Rabu, 02 Oktober 2019

Pembangunan Berbagai Akses Kesejahteraan Masyarakat Jipang Brebes Diresmikan Bupati


Brebes – Pembangunan infrastruktur umum masyarakat di Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang telah dinantikan selama ini akhirnya diresmikan oleh Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH, selama 30 hari ke depan.





Tampak Idza membuka secara simbolis program lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III TA. 2019, di lapangan desa setempat, dengan pemukulan kentongan, penyerahan alat peralatan kerja serta penandatanganan notulen TMMD. Rabu (2/10/2019).

Selain melibatkan lintas sektoral/instansi, program pemerintah yang di swakelola oleh Kodim ini, juga melibatkan masyarakat sebagai objek pembangunan.

Adapun sasaran fisiknya adalah pembangunan 5 unit jembatan dengan lebar 4 meter dan masing-masing panjangnya adalah 6 meter, 8 meter 2 unit serta 10 meter 2 unit. Juga 4 unit plat deker dengan volume masing-masing 4 x 1,2 meter, makadam 750 meter lebar 3 meter serta rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 5 unit.

Dibenarkan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, bahwa pengerasan makadam juga dibarengi dengan upaya pengawetannya. Yaitu, pembuatan talud di 3 ruas/titik meliputi, ruas I sepanjang 39 meter tinggi 0,5-3 meter, ruas II panjang 47 meter tinggi 1 meter dan ruas III panjang 30 meter tinggi 3 meter.

Untuk anggaran yang digelontorkan pemerintah yaitu sebesar 1,46 miliar yang bersumber dari APBD Fisik Kabupaten Brebes I dan II TA. 2019.

Untuk jembatan dan makadam yang sedang dibangun, akan menjadi akses pendekat masyarakat Dukuh Cilinduk menuju pusat desa, Jipang. Pengerasan jalan dilakukan mulai dari ujung jembatan pertama sampai dengan jembatan terakhir. Sasaran utama ini akan menjadi pondasi bagi pekerjaan pengaspalan/betonisasi pada pembangunan pemerintah selanjutnya.

Inilah upaya pemerintah yang disinergikan dengan TNI sebagai pemangku teknis pembangunan, dalam pemerataan pembangunan di wilayah Kota Bawang atau Kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah setelah Cilacap. (Aan)

Selasa, 01 Oktober 2019

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Di Brebes Dipusatkan Di Alun-alun


Brebes – Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dipusatkan di Alun-alun Brebes dengan penyelenggara Kodim 0713 Brebes, diikuti oleh ribuan peserta upacara baik pelajar, jajaran Forkopimda, jajaran Pemkab, Ormas, TNI, Kepolisian, Veteran dan Ormas, berjalan tertib dan khidmat. Selasa (1/10/2019).








Wakil Bupati, Narjo, SH, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Tema peringatan kali ini adalah "Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia".

Dalam upacara ini, dilakukan doa untuk mendoakan para Pahlawan Revolusi, yaitu 6 perwira tinggi TNI-AD Anumerta dan satu perwira Kepolisian Anumerta yang menjadi korban dalam gerakan tersebut.

Selepas upacara, dilakukan penandatanganan pakta integritas Forkopimda, kawasan tertib yaitu bebas PKL (Pedagang Kaki Lima), pengamen, orang terlantar (PGOT), spanduk dan bebas parkir. Ada 6 titik yaitu menjadi tugas Satpol PP Kabupaten yaitu di kawasan Taman Edukasi, Taman Juang, Taman Pulosari, Sepanjang Jalan Gajahmada, Sepanjang Jalan Sudirman dan Sepanjang Jalan Pemuda.

Sementara, sebelum upacara resmi ini dilangsungkan, sehari sebelumnya (30/9), telah dikibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang. Hal ini untuk mengenang gugurnya 7 Pahlawan Revolusi, yang dilakukan oleh PKI pada 1 Oktober 1965 dengan nama Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI). Sedangkan mulai pukul 06.00 WIB, bendera kebangsaan telah dikibarkan satu tiang penuh.

Makna 1 Oktober

Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai hari berkabung nasional atas tragedi penculikan dan pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi. Tak hanya itu, pasca tragedi hingga akhir 1965, setidaknya 500 ribu hingga 1 juta orang diduga menjadi korban pembunuhan. Yaitu pembersihan di semua unsur pemerintahan dari PKI mulai dari anggota organisasi hingga simpatisan.

