Tampilkan postingan dengan label Banyumas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyumas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juli 2021

Danrem 071/Wijayakusuma Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Banyumas.

 


Purwokerto - Guna menyinkronkan penanganan Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, beserta segenap Forkopimda Banyumas menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Covud-19, Kamis (15/7/2021) di Ruang Kehormatan Makodim 0701/Banyumas, Purwokerto, Banyumas. 






Tampak hadir dalam rakor tersebut Bupati Banyumas Ir. H. Achmad Husein, Wakil Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiyono, Ketua DPRD Banyumas Dr Budi Setiawan, Kapolresta Banyumas Kombes Pol M. Firman L. Hakim, SH. SIK. M.Si., Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol., Kajari Banyumas Dra Soimah, S.H., M.H., Kajari Purwokerto Sunarwan, S.H., M.H., Kasdim 0701/Banyumas Mayor Inf Nurrohmat, S.Ag., Wadanyonif 405/SK Mayor Inf Aries Ika Satria., KA OPD Kab. Banyumas terkait dan Perwakilan Danramil dan Kapolsek.


Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Dwi Lagan Sadrudin, S.I.P mengatakan, vaksinasi merupakan usaha yang harus dilaksanakan bagi segenap masyarakat di masa pandemi ini, mengingat saat ini diwilayah Banyumas, masih banyak masyarakat terpapar Covid-19. "Dengan vaksin kita bisa menjaga daya tahan tubuh atau imunitas tubuh kita,  walaupun vaksin bukan sebagai penangkal atau mencegah virus. Karena itu, guna untuk mencegahnya kita sendiri harus dapat menjaga kesehatan sendiri dan selalu mengedepankan protokol kesehatan", ungkapnya. 


Terkait dengan arus distribusi baik orang maupun barang dimasa PPKM Darurat ini, Kolonel Lagan menerangkan bahwa dijalur pantura khususnya jalur jalan tol sudah di tutup,  dan nantinya pasti akan lewat jalur selatan sebagai jalan berlalulintas. "Dengan melihat hal ini, kita sebagai aparat kewilayahan, harus peka dan jeli terhadap arus lalulintas nantinya. Hal ini, sebagai upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Banyumas khususnya. Karenanya, sinergitas antara TNI – Polri serta Pemda sangat diperlukan untuk mengantisipasi agar wilayah kabupaten Banyumas terbebas dari penyebaran Covid-19 ini", terangnya. 


Terkait hari Raya Idul Adha nanti, Danrem menghimbau agar untuk pemotongan hewan korban pelaksanaanya setelah hari H dan untuk pembagiannya juga tidak boleh ada kerumunan.


Kolonel Lagan juga berharap, pada penanganan PPKM Darurat dilakukan dengan humanis dan tidak boleh menyingung masyarakat yang nantinya akan mengakibatkan penilaian tidak bagus dari masyarakat itu sendiri.


Pada kesempatan yang sama Bupati Banyumas, Ir. H. Achmad Husein mengatakan, warga Banyumas masih banyak yang tidak jujur apa bila memgalami gejala batuk, pilek, demam dll. "Karenanya, kita harus dengan cara door to door mengecek kondisinya, kalau dengan woro2 tidak akan maksimal", ungkapnya. 


Bupati Banyumas berharap kalau bisa masyarakat setiap hari harus Vaksinasi. Dan terkait masalah hari Raya Idul Adha dan ada warga yang melaksanakan penyembelihan korban di wilayah masing2, akan dilakukan antisipasi dan pencegahan kerumunan oleh Satgas PPKM di titik titik pemotongan. 


Dikatakan, kerawanan sosial pasti terjadi di Banyumas, apalagi hampir semua bansos reguler dari pemerintah pusat dicairkan pada bulan Juli 2021. "Bantuan dari Kabupaten bagi 25 ribu KK yang sudah mendaftar di aplikasi serta telah di verifikasi akan kami distribuskan", terangnya. (Penrem071/Pendim0713)

Senin, 15 Maret 2021

Korem 071/Wijayakusuma Berikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan Kepada Masyarakat

 Banyumas - Korem 071/Wijayakusuma sebagai Komando Kewilayahan Kodam IV/Diponegoro, dalam rangka menyemangati akan cinta terhadap bangsa dan negara kepada masyarakatnya, menggelar Pembinaan Wawasan Kebangsaan kepada masyarakat di wilayah binaannya. 






