Sabtu, 18 Mei 2019

Polres Brebes dan Komunitas Trabas Bagi Takjil Gratis

Polres Brebes - Setelah beberapa hari sebelumnya, Komunitas pecinta sepeda yang tergabung dalam “Gowes Promoter” berbagi dengan warga di Bulan Ramadhan dengan membagikan makanan berbuka puasa (Takjil), aksi yang sama kembali dilakukan Polres Brebes dan komunitas motor trail yang tergabung dalam Team Bhayangkara Trail Polres Brebes dengan membagikan nasi kotak dan takjil kepada pengguna jalan di Brebes, Jumat (17/5/2019).

       
Kegiatan dengan tajuk “Ngabuburit bagi – bagi Takjil” yang dipusatkan di sekitar pos Polisi (Pospol) Gedung Nasional Jalan Jenderal Sudirman, dilaksanakan sejak pukul 16.30 Wib hingga sesaat menjelang berbuka puasa. 

Ratusan paket nasi kotak dan takjil habis dibagikan kepada pengguna jalan seperti sopir, pengendara sepeda motor dan mobil, bahkan hingga tukang becak.

Salah satu anggota Polres Brebes yang tergabung dalam Komunitas Trail tersebut, yakni Ipda Ibnu Setiyadi mengatakan, bagi-bagi makanan dan takjil di bulan Ramadhan merupakan dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat setempat.

Acara tersebut juga merupakan agenda rutin yang dilakukan selama Ramadan setiap tahun.

"Acara sosial merupakan kegiatan berbagi kepada sesama di bulan suci Ramadhan dan sudah bisa menjadi agenda rutin pada setiap tahunnya. Pembagian makanan berbuka dan takjil ini jumlahnya tidak banyak. Tapi bagi-bagi takjil tersebut adalah sebagian bentuk kebersamaan dan kepedulian kami atas berkah datangnya bulan suci ramadan," ujar Ipda Ibnu yang juga menjabat sebagai Kanit regident Sat Lantas Polres Brebes tersebut, kemarin.

"Kami bersyukur, acara yang kami lakukan menjelang waktu berbuka puasa mendapat sambutan positif dari masyarakat," jelasnya. (Hms)

Takjil On The Road di Salem Brebes

Brebes –Berbagi kepada sesama merupakan tindakan terpuji dan terlebih hanya untuk mengharapkan pahala dari Tuhan terutama di Bulan Ramadhan 1440 Hijriah ini. Tak hanya di kota-kota saja, di Pegunungan Salem tepatnya di depan Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, makanan dan minuman berbuka puasa dibagikan.


Terlihat Serka Wasim Pembina Paskibra Kecamatan Salem, Bripka Wiharto anggota Polsek, Amsor dari Satpol PP, Wasisto dari Polter Perhutani dan Anggota Paskibra SMAN 1 Salem, sedang mempersiapkan takjil dan membagikannya kepada para warga atau pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan Koramil. Sabtu sore (18/5/2019).

Dibenarkannya bahwa, kegiatan lintas instansi dan melibatkan pelajar ini memiliki sisi positif yaitu selain sebagai syiar Islam, mendapatkan pahala dengan memberi makanan dan minuman bagi orang yang berpuasa, juga wahana menjalin sinergitas.

Sebanyak kurang lebih 150 takjil berbuka puasa kami bagikan bersama Polri, Satpol PP, pihak Perhutani dan Anggota Paskibra Kecamatan Salem secara cuma-cuma kepada masyarakat serta pengguna jalan yang melintas di depan Koramil,” ucapnya.

Sementara disampaikan Bati Tuud Koramil, Pelda Jahri bahwa, untuk menghindari sisi minusnya dari pelaksanaan kegiatan tersebut maka pihaknya juga memperhatikan beberapa hal yang meliputi potensi kecelakaan lalu-lintas karena dilakukan di jalan, menghambat pengguna jalan lainnya karena terkadang tidak semua pemakai jalan membutuhkan takjil on the road serta dapat memunculkan sifat riya jika niatnya agar diketahui orang banyak saat bersedekah atau pamer.