Juga merupakan hari dimana gagalnya upaya makar atau tetap tegak dan saktinya Pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia atas upaya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melakukan pemberontakan atau kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno kala itu dan mencoba mengubah Ideologi Pancasila yang dianut Indonesia menjadi komunis.

Sekedar diketahui, Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, mulai ditetapkan sebagai hari nasional sejak 1 Oktober 1966, melalui SK Menpangad (Menteri dan Panglima Angkatan Darat) Nomor 977/9/1966, oleh Jenderal HM. Soeharto, sebagai wujud kebulatan tekad, meneruskan perjuangan, mengawal, mengamankan serta mempertahankan Pancasila oleh generasi saat itu dan selanjutnya hingga saat ini.

Sejarah bangsa jangan sampai terlupakan. Sejarah untuk diambil hikmahnya sehingga lebih mencintai NKRI serta lebih menghargai jasa-jasa para pahlawan yang sudah memerdekakan bangsa ini dengan melanjutkan perjuangan mereka dengan pembangunan. (Aan)

Cucak Ijo Kostrad Milik Anggota Kodim Brebes Juara Lagi Di Piala Endog Asin


Brebes – Kostrad, burung jenis cucak ijo kembali menyabet juara di beberapa kelas perlombaan kicau mania bertajuk Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Piala Endog Asin 2, yang digelar Segara Madu BC, di Depan Kantor Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Minggu (29/9/2019).




Dibenarkan pemiliknya, Sertu Amrulloh (kacamata) anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Pantura, bahwa Kostrad menyabet 2 gelar di tiga kelas Latihan Prestasi (Latpres) yang berbeda. Yaitu juara kedua dari 50 peserta/burung di kelas utama Endog Asin atau tiket Rp. 100 ribu dan juara pertama di kelas B. Konslet tiket Rp. 50 ribu, dengan 5 bendera merah mutlak.

Tampak Amrulloh bersama perawat burung, Asepudin (45) warga Dusun/Desa Limbangan RT. 02 RW. 07, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.

“Kostrad telah menjadi juara 1 lebih dari 200 kali baik even Latihan Bersama (Latber) maupun Latpres di beberapa kabupaten tetangga, yaitu Kuningan dan Cirebon Jawa Barat serta Tegal, Jawa Tengah, selama 5 bulan ini,” ucapnya.

Sementara dijelaskan Asepudin atau Asep, bahwa untuk juara kedua yang pernah diraih Kostrad kurang lebih 100 piala. Dirinya mengaku pernah menerima penawaran sebesar Rp. 19 juta, namun tak melepasnya karena belum mendapat restu empunya, Amrulloh.

“Untuk isiannya meliputi kapas tembak, gereja tarung, lovebird, kenari, jangkrik serta Isian pancawarna burung-burung hutan dan kecil,” ujarnya.

Diketahui, gantangan Segara Madu BC, merupakan salah satu gantangan yang sangat ramai dihadiri para pecinta burung dari berbagai kelas setiap hari Minggu sore untuk event Latber, yang diminati baik peserta lokal maupun dari luar wilayah Brebes. (Aan)

Jajaran Kodim Brebes Kibarkan Bendera Setengah Tiang 30 September


Brebes – Pada zaman orde baru dahulu, seluruh masyarakat Indonesia diimbau memasang Bendera Merah Putih setengah tiang setiap pada tanggal 30 September guna mengenang tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang dikenal dengan G 30 S/PKI.




Kendati sebenarnya, peristiwa berdarah yang menjadi tragedi atau sejarah kelam bangsa Indonesia pada tahun 1965, masih menjadi misteri yang belum terungkap sepenuhnya hingga kini. Penyiksaan dan pembunuhan secara sadis 7 jenderal TNI-AD, kemudian dikubur dalam satu lubang atau sumur yang biasa diambil airnya oleh masyarakat di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Sumur yang berdiameter 75 centimeter ini akhirnya disebut Lubang Buaya. Sumur yang terletak di lingkungan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia (PKI) dahulu.

Waktu itu upaya ini dalam rangka menjaga generasi bangsa dari paham komunis dan agar lebih memahami Pancasila. Selain memasang bendera setengah tiang, sehari setelahnya yaitu tanggal 1 Oktober, juga dihimbau untuk memasang bendera negara satu tiang penuh untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Sementara, mengenai tradisi menonton film sejarah pemberontakan PKI, penulis, Serma Aan Setyawan, menilai masih relevan untuk ditonton generasi muda saat ini agar mereka mengetahui sejarah untuk diambil hikmahnya.

