Tampilkan postingan dengan label Losari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Losari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Maret 2021

Babinsa, Babinkamtibmas, Bidan serta Kepala Desa Negla Kunjungi Warga Isolasi Mandiri

  

Brebes - Babinsa Negla Serda Teguh Catur Koramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes bersama Bhabinkamtibmas Bripka Karso dan Kepala Desa Bambang Irwanto, SE serta Bidan Anita, AMd.Keb. menjenguk warga yang sedang melaksanakan Isolasi Mandiri dan juga membagikan sembako kepada warga RT 06 RW 02 dan RT 08 RW 07 Desa Negla, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang masih menjalani isolasi mandiri, Rabu (17/02/2021).





Ada dua keluarga yang masih dalam pengawasan dan melaksanakan isolasi mandiri terdiri, Tracing kunjungan ini dilakukan ke rumah warga secara langsung dari tanggal 15-29 Maret 2021 nanti.

"Adapun yang dilakukan oleh Satgas PPKM Mikro Desa Negla ini diantaranya pemberian sembako serta pengecekan perkembangan kondisi kesehatan yaitu pengecekan suhu badan dan tensi darah”. Tegas Kepala Desa selaku Ketua Satgas PPKM Mikro.

Lebih lanjut, Kepala Desa, Bidan dan Babinkamtibmas serta Babinsa juga menghimbau kepada seluruh warga Negla untuk menjaga kebersihan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan rajin, menghindari kerumunan dan mengurangi kegiatan diluar rumah yang tidak medesak.

Himbauan dan arahan kepada keluarga yang kontak erat dan wargapun disampaikan agar penyebaran virus Covid-19 ini cepat berakhir.

“Kami merasa senang 2 keluarga di wilayah binaan kami yang menjalani Isolasi Mandiri mengikuti ajakan dan himbauan dari pemerintah, , makanya kami antarkan sembako agar dapat digunakan”, ujar Kepala Desa.

Ia berharap warga dapat memanfaatkan sembako tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangannya, “Semoga apa yang sudah disampaikan tadi dapat bermanfaat”, kata Bambang Irwanto. (Kujang)

Sabtu, 13 Maret 2021

Patroli Kamtibmas Bersama Babinsa di Waktu PPKM

 

Brebes - Banbisa Koramil 05 Losari dan Bhabinkamtibmas Polsek Losari, bersinergi bersama-sama berpatroli malam hari memantau dan memonitor kamtibmas diwilayah binaannya, Desa Babakan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Malam Minggu (14/03/2021).





Dampak dari pandemi Covid-19 yang sudah hampir satu tahun ini mengakibatkan dampak perekonomian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehariannya apalagi masih ada warganya yang sedang melaksanakan Isolasi Mandiri, sehingga rutinitas dalam mencari kebutuhan sehari-harinyapun berhenti.

Dari situasi yang ada saat ini, untuk menghindari dan mengamankan serta mengantisipasi keadaan tersebut,  Babinsa dan Babinkamtibmas turun ke rumah warga untuk memberikan semangat dan solusi kepada warga yang sedang melaksanakan Isolasi Mandiri dan juga melaksanakan Tracing Covid-19 yang telah selesai isolasi mandiri.

Babinsa Serda Haryanto mengatakan “ Saya bersama dengan Kades Babakan selaku Ketua Satgas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  Mikro Cahyoto, Aiptu Uus R. dan Bidan Desa Babakan Rosdiana, Amd. Keb. Melaksanakan Tracing sekaligus menghimbau kepada warga untuk selalu hidup bersih dan waspada dengan situasi saat ini”. Tutur Serda Haryanto.

“Kegiatan penerapan PPKM bertujuan untuk membatasi kegiatan masyarakat dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, melalui kerumunan warga”. Imbuhnya.

