Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2024

Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim Brebes Baksos Warga Bencana Alam Banjir di Tanjung

Brebes - Pasca bencana alam banjir diwilayah Koramil 04 Tanjung, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang  XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro, Ny. Novi Sapto Broto berserta pengurus melaksanakan bakti sosial kepada keluarga besar Persit Ranting Koramil Tanjung yang terdampak banjir di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Brebes, Jawa Tengah. Selasa (13/02/2024).


Dalam kegiatan tersebut, Ibu Novi Sapto Broto beserta rombongan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan makanan kepada anggota persit serta masyarakat yang terkena bencana banjir. Kegiatan ini mewujudkan rasa kepedulian dan juga untuk mempererat tali silahturahmi terhadap masyarakat setempat.




Adapun bantuan langsung yang diberikan oleh ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang  XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro dan rombongan berupa kebutuhan makanan, pakaian berserta obat-obatan.


Dalam kesempatan ini Ny. Novi Sapto Broto mengatakan, jika bantuan yang kami berikan semoga dapat membantu seluruh anggota Persit Ranting Koramil Tanjung dan  masyarakat sehingga bisa meringankan beban warga dan bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga.


Motivasi dan semangat juga disampaikan Ketua Persit Ny. Novi Sapto Broto kepada korban bencana banjir agar tetap tabah menghadapi ujian serta mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi. (Pen0713).

Rabu, 10 Februari 2021

Tips Isi Tas Siaga Bencana Dari Persit Brebes

 


Brebes – Bencana alam dapat terjadi kapan dan dimana saja tidak menunggu kita siap atau tidak. Yang bisa dan perlu kita lakukan adalah mempersiapkan perlengkapan diri dan keluarga sebelum bencana itu terjadi.




Untuk itulah Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, membagikan tips tentang isi dari Tas Siaga Bencana.


Dijelaskan Ketua Persit Kodim Brebes, Ny. Rosarina Haikal Sofyan melalui Wakil Ketua Persit, Ny. Ita Edwin Samma Baratiku, bahwa Tas Siaga Bencana adalah tas yang berisi paket perlengkapan kebutuhan dasar yang disiapkan sebelum terjadi bencana pada keadaan darurat selama 3 hari pertama.


“Perlengkapan ini berisi kebutuhan dasar individu atau keluarga pada kondisi darurat saja atau tidak adanya bantuan sama sekali atau bantuan belum datang,” terangnya.


Lebih lanjut Ny. Ita membeberkan tentang isi tas versi Persit yang meliputi terpal tenda ukuran 3x2 meter, perlak lantai, tali tambang, mukena, sarung, sandal, baju, pisau lipat serbaguna, sendok garpu, senter, air minum botol, plastik tempat handphone, plastik sampah, sarung tangan, jas hujan, sabun/hand sanitizer, tisu kering, perlengkapan mandi (sabun, shampo, pasta gigi, dan kanebo pengganti handuk), serta kotak P3K (betadine, kapas, hansaplast, plester, minyak kayu putih, obat diare dan kain kasa).


Jika tas masih memungkinkan disarankan membawa selimut darurat berbahan metal film polyester yang efektif untuk menahan air, angin, dan menjaga suhu normal tubuh. Selimut jenis ini tidak akan memakan banyak tempat dalam kondisi terlipat, selain itu bisa juga dipakai sebagai tempat berlindung, menampung air untuk memasak.


Selanjutnya adalah dokumen penting yang dimasukkan kedalam plastik kedap air, peluit untuk memanggil bantuan, lilin dan korek api sebagai tambahan alat bantu penerangan, pembalut wanita, uang tunai secukupnya sebagai bekal 3 hari.


“Kelengkapan lain yang mungkin dapat dibawa adalah masker, alat tulis, telepon genggam atau daftar nomor penting, charger handphone, power bank, juga makanan siap saji, dan makanan kaleng seperti kornet yang mengandung energi,” sambungnya.


“Masukkan peralatan yang dibutuhkan di saat darurat saja, sesuai dengan potensi bencana alam di daerah masing-masing. Periksa kembali setiap 3 bulan sekali dan ganti makanan dan minuman yang lebih baru,” tandasnya.


Ita menambahkan, untuk obat-obatan juga bisa dibawa jenis obat demam/pereda nyeri, sakit lambung, pengusir nyamuk, dan juga obat-obatan khusus dari dokter untuk penyakit tertentu.


Sementara jika ada bayi maka siapkan bubur bayi, susu bubuk sesuai usianya, bedak bayi, minyak telon, dan pampers.


“Simpanlah Tas Siaga Bencana ditempat yang diketahui semua anggota keluarga, bisa juga di tempat kerja, dan juga kendaraan pribadi,” pungkasnya. (Aan)

Minggu, 24 Januari 2021

Pramuka SWK Banjarharjo Brebes Galang Bantuan Bagi Korban Gempa Bumi Sulbar dan Banjir Kalsel

 


Brebes - Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) S. Parman Koramil 14 Banjarharjo, Kodim 0713 Brebes, juga melakukan penggalangan dana kemanusiaan bagi para korban banjir di Kalimantan Selatan yang berdampak kepada 10 kota dan kabupaten disana (15/1), dan juga gempa bumi di Mamuju serta Majene, Sulawesi Barat (15/1) yang setidaknya merenggut 78 jiwa.









