Tampilkan postingan dengan label Tanam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Januari 2024

Aksi Tanam 1.000 Pohon di Gunung Lio Salem

 


Brebes- Jajaran TNI di Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma melaksanakan Kegiatan Gerakan Tanam Pohon (GTP) bersama PPS, KPPS se-Kecamatan Salem dan CDK V-DLHK Provinsi Jateng, Polsek, Satpol PP, Perhutani BKPH Salem, Penyuluh Kehutanan Salem, Pokmas Bale Bina Marga Tegal, Darma Wanita DLHK Provinsi Jateng, Pemuda Pancasila, Banser, Bangbara, Libansa, Nalaktax serta warga masyarakat di Area Kalibaya Gunung Lio masuk wilyah Pangkuan Perhutani BKPH Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (25/01/2024).


Kegiatan tanam pohon ini bertujuan ikut mensukseskan program pemerintah dalam Gerakan Menanam 1.000 pohon, memelihara lingkungan agar tetap hijau dan asri, udara sejuk bebas polusi serta untuk membentengi tanah dari longsor atau gerusan air.


Menurut Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wiajyakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ada ratusan pohon yang ditanam, diantaranya jenis pohon Pohon Trembesi 200, Jati 200, Petai 200, Ketapang Kencana 200 dan Duren 200 bibit..







"Gerakan Gotong Royong Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas ini dilaksanakan untuk meminimalisir terjadinya bencana alam terutama longsor," kata Dandim.


Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto berpesan agar masyarakat peduli terhadap tanaman yang sudah ditanam. Agar kemudian dirawat bersama karena tanaman tersebut di kemudian hari akan banyak memberikan banyak manfaat untuk masyarakat.


"Bencana dapat kita minimalisir dengan berbuat baik seperti menjaga kelestarian alam. Kalau kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita," tutup Dandim.(Pen0713).

Selasa, 23 Januari 2024

Prajurit Kodim Brebes Tanam Aakar Wangi Seluas 1,5 Hektar

 Brebes - Prajurit Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, menanam bibit akar wangi di Demplot Ketahanan Pangan TNI AD milik Kodim Brebes luas 1,5 hektar di Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Brebes, Jawa Tengah. Senin (22/01/2024).


Komando Distrik Militer 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan bahwa tahap awal prajuritnya sudah melakukan pengolahan lahan seluas 1,5 hektar di lahan Milik TNI AD itu untuk dipersiapkan penanaman bibit akar wangi atau vetiver, penanaman vetiver ini adalah untuk mencegah terjadinya longsor saat curah hujan tinggi dan ditanam pada daerah yang rawan longsor.


“Vetiver ini kami tanam untuk memperbanyak bibit, dan rencananya akan ditanam ditepian tanggul sungai yang sering mengalami longsor agar kuat”, ujarnya.


Lebih lanjut, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto menjelaskan bahwa akar wangi memilili akar yang cukup panjang sekitar 2-5 meter dengan kekuatan 1/6 kawat baja atau sangat sulit di cabut. Dengan keberadaan akar wangi itu, maka bisa menahan erosi atau bencana tanah longsor, jelas Dandim.



“Pengembangan tanaman akar wangi ini sangat banyak manfaat sebagai mitigasi bencana serta bisa meningkatkan ekonomi bagi masyarakat setempat”, tambah Letkol Sapto Broto. 


Luas lahan yang sudah ditanami Vetiver sudah mencapai setengah hektar untuk saat ini, diprediksi 2 hari lagi akan selesai tertanam hingga mencapai 1,5 hektar. (Pen0713)

Sabtu, 20 Januari 2024

Cegah Longsor, Kodim 0713 Brebes Olah Lahan 1,5 Hektar untuk Tanam Bibit Akar Wangi

  

Brebes - Komando Distrik Militer 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si melalui Babinsa Koramil 17 Songgom melakukan pengolahan lahan seluas 1,5 hektar di lahan Milik TNI AD dalam mempersiapkan penanaman bibit akar wangi atau vetiver di daerah rawan bencana longsor diwilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Minggu (21/01/2024).


