Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Januari 2021

Pramuka Saka Wira Kartika Salem Brebes Turun ke Jalan Galang Bantuan Bencana Alam

 


Brebes – Anak-anak Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) binaan Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, melakukan penggalangan bantuan kemanusiaan bencana alam tanah bergerak yang merusak infrastruktur jalan dan merusak 26 pemukiman warga di Dukuh Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada 15 Januari 2021 lalu.






Dijelaskan Serka Wasim, Babinsa Salem yang sekaligus Pamong SWK Salem, bahwa para anak asuhnya itu melakukan penggalangan dana kepada segenap elemen masyarakat Salem, TNI-Polri, Perhutani, dan juga di jalan raya.


“Anak asuh kami juga melakukan penggalangan dana di depan Makoramil Salem dan juga di depan Kantor Kecamatan Salem, selama dua hari yaitu Jumat dan Sabtu kemarin,” bebernya, Minggu (24/1/2021).


Menurutnya, apa yang mereka lakukan sebagai bentuk kemanusiaan dan juga salah satu implementasi di lapangan terkait salah satu dari 5 krida SWK, yakni bencana alam.


“Kita hanya memotivasi mereka untuk berjiwa sosial, melakukan salah satu krida SWK yaitu membantu Pemda dalam menanggulangi bencana alam, dan juga memoles mereka agar kelak menjadi pemimpin bangsa yang peka lingkungan,” tandasnya.


Ditambahkannya, untuk dana yang terkumpul sebanyak Rp. 5 juta, akan diserahkan langsung siang ini kepada Perangkat Desa Manggis untuk dihimpun dan digunakan membantu saudara-saudara mereka yang kemalangan itu.


“Saat Salem terjadi bencana alam tanah longsor pada 22 Februari 2018 lalu, dimana saat itu infrastruktur rusak dan menelan korban jiwa 24 orang dan belasan luka-luka, bantuan dari seluruh penjuru Indonesia berdatangan tanpa diminta. Untuk itulah kita juga harus melakukannya,” pungkasnya. (Aan)

Kamis, 21 November 2019

Antisipasi Bencana Alam, Kodim 0701/Banyumas Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam



Purwokerto - Guna untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi, Kodim 0701/Banyumas menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam, Rabu (20/11/2019) di Lapangan Upacara Makodim 0701/Banyumas, Purwokerto, Banyumas. 

Ribuan peserta apel yang terdiri dari prajurit TNI Kodim 0701/Banyumas, anggota Polri Polres Banyumas, Pemkab Banyumas, BPBD Banyumas, Tagana, PMI dan instansi terkait lainnya serta turut sertanya digelar alat perlengkapan bantuan evakuasi dalam penanganan bencana alam. 

Selaku pimpinan apel, Sekbang Pemkab Banyumas Ir.Didi Rudwianto mewakili Bupati Banyumas dengan didampingi Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra, Kapolres Banyumas yang diwakili Waka Polres Banyumas Kompol Davis Busin Siswara, S.I.K., serta Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Ir.Ariono Poerwanto, BP, MT. 

Bupati Banyumas Ir. Ahmad Husein dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Sekbang Banyumas Ir. Didi Rudwianto menyampaikan, apel kesiapsiagaan menjadi sarana untuk melihat kesiapan, persiapan serta kekuatan tanggap bencana yang sekaligus untuk memperkuat komitmen, koordinasi, sinkronisasi, dan kesiapsiagaan dari semua pihak terkait dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam diwilayah Banyumas. 

Dikatakannya, Kabupaten Banyumas memiliki wilayah luas dengan kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang rawan terhadap terjadinya bencana. Bahkan Banyumas, memiliki potensi dan frekuensi bencana yang cukup tinggi khususnya bencana alam banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor pada musim penghujan maupun kebakaran.








"Dengan kondisi wilayah seperti tersebut, tentunya membutuhkan perhatian khusus segenap elemen masyarakat Banyumas, karena pada setiap kejadian bencana pada umumnya membawa kerugian baik korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis bagi korban", jelasnya. 