Pembinaan wawasan kebangsaan Korem 071/Wijayakusuma bertajuk "Mewujudkan Binter TNI AD yang Adaptif melalui Kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan Guna Membentuk Masyarakat yang Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan" bertempat di Pendopo Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas yang diikuti segenap komponen dan elemen masyarakat, Senin (15/3/2021).


Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., melalui Pasi Binwanmil Sterrem 071/Wijayakusuma Kapten Inf Sapari Dairiyanto mengatakan, sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, pemuda maupun segenap elemen masyarakat harus tetap eksis turut serta dan andil dalam membangun dan mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia.


Dikatakan, Indonesia tidak akan bisa berjalan tanpa ada peran serta segenap elemen masyarakat, Indonesia tidak akan maju tanpa peran segenap elemen masyarakatnya, yang memiliki latar belakang berbagai profesi menjadi satu untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada di wilayah tersebut”, paparnya.


Oleh karena itu, masyarakat harus peduli dan semangat nasionalisme yang tinggi serta rela berkorban. "Pada saat ini, yang dibutuhkan adalah masyarakat yang berwawasan kebangsaan dan berketahanan nasional. Dalam menghadapi hal tersebut, sebagai generasi penerus bangsa harus mendapat pembinaan secara kontinyu dan terpadu, karena generasi penerus mempunyai tanggungjawab keutuhan dan kedaulatan NKRI", terangnya. 


“Generasi penerus bangsa harus bangkit dan sadar bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu, Pancasila”, ungkapnya.


"Empat pilar kebangsaan harus tetap ditegakkan di bumi Indonesia ini, empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika serta ditambah dengan menghayati bendera merah putih, lagu kebangsaan, lambang Garuda Pancasila serta mentaati aturan dan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia", jelasnya.


Di akhir acara diadakan Outbond dengan para peserta yang meliputi Permainan Bola Tali, Tongkat Estafet dan Holahup. (Penrem071/Kujang)

Senin, 18 November 2019

Sosialisasi Pelatihan Pelatih Woodball Tingkat Banyumas


Banyumas - Guna untuk memasyarakatkan olahraga Woodball dan mengolahragakan Woodball kepada masyarakat, Korem 071/Wijayakusuma bekerjasama dengan Indonesia Woodball Association (IWbA) Banyumas, menggelar Sosialisasi Pelatihan Pelatih Woodball bagi para Guru Penjasorkes (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) sewilayah Kabupaten Banyumas, Senin (18/11/2019) di Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas. 




Sosialisasi pelatihan pelatih woodball dibuka secara langsung oleh Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro,  S.Pd., mewakili Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., dihadiri para Kasirem 071/Wk, Ketua Umum Koni Banyumas, Kriswantoro selaku narasumber dari Unes Semarang, Kadisdik Banyumas, Pembina Pengcab IWbA Banyumas beserta pengurus, dan para guru Penjasorkes SMP se-Kab Banyumas selaku peserta latihan. 

Danrem 071/Wijayakusuma dalam amanat tertulisnya yang disampaikan Kasrem 071/Wijayakusuma mengatakan, olahraga woodball mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2006, berawal dari diundangnya pengurus KONI yang pada waktu itu diwakili ibu Rita Subowo ke kejuaraan woodball internasional tahunan di Malaysia. Sejak saat itu, KONI merekomendasikan berdirinya Indonesia Woodball Association (IWbA), dan pada tanggal 1 Oktober 2006 IWbA resmi berdiri untuk menjadi induk organisasi olahraga woodball di Indonesia. 

Dijelaskan Danrem, IWbA berpusat di Semarang dan selaku Presiden IWbA Bapak Tandiono Jecky, mulai mengembangkan dan mensosialisasikan olahraga woodball di Indonesia dengan melakukan pembinaan atlet serta membangun lapangan woodball dimana-mana. 