Sementara Babinsa Koptu Kardiyono, Koramil 17 Songgom, Kodim 0713 Brebes bersama dengan petani lainnya menyempotkan hama rumput agar tidak tumbuh, penanaman bibit akar wangi ini disamping untuk pembibitan, juga untuk keperluan lainnya guna meningkatkan kesejahteraan petani dan juga Babinsa yang mengelola.







Komando Distrik Militer 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan “Bibit vetiver berguna mencegah terjadinya longsor saat curah hujan tinggi dan ditanam pada daerah yang rawan longsor”, ujarnya.


Lebih lanjut, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto menjelaskan bahwa akar wangi memilili akar yang cukup panjang sekitar 2-5 meter dengan kekuatan 1/6 kawat baja atau sangat sulit di cabut. Dengan keberadaan akar wangi itu, maka bisa menahan erosi atau bencana tanah longsor, jelas Dandim.


“Pengembangan tanaman akar wangi ini sangat banyak manfaat sebagai mitigasi bencana serta bisa meningkatkan ekonomi bagi masyarakat setempat”, tambah Letkol Sapto Broto. (Pen0713)

Senin, 01 Maret 2021

Tiga Pilar di Larangan Brebes Inisiasi Penanaman Ratusan Bibit Kayu Keras

 Brebes – Penghijauan dilakukan tiga pilar di Desa Luwunggede, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama pihak Kehutanan, karang taruna, dan Tim Satgas Covid-19 Desa Luwunggede. Selasa (2/3/2021).




Dijelaskan Pjs. Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Letda Infanteri M. Yazid, sasaran penghijauan adalah di sepanjang jalan utama dan jalan pertanian Desa Luwunggede.


“Kami menanam 300 batang bibit pohon kayu keras, yaitu 50 bibit pohon jati, 200 bibit pohon glodokan pecut, dan juga 50 bibit pohon trembesi,” bebernya.


Ditambahkannya, dengan dilibatkannya sejumlah komponen masyarakat setempat saat penanaman pohon,  ia berharap mereka ikut merawat pohon yang telah ditanam, sekaligus mengedukasi mereka agar ikut menanam pohon kedepannya.


Pohon-pohon itu nantinya juga diharapkan dapat menambah estetika lingkungan, yaitu mempercantik dan merindangkan lingkungan sekitar jalan.


Hadir juga Kapolsek Larangan yang diwakili Aiptu Sugeng Purnomo, Kades Luwunggede Suhersih, dan juga Nur Istiqomah, SP, penyuluh Dinas Kehutanan Wilayah V Balapulang Kabupaten Tegal, dengan wilayah tugas Kecamatan Songgom, Larangan, dan Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. (Aan)

Baden Powell Day, Pramuka Brebes Lakukan Aksi Tanam Seribu Pohon di Larangan

 


Brebes – Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes dan Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan kegiatan “Aksi Peduli Bumi” dengan menanam seribu bibit pohon jati jenis JPPSP (Jati Plus Perhutani Stek Pucuk) di lahan seluas 2 hektar di petak 2F RPH Pamulihan, BKBH Larangan, KPH Balapulang. Minggu (28/2/2021).






Dijelaskan Ketua Kwarcab Kabupaten Brebes, H. Emastoni Ezam, SH. MH melalui Wiwid, anggota Kwarcab Brebes, Wiwid, tujuan kegiatan adalah untuk menanamkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup bagi para Pramuka se-Kecamatan Larangan, dalam memperingati Hari Baden Powell atau Baden Powell Day.


“Kita terus meneruskan cita-cita Bapak Baden Powell, yaitu pendidikan kepanduan yang bukan saja membuat anak-anak menjadi gembira dan bahagia, tetapi juga dapat membuat mereka mengetahui kewajiban-kewajibannya sebagai warga negara yang baik,” ungkapnya.


Ditambahkannya, ia berharap agar para pramuka selalu andil dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai wujud darma bakti dan eksistensinya untuk mengisi kemerdekaan.