Dijelaskan pula, bencana alam merupakan kondisi yang tidak dapat dihindari dan datangnya tidak bisa diprediksi, akan tetapi dapat diantisipasi dan dikurangi atau diminimalisasi dampaknya. Apabila tahu faktor dan risiko penyebabnya, dan apabila benar-benar terjadi harus ada upaya penanganan atau penanggulangan secara cepat, tepat dan akurat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu situasi, reaksi, koordinasi dan tindakan. 

Dikatakan Bupati Banyumas, tentang hal tersebut perlunya dibangun komunikasi dan koordinasi yang semakin intens serta kerjasama yang sinergis dan proporsional dari semua pemangku kepentingan termasuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini warga masyarakat di daerah rawan bencana. 

Sementara itu, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra pada jumpa persnya menyampaikan, kegiatan yang digelar tersebut guna untuk memberikan keamanan, ketenangan dan keamanan masyarakat Banyumas khususnya masyarakat yang berada diwilayah terdampak bencana alam. Dan kegiatan ini juga untuk meyakinkan masyarakat, bahwa kami segenap komponen dan elemen yang ada di Banyumas siap mengantisipasi kedaruratan dan kebencanaan.(penrem071/pendim0713)

Selasa, 21 Mei 2019

Inilah Tujuan TNI Gunakan Maket Dalam Simulasi Penanganan Erupsi Gunung Slamet

Brebes – Simulasi jalur evakuasi masyarakat di hari kedua penanggulangan bencana alam erupsi Gunung Slamet yang mengarah ke wilayah Kabupaten Brebes, dijelaskan Pasi Intel Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Tuteng melalui media miniatur wilayah atau dalam istilah TNI biasa disebut maket. Rabu (22/5/2019).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Korem 071 WIjayakusuma dan Kodim Brebes ini, juga diikuti perwakilan personel dari Kodim wilayah Pantura mulai dari Batang, Pekalongan, Pemalang dan Tegal.

Disampaikan Tuteng bahwa, tujuan dipakainya media tersebut guna memberikan gambaran secara nyata tentang kondisi geografis atau morfologis wilayah yang diprediksi terdampak dan jalur evakuasi.

“Peserta latihan Gladi Posko sebagai simulasi penanggulangan bencana alam erupsi Gunung Slamet, akan cepat paham dengan miniatur wilayah dalam maket ini,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, dalam maket tersebut jalan ditunjukkan dengan pita berwarna merah, sungai pita biru, areal persawahan berwarna hijau dan ketinggian diwarnai coklat.

“Latihan kuga bertujuan memelihara serta meningkatkan kemampuan personel, satuan, koordinasi satuan dengan instansi terkait dan para relawan dalam tindak penanganan jika terjadi erupsi Gunung Slamet,” imbuhnya.

Sebelumnya (21/5), Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos, M.M, M. (Tr) Han, membuka latihan yang akan dilangsungkan sampai dengan tanggal 23 Mei 2019 (3 hari), di Aula Kodim 0713 Brebes. (Aan Pendim Brebes).

Selasa, 19 Februari 2019

TNI Brebes Bersama Warga Menutup Akses Jalan Jembatan Yang Ambles dan Putus

Brebes - Sebuah jembatan penghubung antar dukuh Mranggi ke desa Pepedan di Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambles dan putus akibat derasnya arus Sungai Pedes yang meluap hingga menggerus pondasi jembatan. Sabtu sore (16/2/2019).
 
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar 1 meter . Sedangkan jarak jembatan dengan dasar sungai sekitar 7 meter.

Hujan deras yang melanda kawasan tersebut membuat air sungai meluap dan mengikis tebing penyangga jembatan penghubung antar dukuh Mranggi ke desa Pepedan sehingga sebagian besar landasan atau pondasi jembatan ambles dan putus.
Akibatnya, aktivitas warga jadi terhambat, bahkan kendaraan roda dua milik warga di wilayah tersebut tidak dapat melintas.

Danramil 09/Tonjong Kapten Infanteri Suwardi melalui Babinsa Desa Pepedan, Pelda Edi Susanto mengatakan setelah kami mendapatkan laporan kemudian datang ke lokasi untuk mengecek kebenarannya jembatan yang putus di dukuh Mranggi karena hujan deras mengakibatkan sungai Pedes meluap. “ Bersama warga memasang rambu rambu bambu, kami menghimbau kepada warga untuk sementara jalan jembatan ditutup, ” Ucap Edi

Saat ini, untuk akses kendaraan hanya bisa dilalui roda dua dan pejalan kaki karena landasan jembatan yang ambles dan putus hanya ditutup menggunakan bambu," katanya.

