Tampilkan postingan dengan label Padi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2024

Serma Wasim Babinsa Koramil 13 Salem Bantu Petani Panen Padi

 Brebes – Serma Wasim Babinsa Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes melaksanakan pendampingan kepada petani di Desa Gununglarang, Kecamatan Salem dengan terjun langsung ke sawah membantu petani panen padi seluas 38 hektar. Kamis (18/07/2024).


Serma Wasim dalam mendukung Ketahanan Pangan (Hanpangan) dengan semangat ikut serta terjun langsung ke sawah untuk membantu para petani desa binaannya saat memanen padi agar supaya terwujud kemanunggalan TNI dengan Rakyat.






Dalam kesempatan ini Serma Wasim mengatakan kegiatan pendampingan panen padi ini juga salah satu upaya dalam mempercepat masa panen yang sedang dilakukan petani warga desa binaan.


Hal ini tentunya bukan hanya saat panen padi saja, akan tetapi disaat penyemaian bibit padi, pengolahan lahan sawah, pemupukan hingga perawatan sampai panen, Babinsa terus mendampingi kelompok tani.


Kepedulian ini membantu warga dengan harapan, dapat memberikan motivasi dan nilai positif bagi petani agar lebih bersemangat dalam mengolah lahan persawahan guna meningkatkan ketahanan pangan. Ungkap Babinsa Serma Wasim. (Pen0713)

Senin, 26 Agustus 2019

Panen Padi Di Demplot Koramil 09 Tonjong

Brebes – Panen padi dengan hasil lebih baik adalah cita-cita dari setiap petani, bergitu juga para petani di Dukuh Karang Manding, Desa Purwodadi, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebres, Jawa Tengah, yang menanam padi varietas situbagendit.



Padi gogo/situbagendit adalah jenis padi yang umumnya berumur antara 110 – 120 hari dengan rataan hasil mecapai 3-5 ton per hektar GKB di lahan kering dan 5-6 ton/ha di persawahan.

Di Karang Manding, Gapoktan Sidodadi yang tergabung dalam Demplot Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, menggunakan pupuk organik Nutrisi Wijayakusuma pada lahan seluas 7 ribu meter persegi.

Dibenarkan Koordinator Program (Koorprog) Kecamatan, Sarjiyono, ST bahwa, hasil penggunaan pupuk wijayakusuma di lahan 0,7 hektar, pH tanah menjadi stabil sehingga tanaman menjadi lebih subur.

“Dari perhitungan ubinan, hasil panen menggunakan pupuk nutrisi wijayakusuma meningkat 0,4 ton dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 4 ton,” ucapnya saat memberikan sambutan sebelum panen bersama yang dilakukan secara simbolis di areal sawah milik Kumaedi, anggota Gapoktan, Senin (26/8/2019).

Senada dengan Sarjiyono, Camat Tonjong, Cecep Aji Suganda AP, M.Si, menyatakan bahwa pihaknya merasa bangga atas perhatian dan pendampingan TNI di sektor pertanian di wilayahnya. Ia pun sangat mendukung program yang dapat meningkatkan kesejahteraan kepada para petani.

Sementara itu, Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, dalam sambutannya menambahkan bahwa, pupuk tersebut mengandung nutrisi untuk kesuburan tanah sehingga tanaman terbebas dari residu zat kimia.

“Dengan penggunaan pupuk terobosan TNI Korem 071 Wijayakusuma, sangat meringankan biaya operasional para petani, ditambah panen menjadi meningkat,” tuturnya.

Selain padi, pupuk ini juga sangat baik untuk tanaman produksi lainnya. TNI tidak berupaya mengintervensi para petani di wilayah mengenai pupuk ramah lingkungan ini, karena pupuk ini juga bisa untuk memaksimalkan peternakan, seperti Demplot Peternakan Kodim 0712 Tegal bersama para peternak.