Sementara itu, Asper BKPH Larangan, Bambang Wahono, sangat mengapresiasi upaya pramuka dalam membantu pihak terkait sebagai upaya melestarikan lingkungan hidup dan juga untuk mencegah terjadinya bencana alam tanah longsor di wilayah Desa Pamulihan.


Perlu diketahui, Baden Powell atau Robert Stephenson Smyth Baden Powell, adalah pensiunan tentara berpangkat Letnan Jendral yang lahir di London, Inggris pada tanggal 22 Februari tahun 1857.


Ia merupakan peletak dasar organisasi kepanduan dunia, yaitu pencetus jambore (pertemuan besar pandu sedunia) yang diadakan pertama kali di London tahun 1920. Karena dirinya mencurahkan kehidupannya untuk dunia kepanduan maka pada tanggal 22 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Baden Powell Day atau Founder's Day.


Selain diperingati sebagai salah satu hari di bidang kepanduan/kepramukaan, 22 Februari juga diperingati sebagai hari di bidang kepemudaan.


Terlepas dari Baden Powell, kegiatan reboisasi serupa juga telah dilakukan oleh Pramuka Peduli Kwarcab Brebes, dengan menanam 5.000 bibit pohon di kawasan Padang Penggembalaan Ternak Sapi Jabres, di wilayah Dukuh Maribaya, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu (28/10/2020).


Di tempat ini, Pramuka Peduli Kwarcab Brebes, Pramuka Peduli Kwarran Bumiayu, Sirampog, Salem, Tonjong, Saka Bhayangkara, Saka Wanabakti, Saka Kalpataru, Gugus Depan, Ubaloka, para relawan pecinta alam dan penanggulangan bencana di Kabupaten Brebes, serta sejumlah organisasi kepemudaan Kecamatan Bumiayu dan sekitarnya, melakukan upaya penghijauan Nandur Makmur Hijaukan Bumi, untuk mengisi Hari Sumpah Pemuda Tahun 2020.


Disini, bibit pohon mahoni, mindi, pinus, cemara, albasia dan beberapa tanaman buah produktif lainnya telah ditanam di lahan seluas 5 hektar dari luas lahan Padang Penggembalaan Ternak Maribaya seluas 104 hektar. (Aan)

Rabu, 10 Februari 2021

Patut Dicontoh, Relawan Peduli Hutan di Salem Brebes Tanam Ribuan Pohon

 


Brebes – Relawan peduli kelestarian hutan, yang merupakan gabungan dari Dinas Kehutanan, TNI, dan Kelompok Tani Subur Jaya II Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan penghijauan di sekitar mata air pegunungan Cikokoro dan di hulu Sungai Cogreg serta Cipinang. Selasa (9/2/2021).







Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, melalui Babinsa setempat, Serka Wasim, mereka melakukan penanaman 2000 pohon sebagai bentuk kesadaran dari warga masyarakat di kawasan hutan, yakni Kampung Cikokoro, Desa Salem.


“Ini adalah upaya bersama untuk melestarikan sumber mata air pegunungan dan mencegah bahaya banjir dan tanah longsor,” ungkapnya.


Sementara disampaikan Saeroji, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Kehutanan Kecamatan Salem, adapun jenis pohon yang ditanam meliputi 500 batang bibit aren, 500 batang bibit kemiri, 500 batang bibit beringin, dan juga 500 batang bibit pohon keluak atau kluwek.


“Yang kita tanam adalah pohon kayu keras dan pohon produksi yang merupakan bantuan dari Balai Penyemaian Bibit di Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan,” bebernya.


Saeroji berharap bahwa apa yang dilakukan mereka dapat bermanfaat bagi warga masyarakat di sekitar hutan kedepannya.


Tak lupa dirinya mengajak kepada masyarakat umum agar lebih peduli dan ikut melestarikan hutan, yakni tidak mengeksploitasi hutan secara liar untuk diambil kayu maupun dijadikan tanaman bonsai. (Aan)

Jumat, 29 Januari 2021

Cegah Longsor, Sejuta Bibit Kopi Arabika Gayo Mulai Ditanam di Lereng Gunung Slamet

 


Brebes – Reboisasi di hulu Kali Pemali, wilayah Kabupaten Brebes selatan, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, digalakkan Forkopimda Brebes dengan menanam sejuta pohon. Kamis (28/1/2021).






Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH menjelaskan, penghijauan di lereng Gunung Slamet itu untuk mencegah bencana alam tanah dengan mengembalikan fungsi hutan Perhutani KPH Pekalongan Barat dan hutan masyarakat, dimana nantinya hasilnya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena yang ditanam adalah jenis pohon produksi yaitu bibit kopi arabika khas Gayo Aceh.


Menurut Idza, ini merupakan pengembangan sekaligus peremajaan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.  


Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, sangat mendukung upaya Perhutani KPH Pekalongan Barat dan Pemkab dalam meremajakan lereng Gunung Slamet seluas 350 hektar.


“Penghijauan ini akan dilakukan secara bertahap selama 3 tahun untuk menanggulangi bencana alam tanah longsor,” ungkapnya.


Dandim meminta agar masyarakat ikut menjaga bibit pohon yang telah ditanam, karena masyarakat setempat dan sekitarnya juga yang nantinya juga ikut menikmati hasilnya dengan menggarap lahan Perhutani tersebut. (Aan)

Selasa, 22 Desember 2020

Mahasiswa KKN UMUS Brebes Tanam Pohon dan Buat Taman Baca di Bukit Ciranda Sirampog

 


Brebes – Belasan Mahasiswa/i KKN Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melakukan aksi edukasi dan cinta lingkungan di Bukit Ciranda, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Brebes, dengan melakukan penanaman puluhan bibit pohon dan pembuatan taman baca. Minggu (20/12/2020).






Pjs. Danramil 10 Sirampog, Letda Infantri M. Yazid melalui Babinsa Sridadi, Serka Agus S, mengapresiasi upaya generasi muda penerus bangsa ini karena memberikan warna saat di wilayah desa binaannya itu.


“Patut kita apresiasi semangat dan ajakan mereka untuk ikut melestarikan lingkungan sambil andil mencerdaskan generasi bangsa selanjutnya,” ujarnya.


Kepala Desa (Kades) Sridadi, Sudiryo, SH, juga menyatakan apresiasinya sekaligus bangga atas peran para mahasiswa dan mahasiswi KKN UMUS itu, karena juga mempelopori upaya mencegah tanah longsor dengan menanam bibit pohon albasia.


Sudiryo menilai jenis pohon yang ditanam sangat tepat karena juga akan bermanfaat ekonomis bagi warganya kedepannya.


“Kami juga mengucapkan terima kasih atas pembuatan taman baca dan buku-buku bacaan yang diterimakan kepada Karang Taruna Sridadi, dimana ini akan sangat berguna untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mendorong pengembangan obyek wisata alam di Bukit Ciranda,” ungkapnya.


Hadir juga dalam kegiatan ini Budi S dari UPTD Kecamatan Sirampog dan juga para pemuda karang taruna setempat. (Aan)

Jumat, 18 Desember 2020

Koramil Larangan Brebes Ajak Masyarakat Tanam Pohon Perkuat Tanggul Sungai

 


Brebes – Di musim penghujan 2020 ini, anggota Koramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, memprakarsai penghijauan di wilayah binaannya, dimana kali ini dilakukan di sepanjang tanggul irigasi mulai dari samping Makoramil menuju Desa Kendaga.







Disampaikan Danramil, Kapten Infantri Suwardi, bahwa penanaman bibit pohon dilakukan bersama pihak Perhutani, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Pemali-Jratun, anggota Pramuka Saka Wira Kartika Koramil Larangan, dan Pramuka SMA Al Falah Larangan, menanam pohon untuk memperkuat tanggul irigasi di Jalan Larangan-Sitanggal.


“Reboisasi dilakukan sepanjang 1,5 kilometer di Jalan Larangan-Sitanggal,” ungkapnya, Jumat (18/12/2020).


