Tampilkan postingan dengan label Akses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akses. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2024

Gerak Cepat Singkirkan Material Longsor Tutup Akses Jalan di Desa Ciseureuh - Ketanggungan

  

Brebes – Babinsa Ciseureuh Koramil 15/Ketanggungan, Kodim 0713/Brebes, Korem 071/Wijayakusuma, Serka Darso bersama warga melaksanakan kerja bakti pembersihan material longsor yang menutupi jalan di Dukuh Grogol, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (10/02/2024).


Babinsa Serka Darso disela-sela kegiatan tersebut mengatakan, longsor terjadi akibat hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi mengakibatkan tanah longsor diperkirakan panjang 10 meter, tinggi 6 meter, dan lebar 4 meter menutupi akses jalan di Dukuh Grogol, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melewatinya.





Kejadian longsor tersebut baru diketahui oleh bapak Restu Singgih (55) masyarakat Dukuh Grogol yang akan melintasi jalan tersebut kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa dan Kepala Desa Ciseureuh.


“Dengan alat seadanya, kami bersama Pemerintah Desa Ciseureuh bersama masyarakat bergotong-royong membersihkan material longsor berupa tanah dan bebatuan yang menutupi jalan,” ungkapnya.


“Dengan kegiatan kerja bakti ini diharapkan arus lalu lintas yang melewati jalan Dukuh Grogol dapat berjalan normal kembali baik kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga aktivitas warga berjalan dengan baik”, tambahnya


Babinsa juga menghimbau kepada warga maupun pengguna jalan agar selalu waspada saat melintas di beberapa titik rawan longsor sebab sampai saat ini kondisi curah hujan masih cukup tinggi.


Secara terpisah Danramil 15/Ketanggungan Kapten Arm Rudolf Pasaribu menyampaikan bahwa salah satu tugas TNI dalam hal ini Babinsa yaitu membantu warga, mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya serta menjadi motor penggerak sehingga warga masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.


“Akhir-akhir ini intensitas hujan cukup tinggi, sehingga warga harus ekstra hati-hati, waspada, bila sewaktu-waktu terjadi bencana longsor,” pungkas Danramil. (Pen0713)

Kamis, 14 Mei 2020

Sweeping Pemudik ke Wilayah Salem Brebes Terus Diberlakukan di Tiga Akses Masuk


Brebes – Tim Gugus Cegah Covid-19 Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus memberlakukan prosedur pencegahan covid-19 yang kemungkinan dibawa oleh para pemudik yang akan masuk wilayah Salem.




Tampak petugas pengamanan terpadu mendata dan mengecek setiap orang dengan menggunakan thermometer infrared, di Posko Gunung Lio. Jumat (15/5/2020).

Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Iskandar, bahwa selain di posko di perbatasan Kecamatan Salem-Banjarharjo tersebut, juga dilakukan di Posko Banjaran perbatasan Salem-Majenang, Kabupaten Cilacap, serta Posko Desa Gununglarang yang merupakan akses antara Salem dengan Kecamatan Bantarkawung.

“Selain dilakukan pengecekan suhu badan dan pendataan, juga dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan oleh petugas gabungan baik dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Bentar, Puskesmas Salem, perangkat desa, serta Ormas dari Relawan Bangbara dan Banser Salem,” ungkap Kapten Iskandar.

Adapun hasil pemeriksaan mulai dari tanggal 14 sampai dengan 15 Mei 2020 pagi, adalah mobil travel masuk sebanyak 5 unit, mobil pribadi 3 unit, dan sepeda motor 32 unit. Total adalah 64 orang pemudik.

“Dari 64 orang pemudik dan 46 orang warga setempat dan sekitarnya yang lalu lalang, belum ditemukan orang dengan gejala virus corona karena suhu tubuhnya normal dan tidak ada keluhan,” tandasnya.

Ditambahkannya, petugas tetap menghimbau bagi para perantau yang pulang kampung untuk mengisolasi diri atau karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, selalu memakai masker dan rajin cuci tangan. (Aan)

Minggu, 02 Februari 2020

Warga Galuhtimur Brebes Pangkas Tebing Dan Pasang Patok Bambu Buat Akses Darurat


Brebes – Puluhan masyarakat Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama Babinsa setempat dari Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, membuat jalan darurat pasca putusnya akses utama antar pedukuhan akibat longsor (29/1).





Tampak Kades, Sobandi, A.Ma dan Sertu Ali Mahfur, berada di tengah-tengah masyarakat RW. 05, Galuhtimur, guna memberikan motivasi. Jumat pagi (31/1/2020).

Dibenarkan Danramil melalui Babinsa, bahwa upaya membuat jalan darurat dilakukan agar aktivitas warga desa binaannya yaitu 200 KK di Dukuh Kalipucung tidak terisolasi ke Galuh Timur, karena tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Sementara anak sekolah harus rela berjalan kaki sementara.

“Pembuatan jalan darurat agar kendaraan khususnya roda dua dapat melintas. Jalan ini sangat mendesak harus diperbaiki karena juga merupakan akses utama menuju situs purbakala Candi Gagang Golok dan lokasi pembangunan Museum Purbakala Situs Buton (Bumiayu-Tonjong) yang direncanakan dalam waktu dekat,” jelas Sertu Ali Mahfur.

