Tampilkan postingan dengan label SAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2020

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Curug Rambukasang Brebes


Brebes – Dasirun (23), pemuda yang tenggelam di Curug Rambukasang, Dusun Grogol, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu sore (14/6), akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan. Senin pagi (15/6/2020).







Tim SAR Kabupaten Brebes mendapatkan bantuan dari Tim SAR Basarnas Kabupaten Cilacap, Polsek dan Koramil Ketanggungan, Polhut Banjarharjo, SAR Brebes, Ubaloka, PMI Brebes dan warga sekitar, untuk menemukan korban tenggelam.

I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap mengatakan, pihaknya memberangkatkan satu regu beserta peralatan lengkap berupa rescue car carrier, rubber boat, 1 set alat selam, dan 1 set pakaian hazmat usai mendapatkan telpon dari Waryadi, Ketua SAR Brebes pada pukul 19.00 WIB.

“Setelah dilakukan pencarian dengan menyelam selama 15 menit, jenazah akhirnya kami temukan sekitar pukul 08.15 WIB pagi ini,” ungkapnya.

Penyelaman dilakukan menggunakan sistem circle, yaitu gerakan memutar dari titik tenggelamnya korban, yaitu di curug luas 5 meter dan kedalaman kurang lebih 7 meter.

Evakuasi korban dilakukan manual dengan berjalan kaki sekitar satu jam perjalanan menuju desa terdekat, karena cara itu merupakan satu-satunya akses dengan medan yang terjal. Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan kendaraan menuju ke Puskesmas Cikeusal, Ketanggungan, guna penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukanya korban maka secara resmi operasi SAR ditutup dan semua unsur dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Dijelaskan Danramil 15 Ketanggungan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa kejadian terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB, di Curug Rambukasang di kawasan hutan milik Perhutani petak 81 g RPH Ciseureuh, BKPH Banjarharjo Timur.

“Satu pemuda asal Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, meninggal dunia, sementara dua kawan yang merupakan tetangganya selamat yaitu Widi (25) dan Komar (23),” ungkapnya.

Ditambahkannya, faktor tak bisa berenang menyebabkan musibah tersebut terjadi.

“Jelas sangat penting bagi anak untuk belajar berenang sejak dini untuk meminimalisir resiko tenggelam,” tandasnya. (Aan)

Selasa, 28 Mei 2019

Bocah Jagalempeni Tewas Tenggelam, Terseret Arus Kali Pemali Brebes

Brebes – Adalah Ardan Amaluki, bocah 13 tahun yang tenggelam di Kali Pemali di Desa Jagalempeni Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes saat mandi bersama 4 orang temannya, ditemukan Tim SAR bersama warga dalam pencarian selama satu jam lebih. Selasa (28/5/2019).

Menurut sumber yaitu Danramil 03 Wanasari, Kapten Infanteri Turiman, Almarhum yang tenggelam sekitar pukul 14.00 WIB ditemukan pada pukul 15.10 WIB sekitar 20 meter dari lokasi hanyut saat mandi.

“Almarhum Ardan Amaluki terperosok ke bagian tengah Kali Pemali yang dalam dan tenggelam karena tidak bisa berenang,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, melihat Ardan tenggelam, keempat temannya panik dan segera menepi untuk melaporkan kejadian kepada Ketua RT serta perangkat desa lainnya.

“Kejadian sudah ditangani pihak Polsek Wanasari. Dari kejadian ini sangat penting memberikan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya bermain di sungai berarus serta tak kalah penting adalah mengajarinya berenang sejak dini,” imbuhnya. (Aan Brebes).

Rabu, 06 Maret 2019

TNI Koramil 14/Banjarharjo Bersama Anggota SAR Bantu Warga Korban Puting Beliung

Brebes, Angin puting beliung terjadi di Desa Malahayu Brebes. Rabu (06/03/2019).

Bencana yang terjadi pada sore hari pukul 14.30 Wib itu mengakibatkan mengakibatkan pohon tumbang dan rusaknya 82 rumah warga, dari rusak ringan, sedang dan juga rusak berat.
   
Babinsa Malahayu Sertu Sagiman menyambangi lokasi usai mendengar kabar bencana tersebut. "Saya langsung datang ke lokasi, bersama dengan anggota SAR setempat lalu membantu warga melakukan evakuasi," bebernya

Upaya yang dilakukannya adalah membersihkan lokasi dari puing-puing reruntuhan atap. Juga melakukan pendataan kerusakan rumah akibat bencana angin puting beliung.

Selain itu, anggota Koramil 14 juga menyatakan diri untuk siap membantu membangun kembali rumah milik warga yang rusak.

Hasil pendataan yang diperoleh bersama perangkat desa mendata rumah yang tekena dampak angin puting beliung tersebut diantaranya Blok I RT 06/Rw 02 ada 32 rumah, Blok II RT 07/Rw 03  ada 36 rumah dan Blok III RT 09/Rw 04 ada 14 rumah, data ini didapat pukul 16.00 Wib.

“Kami berterima kasih atas kepedulian dari bapak bapak TNI, sehingga musibah yang menimpa kami dapat sedikit teringankan,” ujar salah seorang warga yang tertimpa musibah. Toto Iryanto (43).

Adapun, kerugian pada bencana kali masih dalam pendataan dan korban jiwa dalam kejadian ini dipastikan nihil. Dilaporkan oleh Danramil 14 Kapten Inf Agus selaku Komandan Teritorial wilayah Kecamatan Banjarharjo kepada Dandim 0713/Brebes.(Utsm0713)

Jumat, 22 Februari 2019

Hari Kedua Tim Gabungan Cari Korban Tenggelam

Brebes, Sejumlah Pegiat, Peduli dan Sukarelawan yang terlihat hari ini mencari korban anak tenggelam yang sebelumnya ditunda karena cuaca di sungai Pemali Desa Kaliwlingi Brebes. Sabtu (23/02/2019).


Tidak luput dari TSMNews.com, Tim Basarnas, SAR Brebes, Koramil, Polsek, BPBD dan warga setempat, terlihat dari kejauhan Tim Pramuka Peduli Brebes dalam memantau target pencarian korban, peralatan dan perlengkapan sudah diturunkan diantaranya 2 perahu karet dan perahu nelayan ditambah 1 perahu speedboat milik wisata mangrovesari.

Pencarian hari kedua ini dilakukan pagi-pagi sekali dengan memmanfaatkan arus air yang masih tenang, namun hingga pukul 11.45 wib dihentikan pencarian disebabkan arus air sungai mulai deras. Pencarian dihentikan dan seluruh Tim Gabungan melaksanakan istirahat dan beribadah sholat dhuhur sambal menunggu arus air tenang. Ujar Kak Dowol (Kaos Loreng Coklat) salah satu Tim Pramuka Peduli Brebes yang selalu aktif menjadi sukarelawan.

Pencarian korban atasnama Anwar (10) Desa Kaliwlingi RT. 3 RW.3 menjadi target dan konsentrasi yang tinggi, sebab arus air saat ini masih deras, namun Tim Gabungan tetap bersemangat dalam mencari amal ibadah sebagai balasan diakhir perjuangan ini. (TSMnews.com).