masih dapat digunakan untuk perbaikan rumah nantinya. (Aan)

Selasa, 01 Desember 2020

Inilah Berbagai Edukasi Bagi Pramuka Saka Wira Kartika Brebes

 


Brebes – Puluhan pelajar pramuka penegak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang menjadi binaan jajaran Kodim 0713 Brebes, yaitu Pramuka Saka Wira Kartika (SWK), kembali dibekali Wawasan Kabangsaan (Wasbang) di Aula Jenderal Soedirman, Makodim Brebes. Rabu (2/12/2020).









Disampaikan Dandim Brebes, Letkol Armed Muhammad Haikal Sofyan melalui Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim Brebes, Kapten Infanteri Surikan, bahwa kegiatan ini merupakan Semester ke-2 TA. 2020.


Untuk materi yang diberikan meliputi bela negara, empat pilar konsensus kebangsaan, bahaya narkoba dan pergaulan bebas, serta bahaya proxy war.


“Pembinaan dan pembentukan karakter masyarakat atau generasi muda ini merupakan rutinitas Kodim Brebes setiap tahunnya, dan kali ini masih dilangsungkan dalam nuansa pandemi covid sehingga juga diterapkan protokol kesehatan sekaligus mengedukasi, yaitu cuci tangan dan physical distancing,” ungkapnya.


Menurutnya, ini merupakan upaya kepedulian terhadap generasi muda khususnya di kalangan pelajar karena kebanyakan dari pelajar laki-laki disibukkan dengan game online, sedangkan yang perempuan condong menonton film Korea.


“Jika tidak mendapatkan arahan dengan baik maka generasi muda dapat melupakan karakter bangsa Indonesia dan bahkan bisa terjerumus ke dalam pergaulan bebas, narkoba dan lain-lain, yang tentunya akan merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tandasnya.


Dijelaskannya lanjut, semua kegiatan dalam organisasi SWK semuanya positif, bahkan salah satu dari 5 kridanya adalah perbantuan penanggulangan bencana alam.


Sementara ditambahkan singkat oleh Ketua DKC (Dewan Kerja Cabang) Kwarcab Brebes, Ahmad Mukhroji, bahwa Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan kepulauan dengan beraneka ragam suku bangsa, adat istiadat, budaya, agama, dan bahasa, sehingga apabila dikelola dengan baik maka akan menjadi kekayaan dan kekuatan yang luar biasa untuk menjadikan sebuah negara yang besar dan unggul kedepannya.


“Namun sebaliknya, apabila tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi sumber konflik yang tidak akan ada habisnya, sehingga perlu dihindari sifat kedaerahan atau primordialisme yang akan menimbulkan perpecahan yang mengancam keutuhan NKRI,” bebernya.


Ditambahkannya, itu karena asal usul nenek moyang bangsa Indonesia adalah sama, sehingga setiap individu harus saling menghormati dan menghargai tanpa membedakan SARA (Suku Ras dan Agama).


Tak lupa dirinya mengajak para peserta pembekalan Wasbang untuk menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai jiwa nasionalisme yang mempunyai semangat bela negara termasuk menghadapi ancaman proxy war.


Pasalnya, hanya dengan semangat tersebut maka NKRI akan tetap utuh dan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya. (Aan)

Senin, 30 November 2020

Penyiapan Pramuka SWK Paguyangan Untuk Membantu Penanggulangan Bencana di Brebes Selatan

  

Brebes – Puluhan anggota pramuka penegak Saka Wira Kartika (SWK) Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diberikan pelatihan 5 krida secara berkala oleh Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes. Senin (30/11/2020).









Dijelakan Pamong SWK Koramil 11 Paguyangan, Sertu Sugeng Widodo, bahwa kali ini materi yang diberikan adalah krida Navigasi Darat (Navrat) dan juga krida pioner.


“Untuk materi Navrat kali ini yaitu tentang cara menentukan koordinat dengan menggunakan protektor dan peta, serta pengenalan kompas prisma. Sedangkan untuk pioner yaitu cara membuat simpul hidup dan anyam rangkap, serta membuat tandu dragbar,” bebernya.


Sementara dikemukakan Ketua Dewan Saka Wira Kartika Koramil 11 Paguyangan, Puput Ega Safitri (18) mewakili rekan-rekannya, bahwa dirinya berharap apa yang dilakukan dapat bermanfaat bagi mereka pribadi maupun bagi masyarakat nantinya karena mereka adalah calon penerus bangsa.


“Kami terus diasah oleh Pamong Saka sehingga diharapkan kami siap membantu TNI dan pihak terkait jika terjadi bencana alam khususnya di wilayah Kabupaten Brebes selatan,” ungkapnya.


Puput tak lupa mengapresiasi Sertu Sugeng karena membimbingnya dengan sabar, humoris, dan kekeluargaan. (Aan)