Senin, 04 Maret 2024

 Brebes - Bertempat di Terminal Pasar Induk Brebes, Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si buka Pasar Murah Bersama Forkompimda Brebes dan Bulog di Terminal Pasar Induk Brebes, Jalan Jenderal Soedirman, Kelurahan Brebes, Jawa Tengah. Selasa (05/03/2024).


Acara ditandai dengan penyerahan sembako murah secara simbolis kepada penerima bantuan dan langsung meninjau Pasar Murah Bersama oleh Sekda Brebes Ir. Djoko Gunawan, MT, Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, S.IK., Kajari Brebes Yadi Rachmat Sunaryadi, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Agama Brebes Drs. Udin Nazmudin, Sh., M.H., Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Brebes H. Hariyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Ir. Yulia Hendrawati, M.Si, Kasub Divre Pekalongan Anna Marianofa.






Dalam sambutan Kasub Divre Pekalongan Anna Marianofa memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan serta pihak-pihak yang memiliki komitmen tinggi untuk ikut serta menjaga stabilitas harga pangan di daerah, guna mengendalikan inflasi, dengan terlibat penuh dalam pelaksanaan Pasar Murah Bersama yang dilaksanakan oleh Kodim 0713 Brebes Bersama Forkompimda Brebes dan juga Bulog.


Sementara Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Brebes H. Hariyanto mengatakan bahwa ini adalah langkah konkret kita Pemerintah Daerah untuk memberikan akses terhadap pangan yang terjangkau kepada seluruh masyarakat. Karena kami sangat menyadari bahwa kondisi perekonomian kita saat ini sedang mengalami pukulan berat, dampak dari inflasi yang cukup tinggi, sehingga terjadinya kenaikan harga kebutuhan bahan pangan, yang sudah pasti sangat membebani kemampuan keuangan rumah tangga dan menyebabkan berkurangnya daya beli masyarakat.


"Menyikapi fenomena tersebut, selaku Pemerintah Daerah, tentunya kami harus bertindak dan bergerak cepat guna meringankan beban masyarakat, agar masyarakat bisa mendapatkan bahan kebutuhan pangan dengan harga yang relatif lebih murah dan terjangkau dari harga pasar, dan salah satu upaya yang bisa kita lakukan tentunya dengan gerakan pangan murah ini," jelas H. Hariyanto.


Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Inf Sapto Broto juga mengingatkan bahwa dalam gerakan pangan murah melalui Pasar Murah Bersama Forkompimda ini kita tidak hanya bicara tentang harga pangan yang terjangkau. Kegiatan ini juga merupakan langkah strategis kita bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah, dengan mengembangkan segala potensi pertanian lokal yang kita miliki, agar kita dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan serta memperkuat ekonomi lokal, kata Dandim. 


"Melalui kegiatan ini hendaknya menjadi salah satu media kita dalam pengendalian inflasi pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Negeri junjungan menjelang BUlan Suci Ramadhan 1445 H/2024 M yang akan kita sambut beberapa hari saja lagi, " harap Letkol Sapto Broto.


Sejumlah 1.000 paket sembako habis terjual dengan melihat antusiasme warga yang masih mengantri mengharapkan program Pasar Murah Bersama Forkompimda Brebes dan Bulog terus dilakukan secara rutin. (Pen0713). 

TNI Polri, Kesbangpolda dan Dinkes Brebes Seleksi 328 Calon Paskibraka 2024

  

Brebes -  Kodim 0713 Brebes, Polres dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Brebes melaksanakan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Brebes tahun 2024 yang berlangsung di Makodim 0713 Brebes, Jalan Jenderal Soedirman 107 Brebes, Jawa Tengah. Selasa (05/03/2024).


Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Brebes Mochamad Sodiq, S.STP., M.Si saat melihat langsung seleksi yang dilakukan oleh TNI dan Polri mengatakan, terkait seleksi Paskibraka 2024 tahun ini, pihaknya telah mengirimkan surat kepada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Brebes. 






Untuk pendaftaran dilakukan secara online yang dibuka mulai dari tanggal 24 hingga 27 Februari 2024 melalui website https:paskibraka.bpip.go.id. kemudian tahap seleksi tanggal 5-6 Maret 2024 dilakukan secara tentatif disesuaikan dengan kondisional.


Seleksi Paskibraka dilakukan secara berjenjang sesuai arahan Badan Pembina Ideologi Pancasila(BPIP), untuk pedoman pendaftaran, terkait alur seleksi setelah proses pendaftaran dan seleksi administrasi, dan dilanjutkan 4 tahapan lainnya, Seperti seleksi pancasila dan wawasan kebangsaan, serta intelegensia umum,semua nya dilakukanlah secara transparan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT).