Sementara Kapten Infanteri Muhtadi Danramil05 Losari saat dikonfirmasi mengatakan bahwa sebelumnya sudah memberikan arahan kepada anggotanya (Babinsa) agar selalu mengingatkan kepada warga binaannya untuk melakasanakan Gerakan 5M Covid-19, Makna gerakan 5M protokol kesehatan adalah sebagai pelengkap aksi 3M. yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. (Kujang)


Jumat, 26 Februari 2021

Tanggul Kali Cisanggarung di Pekauman Losari Brebes Kritis, Banjir Menunggu Waktu

 


Brebes – Tanggul Sungai Cisanggarung yang merupakan sungai besar perbatasan Provinsi Jawa Tengah-Jawa Barat, kembali kritis di sejumlah titik sehingga rawan jebol dan menimbulkan banjir besar dengan skala luas.







Upaya perbaikan terus dilakukan oleh pihak terkait yaitu BBWS Cisanggarung, maupun melalui swadaya masyarakat secara darurat dengan menggunakan karung berisi tanah/pasir dan disertai pemasangan patok kayu maupun bambu.


Tampak salah satu tanggul kritis Cisanggarung yang terletak di Desa Pekauman, Kecamatan Losari, dimana kondisinya kini makin mengkhawatirkan sehingga rawan jebol. Jumat (26/2/2021).


Hal serupa juga tampak di pinggir jalan wilayah Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di titik ini, masyarakat setempat memasang pagar pengamanan darurat yang terbuat dari bambu.


Seperti diketahui, tanggul Sungai Cisanggarung di wilayah Kecamatan Losari, pernah jebol sepanjang 15 meter pada 22 Februari 2018, tepatnya di Dukuh Bentarsari, Desa Bojongsari, akibat tak mampu menahan debit air dari hulu yang melimpah setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Kabupaten Kuningan, Jabar.


Kala itu, 11 desa terendam banjir dan merenggut 3 jiwa warga Kecamatan Losari, sehingga dampaknya berskala bencana alam nasional. Banjir surut setelah satu minggu berlalu sehingga warga di tempat-tempat pengungsian darurat yang didirikan Pemkab, TNI, BPBD, dan relawan, mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan lumpur dan menjemur barang-barang perabotan rumah tangga.


Banjir juga melumpuhkan ruas Jalan Raya Pantura serta arus kereta api jurusan Jakarta-Purwokerto-Jawa Timur melalui Brebes, sehingga akses transportasi darat satu-satunya dari Jabar ke Jateng saat itu hanya mengandalkan ruas Tol Pejagan-Pemalang.


Dua tahun berselang, tepatnya pada 17 Februari 2020 pagi (06.30 WIB), tanggul Sungai Cisanggarung kembali jebol sehingga juga menyebabkan banjir yang menggenangi ratusan pemukiman warga, areal persawahan dan tambak di 5 desa di wilayah Kecamatan Losari dengan ketinggian air antara 50 centimeter sampai dengan 1,5 meter.


Upaya tanggap darurat sebelum jebolnya tanggul sepanjang 25 meter di Desa Babakan, telah dilakukan pihak TNI-Polri, BPBD, SAR, segenap Ormas, dan masyarakat setempat, yaitu penambalan tanggul kritis dengan ribuan karung tanah/pasir dan dipasang patok, namun karena debit air yang tinggi dan deras akhirnya tanggul jebol juga.


Danramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan untuk menghindarkan bencana serupa.


“Warga di wilayah Kecamatan Losari berharap pihak terkait segera merespon kekhawatiran mereka karena trauma dengan banjir yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya, karena jelas melumpuhkan perekonomian mereka,” ungkapnya. (Aan)

Minggu, 21 Februari 2021

Satgas PPKM MIKRO Desa Rungkang Lakukan Tracking "Door To Door"

  

Brebes - Satgas PPKM (Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro Desa Rungkang didampingi Babinsa Koramil 05 Losari dan Babinkamtibmas beserta Katdesa Rungkang telah melaksanakan Tracing kunjungan ke rumah warga yg isolasi mandiri (Door To Door). Senin (22/02/2021).





 

Selain melakukan Tracing, Satgas PPKM Mikro juga melakukan penyemprotan Disinfektan di RT 04 RW 06 dan pembagian masker serta memberikan himbauan kepada keluarga kontak erat.