Danrem berharap, suatu saat olahraga woodball dapat memberi nama harum Indonesia di dunia internasional dengan prestasi-prestasi yang ditunjukkan atlet-atlet woodball Indonesia.
"Dengan pelatihan ini, semoga para peserta dapat menyerap materi yang diberikan narasumber, sehingga nantinya dapat diteruskan dengan mensosialisasikan dan melatih olahraga woodball ini kepada masyarakat maupun anak didiknya untuk menjadi seorang atlet woodball yang handal dalam memperkuat tim woodball Banyumas pada event baik regional maupun nasional", harapnya.

Usai dilaksanakannya kegiatan sosialisasi, dilaksanakan peresmian lapangan woodball di Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja, Banyumas, oleh Kasrem 071/Wijayakusuma, Ketum Koni Banyumas, Bpk.Kriswantoro narasumber dari Unes Semarang, Kadisdik Banyumas dan Pembina Pengcab IWbA Banyumas. 

Lapangan woodball Makorem 071/Wijayakusuma menggunakan lapangan upacara Makorem 071/Wijayakusuma dan lahan-lahan ruang terbuka sekitar kompleks Makorem, dengan 24 gate/gawang kecil.(penrem071/pendim0713)

Selasa, 08 Oktober 2019

Meriah, Malam Panggung Prajurit, Sinergitas Banyumas


Banyumas - Puncak peringatan HUT TNI ke 74 tahun 2019 di wilayah Banyumas disemarakkan gelaran Panggung Prajurit Sinergitas TNI, Polri dan Masyarakat, pada Senin (7/10/2019) di Alun-alun Kota Lama Banyumas. 








Mengangkat tema "TNI Profesional Kebanggaan Rakyat", berbagai macam kegiatan, kejuaraan dan lomba untuk menyambut perayaannya melibatkan seluruh komponen masyarakat yang hidup damai dan berdampingan satu dengan lainnya di segenap jajaran Korem 071/Wijayakusuma. 

Panggung Prajurit Sinergitas dihadiri Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., Bupati Banyumas Ir. Ahmad Husein, Wakil Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono, Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd., Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol., Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K., Danyonif 405/SK Letkol Inf Ihsan Agung Widyo Wibowo, Waka SPN Polda Jateng AKBP Drs. Joni Susilo, para Dan/Ka Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wijayakusuma beserta para prajurit Korem 071/Wijayakusuma, Kodim 0701/Banyumas,Yonif 405/SK, Anggota Polri Polres Banyumas dan SPN Polda Jateng serta Forkopimda Banyumas dan masyarakat. 

Sejak persiapan Panggung Prajurit  mulai sore hari sudah menarik perhatian masyarakat Kota Lama Banyumas yang melintasi jalan raya disekitar Alyn-alun. 

Usai pembacaan ikrar Sinergitas dan Soliditas TNI, Polri dan Pemda Banyumas oleh Forkopimda Banyumas, Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Banyumas yang telah mendukung dan mensupport semua program TNI sehingga bisa berjalan sesuai harapan. 

Dikatakan, panggung Prajurit ini sebagai wujud sinergitas TNI, Polri bersama seluruh komponen masyarakat Banyumas memeriahkan peringatan HUT TNI ke 74 tahun. "Sugguh suatu kehormatan dan penghargaan dengan terselenggaranya kegiatan ini yang penuh dengan nuansa kebersamaan dan persaudaraan. Kebersamaan ini tentunya memiliki makna penting ditengah bangsa kita yang masih menghadapi berbagai persoalan. Semoga dengan kegiatan ini dapat memberi semangat kita semua untuk memelihara nilai-nilai persatuan dan kesatuan", paparnya. 

"Mari kita jaga bersama, ketentraman, ketertiban dan kedamaian serta keamanan diwilayah kita masing-masing", pintanya. 

"Kami semua dari jajaran TNI termasuk jajaran Kodam IV/Diponegoro selalu siap membantu Polri dan masyarakat sesuai tugas pokok TNI", tegasnya. 

"Panggung prajurit ini sebagai bukti kita semua untuk senantiasa mendambakan dan menjaga kebersamaan, kedamaian dan keamanan secara lahir maupun batin. Kegiatan ini juga sebagai wahana menjalin kedekatan hubungan emosional segenap lapisan masyarakat", jelasnya. 

AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K, Kapolres Banyumas menyampaikan, kita bersama-sama berkumpul di Alun-alun Banyumas, ini sebagai wujud kebanggaan bersama, oleh karena itu TNI, Polri dan rakyat tidak bisa dipisahkan. "Kami tidak dapat bekerja sendiri, kami selalu bersinergi dengan jajaran TNI diwilayah Banyumas, oleh karena itu dalam melaksanakan tugas kami selalu bekerjasama untuk menjaga Kamtibmas diwilayah Banyumas", terangnya. 

"Kami mewakili Polres Banyumas mengucapkan selamat HUT TNI Ke - 74 semoga kedepannya TNI akan semakin Maju dan Profesional dalam mengawal dan menjaga keamanan demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia", ucapnya. 

Bupati Banyumas, Ir. H. Achmad Husein menyampaikan bangga dengan Sinergitas antara TNI dan Polri yang telah dibangun selama ini dalam menjaga Kamtibmas diwilayah Banyumas. "Terbukti di Banyumas, Netralitas TNI sudah terbukti terjaga dan teruji. Dengan adanya kegiatan ini, Sinergitas  TNI dan Polri semoga semakin terjalin dengan baik", harapnya. 

"Kami mewakili pemerintah daerah Kab. Banyumas mengucap selamat HUT TNI Ke - 74, semoga TNI semakin dewasa dan selalu dicintai oleh rakyatnya", pungkasnya. 

Rangkaian kegiatan Panggung Prajurit Sinergitas Banyumas, diawali dengan dilaksanakannya Apel bersama TNI-Polri dilanjutkan pembagian kupon Undian, melaksanakan Sholat Magrib berjamaah dilanjutkan pemotongan tumpeng bersama Tiga Pilar Banyumas serta makan malam bersama. Pembukaan acara diawali tari Lenggok dari SMKN 3 Banyumas, tari Sajojo dan tari Maumere diikuti seluruh anggota TNI/ Polri, pungkasnya dilaksanakan acara hiburan dan pembagian Doorprize.(penrem/pendim0713)

Minggu, 06 Oktober 2019

Kasrem 071/Wk Pimpin Upacara HUT ke-74 TNI


Banyumas – Kepala Staf Korem 071/Wijayakusuma pimpin upacara peringatan HUT ke-74 TNI di lapangan upacara Makorem 071/Wijayakusuma, Sabtu (5/10/2019).

Kasrem 071/Wijayakusuma selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam amanatnya  menyampaikan kepada seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil TNI di manapun saat ini bertugas dan berada, beserta seluruh keluarga besar TNI, saya ucapkan ”Selamat Ulang Tahun ke-74” dan “Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia”, yang kita cintai dan banggakan bersama.




“Sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang,” ungkap Panglima TNI.

Disamping itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan, menghadapi kompleksitas ancaman diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan Postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI.

Di akhir amanatnya, Panglima TNI menekankan beberapa hal diantaranya perkokoh iman dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta luaskan hati untuk terus beribadah, tingkatkan soliditas TNI, pegang teguh nilai-nilai keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, tingkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang kian kompleks, sikapi berbagai kemajuan dengan bijak, jadilah agen perubahan yang positif serta jalanilah setiap tugas secara ikhlas, karena tugas kita adalah sematamata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini.

Upacara peringatan HUT Ke-74 TNI di Makorem 071/Wijayakusuma diikuti para prajurit dan PNS Makorem 071/Wijayakusuma, perwakilan Kodim 0701/Banyumas, Kodim 0702/Purbalingga dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro jajaran Korem 071/Wijayakusuma.(penrem/pendim0713)

Senin, 23 September 2019

Sinergitas Apwil Banyumas dan Masyarakat Sigap Atasi Karhutla Lereng Barat-Selatan Gunung Slamet


Banyumas - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di lereng Barat  Gunung Slamet, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merambat ke wilayah Banyumas. 






Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra selaku IC Comander penanggulangan Karhutla Banyumas mengatakan karhutla sudah dua hari masuk ke wilayah Banyumas, melalui Kaligua (Brebes) ke Cilongok (Banyumas), yang merupakan rembesan dari Brebes dan Tegal, tindak lanjutnya ke Selatan, mengarah ke wilayah Banyumas, masuk di Petak 58 D wilayah Perhutani. "Karhutla yang masuk ke wilayah Banyumas terdampak hutan lindung, sehingga sangat perlu dilakukan penanganan segera," kata Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Chandra,  Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, penanganan ini perlu dilakukan segera karena karhutla mengganggu ekosistem yang ada di hutan lindung tersebut.