Panen raya sosialisasi ini disaksikan juga para Kades dan Gapoktan se-Kecamatan Tonjong dan tamu undangan lainnya. (Aan)

Rabu, 21 Agustus 2019

Babinsa Koramil 04 Tanjung Brebes Antar Gabah Petani

Brebes – Gabah Kering Giling (GKG) hasil dari panen Demplot Padi yang menggunakan Pupuk Wijayakusuma Nutrition milik Sujito RT. 01 RW. 03 Desa Karangreja Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes diantar Babinsa Koramil 04 Tanjung ke Koramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes. Rabu (21/08/2019).

 



Sekira pukul 11.00 WIB,GKG yang sehari sebelumnya sudah ditimbang oleh Danramil 04 Tanjung Kapten Inf Muhtadi sejumlah 25 karung dengan kemasan 50 sampai 52 kg ini diantar langsung oleh Babinsa Serda Sudirman dan Kopda Rustono Ali dengan menggunakan kendaraan bak terbuka.

 

“Benar sekali, Babinsa Serda Sudirman dan Kopda Rustono Ali siang ini mengawal hasil panen padi dalam bentuk GKG yang sudah ditimbang hari kemarin jumlah total dari 25 karung mencapai berat 1,295 ton, yang selanjutnya disimpan Koramil 15 Ketanggungan sebagai persediaan Posko Bencana Alam (Bencal) Kodim 0713 Brebes untuk membantu masyarakat yang nantinya membutuhkan” Sambut Danramil Kapten Muhtadi.

 

Sesampainya pengawalan padi (GKG) di Koramil 15 Ketanggungan diterima oleh Serda Sertu Dirso dan selanjutnya disimpan dalam gudang. (Utsm)


Selasa, 20 Agustus 2019

Gabah Kering Giling Hasil Pupuk Wijayakusuma Nutrition

 

Brebes – Kebahagiaan terlihat saat Komandan Koramil 04/Tanjung Kodim 0713/Brebes memikul karung yang berisikan gabah untuk ditimbang guna melihat bobot Gabah Kering Giling (GKG) hasil panen dari Demplot Padi di Desa Karangreja Kecamatan Tanjung, Selasa sore (20/08/2019).

 







Berlangsung di rumah pemilik sawah Sujito warga RT. 01 RW. 03, penimbangan GKG dengan jumlah 25 karung kemasan 50 kg di pikul oleh Danramil dan Babinsa serta petani guna melihat hasil bobot padi yang sebelumnya dalam pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan panen menggunakan pupuk Wijayakusuma Nutrition.

 

Alhasil dari jumlah 25 karung yang rata-rata 50 hingga 52 kg tersebut mencapai jumlah 1,295 Ton GKG.

 

“Alhamdulillah, Panen padi ini berhasil sukses dengan menggunakan Pupuk Wijayakusuma dan di bantu TNI dalam pendampingannya selama proses pengolahan lahan hingga saat ini menjadi Gabah Kering Giling” Kata Sujito

 

“Rencana besok hari Rabu (21/8) padi hasil timbangan ini akan digudangkan di Koramil” Tutur Kapten Muhtadi.

 

Tampak keceriaan dan keseriusan Babinsa saat menimbang hasil panen dari Demplot padi yang selama ini ia awasi dan dampingi bersama pemiliknya. (Utsm).


Gabah Kering Giling Hasil Pupuk Wijayakusuma Nutrition

 

Brebes – Kebahagiaan terlihat saat Komandan Koramil 04/Tanjung Kodim 0713/Brebes memikul karung yang berisikan gabah untuk ditimbang guna melihat bobot Gabah Kering Giling (GKG) hasil panen dari Demplot Padi di Desa Karangreja Kecamatan Tanjung, Selasa sore (20/08/2019).