 

Kepala Desa Rungkang Untung Surodi, SH dan Bidan Desa Zakiyah, A.Md terjun langsung dilapangan dengan menghimbau untuk mematuhi prinsip 5 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi keluar rumah jika tidak penting).

 

“Memang benar kami Satgas PPKM Mikro bersama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas melakukan pengecekan serta pengawasan “Door To Door” sekaligus memberikan himbauan langsung kepada warga agar selalu megikuti anjuran dari pemerintah yaitu 5 M”. Terang Untung Surodi.

 

Sementara Babinsa Serda Teguh Catur membenarkan hal tersebut bahwa TNI Polri dan Bidan Desa selalu aktif diwilayah dengan menegakkan PPKM Mikro. (Kujang).

Rabu, 10 Februari 2021

Puting Beliung Terjang Losari Brebes, Puluhan Rumah, 3 Motor Rusak, dan Tower Wifi Ambruk

 Brebes – Puluhan rumah warga di Desa Dukuhsalam, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, rusak diterjang angin puting beliung, Rabu siang, (10/2/2021).












Selain kerusakan tersebut, puting beliung juga merobohkan tower wifi milik Bumdes setempat, tepatnya di Dukuh Kubanggede RT. 01 RW. 03.


Danramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi menjelaskan, kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.


“Tidak ada korban jiwa dari musibah ini, namun 30 rumah warga rusak, dan juga 3 unit sepeda motor juga rusak akibat tertimpa tower wifi yang roboh,” terangnya.


Adapun dari ke-30 rumah yang rusak itu, 12 rumah rusak berat di RW. 02 dan 18 rumah rusak ringan di RW. 01.


“Untuk bangunan rumah yang rusak berat, kategorinya adalah dinding hampir roboh. Sedangkan kategori rusak ringan adalah kerusakan bagian atap dan lainnya,” tandasnya.


Lebih lanjut diuraikannya, kronologi kejadian sebelumnya yaitu sekitar pukul 13.45 WIB, wilayah Kecamatan Losari diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang. Waktu sekitar 45 menit hujan angin itu juga menyebabkan beberapa pohon tumbang da nada yang menutup jalan desa.


“Setelah kejadian, warga beramai-ramai bergotong-royong untuk memperbaiki atap yang rusak, memotong dan menyingkirkan batang pohon yang menutup jalan. Sedangkan untuk rumah yang rusak berat belum bisa diperbaiki karena cuaca belum mendukung,” imbuhnya.


Babinsa dan perangkat desa terus melakukan pendataan kerusakan, dan juga menghimbau warga agar lebih waspada sehingga secepatnya mengungsi ke tempat yang lebih aman jika ada tanda-tanda terjadinya puting beliung kembali.


Pihaknya juga menghimbau kepada warga agar mengurangi batang pohon disekitar rumah sehingga pohon tidak mudah tumbang dan menimpa bangunan saat musim penghujan ini.


Untuk esok hari akan dilakukan kerja bakti massal untuk memperbaiki kerusakan rumah dan juga tower.


“Untuk kerugian ditaksir mencapai 100 juta, termasuk tower setinggi 30 meter yang baru tahun beroperasi,” pungkasnya. (Aan)

Sabtu, 06 Februari 2021

Suasana Diperbatasan Jateng-Jabar Saat Diberlakuannya Program “Jateng Dirumah Saja”

 

Brebes – Kabupaten Brebes merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, Kecamatan Losasi adalah kecamatan paling ujung barat yang dimana ada jembatan penghubung diantara kedua Provinsi.






 

Dengan diberlakukannya Program “Jateng Dirumah Saja”, Jalan Nasional yang berada diwilayah Koramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes ini menjadi tanggungjawab sektoral antara kedua wilayah Teritorial dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

 

Seperti yang telah dilaksanakan Koramil, Polsek dan Satpol PP Kecamatan Losari maam hari, melakukan Operasi Yustisi dalam memutus mata rantai penularan Virus Covid-19. Sabtu malam Minggu (06/02/2021).