Dijelaskannya lanjut, adapun kerja bakti yang dilakukan adalah pembuatan tanggul darurat dengan memasang bambu patok (pelancu) serta memangkas tebing di sisi jalan selebar setengah meter agar kendaraan roda dua dapat melintas.

Sementara dari penuturan Kades Sobandi, bahwa pihaknya telah melaporkan kepada pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut termasuk pembuatan talud permanen.

Diketahui sebelumnya, longsor terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, tepatnya di jalan wilayah RT. 01 RW. 05, Galuhtimur, akibat hujan deras selama 1 jam. Tidak ada korban jiwa atas bencana alam ini karena kondisi jalan sedang sepi.

Tebing yang longsor sepanjang 15 meter, membentuk cekungan dan memutus badan jalan sepanjang 2 meter dari 3 meter. Sedangkan untuk ketinggian tebing sendiri mencapai 6 meter.

Longsor ini juga merusak pepohonan tumbang terbawa material longsor dan areal persawahan warga yang berada di bawahnya, termasuk gubuk tempat istirahat petani di persawahan.

“Di bawah badan jalan terdapat mata air sehingga diduga ikut memicu longsor. Ini perlu penanganan lebih,” ucap Sobandi.

Ia mewakili warganya berharap agar kondisi tersebut cepat ditangani karena melumpuhkan perekonomian ratusan warganya. (Aan)

Sabtu, 18 Januari 2020

Longsor Tebing Ancam Pintu Air Dan Akses Antar Pedukuhan Di Jatisawit Brebes


Brebes – Longsor talud yang mengancam sarana irigasi di Dukuh Purbanala RT. 03 RW. 04, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tentu akan sangat dirasakan dampaknya bagi masyarakat setempat khususnya para petani.





Dibenarkan Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Ngadino, bahwa longsor tebing penahan jalan di samping Pintu Air Duta, Bendungan Duta Sungai Laren, Dukuh Purbanala, terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

“Tebing yang longsor sepanjang 15 meter dan dengan tinggi sekitar 6 meter. Babinsa sudah melaporkannya ke dinas terkait yaitu PSDA Bumiayu,” jelasnya.

Ditambahkannya, longsor dipicu talud yang sudah mulai lapuk tak kuasa menahan tanah dan resapan air hujan.

Babinsa Jatisawit, Serma Bambang menilai perlunya perbaikan secara dini talud di samping pintu air tersebut sehingga tidak mengancam pasokan air bagi para petani di Purbanala kedepannya, pun dengan akses antar pedukuhan di atasnya (Purbanalan-Kalisalak) selebar 2,5 meter.

Tampak Babinsa bersama BPBD, perangkat desa dan Satpol PP Bumiayu, mendampingi Mantri Pengairan PSDA Bumiayu, Abdul Rohim, untuk mengkalkulasi estimasi anggaran perbaikan guna dilaporkan kepada Dinas Pengairan Kabupaten Brebes. (Aan)

Jumat, 13 September 2019

Pembangunan Akses Di Cilinduk Brebes, Pangkas Jarak Mobilisasi Masyarakat Ke Pusat Desa

Brebes – Masyarakat Dukuh Cilinduk, Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sangat antusias menyambut pembangunan swakelola yang dilakukan Kodim 0713 Brebes melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III tahun 2019.






Bukan tanpa sebab, kesulitan akses transportasi selama ini, akan segera dihapuskan pemerintah, TNI serta lintas sektoral, dengan pembangunan 5 unit jembatan, 4 unit plat dekker yang masing-masing panjangnya 4 meter dan lebar 1,2 meter, serta pengerasan jalan dengan makadam sepanjang 750 meter dan lebar 3 meter.

Dibenarkan Kepala Teknisi Bangunan Kodim, Peltu Maulana, bahwa sarana yang sedang dan akan dibangun, akan menjadi akses utama warga masyarakat Cilinduk untuk menjangkau pusat desanya, Jipang, sejauh 900 meter.

“Jembatan dan makadam yang sedang dan segera dibangun, akan menjadi jalan pendekat warga Dukuh Cilinduk menuju pusat desa, Jipang. Mereka sebelumnya harus memutar melewati desa tetangga, Bangbayang, sejauh kurang lebih 3 kilometer,” ucapnya, Rabu (11/9/2019).

Untuk makadam, akan dikerjakan mulai dari ujung jembatan pertama sampai dengan jembatan kelima. Akses ini akan menjadi pondasi bagi pekerjaan pemerataan pembangunan pemerintah yang akan datang yaitu pengaspalan atau betonisasi.

Tampak para teknisi bangunan/tukang dari Kodim yang dibantu masyarakat, sedang melakukan pengecoran jembatan pertama yang dibangun pada titik II sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter. Untuk pembukaan badan jalan, menggunakan satu unit excavator dari Kodim.

Untuk diketahui, program pembangunan ini menggunakan anggaran total sebesar Rp. 1,46 miliar yang berasal dari APBD I fisik Rp. 180 juta, APBD I SST senilai Rp. 80 juta, APBD II sebesar Rp. 1,2 milyar, serta APBD II untuk upacara pembukaan dan penutupan Rp. 5 juta. (Aan)