Sementara, warga di wilayah tersebut terpaksa harus memutar ke jalan yang lebih jauh ketika hendak beraktivitas karena jembatan yang ambles rawan untuk dilalui.  Dari warga berharap dinas terkait di Pemkab Brebes, segera melakukan perbaikan, karena jembatan tersebut merupakan akses penghubung utama warga untuk beraktivitas termasuk jalur ekonomi. (Wdd).

TNI Koramil Ketanggungan Brebes Sigap Atasi Longsor

Brebes – Tepatnya di Gunung Sunia Desa Jemasih akses jalan penghubung dua Kecamatan di Kabupaten Brebes tertutup material tanah akibat tanah longsor yang terjadi Senin (18/2) malam sekitar 18.30 WIB.


Danramil 15/Ketanggungan Kapten Infanteri Sugeng W melalui Babinsa Desa Jemasih Sertu Dasro mengatakan longsor itu terjadi tepatnya di gunung Sunia Desa Jemasih kecamatan Ketanggungan, Brebes.

“Adapun penyebabnya hujan intensitas deras, mengakibatkan tebing tanah dengan tinggi sekitar 20 meter dan panjang sekitar 6 meter longsor,” katanya via telepon, Selasa (19/02/2019). 

Sertu Dasro mengungkapkan, material tanah tersebut menutup akses jalan Kabupaten Brebes penghubung antar Kecamatan Ketanggungan dan Bantarkawung.

”Material longsoran menutup jalan desa yang menghubungkan antar Kecamatan menuju ke Brebes yang menyebabkan jalan tersebut tidak bisa dilalui baik oleh kendaraan roda dua dan empat dengan ketinggian material tanah sekitar satu setengah meter,” ungkapnya. 

Koramil, Muspika setempat, BPBD dan masyarakat bekerjasama melakukan karya bakti membersihkan material longsoran dengan alat manual seadanya. 

Pagi ini, proses pembersihan material longsor tersebut sudah berjalan dan kendaraan sudah dapat melalui. Namun kendaraan tetap harus berhati hati karena kondisi jalan licin. “ Untuk korban jiwa tidak ada dalam kejadian ini,” pungkasnya. (Wdd).

Kamis, 14 Februari 2019

TNI Bersama Instansi Salem Menyodet Debit Air Sungai

Brebes. Pasca kejadian longsor kecil di Kali Cigintung Kecamatan Salem Brebes telah dilaksanakan karya bhakti penyodetan debit air oleh seluruh komponen masyarakat, 14/02/2019.





Babinsa Indrajaya Serma Rahmat Wahyudin ditengah-tengah relawan dan peduli bencana kabupaten brebes melaksanakan kegiatan positif  dengan instansi pemerintah dan masyarakat yakni melakukan mencodetan debit air di area perhutani petak 9B yg membendung kali cigintung.

Letak kali ini adalah sangat mempengaruhi hasil bumi para petani dan setidaknya akan mengancam area persawahan yang ada sekitar area tersebut.

Kelihatan dilokasi Waka ADM BKPH Pekalongan barat, Asper Salem dan karyawan perhutani, BPBD kab Brebes, Muspika Kecamatan Salem, Polsek Salem, Banser, Pramuka Peduli Brebes dan masyarakat kurang lebih 125 orang dengan suka hati memperbaiki area yang rusak.

Dalam penyampaiannya, Babinsa menghimbau kepada seluruh elemen yang hadir agar secara cepat dan tanggap warga sekitar yang melihat dan mendengar informasi bencana agar segera melaporkan baik kepada Instansi BPPB, Koramil, Polsek maupun ke yang lain, sehingga langsung bisa ditangani secara cepat dan dini. Ungkapnya. (Utsm0713).