 

Komandan Koramil 05 Losari, Kapten Infanteri Muhtadi mengatakan “TNI-Polri dan Satpol PP Kecamatan melakukan upaya dengan maksimal memutus mata rantai Covid-19 diwilayah, apalagi melalui kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Jateng “Jateng Dirumah Saja”, Kami disini sebagai pintu masuk Jawa Tengah melaksanakan secara ketat dengan pemberlakukan aturan tersebut dimulai dari tanggal 6 dan 7 Pebruari dengan mengajak seluruh komponen masyarakat mengikuti anjuran dari pemerintah”. Papar Kapten Muhtadi.

 

“Selain itu, Himbauan 5 M yaitu Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer, menghindari kerumunan dan membatasi kegiatan juga dilakukan di jalan raya dan pintu perbatasan Jateng-Jabar”. Tambah Danramil.

 

Sejak Jateng diberlakukan Program “Jateng Dirumah Saja” selama2 hari ini, warga dan pengendara yang melintasi jembatan perbatasan dominan sangat sepi. Ini menndakan bahwa warga sudah sadar akan kepentingan umum, yaitu Virus Covid-19 agar segera hilang dan hidup normal kembali.

 

Sampai dengan saat ini, pengendara yang berasal dari sebelah barat jembatan perbatasan (Jawa Barat) mengurangi aktivitasnya masuk ke Losari-Jawa Tengah karena kesadaran akan pentingnya kesehatan dan penerapan Program “Jateng Dirumah Saja”. (Oedjank).

Selasa, 22 Desember 2020

Puting Beliung Merusak 9 Pemukiman dan Masjid di Losari Brebes

 


Brebes – Angin puting beliung merusak kurang lebih 10 bangunan warga masyarakat di 5 RT di Dukuh Blangko, Desa Kecipir, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Minggu malam (20/12/2020).





Tidak ada korban jiwa, namun 9 rumah dan 1 masjid rusak akibat puting beliung di RW. 03 Dukuh Blangko.


Dijelaskan Danramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa bencana alam tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, dimana sebelumnya pada pukul 16.00 WIB diawali dengan mendung tebal disertai angin kencang dan petir.


“Sekitar pukul 19.00 WIB, wilayah Kecamatan Losari turun hujan dengan intensitas biasa namun disertai petir dan angin kencang yang bertiup dari arah barat daya ke arah timur laut atau dari darat ke laut,” bebernya.


Dijelaskan lanjut, untuk kerusakan rumah bervariasi, sedangkan untuk bangunan masjid setempat, yakni Masjid Baitussalam RT. 01, atap terasnya ambruk dan diperkirakan kerugian mencapai Rp. 30 juta.


Sedangkan untuk kesembilan rumah yang mengalami kerusakan mulai dari yang terberat meliputi, milik Tarwadi RT. 01 (rumah roboh, kerugian 60 juta), Suhari RT. 06 (rusak berat, kerugian RP. 50 juta), Drajat RT. 05 (rusak berat, kerugian Rp. 10 juta), Untung RT. 06 (rusak berat, kerugian Rp. 10 juta).


Selanjutnya untuk rusak ringan dengan kerugian mencapai kurang lebih Rp. 5 juta meliputi rumah milik Iroh RT. 02, Tarmin RT. 03, Waidin RT. 03, Datim RT. 05, dan juga rumah milik Kusno di RT. 06.


Mendapatkan laporan dari warga masyarakat, petugas piket Koramil dan Polsek Losari langsung mendatangi lokasi bencal untuk melakukan pengecekan dan pendataan, dan koordinasi dengan Pemdes, karang taruna dan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan material bangunan.


“Kita himbau bagi masyarakat yang rumahnya terdampak rusak berat agar sementara mengungsi ke tetangga atau sanak saudaranya, dan saat ini mereka sudah mengungsi beserta barang-barang berharganya,” tandasnya.


Ditambahkannya, pihaknya juga menghimbau agar warga setempat agar selalu waspada dan segera mencari tempat yang lebih aman apabila terjadi mendung tebal disertai angin kencang.