Adapun pohon yang ditanam meliputi 100 bibit trembesi, 100 bibit cemara, dan juga 50 bibit pete cina.


Menurutnya, penanaman pohon sangat tepat dilakukan di saat musim penghujan ini, dan diharapkan saat memasuki musim kemarau 2021 nanti, pohon-pohon yang ditanam tersebut sudah kuat karena tumbuh subur dalam beberapa bulan ke depan.


“Kami mendorong atau memberikan stimulus kepada masyarakat untuk menanam pohon dalam upaya mencegah tanah longsor, dan kali ini upaya penguatan tanggul sungai agar tidak mudah jebol sehingga menyebabkan banjir,” tandasnya.


Tak lupa dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan ratusan bibit pohon itu kepada balai penyemaian bibit BPDASHL Pemali-Jratun, di Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan. (Aan)

Jumat, 13 November 2020

Agar Asri, TNI Bantu Desa Tembelang Tanam 500 Pohon

  Brebes - Menjelang musim penghujan diakhir tahun, TNI Babinsa Koramil 02 Jatibarang, Kodim 0713 Brebes Sertu Sobari membantu pemerintahan desa Tembelang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dalam program Karya Bhakti Desa bersama masyarakat. Jum’at (13/11/2020).







 

Sejumlah 500 pohon ditanam di tepi jalan sepanjang 500 meter, bibit pohon yang ditanam diantaranya Akasia 150, Mahoni 150, Lamtoro 100 dan Jambu 100 pohon.

 

Kades Tembelang Untung Triyanto (53) menegaskan bahwa penanaman pohon ini dibantu oleh seluruh komponen yang ada di desanya, diantaranya Babinsa, Perangkat Desa, Karang Taruna, Masyarakat dan Mahasiswa UIN Walisongo dari Semarang yang pada saat ini sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tembalang.

 

Sementara Sertu Sobari menyampaikan bahwa Karya Bhakti ini sangat bermanfaat apalagi pohon berperan penting dalam kehidupan kita. Selain sebagai sumber oksigen, pohon juga menjadi penyejuk di saat Matahari bersinar dengan teriknya.

 

Pohon juga memiliki manfaat dari berbagai sisi. Karena memiliki banyak manfaat, maka penting bagi kita untuk menanam pohon.” Imbuhnya.

 

Ditambahkan juga, Bisa mengurangi dampak pemanasan global, Sumber Oksigen, Menyimpan Air dalam Tanah, Menyerap Polusi Udara, Memperindah, Menyediakan Tempat Tinggal Hewan, Mencegah Banjir, Udara Tersebar Merata dan Mencegah Erosi. (Utsm)

 

Selasa, 11 Februari 2020

Ribuan Orang Segenap Unsur Tanami Lereng Gunung Slamet Dengan Ribuan Bibit Kayu Keras


Brebes – Ribuan relawan gabungan melakukan penanaman ribuan bibit pohon campuran di lereng Gunung Slamet, wilayah Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.







Kegiatan yang dilakukan selama dua hari ini (8-9/2), sebagai upaya menghijaukan kembali khususnya lereng Gunung Slamet yang mengalami kebakaran hutan hebat 2019 lalu (17/9), yaitu di hutan produksi milik Perhutani BKPH Pekalongan Barat petak 15 F, sebelah timur Dukuh Kaliwadas.

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa pihaknya turut melakukan penanaman 46 ribu bibit pohon di lahan seluas 106 hektar.

“Setidaknya 1.200 orang dari segenap unsur yang meliputi TNI-Polri, BPBD, Perhutani, Kokam, Banser, Pelajar, serta masyarakat Dawuhan dan sekitarnya, beramai-ramai menanami hutan di lereng Gunung Slamet,” ucapnya membenarkan, Senin pagi (10/2/2020).

Ini juga merupakan upaya bersama dalam meminimalisir bencana banjir di Kabupaten Brebes akibat melimpahnya air yang masuk ke Sungai Pemali.

“Salah satu upaya penanganan banjir adalah memperbaiki hutan di hulu sungai,” imbuhnya.