“Rasa cinta tanah air dengan kibarkan Sang Merah Putih sebagai wujud tidak melupakan sejarah bangsa,” ucapnya Senin (30/9/2019).

Terlepas dari itu, belum diketahui secara pasti pertama kali pengibaran bendera setengah tiang dilakukan. Filosofi bendera setengah tiang bagi banyak bangsa di dunia, dianggap sebagai simbol duka, kehilangan, rasa hormat atau mengenang tragedi hebat.

Di Indonesia, hal ini dilakukan saat ada tokoh yang dianggap sangat penting, berjasa atau berpengaruh meninggal dunia, termasuk mantan presiden. Sedangkan di daerah, biasanya ditentukan oleh Pemda dalam momen-momen khusus terkait kesedihan.

Aturan pengibaran bendera setengah tiang di Indonesia diatur dalam Pasal 12 ayat (4), ayat (5) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan. Cara mengibarkannya ada aturannya, awalnya bendera harus dikerek sampai puncak tiang untuk beberapa saat, kemudian diturunkan setengah tiang, dan begitu juga sebaliknya saat penurunannya.

Saat ini, untuk mengenang 7 Jenderal atau Pahlawan Revolusi, di Lubang Buaya telah didirikan Monumen Pancasila, cungkup yang cukup megah untuk melindungi sumur, sebuah museum diorama, sebuah ruangan berisi relik serta lapangan untuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Sekedar diketahui, di samping Lubang Buaya, terdapat sebuah batu prasasti berwarna putih terdapat empat buah bintang berkelir dan bertulis kan ejaan lama “Tjita-tjita perdjuangan kami untuk menegakkan kemurnian Pantja-sila tidak mungkin dipatahkan hanja dengan mengubur kami dalam sumur ini. Lobang Buaja 1 October 1965”.

Diorama dimaksud adalah bangunan terdekat dengan sumur maut yang dulunya milik seorang simpatisan PKI bernama Bambang Harjono, rumah berukuran 8 x 15,5 meter yang dijadikan tempat interogasi dan penyiksaan 4 Jenderal AD yaitu Mayjen Soeprapto, Mayjen S. Parman, Brigjen Soetojo serta Perwira Polisi berpangkat Lettu, Pierre Tendean. Diorama ini terletak tepat di sisi kiri sumur maut. (Aan)

Aksi Pecinta Lingkungan Di Banjarharjo Brebes, Merubah Tempat Sampah Liar Jadi Taman Hidup


Brebes – Para pecinta lingkungan hidup, LSM Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama Babinsa Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, serta para wartawan wilayah Banjarharjo, melakukan aksi pembersihan sampah liar untuk dijadikan taman hidup. Sabtu (28/9/2019).





Dibenarkan Babinsa, Serda Aan Rukanto, bahwa ini merupakan bentuk kepedulian dari ormas, pemerhati lingkungan serta media massa, merubah tempat pembuangan sampah liar masyarakat menjadi taman hidup di Jalan Raya Banjarharjo wilayah Desa Cikakak.

“Pembuatan taman hidup ini sebagai contoh kepada masyarakat agar lebih mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, target taman adalah sepanjang 200 meter di sebelah barat SMAN 1 Banjarharjo. Ide atau gagasan berasal dari kolaborasi antara Babinsa, LSM, anggota Wartasidik.co.id serta komunitas facebook Banjarharjonews.

Sementara dikatakan Rio (kacamata), Jurnalis Wartasidik.co.id wilayah Jateng, bahwa taman hidup yang sedang dikerjakan mendapatkan bantuan ribuan bibit pohon kayu keras dan produksi dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Pemali-Jratun, Desa Baros Kecamatan Ketanggungan.

“Untuk tahap awal yang akan ditanam setelah pinggir jalan bersih dari sampah adalah pohon glodokan sebagai pemanis atau pemberi estetika Jalan Raya Banjarharjo wilayah Desa Cikakak sepanjang 1 kilometer,” ujarnya.

Selain itu juga direncanakan ditanam pohon buah-buahan yang nantinya dapat dimanfaatkan hasilnya oleh masyarakat serta para pengendara yang melintas. Kegiatan ini akan berlanjut sampai dengan target pembikinan taman tercapai.