Dikatakan Dandim, pihaknya pada hari Jumat (20/9) hingga Sabtu (21/9) pagi telah memberangkatkan tiga tim ke lokasi kejadian karhutla. "Tim pertama kita berangkatkan pada hari Jumat (20/9), pukul 16.00 WIB, di Kalipagu (Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas), tapi naiknya dari Kebun Raya Baturraden. Itu berjumlah 18 orang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, masyarakat sekitar," jelasnya.

Selanjutnya pada pukul 23.30 WIB, tambah dia, kembali diberangkatkan tim kedua berjumlah 31 orang melalui rute yang sama untuk memperkuat tim pertama.

"Sampai tadi malam sudah sampai di Check Point 2, kemudian melakukan kegiatan pembuatan sekat. Hal ini dilakukan agar api itu tidak merambat lagi ke sektor yang nantinya akan dilalui. Kemudian di sana ditemui sudah ada asap, debu, sehingga dimungkinkan api akan melewati wilayah itu," jelasnya.

Ia mengatakan pada Sabtu (21/9) pagi diberangkatkan tim ketiga sejumlah 41 orang untuk mengantisipasi atau menutup jalur lain yang kemungkinan akan dilewati api jika tim kedua tidak bisa mengatasinya.

"Hingga saat ini, penanganan masih berlangsung serta pihaknya bersama Bupati Banyumas, Kapolres Banyumas, dan BPBD Kabupaten Banyumas terus memantau perkembangan", tukasnya. 

"Sampai Sabtu pagi (21/9), tim kita telah mendirikan posko di Kebun Raya Baturraden. Perkembangan nanti akan kita laporkan karena memang agak sulit mencapai atau melihat titik api tersebut. Ini nanti kita berupaya menggunakan drone, kita punya drone yang (jangkauannya) sampai 10 kilometer," terangnya.

Candra mengatakan, penanganan karhutla tersebut difokuskan dengan cara membuat sekat karena kejadiannya di hutan rimba dengan medan yang sangat berat dan banyak jurang.

"Dalam pembuatan sekat, pihaknya membuat perkiraan-perkiraan jalur yang akan dilalui api sehingga diharapkan dapat terisolasi. Ini langkah-langkah yang sudah kita lakukan termasuk menyiapkan medis di Check Point 0, pembuatan posko, kemudian sukarelawan juga kita siapkan di posko," tambahnya.

Saat ditanya mengenai jarak posko menuju lokasi kebakaran, dia mengemukakan berdasarkan estimasi dan informasi dari masyarakat, jika berjalan kali membutuhkan waktu sekitar delapan jam perjalanan. "Tim pertama sampai di Check Point 2 itu enam jam. Untuk menuju lokasi yang kita rencanakan membuat posko itu kemungkinan sampai delapan jam," lanjutnya.

Ia menjelaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla di lereng Barat-Selatan Gunung Slamet yang diharapkan tidak meluas ke hutan rimba dan tidak lagi merambat hingga ke Purbalingga lagi. Hutan di lereng sebelah timur Gunung Slamet yang masuk wilayah Kabupaten Purbalingga sempat mengalami kebakaran pada pertengahan bulan September 2019.

Diketahui bahwa titik api memasuki kawasan hutan pada Kamis (19/9) pukul 07.00 WIB di koordinat 7⁰09’22,38” LS dan 109⁰11’09,86” BT petak 58D-10, RPH Karanggandul, BKPH Gunung Slamet Barat, Hutan Lindung vegetasi Rimba Alam, Wilayah KPH Banyumas Timur, Administratif Kabupaten Banyumas.