“Pemberian takjil di jalan bisa mendapatkan dosa jika berpotensi membuat arus lalu-lintas terhambat atau bahkan macet, sebab orang yang punya kepentingan untuk segera sampai ke tempat tujuan akan merasa terzalimi atau dirugikan,” ucap Bintara Tinggi tersebut. (Aan Pendim Brebes).

“Kucing Garong” Kembali Sabet Juara Kicau Mania Kelas di Tegal

Tegal – Kucing Garong kembali menyabet juara dalam lomba burung kicau dalam tajuk latihan bersama di X-Nyamat Bird Club, Kelurahan Kalinyamat Wetan Kecamatan Tegal Selatan Kabupaten Tegal. Tampak gambar, Serma Aan Setyawan, anggota Penerangan Kodim 0713 Brebes bersama Kucing Garong, setelah menyabet juara kedua dari 25 kontestan kelas murai batu. Jumat sore (17/5/2019).

Tempat yang selalu ramai didatangi setiap hari Selasa dan Jumat oleh kicau mania, baik itu lokal yaitu Kabupaten Tegal dan Kota Madya Slawi maupun beberapa kabupaten tetangga seperti Brebes dan Pemalang.

Bahkan salah satu senior kicau mania jenis cucak ijo asal Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Brebes, Wari Lengko (56) menyatakan bahwa X-Nyamat Bird Club merupakan kawah candradimuka atau penempaan mental beberapa macam burung guna meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Jika mampu juara di Kalinyamat berarti burung siap untuk kelas yang lebih tinggi. X-Nyamat Bird Club patokan burung kedepan akan berprestasi tidak, dan cucak ijo saya juga pernah juara disana,” ungkapnya kepada Aan (17/5, malam).


Sementara diungkapkan Aan bahwa, hobi memelihara murai batu pada akhirnya pasti ingin memiliki burung yang istimewa dan meraih prestasi, padahal tak mudah memang memelihara murai baru dan memerlukan perawatan dan biaya cukup ekstra jika dibandingkan jenis burung lainnya.

“Sebelum ditangan saya, Kucing Garong ini pernah juara pertama dan ketiga di BBC Brebes bulan Maret 2019. Setelah bergonta-ganti murai yang kurang prospek dan ini yang ke-13 kali, akhirnya saya juara dua di dua tempat yang berbeda, yaitu Brebes dan Tegal,” ungkap Sersan yang mengaku masih belajar dan sangat junior dalam perburungan.

Diketahui, Kucing Garong merupakan murai batu jenis Medan dan Muda Hutan (MH). Dari keterangan sang pemilik sebelumnya, dipanggil nama tersebut karena jika harian terkadang berbunyi seperti kucing garong, namun tidak saat ngotot bertarung. (Teguh).

Kamis, 16 Mei 2019

Sistem Alarm Bahaya dan Bencana Alam Brebes

Brebes – Alarm lingkungan melalui media “Ragam Bunyi Kentongan Tanda Bahaya” di Pos Kamling yang terletak di samping Kantor Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo, dinilai sesuai dengan kondisi geografis desa yang pernah menjadi sasaran TMMD Reguler 100 Kodim 0713 Brebes pada 2017 silam.


“Tanda tradisional ini akan sangat efektif sebagai alarm penduduk untuk mengetahui jika ada kejadian kriminalitas maupun bencana alam,” ucap Serma Aan Setyawan, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut, pembuatan Poskamling dan mengoptimalisasi media kentongan bertujuan menekan angka kriminalitas di daerah pegunungan di kecamatan tersebut, dalam rangka menciptakan situasi lingkungan yang aman dan kondusif, serta mempererat silaturahmi secara berkesinambungan.

“Ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler 100 Kodim 0713 Brebes di tahun 2017, selain membangun Makadam dan mengaspal jalan pertanian penduduk yang masing-masing sepanjang 1 kilometer, serta membuat satu unit jembatan,” beber Sersan.

Ini beberapa ragam bunyi kentongan : jika kejadian warga meninggal dunia maka kentongan dipukul 3 kali berturut-turut terus-menerus, jika ada kejadian perampokan dipukul 2-2 terus menerus dengan satu kali jeda, kebakaran dipukul 3-3 terus menerus dengan satu kali jeda.

