Tampilkan postingan dengan label Curug. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curug. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2021

Jasad Pembolang Pohon Porang Ditemukan Tersangkut Bebatuan di Curug Cimunding Salem Brebes

  

Brebes – Pencarian pemuda asal Dusun Mancager RT/RW. 02, Desa Bentarsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Risko (24) akhirnya membuahkan hasil setelah jasad pemuda tersebut ditemukan mengapung dan tersangkut bebatuan di sekitar Curug Cimunding, Salem. Minggu siang (10/1/2020).







Tim gabungan yang berjumlah sekitar 100 orang dengan dipimpin Serma Wartono, anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Kecamatan Salem, mulai melakukan pencarian dengan menyusuri hutan dimana sebelumnya warga setempat ada yang melihat keberadaan korban yang mondar-mandir di perkebunan antara wilayah Desa Gandoang dengan Desa Kadumanis, Salem.


“Kami melakukan pencarian terhadap saudara Risko yang dilaporkan keluarganya tidak pulang ke rumah sejak Jumat sore,” terang Serma Wartono.


Dijelaskannya lanjut, Almarhum sebelumnya juga tidak berpamitan kepada keluarganya, namun sempat dilihat oleh ayah tirinya dengan mengenakan kaos lengan panjang warna merah-hitam, topi hitam, dan celana pendek warna putih, membawa karung dan golok.


“Dari laporan Pak Muh (45), warga setempat yang melihat saudara Risko saat ia juga sedang mencari bibit pohon porang di wilayah perkebunan Desa Gandoang-Kadumanis, tim gabungan melakukan upaya pencarian disana dengan berjalan kaki menyusuri tebing dengan medan yang terjal,” tandasnya.


Setelah tim gabungan yang dipecah menjadi 4 tim kecil melakukan pencarian beberapa sejak pukul 08.00 WIB belum menemukan tanda-tanda keberadaan Risko, akhirnya mereka beristirahat sejenak pada pukul 12.00 WIB sambil melakukan koordinasi selanjutnya.


Tim itu kemudian melakukan pencarian kembali dengan memutar perbukitan terjal, sampai akhirnya mereka mendapatkan kabar dari Muhammad, perangkat desa Kadumanis bahwa ada mayat di Curug Cimunding.


“Saya melihat ada mayat di bebatuan di Curug Cimunding saat juga sedang mencari bibit pohon porang, dan kemudian saya segera memberitahukan kepada tim gabungan,” ungkap Muhammad.


Masih kata Muhammad, tim gabungan itu langsung menuju curug dengan menyusuri medan yang terjal di aliran Sungai Cigorek, yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari perkebunan itu.


Sementara disampaikan Kapolsek Salem, Iptu Suprapto, bahwa Almarhum Risko Bin Almarhum Catim, diduga terperosok ke jurang di atas Curug Cimunding yang berketinggian 15 meter, saat mencari bibit pohon porang/badur.


“Pengangkatan jenazah dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB, untuk dievakuasi ke Puskesmas Bentarsari, guna dilakukan visum oleh dr. Riana Harsana, Kepala Puskesmas Bentarsari,” paparnya.


Akhirnya pada pukul 16.00 WIB, korban sudah diantarkan ke rumah duka untuk prosesi pemakaman di TPU setempat.


Atas perjuangan tim gabungan, keluarga korban dan perangkat desa mengucapkan terima kasih.


Untuk diketahui, tim gabungan dari Kecamatan Salem yang yang terdiri dari anggota TNI Koramil 13 Salem, Polsek, relawan Bangbara Adventure, Banser, Komunitas Travel Salem-Jakarta, Pemdes Bentarsari, serta masyarakat dari Desa Bentarsari, Ciputih, Gandoang, dan Desa Kadumanis. (Yadi/Aan)

Selasa, 16 Juni 2020

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Curug Rambukasang Brebes


Brebes – Dasirun (23), pemuda yang tenggelam di Curug Rambukasang, Dusun Grogol, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu sore (14/6), akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan. Senin pagi (15/6/2020).