"Untuk tes wawasan kebangsaan dan intelegensia umum akan menggunakan sistem Computer Assisted Test yang tentunya ini sangat transparan, sedangkan untuk seleksi yang lain kami laksanakan secara langsung dan kami libatkan TNI-Polri, Dinas Kesehatan, dan PPI (Purna Paskibraka Indonesia) Kabupaten Brebes,” jelasnya.


Mochamad Sodiq menuturkan untuk selanjutnya tes kesehatan, pada seleksi tahun ini dilakukan secara komprehensif berbeda dengan tahun sebelumnya dimana tes kesehatan secara umum, tahun ini dengan melakukan pemeriksaan mata tidak buta warna, Tidak memakai kacamata dan pemeriksaan gigi sebagai pemeriksaan dasar kesehatan. 


Dijelaskanya juga pada penerimaan paskibraka tahun ini seluruh siswa yang memenuhi syarat akan diterima, walaupun tidak mengikuti ekstra kulikuler paskibraka.


"Kesempatan ini juga untuk seluruh siswa, karena kita inginkan yang terpilih nanti memang memiliki potensi, kita ambil sebanyak 36 orang untuk menjadi Paskibraka Kabupaten Brebs 2024," jelas Mochamad Sodiq.


“Dari data yang kami peroleh, ada 328 siswa yang mendaftar online, 283 menggunakan akun asli dan akun coba-coba 45, sementara yang lulus administrasi 161, dan 122 dinyatakan tidak lulus”. Imbuhnya. 


Ia juga memastikan untuk seleksi Paskibraka tahun 2024 ini dilakukan secara transparan tidak ada istilah titipan, karena tes dilakukan menggunakan aplikasi dengan sistim gugur, yang lulus akan mengikuti seleksi selanjutnya dengan nilai yang nanti akan diakumulasi pada penentuan tahap akhir (Pantukhir). (Pen0713).

Minggu, 03 Maret 2024

Serma Wartono dan Relawan Distribusikan Bantuan Bencal Longsor Lalui Jalur Ekstrim

 Brebes - Serma Wartono anggota Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma,  bersama Tim Relawan menyalurkan bantuan dari berbagai organsasi, paguyuban dan instansi kepada warga Desa Kadumanis, Desa Gandoang dan Desa Citimbang Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes yang terdampak bencana alam tanah longsor beberapa waktu lalu. Bantuan kali ini diserahkan di lokasi menuju ke Desa Kadumanis dan Desa Gandoang Kecamatan Salem, Minggu (03/2/2024). 


Penyerahan bantuan dilakukan Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto,S.E., M.Si melalui Bati Tuud Koramil 13 Salem Peltu Rahmat Wahyudin berupa lampu solar cell otomatis Karen dilokasi listrik sampai saat ini terputus, dan bantuan lainnya secara simbolis diterima langsung oleh Kepala Desa Kedumanis Rosid Nur Abdullah bersama warga yang terdampak bencana.


Selain lampu, juga dari beberapa organisasi dan paguyuban juga memberikan sembako dan kebutuhan ibu hamil dan balita serta obat-obatan.






Pada saat menyerahkan bantuan, Serma Wartono mewakili seluruh donatur, mengatakan bantuan ini untuk membantu meringankan warga yang terdampak akibat bencana tanah longsor.


“Jika kita memiliki materi atau uang maupun lainnya, silahkan berbagi kepada warga disini, dan apabila yang kita punya tenaga atau pikiran berbagilah dengan tenaga dan pikiran datanglah kelokasi, ini akan menambah moril untuk warga dalam meenrima musibah”, tutur Serma Wartono.


Serma Wartoono menceritakan, bencana tanah longsor terjadi pada Minggu (25/2/2024) di tiga desa yiatu Kadumanis, Gandoang dan Ciputih, akibat bencana tersebut, mengakibatkan akses jalan di tiga desa terputus dan  beberapa rumah mengalami retak, bahkan berpotensi roboh yaitu di Desa Gandoang akibat wilayah Brebes Selatan diguyur hujan dengan intensitas tinggi. 



“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban warga yang terdampak bencana alam. Atas nama Relawan dan warga mengucapkan terima kasih “Komandan” dan Pemerintah Kabupaten Brebes Kecamatan Salem serta organisasi dan komunitas lainnya yang telah memberikan separuh rejekinya untuk warga Kadumanis, Gandoang dan Ciputih”. 


“Lika-liku dalam pengiriman bantuan juga kami rasakan bersama tim relawan lainnya, jalan hancur, berlumpur, terjal, sempit, dan bahaya mengancam tim relawan saat berada ditebing dengan ketinggian yang cukup lumayan yang sewaktu-waktu bisa saja longsor. Namun Tim relawan yakin mengirimkan logistic bantuan ini dengan penuh hati-hati agar amanah ini tersampaikan hingga lokasi”. (Pen0713)

Pengecatan Material Jembatan Gantung Frame dan Plat Baja dengan warna Merah

 Brebes - Jembatan Gantung Merah Putih dengan Gerakan Tangan Tuhan Membangun Brebes Berhias sudah terpasang tiang pancang 100 persen diduantitik, diantaranya Dukuh Satir dan Dukuh Wadas Gumantung.