Selasa, 12 Februari 2019

Amankan Instalasi Kelistrikan Wilayah Salem Brebes, Belasan Pinus di Eksekusi

Brebes – Mitigasi kecelakaan lalu-lintas dilakukan di ruas jalan Salem – Majenang, tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Salem Kabupaten Brebes dengan Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, pada petak 42 L dan petak 42 M, kawasan Hutan Pinus Perhutani KRPH Banjaran BKPH Salem KPH Pekalongan Barat. Selasa siang (12/2/2019).


Selain mencegah para pengguna akses tertimpa pohon, upaya eksekusi tegakan pinus yang membahayakan karena condong atau miring ke jalan, juga untuk mengamankan instalasi listrik yang menerangi wilayah kecamatan tersebut.

“Dengan pengawalan TNI-Polri, kami membantu pihak PLN melaksanakan eksekusi tegakan pohon pinus sebanyak 12 batang, yang membahayakan kelistrikan,” ungkap Kursin, Mantri Perhutani BKPH Salem.

Dengan peralatan berupa chainsaw dan kawat baja, tim gabungan yang terdiri dari anggota PLN wilayah Salem dan Bumiayu, pihak Perhutani, Babinsa Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes serta Aiptu Slamet R dari Polsek, mereka bersinergi menyingkirkan potongan batang dari badan jalan. (Aan).

Coba Hindarkan Bencana, Masyarakat Salem Brebes dan TNI Tutup Rekahan Tanah

Brebes – Pergerakan tanah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, kali ini di Desa Gunungjaya Rt. 01 Rw. 02 Kecamatan Salem terjadi keretakan tanah sepanjang 200 meter dengan pergeseran bervariasi, tertinggi mencapai kedalaman 50 centimeter. Selasa (12/2/2019).



Hal ini dibenarkan Pelda Jahri, Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes bahwa, keretakan tanah dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayahnya Salem dan sekitarnya sehari berselang.

“Anggota kami bersama Trantib Kecamatan, perangkat desa dan masyarakat, melaksanakan pencegahan bencana dengan cara mengisi lubang yang menganga dengan tanah di sekitarnya,” ungkapnya.

Tak lupa Jahri menghimbau kepada masyarakat yang berada di bawah jalur longsoran agar selalu lebih waspada. “Kami himbau masyarakat agar menjauh dari jalur longsoran jika hujan turun dengan lebat. Kami juga mendorong masyarakat untuk menggalakkan Siskamling atau ronda,” imbuhnya.

Diketahui sementara rumah warga Gunung Jaya Rt. 01 Rw. 02 yang terancam antara lain : Edi (60), Kanta (50), Tohar (50), Atma (60), Toha (40), Hendar (40), Jumirah (60), Amir (45), Tatang (45), Herman (42), Sawa (38), Abdul (65) serta Muhrodin (54). (Aan).

Mahkota Longsor Cipangurudan Salem Brebes, Kembali Longsor

PK. Brebes – Mahkota longsor yang pernah menjadi pemicu bencana longsor nasional dan menimbun 14 hektar areal persawahan penduduk Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem, kembali longsor. Pada 22 Februari 2018 tahun lalu, musibah ini merenggut 18 jiwa (4 belum ditemukan sampai sekarang) serta merusak 52 pemukiman.



Kronologis diuraikan Serka Wartono, anggota Intelijen Kodim 0713 Brebes serta aktivis bencana di wilayah Salem, “Sekitar pukul 00.00 WIB, mahkota longsor lama di tebing bukit setinggi 250 meter dengan lebar kurang lebih 100 meter yang berada diatas mata air dan Sungai Cipangurudan, kembali mengalami longsor susulan setelah satu tahun vacum. Sampai siang ini, matrial longsor berupa tanah, batu bercampur air masih mengalir,” bebernya, Selasa siang (12/2/2019).

Lanjutnya, perkiraan kerawanan adalah, jika intensitas hujan tinggi kembali datang, dikhawatirkan banjir material akan berdampak pada jalan lama lintas Propinsi Banjarharjo-Salem (zona merah) yang diperbaiki masyarakat secara swadaya dan digunakan sampai saat ini oleh masyarakat akan terputus kembali.

“Kami himbau kepada masyarakat yang berada di jalur longsoran agar lebih meningkatkan kewaspadaaan. Jika hujan lebat, sebaiknya menjauh dari zona berbahaya dan mengarah ke jalur evakuasi yang telah ditentukan dan dilatihkan,” tegasnya.