Tim SAR Kabupaten Brebes mendapatkan bantuan dari Tim SAR Basarnas Kabupaten Cilacap, Polsek dan Koramil Ketanggungan, Polhut Banjarharjo, SAR Brebes, Ubaloka, PMI Brebes dan warga sekitar, untuk menemukan korban tenggelam.

I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap mengatakan, pihaknya memberangkatkan satu regu beserta peralatan lengkap berupa rescue car carrier, rubber boat, 1 set alat selam, dan 1 set pakaian hazmat usai mendapatkan telpon dari Waryadi, Ketua SAR Brebes pada pukul 19.00 WIB.

“Setelah dilakukan pencarian dengan menyelam selama 15 menit, jenazah akhirnya kami temukan sekitar pukul 08.15 WIB pagi ini,” ungkapnya.

Penyelaman dilakukan menggunakan sistem circle, yaitu gerakan memutar dari titik tenggelamnya korban, yaitu di curug luas 5 meter dan kedalaman kurang lebih 7 meter.

Evakuasi korban dilakukan manual dengan berjalan kaki sekitar satu jam perjalanan menuju desa terdekat, karena cara itu merupakan satu-satunya akses dengan medan yang terjal. Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan kendaraan menuju ke Puskesmas Cikeusal, Ketanggungan, guna penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukanya korban maka secara resmi operasi SAR ditutup dan semua unsur dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Dijelaskan Danramil 15 Ketanggungan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa kejadian terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB, di Curug Rambukasang di kawasan hutan milik Perhutani petak 81 g RPH Ciseureuh, BKPH Banjarharjo Timur.

“Satu pemuda asal Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, meninggal dunia, sementara dua kawan yang merupakan tetangganya selamat yaitu Widi (25) dan Komar (23),” ungkapnya.

Ditambahkannya, faktor tak bisa berenang menyebabkan musibah tersebut terjadi.

“Jelas sangat penting bagi anak untuk belajar berenang sejak dini untuk meminimalisir resiko tenggelam,” tandasnya. (Aan)

Sabtu, 08 Februari 2020

Longsor Batu Raksasa, Objek Wisata Curug Cantel Brebes Sementara Ditutup Untuk Umum


Brebes – Hujan deras yang telah mengguyur wilayah Kabupaten Brebes Selatan, Jawa Tengah, khususnya di wilayah Kecamatan Sirampog, mengakibatkan tebing di lokasi Objek Wisata (OW) Curug Cantel, Desa Batursari, longsor (7/2).






Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa sekitar pukul 18.00 WIB terjadi longsor akibat tanah dan bebatuan tebing di OW tersebut labil akibat diguyur hujan deras mulai pukul 16.00 WIB.

“Tebing longsor setinggi 70 meter di OW Curug Cantel, wilayah Hutan Perhutani RPH Igirklanceng petak 13 C, dengan lebar mencapai 15 meter. Untuk material longsor berupa tanah dan batu-batu ukuran besar,” jelasnya.

Mendapatkan laporan, pihak Koramil bersama segenap unsur dan pihak terkait, segera meluncur ke lokasi. Mereka memasang petunjuk/larangan serta police line agar masyarakat dan pengunjung untuk sementara tidak memasuki kawasan tersebut.

“Ini untuk menghindarkan korban jiwa jika terjadi potensi longsor susulan,” tandasnya.

Sementara ditambahkan Budi Sujatmiko, dari Satgas Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Brebes, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemdes setempat dan unsur terkait guna pelaksanaan kerja bakti penanganan. Pasalnya, di bawah titik longsor merupakan jalan raya sehingga sangat membahayakan para pengguna jalan.

Tidak ada korban jiwa karena saat kejadian sepi pengunjung. Ini karena sudah sore ditambah hujan.

Tampak di OW tersebut, sebuah bongkahan batu besar menimpa gazebo dan warung yang mengalami kerusakan yang cukup berarti.

Sampai dengan berita ini terbit, OW Curug Cantel untuk sementara ditutup bagi umum. (Aan)