Kali ini, Slin Baja panjang 70 meter sudah tiba dilokasi Dukuh Satir dan Plat Baja juga sudah dalam pengerjaan pengecatan oleh TNI dan Warga. Minggu (03/02/2024).


Disampaikan Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si bahwa sebentar lagi Jembatan Gantung Merah Putih akan segera terpasang sebelum Hari Raya Iedul Fitri.




"Semoga dengan terbangunnya Jembatan Gantung yang merupakan  akses jalur perekonomian para petani yang akan menghubungkan antara Dukuh Satir dengan Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kutamendala Kec. Tonjong Kab. Brebes ini segera terwujud sesuai harapan warga". papar Dandim.


"Kegiatan hari ini pemindahan plat baja ke lokasi jembatan gantung sudah dilakukan bersama warga, di lanjutkan pengecatan plat dengan warna khas yaitu merah dan tiangnya putih". Imbuhnya.


Pembangunan Jembatan Merah Putih atas inisiasi dari Dandim Brebes ini pertamakalinya dibangun, dan akan dibangun juga di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu menghubungkan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung dan 1 lagi di Dukuh Cisaat yang akan menghubungkan Margasari Tegal.


Dalam waktu dekat bersamaan pemasangan plat baja Jembatan Gantung di Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kalinusu juga akan segera dibangun Jembatan Gantung Merah Putih. (Pen0713)

Inilah Hasil Panen Bawang Merah Petani Desa Grinting Setelah Gunakan Mikroba PA 63 garuda 0713

 Brebes - Poktan Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes hari ini Panen Raya Bawang Merah. Minggu (03/02/2024).


Setelah umur sudah dikatakan cukup, Poktan Desa Grinting yang sebulan lalu mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 di Makodim 0713 Brebes kini sudah merasakan hasil pertaniannya.


Mikroba PA 63 Garuda 0713 adalah cairan penyubur tanah dan pengurai air tambak yang dapat memberikan manfaat pertanian, tambak dan perkebunan.






Wasduri (51) petani bawang merah warga Desa Grinting saat menikmati hasil panen Bawang Merah pertamakali merasa senang dengan hasil melimpah dan warga bawang sangat merah pekat dan bibitnya bertambah.


‘Alhamdulillah setelah saya mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 gratis di Kodim 0713 Brebes dan saya praktekkan langsung, hasilnya sangat menggembirakan, bahkan bobot bawangnya bertambah serta waktu panen lebih singkat seminggu sebelum waktunya panen, warna bawangnya merah gelap/menges (dalam bahasa jawa) dan besar”. Ungkap Wasduri.


Kepala Desa Grinting Suhartono saat dilokasi panen bawang merah mengatakan “Alhamdulillah dengan adanya Mikroba yang diberikan secara gratis oleh Dandim Bapak Sapto Broto kepada petani di Grinting sangatlah membantu dalam pencapaian hasil panennya, initinya menggunakan Mikroba ini sangat menguntungkan buat petani Desa Grinting, terbukti walaupun airnya sedikit tetap subur”. Kata Kades.


Sementara Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Kodam IV Diponegoro,  Letkol Infanteri Sapto Broto,S.E., M.Si mengungkapkan rasa bersyukur atas Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias, semoga apa yang telah dilakukan untuk pengabdian di Kabupaten Brebes bisa membantu pertumbuhan dan perekonomian di bidang pertanian, tambak dan perkebunan.


Dandim menyampaikan bahwa kehadiran Petani di Makodim 0713 Brebes adalah untuk mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 serta memberikan sedikit solusi bagi petani agar hasil panen sesuai yang diharapkan.


“Melalui program Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, Kodim 0713 Brebes berusaha membantu kesulitan dan membantu mensejahterakan rakyat, nantinya bisa membantu baik hasil pertanian dan tambak khususnya di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba”. tutup Dandim. (Pen0713).

Jumat, 01 Maret 2024

Dandim Brebes Percepat Buka Jalan Pengubung Antar Desa Citimbang - Gunung Sugih Yang Terputus

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Forkopimca Salem serta relawan kembali mengecek titik lokasi longsor di Desa Citimbang, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Jum'at (01/03/2024).


Jalan penghubung antara Desa Citimbang dan Desa Gunung Sugih longsor tergerus air hujan, hujan dengan intensitas tinggi dari pukul 21.00 hingga pagi hari. Jalan sepanjang 80 meter dengan lebar 4 meter terputus dan longsor kebawah sekitar 50 meter.