Pasalnya, kondisi geografis wilayah Desa Kecipir merupakan dataran luas yang mengarah ke pantai, sehingga cukup berpotensi terjadinya puting beliung. (Aan)

Jumat, 01 Mei 2020

Penyaringan dan Pengukuran Suhu Tubuh di Perbatasan Jateng-Jabar, Losari Brebes


Brebes – Petugas terpadu covid-19 Kabupaten Brebes yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Dinkes, Dishub dan Satpol PP, terus menyaring orang yang masuk ke wilayah Jawa Tengah melalui perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat, melalui Jalan Raya Pantura, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Rabu (29/4/2020).





Baik sopir maupun penumpang kendaraan pribadi, umum dan truk, mendapatkan pemeriksaan berupa pengukuran suhu badan, di Pos Pantau Terpadu Covid 19 yang terletak di Terminal Truk Kecipir.

Danramil 05 Losari, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Muhtadi mengemukakan, pengukuran suhu badan dilakukan kepada kendaraan roda dua maupun empat yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah melalui Kabupaten Brebes.

“Petugas gabungan juga melakukan penyemprotan disinfektan di luar dan bagian dalam kendaraan guna mencegah dan memutus rantai penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Brebes khususnya.

Lanjut Kapten Muhtadi, upaya tersebut juga untuk mengedukasi masyarakat pengendara dan penumpang kendaraan bermotor, agar meningkatkan physical distancing dan senantiasa memakai masker kemanapun.

“Selain untuk upaya pencegahan, juga untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di dalam angkutan umum,” tandasnya.

Ditambahkannya, jika didapati orang yang mengarah ke covid-19, maka akan dilakukan rapid test dan penanganan selanjutnya. (Aan)

Jumat, 06 Maret 2020

Korsleting Listrik, Kandang Ayam Di Losari Brebes Ludes Terbakar

Brebes – Diduga karena korsleting listrik, kandang ayam potong di Dukuh Crucuk, Desa Karang Dempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terbakar pagi ini, Jumat (6/3/2020).



Dibenarkan Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa dari keterangan saksi mata yang merupakan salah satu karyawan pemilik kandang milik H. Kasudi, bahwa saat hendak membersihkan dan memperbaiki kandang ayam yang masih kosong itu, kepulan asap dan api terlihat pada pukul 10.30 WIB pada bagian ujung kandang.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran kandang sepanjang 70 meter lebar 25 meter yang terbuat dari bahan bambu adalah konsleting listrik,” ungkapnya.

Karyawan tersebut dibantu karyawan lainnya berusaha untuk memadamkan api namun tidak berhasil karena api cepat membesar dengan bantuan angin.

“Mendapatkan laporan, Babinsa kami segera mendatangi lokasi dan menghubungi Damkar Brebes. Api cepat membesar karena di bawah kandang ada sekam dan angin sangat kencang,” imbuhnya.

Dengan peralatan seadanya, Babinsa bersama warga masyarakat sekitar lokasi kebakaran, berusaha membantu petugas Damkar untuk mencegah api semakin melebar.

Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini, namun pemilik kandang mengalami kerugian ratusan juta, termasuk 2 unit sepeda motor milik karyawannya juga ikut terbakar.

Dengan bantuan warga, Petugas akhirnya mampu menjinakkan api selama satu jam lebih sehingga tidak merembet ke kandang lainnya. Namun bangunan yang terbakar tersebut tidak dapat diselamatkan dan rata dengan tanah. (Aan)

Senin, 17 Februari 2020

Tanggul Cisanggarung Jebol, Banjir Genangi Beberapa Desa Di Losari Brebes


Brebes – Jebolnya tanggul sungai besar di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat, yaitu Sungai Cisanggarung, di Desa Babakan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, membuat beberapa desa di Kecamatan Losari terendam banjir.







Dibenarkan Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung sepanjang kurang lebih 20 meter dengan ketinggian tanggul 3 meter, telah membawa dampak bagi beberapa dukuh di Desa Babakan, Pekauman dan Losari Kidul.

“Sebelum jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung (200 meter di sebelah utara Jalan Tol Pejagan-Pemalang) sepanjang 20 meter ini pukul 06.30 WIB, pada pukul 03.00 WIB, tanggul sebelumnya terendam/tertutup air sungai yang limpas ke Desa Pekauman, Losari Kidul dan Dukuh Cirawada Desa Babakan,” ucapnya, Senin pagi (17/2/2020).