"Pada Sabtu (21/9) Pukul 09:00 WIB, Team 1 yang berada di pos 4 jalur Baturraden Lama, melaporkan telah melihat titik api pada 400 meter arah barat laut spesifik koordinat 7⁰15’48,75” LS dan 109⁰11’17,58” BT petak 58D-12, RPH Karanggandul BKPH Gunung Slamet Barat.
Untuk Tim 1 belum dapat langsung menjangkau titik api karena kendala kondisi georgafis dan topografi medan yang sulit.
Selanjutnya Posko dengan Team 1 melakukan koordinasi dan pemetaan serta perencanaan strageti penanganan kebakaran. Kemudian, pada Pukul 12:00 WIB,  Team 1 melaporkan sebaran api memanjang 600 – 700 meter, tinggal terlihat kepulan asap. Jarak pandang 400-500 meter pada Koordinat 7⁰15’18,00” LS dan 109⁰12’05,00” BT Ketinggian 2.661 mdpl. Pada pukul 15.00 WIB, Tim 1 berhasil padamkan api, dan selanjutnya seluruh tim kami tarik turun dikarenakan perbekalan yang menipis", terangnya. 

Disampaikan Dandim Banyumas, penanganan Karhutla dilereng barat selatan Gunung Slamet akan kembali dilanjutkan hari Minggu (22/9) untuk antisipasi kemungkinan api menyala lagi menuju puncak dan berpotensi menyeberang hingga jalur Gunung Malang.

Menyinggung tentang areal yg terbakar dan kerugiannya, Dandim menyampaikan, areal yang terbakar di Petak 58D-10, 58D-11 dan 58D-12 seluas 15,00 ha dengan kerugian Rp 112.500.000,-", pungkasnya.(penrem071/pendim0713)

Jumat, 13 September 2019

Ribuan Personel Banyumas Kerigan Njebur Kali Banjaran

Banyumas - Seribuan personel gabungan  TNI, Polri, Pemda dan ormas serta masyarakat, tumplek kerigan (kerja bakti)  njebur kali. Seribuan personel gabungan tersebut dari Kodim 0701/Banyumas, Batalyon 405/Surya Kusuma, Polres Banyumas, Pemda Banyumas, Ormas  dan masyarakat umum, bergotong-royong melaksanakan karya bhakti spektakuler pembersihan sungai Banjaran. Sabtu (07/09/2019).

Kerigan bersih kali dipimpin langsung Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol., di daerah aliran sungai (DAS) Banjaran yang berada di Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas.





Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, S.E., M.I.Pol. menyampaikan, kegiatan karya bhakti pembersihan sungai Banjaran ini dalam rangka HUT ke 74 TNI. "Sebanyak 1000 persinel lebih terlibat pada program Karya Bhakti Kodim 0701/Banyumas ini", terangnya. 

Dikatakan Dandim, pihaknya prihatin dengan kondisi Sungai Banjaran yang kotor dengan sampah yang menumpuk. Karenanya, dengan melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut, TNI, Polri bergerak bersama dengan segenap unsur baik pemerintah daerah maupun komponen masyarakat untuk kerigan kerja bakti membersihkan sungai Banjaran.

"Kegiatan ini, selain untuk menyelamatkan sungai dan kelestarian habitat di dalamnya agar air tidak terkontaminasi limbah, juga sebagai wahana edukasi bagi segenap masyarakat yang berada di daerah aliran sungai maupun masyarakat lainnya umumnya, untuk tidak membuang sampah sembarangan khususnya di sungai", harapnya. 

“Ke depan TNI bersama pemerintah daerah serta masyarakat akan membuat upaya-upaya untuk tetap memelihara kebersihan sungai Banjaran," ungkap Dandim.

Sementara itu, Bupati Banyumas Ir.Achmad Husein menuturkan pihaknya mendukung upaya-upaya yang dilakukan Kodim 0701/Banyumas dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai Banjaran dari sampah. 
"Saya harapkan masyarakat tidak apriori terhadap kebijakan daerah tentang menjaga lingkungan," jelas Bupati Banyumas.(pendam/penrem/pendim0713)

Minggu, 18 Agustus 2019

Gandeng TNI, Hotel Meotel Purwokerto Pecahkan Rekor Dunia "Tumpeng Mendoan"

Banyumas – Masih dalam suasana HUT ke-74 Republik Indonesia, Meotel Hotel Purwokerto dengan menggandeng TNI (Korem 071/Wijayakusuma) mengadakan pemecahan rekor dunia bertajuk "Tumpeng Mendoan Tertinggi dan Terbesar di Dunia", Minggu (18/8/2019) di Hotel Meotel by Dafam Purwokerto, Banyumas. 