 







Berlangsung di rumah pemilik sawah Sujito warga RT. 01 RW. 03, penimbangan GKG dengan jumlah 25 karung kemasan 50 kg di pikul oleh Danramil dan Babinsa serta petani guna melihat hasil bobot padi yang sebelumnya dalam pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan panen menggunakan pupuk Wijayakusuma Nutrition.

 

Alhasil dari jumlah 25 karung yang rata-rata 50 hingga 52 kg tersebut mencapai jumlah 1,295 Ton GKG.

 

“Alhamdulillah, Panen padi ini berhasil sukses dengan menggunakan Pupuk Wijayakusuma dan di bantu TNI dalam pendampingannya selama proses pengolahan lahan hingga saat ini menjadi Gabah Kering Giling” Kata Sujito

 

“Rencana besok hari Rabu (21/8) padi hasil timbangan ini akan digudangkan di Koramil” Tutur Kapten Muhtadi.

 

Tampak keceriaan dan keseriusan Babinsa saat menimbang hasil panen dari Demplot padi yang selama ini ia awasi dan dampingi bersama pemiliknya. (Utsm).


Jumat, 09 Agustus 2019

Koramil Di Brebes Panen, Tingkatkan Produksi Pertanian Dengan Pupuk Wijaya Kusuma Nutrition

Brebes – Kodim 0713/Brebes melaksanakan panen perdana di demplot tanaman padi yang menggunakan pupuk organik Wijaya Kusuma Nutrition, di area sawah milik Samsu seluas 3.000 meter persegi, Desa Jatibarang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jum’at (08/08/2019).





Hadir pada kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 02/Jatibarang, PPL Kecamatan Jatibarang, Para Gapoktan dan petani.

Di tempat lain, Danramil 02/Jatibarang Kapten Inf Kunpriyanto, SE pada kesempatan tersebut mengatakan, pupuk Wijaya Kusuma merupakan pupuk organik yang dilengkapi dengan kandungan nutrisi untuk tanaman, aman tidak mempunyai efek samping pada tanaman dan tanah. Sehingga, tanaman bisa berkembang secara maksimal dan menghasilkan panen yang lebih banyak.

“Pupuk wijaya kusuma ini mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman, sehingga tidak merusak kesuburan tanah dan justru akan menetralkan tanah dari bahan kimia, dengan demikian akan bisa meningkatkan kualitas tanaman dan hasil tanaman padi pun bisa kita lihat lebih maksimal dibanding dengan yang tidak menggunakan pupuk Wijaya Kusuma Nutrition tersebut” terang Danramil.

Lebih lanjut, Danramil memaparkan, masalah kesuburan tanah, serangan hama, PH tanah yang rendah, merupakan kondisi riil di lapangan yang dihadapi para petani. Dengan hadirnya pupuk Wijaya Kusuma diharapkan bisa memberikan solusi, sebagai bentuk komitmen TNI mensukseskan program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan nasional.

“Demplot Kodim 0713/Brebes yang tersebra di 17 kecamatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi hasil pertanian, dan bisa kita lihat hasilnya ternyata dengan penggunaan pupuk wijaya kusuma ini hasilnya mengalami peningkatan dan melebihi dari hasil rata-rata panen di wilayah,” tuturnya. (Utsm)

Kamis, 25 Juli 2019

Di Salem Brebes Petani Gagal Panen, Celeng Di Buru

Di Salem Brebes Petani Gagal Panen, Celeng Di Buru


Brebes - Babi hutan alias celeng sering diburu warga karena kerap menjadi hama pertanian dan perkebunan. Jumlah individu babi hutan itu pun masih tinggi untuk Desa Gunung Tajem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.



perkebunan. Jumlah individu babi hutan itu pun masih tinggi untuk Desa Gunung Tajem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
 
Mamalia bernama Latin Sus scrofa vittatus itu setelah diburu kadang kala tidak diketahui nasibnya.
 