Tindakan yang diambil saat ini, berkoordinasi dengan instansi terkait serta penjaga portal jalan, agar di saat hujan deras portal jalan ditutup demi mengutamakan faktor keselamatan pengguna jalan. Terlihat Wartono (kaos abu-abu) bersama Jarwono, pegawai Perhutani KRPH Winduasri BKPH Salem, memantau situasi.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim gabungan juga mendapatkan jadwal bergilir guna memantau perkembangan pergerakan tanah khususnya di mahkota longsor atau hulu mata air Cipanggurudan,” imbuhnya. (Aan/Kamsi).

Minggu, 10 Februari 2019

Jenazah Pemuda Pencari Ikan di Salem Brebes Ditemukan

Brebes – Jenazah pemuda asal Dukuh Selarum Rt. 01 Rw. 03 Desa Indrajaya Kecamatan Salem Kabupaten Brebes yang hilang terseret arus Kali Cigunung yang mengalir di dusunnya, akhirnya diketemukan tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, SAR, Banser, Komunitas Bangbara Salem serta masyarakat sekitar, pasca pencarian dari siang kemarin, Minggu (10/2).


Diketahui tim, menghentikan pencarian sekitar pukul 22.00 WIB dengan menyisir aliran sungai. Mereka terpaksa menghentikan upaya tersebut mengingat turun hujan dan membahayakan relawan.

Yodi Bin Wahyudin (27) didapati di Kedung Boso Kali Cigunung Desa Ganggawang Kecamatan Salem dalam keadaan sudah tak bernyawa setelah sebelumnya diperkirakan hanyut saat sedang mencari ikan dengan jaring bersama tetangganya Darto Bin Supria (40) wiraswasta, sekitar pukul 13.30 WIB (10/2). Dibenarkan Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa korban tenggelam ditemukan tim gabungan pagi ini sekitar pukul 06.30 WIB di Kedung Boso.  

“Tim gabungan yang dibagi menjadi 5 kelompok bergerak mulai pukul 06.00 WIB. Tim 3 lah yang berhasil menemukannya di Kedung Boso aliran Kali Cigunung Desa Ganggawang yang berjarak kurang lebih 8 kilometer dari tempat kejadian,” ungkapnya Senin (11/2/2019).

Korban selanjutnya di evakuasi ke Puskesmas Bentar Salem guna dilakukan otopsi, dan saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Tim gabungan juga menghimbau kepada warga masyarakat lainnya, untuk sementara jangan mencari ikan di sungai apalagi pasca hujan karena sangat berbahaya. “Air bah dapat datang kapan saja, orang pandai berenangpun jika diterjang bah kemungkinan kecil selamat, karena di sungai banyak batu,” tutupnya. (Aan).

Longsor Kecil di Salem Brebes, Warga Mengungsi

Brebes – Bencana longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Kurang lebih 3 hektar lahan pertanian masyarakat Dukuh Cimaras Rt. 01 Rw. 03 Desa Tembongraja serta jalan menuju lapangan sepak bola desa tertutup material sepanjang 50 meter dan lebar 27 meter. Minggu (10/2/2019).



Longsor juga mengancam 41 pemukiman penduduk yang berada di bawah tebing persawahan atau mahkota longsor. Dijelaskan Pelda Jahri, Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes bahwa, kejadian dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Salem dan sekitarnya dari pukul 00.00 – 05.00 WIB. Mahkota longsor di areal persawahan sebelumnya telah mengalami pergerakan tanah (20/1).

“Awalnya warga curiga setelah mendengar ledakan cukup keras sekitar jam dua lebih lima belas menit dini hari, mereka terbangun dan memeriksa keadaan lingkungan sekitar tempat tinggal mencari sumber bunyi, namun tidak ditemukan apapun karena hujan masih turun,” terangnya.

Dilanjutkannya, pagi hari penduduk mendapati di areal persawahan telah mengalami longsor. Saat ini (21.00 WIB) retakan tanah juga sudah menjalar ke pekarangan rumah Waswinudin (45) petani Rt. 01 Rw. 03 Dukuh Cimaras (garis mahkota longsor) dan mengancam puluhan tetangganya. Malam ini juga, seluruh masyarakat tersebut sudah mengungsi, ini sesuai himbauan dari Koramil dan BPBD Kecamatan guna mengosongkan jalur bencana mengingat hujan gerimis masih terjadi.