Disampaikan Peltu Sartono, Bati Tuud Koramil Banjarharjo, para pelajar binaannya itu melakukan penggalangan dana di sekitar Pasar Banjarharjo. Minggu (24/1/2021).


“Dua puluh orang Pramuka SWK S. Parman, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 800 ribu pada hari ini,” bebernya.


Disampaikannya juga, dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Pramuka UNDlP Semarang, untuk dihimpun dan kemudian disalurkan ke lokasi bencana alam tersebut.


“Untuk rencana penggalangan besok akan dilakukan di lingkungan Pasar Cikakak, termasuk di jalan raya,” imbuh Pamong SWK itu.


Menurutnya juga, walaupun jumlah bantuan yang disalurkan tidak begitu besar, namun ini merupakan bentuk kepedulian Pramuka untuk membantu sesamanya yang tertimpa musibah.


“Ini juga merupakan salah satu pengamalan salah satu dari 5 krida SWK, yakni penanganan bencana alam. Kita ajarkan kepada mereka agar kelak menjadi pemimpin yang tanggap dan tangguh,” pungkasnya. (Aan)

Pramuka Saka Wira Kartika Salem Brebes Serahkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Alam Sirampog

  

Brebes – Belasan Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) binaan Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, turun langsung ke lokasi bencana alam tanah bergerak yang merusak infrastruktur jalan dan 26 pemukiman warga di Dukuh Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 15 Januari 2021 lalu. Minggu Siang (24/1/2021).








Selama dua hari (22-23/1), mereka menggalang dana di jalan dan warga masyarakat Salem, terkumpullah uang senilai Rp. 5.260.000, dimana tampak gambar bantuan itu diserahkan kepada perangkat Desa Manggis di Posko Bencana Alam desa tersebut.


Wasis, Anggota Polter BKPH Salem mengemukakan, pihaknya bersama Serka Wasim, Pamong SWK Koramil 13 Salem, dan juga Bhabinkamtibmas, memotivasi pramuka SWK untuk melakukan penggalangan dana, dan juga menghimbau kepada masyarakat Salem untuk membantu saudara-saudara mereka di Sirampog yang sedang kemalangan.


“Saya menyempatkan diri langsung mengantarkan anak-anak Pramuka SWK menyerahkan bantuan itu ke Posko Bencal. Saya bangga kepada mereka," ungkapnya.


Sementara dijelaskan Peltu Edy, Bati Tuud Koramil 10 Sirampog, dana bantuan telah dicatat dan dihimpun untuk selanjutnya akan digunakan membantu para korban terdampak sekaligus untuk relokasi tempat tinggal mereka yang baru.


"Puluhan warga terdampak itu direncanakan akan segera dibuatkan hunian sementara di tanah wakaf dan tanah bengkok milik desa," paparnya.


Peltu Edy menambahkan, mewakili keluarga terdampak bencal dan Pemerintah Desa Manggis, ia mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian seluruh komponen masyarakat Kecamatan Salem, TNI-Polri, dan Pramuka tersebut dimana mereka melakukan tugas salah satu krida dari 5 krida SWK, yakni penanganan bencana alam. (Aan)

Kamis, 19 Maret 2020

Serka Sunarto, Babinsa Mendala Koramil 10 Sirampog Brebes Tanggap Bencana


Brebes – Suatu kehormatan bagi Babinsa Mendala Sersan Kepala Sunarto Koramil 10 Sirampog, Kodim 0713 Brebes secara sigap langsung beraksi setelah menerima laporan dari salah satu warganya Siswanto (39) melaporkan bahwa pondasi dapur rumah roboh. Kamis (19/03/2020).

Sekira pukul 12.00 wib, lokasi yang dilaporkan kepada Babinsa terjadi hujan lebat di dukuh Padanama RT 06 RW 02 desa Mendala yang mengakibatkan bencana alam. 

Hujan dengan intensitas lebat sekitar 3 jam lebih  dari pukul 10.00 hingga 13.00 wib inimengakibatkan aliran sungai menjadi banjir dan menggerus pondasi dapur rumah yang tidak kuat menahan banjir, sehingga bangunan dapur rumah roboh atau ambruk terbawa aliran sungai yang banjir.

Siswanto (39) pelapor sekaligus pemilik rumah yang terdampak banjir itu mengalami keurgian sekitar 50 juta. 