Puluhan warga desa melakukan perburuan terhadap babi hutan pasca serangan yang menyebabkan tanaman padi yang hampir memasuki masa panen. Perburuan celeng itu juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Koramil, Polsek, Polisi Hutan dan Satpol PP serta masyarakat.
 
''Sebenarnya perburuan sudah dilaksanakan sejak Rabu (24/7) malam, namun babi hutan itu tidak berhasil ditemukan, sehingga perburuan dilanjutkan hari ini,'' jelas Danramil 13/Salem Kapten Inf Iskandar Subehi.
 
Perburuan yang dilakukan dengan cara tradisional ini dilakukan dengan anjing pelacak hingga kamis siang ini (25/7), menurut Danramil, masih belum berhasil menemukan keberadaan kawanan babi hutan yang menyerang tanaman padi. Ia menduga babi hutan sudah masuk lebih jauh ke dalam hutan. Imbuhnya.
 
''Kami masih di hutan, tapi belum berhasil menemukan seekor pun babi hutan,'' katanya.
Kawanan celeng menyerang tanaman padi hingga ludes di lahan persawahan. Akibat serangan tersebut, Lahan padi seluas 2,5 Ha di Desa Gunung Tajem gagal panen.
 
Danramil, warga dan anggota berbagai elemen masyarakat memutuskan untuk memburu babi hutan di kawasan hutan dekat wilayah persawahan, karena warga khawatir serangan babi hutan itu akan berulang. Terlebih pada musim kemarau seperti sekarang, dimana pangan alami babi hutan di habitat mereka semakin berkurang.
 



''Serangan babi hutan dengan merusak tanaman di persawahan warga sebenarnya sudah sering terjadi, terutama pada musim kemarau saat ini,'' katanya. (Utsm)

Rabu, 24 Juli 2019

Demplot Padi Koramil 08/Bumiayu Brebes


Brebes – Lahan demplot percontohan Koramil 08/Bumiayu Kodim 0713/Brebes yang berada di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bumiayu dilakukan pengecekan kadar pH dan penyemprotan nutrisi pupuk wijayakusuma seluas 1 Ha. Rabu (24/07/2019).





 
Hadir dalam pengecekan demplot tersebut antara lain, Danramil Kapten Inf Ngadino, Kepala BPP Kecamatan Bumiayu Bambang, SP, Ketua Gapoktan Desa Kaliwadas Salim, Ketua Poktan Daryoto dan 6 Babinsa.


Yang dilakukan di demplot tersebut secara detail mengukur kadar pH tanah sebelum ditanam benih padi serta penyemprotan awal nutrisi pupuk wijayakusuma dan juga dilakukan tanam padi jenis R23 dengan sistem jajar legowo dengan ukuran 20 x 40 cm.

 
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI dan BPP yang telah membantu kami dalam mengolah lahan yang sebelumnya tidak menggunakan nutrisi pupuk wijayakusuma, mudah-mudahan hasil panen nanti akan melimpah” Kata Salim.

 

Kapten Ngadino membenarkan bahwa nutrisi pupuk wijayakusuma digunakan untuk menetralisir kadar tanah sebelum ditanami, sehingga nantinya bisa menjadi subur dan mendapatkan hasil panen yang baik. Tuturnya. (Utsm)

Minggu, 14 Juli 2019

Dandim Brebes Bangga, Panen Padi Dengan Nutrisi Wijaya Kusuma Di Banjarharjo Sukses

Brebes – Panen padi berhasil melimpah adalah idaman setiap petani, seperti yang dilakukan Koramil 14/Banjarharjo Kodim 0713/Brebes hari ini jenis padi Trisakti yang berada di Demplot Nutrisi Wijayakusuma di area Poktan Merdan Jaya Desa Cigadung, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Senin (15/07/19).




 

Usia padi Trisakti yang sudah di panen berada di area sawah milik Rasjan anggota Poktan Merdan Jaya yang diketuai oleh. Hamdani sangatlah mulus mendapatkan hasil panennya, dimana per hektarnya bisa mencapai 5,5 Ton, yang sebelumnya mendapatkan hasil panen 4,5 ton/Ha dengan jenis padi Varietas Ciherang.