Upaya memerangi sampah ini untuk menciptakan lingkungan menjadi asri, indah dan nyaman tanpa adanya sampah liar, implementasi dari dukungan terhadap program pemerintah di Hari Pungut Sampah Sedunia (Word Clean Up Day) atau HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional). (Aan)

Outbound Militer Dalam Perkemahan Blok Pelajar Di Tanjung Brebes


Brebes – Jiwa patriotisme pahlawan dalam mempertahankan setiap jengkal tanah NKRI, perlu diregenerasi, sehingga kecintaan terhadap tanah air akan tertanam sejak dini.









Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya atau pejuang pendiri bangsa. Tugas menjaga kedaulatan NKRI merupakan tugas seluruh warga Indonesia, jadi tentara Indonesia adalah 167 juta jiwa kecuali Balita, dan akan siap mengangkat senjata jika Ibu Pertiwi dijajah.

Sikap inilah yang coba ditanamkan oleh anggota Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, kepada ratusan siswa dan siswi SMAN 1 Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam kegiatan perkemahan blok kepada murid tingkat Bantara Gugus Depan kelas XI, yang dilaksanakan satu hari satu malam (27-28/19).

Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa pihaknya mendapatkan amanah dari Kepala Sekolah, untuk memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) modul Pancasila, aplikasi Belneg (Bela Negara) dan kejuangan, dan pembentukan sikap/karakter kedisiplinan melalui PBB, PPM dan LTUB.

Sebelum memulai materi Wasbang, mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dirigen guru pembimbing.

“Kami memberikan materi outbond militer meliputi pengenalan tali tubuh dan tali jiwa, lempar pisau/kapak, melintasi tali satu dengan rayapan, lintasan petak jingkat, meniti jembatan tali dua dan merayap. Selain itu juga diajarkan materi kebersamaan dengan water estafet,” ucapnya, Sabtu (28/9/2019).

Sementara Kepala Sekolah, Ujang Dirman, M.Pd, menyatakan terima kasih atas pembinaan dan pendampingan 426 orang anak didiknya, yang meliputi putra 15 sangga (151 orang) dan putri 25 sangga (275 orang). (Aan)

HUT TNI Ke-74 Di Larangan Brebes, Diwarnai Jalan Santai Berhadiah Bagi Pelajar


Brebes – Sambut HUT TNI Ke-74, 5 Oktober 2019, Kodim 0713 Brebes menggelar berbagai macam kegiatan sosial kemasyarakatan.








Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi lomba musik jalanan dan tari perjuangan (11/8), lomba lukis tingkat pelajar (23/8), ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Tama Brebes (30/8), pembersihan Kali Sigeleng di Kecamatan/Kabupaten Brebes (18/9), bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Kalimah (65) janda asal Dukuh Purbanalan RT. 02 RW. 04, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu dan pelayanan KB-Kes serentak di 17 kecamatan yang disinergikan dengan Hari Kontrasepsi Sedunia (WCD) (26 dan 27/9).

Hal ini dibenarkan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, saat membuka jalan santai yang diselaraskan dengan HUT Ke-10 Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 16 Larangan, dengan rute wilayah Kecamatan Larangan dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 500 orang. Sabtu (28/9/2019).

“Jalan sehat ini terselenggara atas inisiasi Kodim dan Saka Wira Kartika Koramil 16 Larangan dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke-74 serta HUT Saka Wira Kartika Ke-10 Tahun 2019,” ucapnya.

Sementara dijelaskan koordinator kegiatan, Kapten Infanteri Dipo Suyatno, Danramil, bahwa jalan sehat menempuh jarak 3 kilometer memutari Desa/Kecamatan Larangan, dengan titik start dan finish di Makoramil.

“Para peserta terdiri dari murid SDN 01 sampai dengan 06 Larangan, MI Muhammadiyah Larangan, MI Kendaga, MI Temukerep, MI Bustanul Ulum Larangan serta para guru pembimbing,” ujarnya.

Selain anggota Kodim dan Koramil tersebut, UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pendidikan Kecamatan, Kwaran, purna Paskibra Larangan dan anggota Pramuka SWK.

“Ini sebagai bentuk perwujudan kemanunggalan TNI-Rakyat serta motivasi bagi dunia kesehatan dan pendidikan,” tandasnya.

Puncak acara adalah pembagian doorprize sebanyak 106 jenis, diantaranya magicom, kipas angin, kaos, tas dan peralatan tulis sekolah. Sedangkan hadiah utamanya berupa 1 unit sepeda anak. Dandim, Danramil dan Kapolsek Larangan, juga berkesempatan memberikan peralatan sekolah. (Aan)