Lebih lanjut, reboisasi ini juga sebagai tindak lanjut dari apa yang telah dilakukan Forkopimda sebelumnya (8/2), dengan menanam bibit pohon macadamia di Desa Igirklanceng, Sirampog. Di desa yang memiliki ketinggian 800 mdpl ini, 4.000 bibit ditanam diantara sayuran milik warga setempat.

Upaya tersebut kedepan justru akan menguntungkan petani. Pasalnya, pohon macadamia di samping untuk mengantisipasi banjir dan tanah longsor di pegunungan, pohon ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi melalui buahnya yang disebut kacang macadamia, dengan harga mencapai Rp 300 ribu per kilogramnya.

Sementara dari penyampaian Bupati Brebes, Idza Priyanti melalui Wigiyanto, SIP, bahwa penanaman pohon sangat tepat dilakukan pada musim penghujan ini. Pohon keras yang ditanam akan sangat tepat sebagai penahan erosi dan tanah longsor di daerah rawan bencana.

Lebih lanjut, pohon campuran yang ditanam itu diharapkan di kemudian hari akan menjadi penyuplai air bagi kebutuhan air bersih maupun pengairan sayur mayur untuk petani Desa Dawuhan dan sekitarnya, terlebih di saat musim kering.

Bupati berpesan agar masyarakat yang berada di lereng Gunung Slamet agar merawat pohon yang sudah ditanam, supaya tumbuh menjadi besar untuk generasi selanjutnya.

Ketua panitia penanaman pohon, M. Sukoco, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan relawan yang telah terlibat dan peduli akan kelestarian lingkungan hutan dan ekosistem di lereng lereng Gunung Slamet. (Aan)

Senin, 24 Juni 2019

Data Fisik Ciherang Minggu Keenam di Cigadung Banjarharjo Brebes

Brebes – “Apa yang kamu tanam akan petik, maka tanamlah kebajikan walaupun itu sebutir padi”, itulah kiasan yang pantas untuk menggambarkan bahwa sekecil apapun lahan tanam harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mensejahterakan petani, dan bagaimana cara mendapatkan keuntungan dengan mencintai lingkungan.

Sebagai dukungan terhadap ketahanan dan peningkatan pangan di salah satu wilayah Kabupaten Brebes, Babinsa Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Serda Sulis, terus melakukan pendampingan terhadap petani padi di Demonstration Plot (Demplot) Koramil, di areal persawahan seluas 1 hektar milik Rasjan, warga Desa Cigadung. Selasa (25/6/2019).  

Pengecekan rutin minggu keenam areal percontohan/Demplot padi jenis ciherang dengan sistem jajar legowo serta menggunakan pupuk atau Nutrisi Wijaya Kusuma ini, diperoleh data tentang penambahan tinggi tanaman, jumlah anakan serta bulir padi sudah mulai berisi dan banyak. Sementara kondisi pH tanah berangsur-angsur menurun sehingga mampu menetralkan keasaman tanah sawah.

“Sebelum mengajak para petani, bukti harus diberikan dulu di demplot yang ada di setiap Koramil, sehingga jika nanti sudah tampak hasilnya maka petani diharapkan akan mengikuti,” katanya.

Ditambahkannya dari data yang diperoleh dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bahwa, ciherang ini memiliki banyak keunggulan antara lain meliputi produksinya yang tinggi antara antara 6-7 ton gabah/hektar, mudah perawatannya dan dapat dipanen pada umur 95-100 hari hari pasca tanaman dari jenis lainnya yang memerlukan waktu sekitar 125 hari, cocok ditanam di daerah kurang air saat padi menua, kerontokan sedang serta tahan wereng coklat dan blast.

“Kita lihat nanti hasilnya saat panen. Disini ciherang digemari karena rasa nasi yang pulen dan enak, pupuk juga lebih hemat karena pemupukan baru dilakukan setelah padi berusia 30 hari,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, varietas padi ciherang antara lain ciherang janger, jumbo, jonggol, SS, putih, super, dempo dan ciherang 600. (Aan Brebes).