 

Peltu Sartono Batuud Koramil 14/Banjarharjo membenarkan bahwasannya hasil panen ini dalam perawatan dari awal pengolahan lahan, pembibitan dan perawatan hingga panen saat ini di dampingi oleh Babinsa, PPL, Koorpro dan Poktan. Katanya.

 

Yang disampaikan oleh Batuud melalui wawancara langsung bahwa panen ini dengan menggunakan bibit padi Trisakti dan Nutrisi Wijaya Kusuma sudah barang tentu berhasil sesuai yang didapatkan hari ini. Tambahnya.

 


Ditempat lain, Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, SE, merasa bangga karena keberhasilan anggota Babinsanya dalam melakukan pendampingan kepada para petani berhasil dengan sangat memuaskan. Paparnya. (Utsm)

Senin, 24 Juni 2019

Data Fisik Ciherang Minggu Keenam di Cigadung Banjarharjo Brebes

Brebes – “Apa yang kamu tanam akan petik, maka tanamlah kebajikan walaupun itu sebutir padi”, itulah kiasan yang pantas untuk menggambarkan bahwa sekecil apapun lahan tanam harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mensejahterakan petani, dan bagaimana cara mendapatkan keuntungan dengan mencintai lingkungan.

Sebagai dukungan terhadap ketahanan dan peningkatan pangan di salah satu wilayah Kabupaten Brebes, Babinsa Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Serda Sulis, terus melakukan pendampingan terhadap petani padi di Demonstration Plot (Demplot) Koramil, di areal persawahan seluas 1 hektar milik Rasjan, warga Desa Cigadung. Selasa (25/6/2019).  

Pengecekan rutin minggu keenam areal percontohan/Demplot padi jenis ciherang dengan sistem jajar legowo serta menggunakan pupuk atau Nutrisi Wijaya Kusuma ini, diperoleh data tentang penambahan tinggi tanaman, jumlah anakan serta bulir padi sudah mulai berisi dan banyak. Sementara kondisi pH tanah berangsur-angsur menurun sehingga mampu menetralkan keasaman tanah sawah.

“Sebelum mengajak para petani, bukti harus diberikan dulu di demplot yang ada di setiap Koramil, sehingga jika nanti sudah tampak hasilnya maka petani diharapkan akan mengikuti,” katanya.

Ditambahkannya dari data yang diperoleh dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bahwa, ciherang ini memiliki banyak keunggulan antara lain meliputi produksinya yang tinggi antara antara 6-7 ton gabah/hektar, mudah perawatannya dan dapat dipanen pada umur 95-100 hari hari pasca tanaman dari jenis lainnya yang memerlukan waktu sekitar 125 hari, cocok ditanam di daerah kurang air saat padi menua, kerontokan sedang serta tahan wereng coklat dan blast.

“Kita lihat nanti hasilnya saat panen. Disini ciherang digemari karena rasa nasi yang pulen dan enak, pupuk juga lebih hemat karena pemupukan baru dilakukan setelah padi berusia 30 hari,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, varietas padi ciherang antara lain ciherang janger, jumbo, jonggol, SS, putih, super, dempo dan ciherang 600. (Aan Brebes).

Jumat, 21 Juni 2019

Demplot Wijayakusuma Padi Ciherang di Tanjung Brebes

Brebes – Pada revolusi hijau saat ini, salah satu intensifikasi peningkatan produktivitas tanaman padi yang dilakukan petani di Indonesia adalah dengan menambah penggunaan pupuk kimia dan pestisida, namun lambat-laun menimbulkan berbagai masalah.