Acara tersebut adalah bentuk pemecahan rekor dunia baru, yakni membuat tumpeng mendoan setinggi 7,4 meter.

Pada tahun sebelumnya, pihak Meotel Hotel Purwokerto juga sempat mengadakan pemecahan rekor dunia dengan mengangkat tema mendoan. “Ini merupakan kali ke-4 kami memberikan penghargaan kepada Moetel,” ujar Pendiri Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia (LEPRID), Paulus Pangka.

“Sebelumnya adalah pemecahan rekor menggoreng tempe mendoan terbanyak, yaitu 17.880 dalam waktu 73 menit. Kemudian diikuti dengan makan mendoan dengan peserta terbanyak yaitu 1.553 pada saat HUT ke-73 RI tahun 2018 lalu,” ungkapnya. .

Acara tersebut terselenggara berkat dukungan TNI dalam hal ini Korem 071/Wijayakusuma dan Denbekang IV-44-01 Sokaraja serta komponen dan elemen masyarakat Banyumas, sebagai upaya mempopulerkan mendoan sebagai makanan khas Banyumas serta menjadikan Purwokerto khususnya dan Banyumas umumnya sebagai tujuan wisata baik lokal, regional maupun nasional dan bahkan internasional. 

“Rekor dunia Tumpeng Mendoan merupakan puncak acara rangkaian hari ulang tahun ke-3 Meotel,” ujar General Manager Meotel Purwokerto, Andre Binawan.

“Kami percaya bahwa acara ini sangat membantu promosi mendoan sebagai makanan khas Banyumas. Acara tersebut, diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai penjualan dan pendapatan para pedagang mendoan di Banyumas", imbuhnya. 

Tumpeng mendoan dan tertinggi setidaknya membutuhkan bahan baku sebanyak 16.000 tempe mendoan. Selain itu bahan-bahan lain seperti tepung terigu 175 kg, tepung beras 50 kg, daun bawang 10 kg, telur 20 kg, minyak goreng 250 liter, bawang putih 5 kg, serta garam 10 kg.

Ada pula kerangka piramid membutuhkan kayu usuk 90 batang, bambu 25 batang, dan kawat ram 70 meter.

Tumpeng mendoan sendiri memiliki ketinggian 7,4 meter dengan puncak diberi bendera merah putih.

“Banyak yang jual mendoan, tapi berbeda dengan yang dibuat di daerah lain. Mendoan itu enaknya dari Banyumas,” ujar Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.

"Dengan tercatatnya rekor ini akan semakin meningkatkan dan menggali potensi daerah terkait dengan kekayaan kuliner. Kedepan bukan hanya mendoan saja yang akan dijadikan sebagai rekor, tetapi jenis makanan lain seperti Getuk Goreng, Mino, Nopia juga bisa di agendakan mengikuti rekor", sambungnya. 

Sementara itu, Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd., mewakili Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., menyampaikan kegiatan ini sebagai wadah menguri-uri khasanah budaya lokal khususnya kuliner khas Banyumas agar budaya lokal kuliner khas mendoan ini dapat lebih dikenal masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia. (Penrem071/Pendim0713)

Selasa, 25 Juni 2019

Saka Wira Kartika Koramil Ketanggungan Jelajah Ke Banyumas Dan Cilacap

Brebes – Pramuka adalah sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan bakat dan prestasinya. Inilah yang dilakukan oleh gabungan jelajah pramuka Saka Wira Kartika Koramil 15/Ketanggungan Kodim 0713/Brebes. Selasa 25/6/19.

Selaku Danramil, Kapten Inf Sugeng Wiratno melepas keberangkatan anggota Saka Wira Kartika binaannya dalam latihan bersama dan jelajah di wilayah kabupaten Banyumas dan Cilacap.


Tim gabungan yang diwakili dari berbagai sekolah diantaranya SMK Mitra Karya Mandiri, Madrasah Aliyah Ma’arif dan SMA N 1 Ketanggungan ini mengikuti jelajah tersebut terhitung hari ini (26/6) hingga 30 Juni 2019 mendatang.