Sama dengan pemukulan jeda diatas, untuk bencana alam dipukul 4-4, pencurian 5-5 serta uluk-uluk 6-6 terus-menerus. Untuk tanda patroli atau ronda, kentongan dipukul satu kali dan ditambah 3 kali pukulan selanjutnya, dilakukan secara terputus putus. Sedangkan tanda keadaan aman, kentongan dipukul 1 kali terus-menerus setiap satu jam sekali. (Aan Pendim Brebes).

Contoh TNI Dalam Kegiatan Ibadah di Bulan Puasa

Brebes – Selain kegiatan di wilayah binaannya, para Babinsa Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes tidak lupa merawat bangunan kantor serta merapikan pangkalan.


Hal ini merupakan salah satu wujud disiplin, keikhlasan dan kepedulian serta rasa memiliki salah satu aset negara dan TNI. Hal ini dibenarkan Danramil, Kapten Cpl. Harsono (celana kuning) bahwa, Jumat bersih di Koramil diisi dengan pembenahan pangkalan, Jumat pagi (17/5/2019).

“Selain untuk menjaga kebersihan dan bangunan, gotong-royong guna memupuk kebersamaan serta rasa memiliki setiap Babinsa terhadap pangkalannya,” ucapnya.

Ditambahkannya, bangunan Kodim tersebut merupakan bangunan lama sehingga harus tetap dirawat seperti merawat rumah sendiri, dengan menggunakan anggaran perawatan swadaya Koramil.

“Jika lingkungan sekitar kita bersih dan indah maka akan menjadi lebih nyaman untuk ditempati. Etos kerja pun diharapkan dapat bertambah,” imbuhnya. (Aan Pendim Brebes).

Serda Joko Babinsa Wanasari Bantu Pengurugan Jalan

Brebes - Bertempat di Desa Wanasari Kecamatan Wanasari Brebes, Serda Joko Babinsa Koramil 03/Wanasari Kodim 0713/Brebes bersama masyarakat melanjutkan kerja bakti penguruga jalan, Kamis (16/5/19).
Dalam upaya kerja bhakti ini Serda Joko dengan senang hati membantu warga binaannya memperbaiki jalan dengan tanah urug agar bisa dilalui masyarakat sekitar dalam menuju tempat ibadah sholat taraweh di mushola.

Babinsa Serda Joko melalui Pj. Kepala Desa Wanasari Sunoto menghimbau dan mengajak seluruh warga masyarakat, untuk mendukung dan menyukseskan kegiatan pengurugan jalan tersebut yang nantinya disamping untuk menuju ke tempat ibadah juga akan memberi manfaat dan mensejahterakan serta memudahkan transportasi dalam pengangkutan hasil bumi masyarakat setempat. (Utsm)

Pelda Rahmat Hadiri Penentuan Bakal Calon Dan Nomor Urut Kepala Desa

Brebes - Babinsa Danramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes yang diwakili oleh Pelda Rahmat Wahyudin mengikuti kegiatan penentuan bakal calon dan dan pengundian nomor urut calon Kepala Desa di wilayah kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Bertempat di Aula Kecamatan Salem, Brebes, Jum’at (17/5/19).


Kegiatan tersebut dihadiri Camat Salem Drs. Nur Ari HY, Kapolsek Salem yang diwakili oleh Aiptu Slamet DR, Panitia Pilkades beserta anggota serta Pj Kepala Desa yang berjumlah 8 orang.

Dalam hal ini Camat Salem mengatakan, Ucapan sapa dan salam kepada Calon Kepala Desa dan para undangan yang hadir pada rapat pleno, semoga Pilkades berjalan aman dan lancar dan siapapun nanti yang jadi mari kita dukung untuk ketentraman Desa sekaligus wilayah kecamatan yang kita cintai ini.

Sementara itu, Pelda Rahmat Wahyudin menegaskan, Rapat penetapan dan pengundian calon Pilkades sangat penting ini untuk menentukan kedepannya. Warga Desa bebas memilih Calon Kepala Desa sesuai dengan nomor Penetapan undian ini, sehingga jelas pilihan warga dan tidak terjadi kesalahan dalam pencetakan surat suara yaitu nama, foto serta Nomor yang ditetapkan dari hasil undian Panitia," terangnya. (Utsm)