Pencemaran lingkungan dan eksplosifnya hama padi dapat menyebabkan petani gagal total. Demi menjaga keutuhan stok beras daerah dan nasional yang merupakan bahan makanan pokok terpenting bagi masyarakat terbesar Indonesia, anggota TNI Kodim 0713 Brebes dari Koramil 04 Tanjung, terus melakukan pendampingan kepada petani di Demonstration Plot (Demplot) pada areal persawah seluas 1 hektar milik Sujito, Desa Karangreja Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes.

Terlihat Kopda Rustono Ali melakukan pengecekan mingguan tanaman di Demplot yang menggunakan pupuk/nutrisi cair “Wijayakusuma”. Didapati peningkatan pH tanah dari 6,1 menjadi 6,8, Jumat pagi (14/6/2019).

Terpisah, diungkapkan Danramil, Kapten Infanteri Muhtadi bahwa, jika terjadi kenaikan harga beras atau kurangnya stok beras nasional akan berdampak negatif bagi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia termasuk pertahanan dan keamanan. Pasalnya, makanan merupakan sumber energy termasuk bagi prajurit.

“Petani disini cenderung memilih padi jenis Ciherang karena usianya sangat pendek sehingga dapat dipanen pada umur 80-96 hari setelah ditanam,” ujarnya.

Ditambahkannya, dari hasil pengecekan padi minggu ke-5, didapatkan peningkatan anakan setelah penyemprotan dengan Nutrisi Wijayakusuma adalah dari 6 menjadi 12 anakan dan bertambahnya tinggi dari 40 menjadi 60 centimeter dari normalnya 20 centimeter.

“Ini merupakan salah satu inovasi baru bersama TNI dalam meningkatkan produksi padi. Jadi petani intinya diajak kembali ramah lingkungan, karena pupuk ini juga bisa dikombinasikan dengan pupuk kimia dan sangat baik untuk menetralkan pH tanah,” imbuhnya.

Selain percontohan kepada para petani di Brebes tersebut, para Babinsa juga melakukan upaya lainnya berupa memotivasi petani untuk mengolah lahan tidur guna meningkatkan produktivitas per satuan luas atau Luas Tambah Tanam (LTT), mengingat semakin menurunnya luas persawahan akibat konversi non-pertanian terutama bagi pemukiman. (Aan Brebes).

Kamis, 23 Mei 2019

Setengah Hektar Sawah Ditanam Padi Model Jarwo

Brebes - Danramil 11/Paguyangan Kapten Cpl Harsono melalui Babinsanya melaksanakan pendampingan pertanian pada Masa Tanam II menanam padi varietas Situbagendit dengan cara tanam Jajar Legowo 2.1 seluas 0,500 Ha milik Rokhiman (65), tempatnya di Desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes,  Kamis (23/5/19).

Sebelum penanaman dimulai Babinsa Serda Sugeng Widodo  selaku pengampu desa binaan menyampaikan bahwa perlunya percepatan penanaman karena sudah akan meninggalkan musim penghujan untuk itu segera dilaksanakan penanaman  Musim Tanam II ( MT II ) karena pada musim ini petani berlomba-lomba menggarap dan menanam padi karena dengan berkahirnya musim hujan ini sudah barang tentu air akan segera mengering dilahan persawahan yang akan menghambat proses tanam itu sendiri.

Babinsa juga terus menghimbau dan mengarahkan warga masyarakat khususnya Kelompok Tani dan Gapoktan agar jangan takut dan pasrah kepada keadaan tetapi bagaimana kita bisa mengatasi masalah tersebut, tegasnya. (Utsm)

Selasa, 14 Mei 2019

Tanam Jajar Legowo Diterapkan di Demplot Pilot Project Koramil Tanjung Brebes

Brebes – Tanam padi dengan jajar legowo dilakukan di Demonstration Plot (Demplot) Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, sebagai pilot project penerapan pupuk cair/nutrisi Wijayakusuma di wilayah binaannya. Rabu pagi (15/5/2019).