“Warga kami wajibkan mengungsi, kami khawatir air cepat menggenangi rekahan yang sekarang sudah selebar 50 centimeter. Karena musibah dapat datang kapan saja,” tegas Jahri.

Diketahui, tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian harta benda yaitu areal persawahan ditaksir ratusan juta rupiah. Terlihat Babinsa, Serda Toharis dan Irman (47) pegawai UPTD Kecamatan, berusaha menyingkirkan material longsor dengan peralatan seadanya sambil mencatat dan melaporkan perkembangan.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan dan membuat pengamanan darurat di sekitar rumah Pak Waswinudin untuk menahan tanah, besok pagi (11/2),” imbuh Jahri. (Aan)

Seorang Pemuda Tak Kembali Mencari Ikan di Kali Cigunung Salem Brebes,

Brebes – Adalah Yodi Bin Wahyudin (27) pemuda asal Dukuh Selarum Rt. 01 Rw. 03 Desa Indrajaya Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, hilang terbawa derasnya arus Kali Cigunung di kampungnya. Minggu (10/2/2019).


Diungkapkan Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa korban tenggelam berangkat untuk mencari ikan bersama Darto Bin Supria (40) wiraswasta dan tetangganya, sekitar pukul 13.30 WIB dengan peralatan tradisional.

“Korban menggunakan jaring kecil untuk menciduk ikan, sehingga harus masuk ke air. Sesampainya di lokasi, keduanya berpencar dengan maksud mencari sarang ikan,” terangnya.

Lanjut dijelaskannya, sekitar kurang lebih pukul 17.05 WIB, Darto kembali ke rumahnya sementar korban belum pulang dan ditanyakan keberadaannya kepada dirinya oleh pihak keluarganya. Dari dugaan sementara, pemuda tersebut diperkirakan hanyut terbawa arus. Para relawan gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, SAR, Komunitas Bangbara Kecamatan Salem serta masyarakat sekitar melakukan pencarian dengan menyisir kali. Namun sampai dengan pukul 22.00 WIB, pencarian sementara dihentikan dikarenakan turun hujan dan membahayakan pencari, sehingga akan dilanjutkan besok pagi. Sedangkan titik terang pencarian adalah, tim berhasil menemukan jaring yang dipakai menangkap ikan di aliran tersebut.

Jahri juga menghimbau kepada masyarakat lainnya agar tidak beraktivitas di sungai terlebih pasca hujan turun lebat. “Di puncak musim penghujan ini, sangat berbahaya mencari ikan karena sapuan air bah yang datang dari hulu bisa datang kapan saja,” tegasnya.  

Tanda-tanda alam akan datangnya bah dijelaskannya antara lain : air sungai akan berubah menjadi keruh karena bercampur dengan tanah dan lumpur, ada suara gemuruh dari arah aliran sungai atas, itulah petanda air, lumpur, batu atau batang pohon sedang bergerak mengalir. (Aan)

Sabtu, 09 Februari 2019

Makam di Salem Brebes Longsor

Brebes – Bencana alam longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, kali tanah amblas terjadi di areal pemakaman Dusun Babakan Desa/Kecamatan Salem yang dipicu hujan deras semalam berselang. Wajar, geografis perbukitan dengan ketinggian bervariasi antara 100-1.200 mdpl, musibah jenis ini bisa terjadi. Minggu (10/2/2019).


Kronologis kejadian diterangkan Bati Tuud Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri “Kejadian sekitar pukul 06.00 WIB, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Salem tadi malam. Panjang longsoran kurang lebih 15 meter, lebar 5 meter dan dengan ketinggian tebing 20 meter. Longsor juga mengancam persawahan yang ada dibawahnya.

“Pihak kami bersama perangkat desa melaksanakan koordinasi dengan pihak keluarga almarhum (makam yang longsor) untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihak Koramil juga menghimbau kepada warga masyarakat agar memperhatikan faktor keamanan, dengan menjauh dari atas tebing longsor. Ini guna mencegah korban jiwa.