Dari hasil pengecekan dilokasi kejadian, Danramil 10 Sirampog Kapten Infanteri Muhrodi berkoordinasi dengan Polsek, SAR, BPBD Kabupaten Brebes dan warga setempat untuk melakukan bantuan dan pertolongan secara dini dengan mengamankan barang-barang berharganya untuk diamankan, dan selanjutnya besok pagi (20/03) akan dilakukan karya bhakti bersama untuk membantu korban. (Utsm)

Minggu, 02 Februari 2020

Saka Wira Kartika Koramil Paguyangan Brebes Dibekali Repling Guna Mendukung Evakuasi Bencana Alam

Brebes – Salah satu pembinaan Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, adalah pengenalan materi mountaineering guna melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama dan kehati-hatian dalam menghadapi tantangan.








Kegiatan yang dilangsungkan pada Minggu pagi-sore (2/2) di Jembatan Kali Buntu, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu, diikuti 30 orang Pramuka Penegak anggota SWK dari SMK Maarif NU Winduaji Paguyangan, SMK Amelia Paguyangan dan SMN 1 Paguyangan.

Dibenarkan Serda Sugeng, pelatih SWK, bahwa pihaknya selaku pembina SWK mendapatkan support peralatan repling dan para instruktur dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Mapala Bumi, Universitas Peradaban (UP) Bumiayu.

“Latihan dilaksanakan di Jembatan Kali Buntu yang mempunyai ketinggian kurang lebih 8 meter dari dasar sungai. Tujuannya agar pramuka mengenal dan mampu melakukan repling sehingga suatu saat dapat membantu tugas TNI dan unsur terkait dalam evakuasi bencana alam,” beber Sugeng melalui pesan whatsapps, Senin pagi (3/2/2020).

Dikatakannya juga, sebelum melakukan praktek, mereka terlebih dahulu mereka melaksanakan apel yang diambil langsung oleh Danramil, Kapten Arhanud Suryadi, SH, kemudian dilanjutkan dengan teori pengenalan serta fungsi dari masing-masing alat peralatan repling untuk keselamatan.

“Kami bersama instruktur dari Mahapala Bumi, sebelumnya mengenalkan kegunaan dari karmantel, carabiner, webbing, body harness, set earnest, helm, figure of eight dan sarung tangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua UKM Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Bumi UP, Akbar Yudistira Al Hakami menyatakan bahwa, pihaknya merasa bangga dapat menularkan ilmu kepada anggota SWK Koramil Paguyangan, khususnya dalam salah satu krida SWK yaitu mountenering.

“Pembinaan kepada anggota SWK Koramil 11 Paguyangan, akan kami lakukan secara bertingkat dan berlanjut. Kedepan akan diberikan tantangan dengan ketinggian yang lebih tinggi lagi sehingga mereka mampu dan bahkan mahir,” ujarnya.

Sekedar diketahui, 5 Krida SWK meliputi Navigasi Darat (Navrat), pioneer, mountaineering, survival dan krida penanggulangan bencana alam. (Aan)

Selasa, 07 Januari 2020

Hindarkan Bencana Di Tanjung Brebes, Muspika Bersama BBWS Akan Pertebal Tanggul Kebuyutan


Brebes – Muspika Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bergerak cepat dalam upayanya menghindarkan salah satu wilayahnya yaitu Desa Pengaradan dari musibah bencana banjir pada puncak musim penghujan 2019-2020 yang diperkirakan Januari-Februari 2020 ini.




Langkah ini dilakukan agar banjir besar yang pernah terjadi di wilayah sepanjang Pantura Brebes pada Februari 2018 silam tidak terulang. Pun dengan banjir-banjir di daerah-daerah lain di nusantara karena jebol/meluapnya sungai yang tak mampu menahan debit air.

Tampak Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes Kapten Infanteri Muhtadi, bersama pihak BBWS Cisanggarung-Cimanuk dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melakukan pengecekan tanggul Sungai Kebuyutan.

“Tanggul di Dukuh Pilangsari, Desa Pengaradan ini juga merupakan salah satu titik yang dikhawatirkan dapat memicu banjir khususnya menggenangi pemukiman dan persawahan warga setempat,” ucapnya.

Ditambahkannya, dari hasil pengecekan, tanggul yang berada di utara ujung pedukuhan Pilangsari perlu dilakukan penebalan dan peninggian sepanjang kurang lebih 20 meter. Titik lainnya yaitu tanggul di bagian selatan sepanjang 60 meter.

“Pada tahun 2017 lalu, pernah dilakukan karya bakti TNI bersama warga untuk menanam bambu sebagai penahan tanah urug sebagai tanggul darurat, namun kondisi sekarang sudah terkikis air rob dan arus dari sungai,” terangnya.

Masyarakat khawatir, jika air laut pasang dan debit air Sungai Kebuyutan yang berasal dari hulu Bendungan Nambo Kecamatan Banjarharjo melimpah, maka air akan limpas ke pemukiman.

Sementara itu Kades Pengaradan, Runda, menyatakan bahwa pihaknya akan secepatnya mengajukan proposal penyambungan tanggul permanen yang telah ada kepada pihak BBWS Cisanggarung-Cimanuk, sesuai hasil koordinasi di lapangan. (Aan)