Tampilkan postingan dengan label gerakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gerakan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Januari 2024

Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias, Koramil Banjarharjo Gelar Karya Bakti Pembersihan di Pasar Tradisional

 Brebes - Dalam rangka Menjaga Kebersihan Lingkungan Pasar Tradisional Koramil 14 Banjarharjo, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma bersama muspika kecamatan Banjarharjo melaksanakan kerja bakti membersihkan pasar tradisional Cikakak yang berada di Desa Cikakak, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (26/01/2024)


Danramil 14 Banjarharjo, Kapten Infanteri Agus Widodo mengungkapkan, jika kegiatan Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias yang dibingkai dalam Karya Bakti kali ini sengaja dilaksanakan di pasar tradisional Desa Cikakak dikarena kondisi sampah banyak yang berserakan dan saluran air tersumbat sehingga nanti pastinya akan mengundang banyak penyakit. 






Kegiatan ini adalah salah satu bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.


"Kegiatan ini juga sebagai bentuk implementasi dari pembinaan teriritorial Koramil 14 Banjarharjo hal itu sudah menjadi tugas pokok TNI AD khususnya di Komando kewilayahan, sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sasaran kerja bakti in di fokuskan pengangkatan dan pembersihan sampah serta pembersihan saluran air yang berada di parit depan pasar tersumbat karena sampah." terangnya.


"Di harapkan kegiatan seperti ini bisa menyadarkan bagi pengguna pasar, baik penjual maupun pembeli bahwa kebersihan pasar adalah tanggung jawab bersama. Sehingga nantinya pengunjung pasar tidak sembarangan membuang sampah.” Tutup Danramil. (Pen0713)

Kamis, 04 Februari 2021

Inilah Rincian Sabtu-Minggu Sebagai Gerakan Jateng di Rumah Saja

  

Brebes - Menindaklanjuti atas kebijakan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang gerakan Jateng di Rumah Saja diberlakukan esok, Sabtu-Minggu (6-7/02/2021).






 

Dalam sejumlah ketentuan mengenai hal tersebut yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443.5/0001933 tertanggal 2 Februari 2021.

 

Dalam SE tersebut, Komandan Koramil 11 Paguyangan Kapten Arh Suryadi, SH bersama Kapolsek Paguyangan mengajak masyarakatnya agar tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah pada Sabtu dan Minggu besok.

 

Berikut poin-poin penting gerakan Jateng di Rumah Saja” Kata Danramil

 

“Diantaranya Pasar, toko, dan tempat wisata ditutup. Tempat yang berpotensi memunculkan kerumunan seperti di bawah ini bakal ditutup selama dua hari, meliputi Car free day, Mal, Pasar, Jalan, Tempat wisata, Pembatasan hajatan dan pernikahan (dilaksanakan tanpa mengundang tamu), Kegiatan lain yang berpotensi memunculkan kerumunan”. Tegas Kapten Suryadi.

 

“Adapun pengecualian untuk sektor esensial, diantaranya meliputi Fasilitas kesehatan, Kebencanaan, Perbankan, Keamanan, Energi, Komunikasi dan tekologi, informasi, Keuangan, Logistik, Kebutuhan pokok masyarakat, Perhotelan, Konstruksi, Industri strategis, Pelayanan dasar, Utilitas public dan Industri vital nasional”. Imbuhnya.

 

Sementara Iptu Kasam, SH Kapolsek Paguyangan menambahkan bahwa “Operasi yustisi di setiap wilayah diantaranya Satpol PP, TNI/Polri, dan instansi terkait di setiap wilayah yang akan menggelar operasi yustisi serentak demi menegakkan disiplin penerapan protokol kesehatan”. Paparnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Ganjar meminta kesempatan tutup itu bisa dimanfaatkan untuk bersih-bersih, sekaligus penyemprotan disinfektan. Adapun tujuan dari pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja adalah menekan persebaran virus corona penyebab Covid-19.

 

“Hanya dua hari saja tempat-tempat keramaian, pariwisata, toko pasar, kita istirahat dulu. Yang nantinya pasar-pasar kesempatan kita semprot semuanya biar sekalian bersih, tempat pariwisata juga ditutup dulu,” jelasnya Kapolsek.

 

Himbauan ini dilakukan dengan harapan gerakan Jateng di Rumah Saja bisa memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sehingga, gerakan itu akan memberi dampak pada penurunan kasus Covid-19. (Oedjank).

Kamis, 06 Februari 2020

Ibu-Ibu PKK Desa Wanasari Berdayakan Perempuan Untuk Kebersihan Lingkungan


Brebes -  Peran ibu-ibu PKK atau Pembinaan Kesejahteraan keluarga adalah suatu organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesejahteraan Indonesia. PKK bermula dari seminar Home Economic di Bogor pada tahun 1957 bertujuan sebagai gerakan pembangunan masyarakat. Pada tahun 1967.