Sebagai gambaran, landscape Kecamatan ini seperti mangkok bakso. di kiri-kanan adalah daerah perbukitan sedangkan di tengah-tengahnya adalah wilayah pemukiman penduduk. Berhawa sejuk dengan kelembaban antara 16-22 °C sehingga memiliki panorama yang indah dan objek wisata yang melimpah untuk dikembangkan. Salem dapat diakses via darat melalui tiga jalur utama melalui jalan yang terjal dan sempit, yaitu dari Kecamatan Bumiayu (timur) sekitar 40 km, dari Majenang Jawa Barat (selatan) sekitar 20 km maupun dari Banjarharjo melalui Desa Sindangheula dengan mendaki Gunung Lio (utara) sejauh 30 km.

Seiring dengan potensi bencana, dipandang dari sudut militer daerah ini merupakan pertahanan yang efektif, sementara dari sisi lainnya merupakan daerah pertanian yang sangat subur (padi, kelapa, sayur, buah-buahan, palawija, kayu pinus, mahoni dan albasia, bambu serta getah pinus), sehingga Salem merupakan daerah strategis secara politis. (Aan).

Jumat, 08 Februari 2019

Sterilisasi Lumpur Berbahaya di Ruas Jalan Provinsi Banjarharjo-Salem Brebes

Brebes – Hindarkan kecelakaan para pengguna jalan yang melintas, puluhan anggota gabungan Kecamatan Banjarharjo yang terdiri dari TNI-Polri, Perhutani serta Pemuda Pancasila (PP), membersihkan lumpur yang menutupi badan Jalan Provinsi Ruas Banjarharjo-Salem di Gunung Tengah atau areal Perhutani komplek.



Lumpur di jalan tersebut sudah menjadi langganan tetap jika hujan deras datang akibat saluran drainase yang kurang mumpuni. Jajaran Muspika mewakili masyarakat berharap adanya peningkatan volume gorong-gorong atau saluran pembuangan yang menjadi pemicunya, hal ini dibenarkan Danramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Agus Sulistyo. Sabtu (9/2/2019).

“Pagi ini Kepala Perhutani BKPH Banjarharjo Timur KPH Balapulang, Bapak Jon Wahyudi (43) sudah melaksanakan koordinasi lagi dengan Dinas PU terkait saluran drainase di jalan Provinsi ini. Semoga upaya kali ini segera direspon pemerintah demi keselamatan umum,” ungkap Agus.

Sementara, Turino (45) Asper Perhutani BKPH Banjarharjo, mengapresiasi tentang upaya TNI penggagas pembersihan akses serta kontribusi Pemuda Pancasila ikut serta dalam sterilisasi lumpur. (Aan0713).

Selasa, 05 Februari 2019

Antisipasi Banjir, Danramil Tanjung Siapkan Pompa

Brebes, Seperti yang dilakukan oleh Danramil Kapten Inf Muhtadi dalam mengatasi banjir yang sering masuk ke pangkalan Makoramil dan Asrama serta rumah warga. (06/02/2019)


Hujan dan kiriman air pada senin yang lalu,  perkembangan genangan air luapan sungai Sinung Tanjung Brebes meluap dan mengalir di sekitar pangkalan Kantor Koramil 04/Tanjung Kodim 0713/Brebes dan Rumah Dinas Militer serta perumahan warga sekitar.

Upaya yang dilakukan Koramil dan warga melakukan penyedotan genangan air yang berada dikawasan asrama menggunakan Pompa Air, dengan upaya penyedotan dan mengalirkan genangan air kearah utara (drainase) yang bertepatan dengan jalan raya pantura, ungkap Muhtadi.

Sebelum penyedotan air berketinggian antara 5 - 15 centimeter masuk dalam rumah-rumah warga, namun dengan upaya penyedotan yang dilakukan selama 3 sampai 4 jam dengan pompa bisa berangsur-angsur surut.

Sementara itu Danramil menyampaikan bahwa keberadaan TNI salah satunya adalah untuk membantu kesulitan rakyat.

"Keberadaan Koramil beserta Babinsa hendaknya mampu membantu solusi penyelesaian permasalahan seperti itu," katanya.

"Kegiatan ini sebagai bagian dari program kegiatan satuan yang harus dilakukan sepanjang waktu," katanya.