Menurut Kepala Desa Citimbang Idi Sutiono mengatakan bahwa 667 KK dari 1.971 Jiwa didesanya kini terisolir akibat jalan aspal tersebut putus. Dari jumlah jiwa yang nyata, ada 1.850 jiwa yang terisolir di Desa Citimbang.


"Alhamdulillah Pak Dandim bersama Forkopimca Salem hadir dilokasi dan melihat secara langsung desa kami, berkat kehadiran beliau, sudah turun 1 unit excavator yang langsung bekerja membuka jalan tersebut". tutur Idi Setiono.


Selain Desa Citimbang, juga dampak yang sama dirasakan oleh Desa Gunung Sugih yang bersebelahan dengan Desa Citimbang.


Kepala Desa Gunung Sugih Durottun Nasihin mengungkapkan keluhannya kepada Dandim 0713 Brebes  bahwa putusnya jalan penghubung Citimbang-Gunung Sugih sangatlah vital, sebab perekonomian warga tersendat.


"Ada 4 titik irigasi tersier yang rusak akibat longsoran, dan warga harus mengeluarkan biaya transportasi lebih, sebab harus memiliki 2 unit kendaraan roda dua, satu ditaruh diujung desa Citimbang, dan yang satunya diseberang Desa Gunung Sugih". papar Kades Gunung Sugih.


"Alhamdulillah, kehadiran Pak Dandim Brebes bersama  rombongan sudah mengupayakan alat berat untuk membuka jalan, yah sebelumnya hanya bisa dilewati pejalan kaki saja". imbuhnya.


Dandim 0713 Brebes menghimbau kepada seluruh warga Citimbang dan Gunung Sugih untuk bersabar dan berhati-hati dalam beraktivitas, secepatnya Kodim dan Polres Brebes bersama Pemerintah Daerah segera menyelesaikan permasalahan pasca bencana Banjir dan Longsor di Kecamatan Salem, diantaranya Desa Ciputih, Desa Gandoang dan Kadungmanis serta Desa Citimbang dan Gunung Sugih. 


"Saat ini Babinsa, Babhinkamtibmas dan relawan dari BGS, Bangbara, Nalaktat, KTM dan Batara membawa obat-obatan menggunakan motor trail ke tiga desa untuk dibagikan warga yang membutuhkan". ungkap Dandim.


"Kebutuhan mendesak dilokasi longsor diantaranya Lampu Cell Solar Otomatis, Pempes, Obat-obatan, sembako dan susu untuk bayi dan anak-anak". imbuh Letkol Sapto Broto.


Sampai dengan saat ini, ada 2 excavator membuka jalan agar kendaraan roda dua bisa melintas guna percepatan pengiriman obat-obatan dan logistik. (Pen0713)

Dandim dan Forkopimca Tinjau 3 Lokasi Bencal Longsor di Salem

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama dengan Forkopimca Salem meninjau  langsung lokasi bencana alam banjir dan longsor di 3 desa di Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (29/02/2024).






Peninjauan  ke lokasi bencana alam banjir dan tanah longsor juga didampingi ADM Perhutani Prastyo Lukito S.Hut, Camat Salem Wartoid S.IP., M.Si, Danramil 13 Salem diwakili Peltu Rahmat Wahyudin, Kapolsek Salem, Tokoh Masyarakat Heru Irawan,  Komunitas Trabas, relawan dan masyarakat.


Bencana alam banjir dan tanah longsor dampak dari hujan dengan intensitas  tinggi dimana mengakibatkan 3 desa terisolir.


Desa yang terisolir dampak dari bencana alam tanah longsor Desa Kedumanis, Desa Ganggawang dan Desa Citimbang dimana jalan yang menghubungkan 3 desa tersebut sebagian hanyut terbawa arus banjir dan tertimbun tanah longsor serta  jembatan putus terbawa tanah longsor.


Menurut Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan ada sekitar KK 210 KK, sedikitnya ada 883 orang terisolir.


"Ada 9 (Sembilan) Unit sepeda motor hanyut terbawa longsor, aliran listrik yang menghubungkan 3 desa terputus hingga saat ini". papar Dandim.


"Selain itu, saluran air bersih/Pancimas terbawa air hingga 1 kilometer, dan setelah dicek dilapangan, adanya akses Jalan Kabupaten 8 titik baik yang terputus, tertutup longsor ". Imbuhnya.


" Satu buah jembatan yang menghubungkan tiga desa juga putus, kurang lebih panjang 29 meter dan lebar 3 meter, dikarenakan hanyut".  tutup Dandim.


Diakhir peninjauannya, Dandim mengecek dapur umum sekaligus memberikan bantuan sosial berupa sembako dan lampu penerangan jalan tenaga surya. (Pen0713)