Salah satunya adalah di lahan pertanian milik Casjito, Desa Karangreja Kecamatan Tanjung seluas 1 hektar. Sebelumnya di lahan tersebut telah dilakukan pengukuran pH tanah dengan menggunakan pH Meter di 6 titik yang berbeda bersama anggota PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Kecamatan serta dilakukan penyemprotan tahap awal dengan menggunakan (10/5).

Terlihat Serda Sudirman sedang melakukan pendampingan penanaman benih padi dengan “jajar legowo” bersama Kopda Rustono Ali, di lahan petani tersebut yang merupakan salah satu anggota Kelompok Tani (Poktan) Sumber Hasil.

Diungkapkan Kopda Rustono Ali, anak seorang petani bahwa, pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah memaksimalkan lahan yang tersedia dengan cara memaksimalkan pengaturan jarak tanam dengan sedemikian rupa, yaitu pertanaman efek pinggir yang lebih banyak dan memberikan beberapa barisan kosong di tengah dengan jarak yang lebih lebar daripada menanam dengan jarak antar barisan tanaman normal. Sistem tradisional ini sudah lama digunakan para petani di Indonesia secara turun temurun guna meningkatkan kuantitas dan kualitas gabah sehingga jauh lebih tinggi.

“Lebih mudahnya, sistem jajar legowo adalah cara menanam padi dengan pola beberapa barisan tanaman yang dimaksimalkan rapatnya dengan diselingi dengan satu barisan kosong,” ucapnya.

Lebih lanjut diterangkannya, perbedaan yang mencolok antara tanam pinggir dengan tanam ditengah adalah saat padi sudah merunduk dan mulai menguning, jadi jika dilihat sebelum tanaman berbuah maka perbedaan akan sulit terlihat.

“Jadi tanaman di barisan pinggir jauh lebih baik daripada tanaman di barisan tengah, baik dari segi pertumbuhan maupun tingkat produktivitasnya. Ini disebabkan tanaman pinggir memiliki ruang tumbuh yang lebih leluasa serta lebih banyak mendapatkan sinar matahari,” imbuhnya. (Aan Pendim Brebes).

Kamis, 09 Mei 2019

TNI tetap Dampingi Petani Tanam Padi Di Bulan Ramadhan

Brebes – Semakin bertambahnya Luas Tambah Tanam (LTT) lahan pertanian padi, tentunya akan selaras terjaganya stok beras nasional dan daerah. Diharapkan jika masyarakat petani banyak menggarap lahannya kembali atau mengolah lahan tidur menjadi produktif, tentunya panen juga akan meningkat.


Tampak para Babinsa Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes yang dipimpin Danramil, Kapten Cpl. Harsono, melakukan fungsinya sebagai motivator sekaligus penyuluh di lapangan. Mereka melaksanakan pendampingan LTT kepada pemilik lahan tanam, H. Subur, asal RT. 05 RW. 02 Dukuh Kembang Desa/Kecamatan Paguyangan dan kepada para buruh tani. Kamis (9/5/2019).

Dibenarkan Danramil (celana pendek bertopi) bahwa, beberapa upaya percepatan  yang harus dilakukan adalah mencari lahan yang baru panen atau yang belum diolah.

“Kami bersama PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Kecamatan Paguyangan, tetap melakukan tugas pendampingan walaupun bulan puasa. Walaupun kami bukan petani, namun kami bangga menjadi bagian dari petani,” ucap Harsono yang juga memberikan semangat agar mereka bahagia menjadi petani.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebutkan bahwa LTT lahan tani per September 2018 adalah yang tertinggi dalam sejarah pertanian di Indonesia dengan capaian 1,5 juta hektar. Prestasi tersebut tidak terlepas dari pembangunan irigasi, sumur air dan penyediaan pompa jadi yang menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah dalam mendorong peningkatan LTT lahan tani. (Aan Pendim Brebes).