Kali ini Ibu-ibu PKK Desa Wanasari, yang berada diwilayah Teritorial Koramil 03 Wanasari, Kodim 0713 Brebes, Jawa Tengah, (04/02) kemarin telah melakukan hal yang luar biasa, dimana Ibu PKK yang dipimpin oleh Sri Andriyani (39) istri dari Kepala Desa Eko Alri Surono, SP membersihkan lingkungan bersama anggotanya di tanggal kali pemali yang sebelumnya dipasang ban-ban mobil bekas guna mengurangi abrasi. Jum’at (07/02/2020).
Sri Andriyani selaku Ketua Penggerak PKK Desa selalu aktif dalam mensukseskan Program PKK dimana untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.
“Adapun 10 program pokok PKK yaitu penghayatan dan pengamalan pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tatalaksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, program kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat”. Tutur Andri panggilan akrabnya.
Demikian pula hal yang disampaikan oleh Kepala Desa Eko Alri Surono, SP, “Keberlangsungan hidup seorang manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungannya. Dengan lingkungan yang bersih, akan berdampak positif program lingkungan bersih terhadap hidupnya. Akan tetapi, tidak sedikit manusia yang peduli terhadap lingkungannya. Mereka lebih peduli terhadap diri sendiri dan melupakan kepentingan bersama”.
Kegiatan Ibu-ibu PKK diakhiri dengan berswafoto bersama Kades dan intrinya. (Utsm)

Selasa, 17 September 2019

Rakor Gerakan Pungut Sampah Dalam Rangka World Clean Up Day


Brebes - Seperti namanya, Gerakan Pungut Sampah adalah gerakan memungut sampah yang tercecer atau berserakan dengan tujuan mengajak warga Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes untuk tidak membuang sampah sembarangan. "Gerakan ini ada karena kami resah masih banyak orang Indonesia khususnya orang Brebes buang sampah sembarangan, tidak pada tempatnya," jelas Camat Wanasari Nuruddin, SH pada saat Rakor Gerakan pungut sampah di Aula Kecamatan Wanasari dalam rangka World Clean Up day. Selasa (17/09/2019).




Gerakan ini rencananya akan diadakan di sejumlah tempat mulai dari pertigaan Desa Pesantunan ke utara sampai Desa Sawojajar panjangnya kurang lebih 8 km dan pertigaan Luwes ke selatan sampai Desa Sigentong yang diperkirakan hampir 6 km. Tambah Camat Wanasari.

Danramil 03/Wanasari Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Turiman, Menurutnya mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan memerlukan kesabaran dan penyampaiannya harus menyenangkan. "Kita nggak bisa marah-marah ngomong eh jangan buang sampah sembarangan, dong! kita harus pelan-pelan dan sabar waktu ngajak buang sampah pada tempatnya. Apalagi ke anak muda kita harus pakai cara yang fun," jelasnya.

Untuk memupuk semangat buang sampah pada tempatnya, Danramil menuturkan bahwa pelaksanaan gerakan pungut sampah di hari sabtu (21/9) mulai pukul 07.00 sudah dimulai, Tambahnya.

Personel yang akan dilibatkan diantaranya dari Kecamatan, Koramil, Polsek, Siswa SMA/SMK/MA, SMP, SD, Banser, Organisasi masyarakat lainnya dan para Kades beserta perangkat serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes. (Utsm)

Minggu, 15 September 2019

Ratusan Orang di Tonjong Brebes, Berebut Sampah Di Kali Kalong

Brebes – Setidaknya 500 orang dari berbagai kesatuan, elemen masyarakat maupun pelajar, turun ke Kali Kalong, Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk membasmi sampah. Minggu (15/9/2019).






Operasi sampah yang bertemakan “Gerakan Operasi Bersih Kali Kalong Kudu Resik,” muncul karena tumpukan sampah di Sungai Kalong ini sudah sangat memprihatinkan.

Dibenarkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa sasaran kerja bakti meliputi pembersihan sampah sejauh kurang lebih 1 kilometer serta di lingkungan Pasar Linggapura.

“Pembersihan sampah ini sebagai aksi kepedulian masyarakat bersama TNI dan segenap komponen lainnya, dengan harapan agar masyarakat tergugah budaya malu untuk membuang sampah di sungai,” ucapnya.

Dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes, Edi Kusmartono, M.Si bahwa, gerakan tersebut merupakan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Setidaknya 50 elemen masyarakat ikut dalam kegiatan bersih-bersih ini.

“Sedikitnya 5 truk sampah dan sepeda motor roda 3 dikerahkan untuk mengangkut sampah untuk dibuang ke TPA Desa Kalijurang,” ucapnya.

Alat peralatan lain yang digunakan meliputi garuk sampah 50 buah, karung bekas 200 lembar, keranjang 50 buah dan puluhan cangkul.

Sebelum pelaksanaan, dilakukan apel pagi pembagian tugas/sektor pembersihan serta pembagian masker dan sarung tangan. Tidak ada alat berat yang digunakan, mereka secara manual memunguti sampah dengan peralatan seadanya.

“Ada tiga titik yang menjadi fokus pembersihan. Namun, yang paling parah berada di bawah jembatan dekat Pasar Linggapura, dimana sampah menumpuk sampai menutupi sungai,” imbuhnya.

Edi juga menyatakan bahwa aksi ini adalah jangka pendek, sehingga harus ada langkah jangka panjang guna meminimalisir terjadinya penumpukan sampah kembali.

“Harus ada rencana ke depan. Terutama dari pihak pemerintah desa dan masyarakat setempat. Jangan sampai setelah bersih-bersih ini, sungainya kembali kotor,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Linggapura, Zainal Asikin, mengatakan, pihaknya telah merencana untuk pengelolaan sampah dengan akan membeli 4 armada guna mengangkut sampah rumahan menuju ke TPA.

“Kami juga akan menyiapkan tong sampah dalam jumlah ribuan tahun ini setelah dana desa turun,” katanya.

Kegiatan juga diikuti Camat Tonjong Cecep Aji Suganda AP, M.Si, Kapolsek AKP Tuhirman S.Sos, MM, seluruh Kades se-Kecamatan serta berbagai Ormas (Tagana, Senkom, Kokam, Ansor, Pemuda Pancasila, Pemuda Peduli Desa, Karang Taruna, Rohana, Getir, Muslim dan Dikandang). (Aan)