Dalam penyampaiannya, Pamong Saka Wira Kartika Koramil Ketanggungan Serda Solekhudin menjelaskan bahwa kegiatan ini bersifat pemantapan mental dan fisik serta pengenalan wilayah diluar kabupaten Brebes, jumlah peserta jelajah 7 orang dimana mereka akan melintasi berbagai macam hambatan dan rintangan, diantaranya melewati kawasan kebun karet Pageralang Banyumas dan kawasan Kwartir Ranting Kroya Cilacap, Ungkap Serda Solekhudin.

Kegiatan jelajah ini akan berlangsung dan dilaksanakan rutin dalam setiap liburan sekolah, baik liburan semester maupun akhir tahun di kenaikan kelas. Tutup Solekhudin. (Utsm)

Jumat, 19 April 2019

Danrem 071/Wk : TNI Dilarang Berkomentar Hasil Pemilu

Banyumas - Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., menegaskan kepada seluruh prajurit dan PNS Korem 071/Wk beserta jajaran dan Balak Aju Kodam IV/Diponegoro, untuk tidak berkomentar tentang hasil Pemilu Pilpres dan Pileg Tahun 2019. Karena, posisi TNI "Netral".

Penegasan Danrem tersebut, saat gelar Apel Siaga pasca pencoblosan Pemilu di lapangan Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas, Jumat (19/04/2019).

"Sekalipun gelaran pemilu tahap pemungutan suara sudah usai, namun TNI harus tetap menjaga Netralitas. Oleh karena itu, segenap prajurit maupun PNS Korem 071/Wk beserta jajaran, tidak boleh berkomentar terkait hasil Pemilu, karena Pemilu, sudah menjadi ranah KPU. Sebaliknya, TNI harus fokus terhadap tugasnya, menjaga keamananan, kondusifitas wilayah serta persatuan dan kesatuan", jelasnya. 

Dikatakan Danrem, polemik hasil pemilu yang hingga saat ini masih berlangsung, harus disikapi dengan bijak. "Prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas, harus mampu menciptakan suasana yang sejuk dan damai serta kondusif", ungkapnya. 

"Pahami dan pedomani serta junjung tinggi Netralitas TNI. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mengamankan dan mensukseskan Pesta Demokrasi Tahun 2019 hingga tuntas," pungkasnya. (didi/utsm)

Selasa, 09 April 2019

Panglima TNI: Monumen Pesawat MIG 17 Fresco Bukti Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia


Banyumas - Monumen Pesawat MIG 17 Fresco adalah bukti sejarah bahwa kita sebagai bangsa yang besar, senantiasa menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia. 



Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dalam sambutannya pada acara peresmian Monumen Pesawat MIG 17 Fresco bertempat di Alun-alun Kota Lama Banyumas Jawa Tengah. Sabtu (06/04/2019).

Pada kesempatan itu, Panglima TNI saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Kabupaten Banyumas, seluruh masyarakat Banyumas. "Berkat dukungan semua pihak sehingga pembangunan ini dapat berjalan lancar dam diselesaikan dengan baik" ucapnya.

Selanjutnya Panglima TNI menyampakan bahwa sekarang ini Alun-alun Banyumas memiliki sebuah pesawat legendaris milik TNI AU, MIG 17 Fresco. Pesawat asal Rusia ini, pernah digunakan TNI AU pada tahun 1960-1969. 



"Pesawat ini sangat berjasa bagi Republik Indonesia, khususnya saat pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Saat itu, pesawat MIG 17 inilah yang diantaranya membuat Belanda memperhitungkan kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yang berada pada urutan keempat dunia waktu itu" pungkasnya.

Diakhir sambutannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap dengan kehadiran Monumen Pesawat Mig 17 Fresco dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat akan TNI dan menumbuhkan kecintaan kepada tanah air serta semangat kejuangan kita semua. "Semoga pesawat ini menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa, untuk menjadi penjelajah dan pelindung angkasa nusantara", ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakapolri Komjen Drs Ari Dono Sukmanto S.H, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohamad Efendi, Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, S.T.,M.A.P., Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., Bupati Banyumas H.Ir.Ahmad Husein beserta Forkopimda Banyumas, KH. Musthofa Aqil Siraj, Habib Alwi Al-Habsy, dan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, serta Pejabat Daerah Banyumas. (didi)