Hal tersebut karena memiliki nilai manfaat Iangsung kepada masyarakat sehingga memantapkan kemanunggalan TNI rakyat. (Utsm0713)

Sabtu, 02 Februari 2019

Tak kenal Lelah, Tanggap dan Merespon Tanggul Sungai Babakan

Brebes, Situasi selama tiga hari berturut turut wilayah Ketanggungan di guyur hujan insentitas tinggi, Babinsa Dukuhturi Serda Solekhudin dan Babinkamtibmas Aiptu Hendris mengecek langssung di tanggul sungai Babakan Ketanggungan Brebes, 03/02/2019.




Pantauan Babinsa & Babinkamtibmas desa dukuhturi tanggul sungai babakan masih dalam keadaan baik, Dalam kondisi musim penghujan ini kami bertekad selalu mengecek keadaan tanggul sungai babakan, guna mengantisipasi jebol nya tannggul dan bahaya banjir di wilayah desa dukuhturi, Ungkap Babinsa.

Ditambahkannya pula oleh Babinkam tibmas, bahwasannya secara rutin dan bersinergi dengan Babinsa, kami selalu tanggap, mengecek dan tak kenal lelah mengunjungi tanggal tersebut untuk kenyamanan warga,  Tandasnya

Ditambahkan juga oleh Solekhudin bahwa di dalam musim penghujan ini, kami selalu berkoordinasi dengan warga setempat yang tinggal berdekatan dengan tanggul untuk selalu memantau dan berkomunikasi, sewaktu-waktu ada air yang menerjang seperti tahun sebelumnya, mudah-mudahan dengan adanya komunikasi ini warga masyarakat bisa melakukan pencegahan banjir ditahun 2018 tidak terulang. (Utsm0713)

Empat Titik Kritis Sungai Pemali Brebes Mulai Dikerjakan

Brebes – Puluhan tim gabungan yang terdiri dari Dinas PU, Dinas PSDA dan BPBD Kabupaten Brebes, PSDA Pemali-Comal, TNI-Polri dan Aparatur Kecamatan Wanasari, perangkat desa serta warga masyarakat Sidamulya Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, secara massal menambal tanggul Sungai Pemali. Minggu (3/2/2019).

Hal ini dibenarkan Koordinator Lapangan (Korlap) Hadi Darnoto yang juga Kades Sidamulya, “Kerja bakti penambalan tanggul akan dilangsungkan selama 10 hari kedepan dengan jumlah tenaga sebanyak 80 orang. Kami dibantu dengan 1 unit excavator serta 2 armada dump truk pengangkut material dari Pemkab Brebes,” ungkapnya.



Lebih lanjut Kades menyampaikan, ini merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan darurat tanggul Sungai Pemali yang telah dilaksanakan Kantor Camat (29/1) kemarin. Pasalnya, penanggulangan di tanggul tersebut sudah sering dilakukan melalui kerja bakti antara masyarakat dan TNI-Polri, namun hasilnya kurang maksimal karena hanya secara manual dengan peralatan konvensional.

Dibenarkan juga Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf. Turiman bahwa, hasil kerja secara manual sebelumnya berupa tumpukan karung-karung tanah sebagai tanggul darurat sia-sia, manakala tidak ditunjang dengan talud bambu atau kayu yang ditancapkan dalam menggunakan alat berat. Derasnya arus Sungai Pemali beberapa kali memakan tanggul tersebut.

Tim ini akan memperkuat tanggul di 4 titik sebelah kiri barat Sidamulya guna mitigasi bahaya banjir karena jebolnya Pemali yang diketahui menjadi urat nadi serta pembuangan air utama Kabupaten Brebes ke muara pantai (induk saluran sekunder).

Setidaknya 12.600 karung tanah, akan menjadi tanggul darurat karena belum adanya anggaran untuk mempermanenkannya. Karung-karung ini diperoleh dari Dinas PU SDA Taru Provinsi Jateng (5000 kantong), Balai Besar PSDA Pemali-Comal (5000 kantong), Dinas PSDA PR Kabupaten Brebes (1000 kantong) dan BPBD Kabupaten Brebes sebanyak 2000 kantong. (Aan0713).