Pemukiman warga terendam dengan ketinggian mencapai 50 centimeter akibat limpasan air ini.

Akhirnya pada pukul 04.15 WIB, tanggul tersebut jebol sepanjang 10 meter sehingga ketinggian air bertambah antara 0,5-1 meter, sehingga warga Babakan dievakuasi ke Dukuh Tembongrea, Desa Bojongsari.

“Evakuasi lanjutan pagi ini adalah warga Dukuh Bojong, Desa Kalibuntu, dievakuasi ke Posko yang berada di Dukuh Tembongrea, Desa Banjarsari, oleh petugas gabungan baik TNI, BPBD dan masyarakat,” tandasnya.

Air yang menggenangi wilayah Desa Pekauman dan Losari Kidul mulai surut sekitar pukul 07.05 WIB. Pukul 07.45 WIB, dampak banjir meluas memasuk wilayah Desa Kalibuntu.

Tidak ada korban jiwa atas banjir ini, sedangkan kerugian harta benda belum bisa ditaksir.

Pihak desa juga sedang berkoordinasi dengan segenap unsur guna melakukan penanganan penambalan tanggul saat debit air Sungai Cisanggarung  surut.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada/siaga untuk mengamankan diri. Juga agar mengamankan perabotan rumah tangga termasuk peralatan listrik apabila terjadi peningkatan air,” pungkas Muhtadi. (Aan)

Minggu, 02 Februari 2020

Tujuh Orang Danramil Di Brebes Alih Tugas


Brebes – Tujuh orang pejabat Danramil Kodim 0713 Brebes alih tugas ke tempat jabatan baru di lingkungan Kodim Brebes dan Kabupaten/Kodim 0715 Kendal.







Untuk intern Kodim Brebes meliputi, Kapten Infanteri Yatno Danramil 16 Larangan menjadi Danramil 04 Tanjung, Kapten Infanteri Suwardi Danramil 09 Tonjong menjadi Danramil 16 Larangan, Kapten Infanteri Ngadino Danramil 08 Bumiayu menjadi Danramil 09 Tonjong, Kapten Armed Jupriadi Danramil 17 Songgom menjadi Danramil 08 Bumiayu, Kapten Infanteri Sutarno Danramil 05 Losari menjadi Danramil 17 Songgom, serta Kapten Infanteri Muhtadi Danramil 04 Tanjung menjadi Danramil 05 Losari.

Sedangkan untuk alih satuan adalah Kapten Infanteri Agus Sulistyo Praptono, Danramil 14 Banjarharjo menjadi Danramil 01 Kodim 0715 Kendal, Korem 073 Makutarama, Kodam IV Diponegoro.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE menuturkan bahwa, alih tugas merupakan hal lumrah di lingkungan TNI.

“Mutasi jabatan dalam rangka penyegaran, pembinaan karier prajurit serta pembinaan wilayah/teritorial,” ucapnya.

Ditambahkannya, mutasi jabatan ini merupakan aturan baku di tubuh TNI-AD apabila telah menjabat selama 2 tahun.

“Kami ucapkan selamat kepada para pejabat Danramil yang baru, termasuk kepada Kapten Agus Sulistyo yang pindah ke Kodim Kendal sehingga akan lebih dekat kepada keluarganya di Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapten Agus Sulistyo yang telah mengabdikan diri di Kabupaten Brebes selama 4 tahun, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Kodim Brebes termasuk Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim Brebes.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dan Persit karena telah bekerja sama dengan baik dalam pengabdian kepada bangsa dan negara di Angkatan Darat serta Kabupaten Brebes khususnya,” ucapnya mengapresiasi.

Diketahui, mutasi jabatan tersebut berdasarkan Surat Perintah Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos, M.M, M.Han, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2019 lalu.

Tujuh orang perwira Kodim Brebes ini alih tugas bersama 11 perwira lainnya di lingkungan Kodam IV Diponegoro. (Aan)