Minggu, 01 Desember 2019

Belasan Kades Dari Bone Sulawesi Selatan Serap Ilmu GKB Di Cenang Brebes


Brebes – 12 Kepala Desa dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, melakukan studi banding GKB (Gerakan Kembali Bersekolah) ke Desa Cenang, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.




Mereka meliputi Kades Cumpiga, Cakke Bone, Lompu, Kading, Melle, Mallari, Ulaweng Cinnong, Cakkeware, Bune, Padaidi, Tempe, Maminase dan Lamuru.

Dibenarkan Kepala GKB Kabupaten Brebes, H. Bahrul Ulum, bahwa selain Kades, hadir juga kurang lebih 43 orang yang meliputi para perwakilan dari Dinkes, Disdik, Dinsos, Diskominfo, Kemenag, DPMD, PKBM, BPD dan PKK desa.

“Pihak pemerintahan di wilayah Kabupaten Bone tertarik belajar kesuksesan dengan kiprah Pemerintah Desa Cenang dalam upaya mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali bersekolah,” ucapnya, Senin siang (25/11/2019).

Sementara Kades Cenang, Imam Rifai, menyatakan terima kasih karena mendapatkan kehormatan tersebut. Dijelaskannya, pihaknya telah mengembalikan ratusan ATS ke pendidikan formal maupun non formal.

Desa yang jauh dari keramaian ini harus berjuang sejak tahun 2016 silam, pihaknya memanfaatkan data SIPBM manual untuk memajukan terutama dalam bidang pendidikan. Baseline ATS Cenang ada 440 anak, setelah dikonfirmasi ternyata ada 223 anak.

“Hingga tahun 2019 ini, sudah ada 120 ATS yang siap dikembalikan ke bangku sekolah. Untuk target desa kami pada 2021 mendatang adalah semua ATS bisa kembali bersekolah," tegasnya optimis.

Lanjutnya, pihaknya telah mengalokasikan anggaran desa dan dukungan dari paguyuban orang Cenang di perantauan. Bahkan desa sudah mempunyai PKBM yang diinisiasi dari dana desa itu, juga NPSN PKBM (Nomor Pokok Sekolah Nasional Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)  dan bisa mengentri data siswa lewat dapodik kesetaraan, dimana sumber dananya berasal dari BOP non formal.

"Dulu PKBM mencari ATS, sekarang sebaliknya. Dulu FMPP (Forum Masyarakat Peduli Pendidikan) berkunjung dari rumah ke rumah, sekarang keluarga ATS yang mau sekolah datang ke Sekretariat FMPP," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Studi Banding, dr. H. Andi Kasma Padjalangi, M.Kes menyatakan terkesan dengan langkah yang dilakukan oleh Pemdes Cenang. Pihaknya berharap, pasca transfer ilmu tersebut, nantinya 12 Kades dapat menerapkannya di desa masing-masing.

"Pastikan semua anak di Kabupaten Bone bersekolah, jangan ada anak tidak sekolah yang tidak menempuh pendidikan dengan baik," ucapnya.

Selanjutnya, Kabid Dikdas Dindikpora Kabupaten Brebes, Lela menjelaskan bahwa, Cenang adalah salah satu desa yang cukup berhasil dalam implementasi GKB di level desa. Disamping FMPP desanya aktif, ada layanan PKBM yang menangani ATS non formal dan life skill, ini berarti searah dengan komitmen Pemkab Brebes bahwa pendekatan layanan pendidikan dimulai dari hulu ke hilir.

"Dukungan pihak desa dalam upaya pengembalian anak ke sekolah menjadi garda terdepan, siapa lagi kalau bukan pemerintah desa yang membantu kami dalam mensukseskan Wajar 12 tahun. Termasuk dukungan multisektor dari level desa, kecamatan, kabupaten dan pihak lainnya," ucap Lela. (Bahrul Ulum/Aan)

Cegah Narkoba Di Lingkungan TNI Brebes, BNK Lakukan Urinalisis Triwulan Akhir 2019


Brebes – Pemeliharaan profesionalisme jajaran TNI Kodim 0713 Brebes dalam melaksanakan tugas sebagai aparat kewilayahan terus dilakukan. Salah satunya dengan menggelar agenda rutinitas setiap triwulan sekali berupa kegiatan tes urine.





Tampak Lukman Suyanto, Kepala Seksi Pencegahan BNK Brebes, bersama anggotanya melakukan skrining narkoba dengan urinalisis, baik kepada prajurit maupun PNS Kodim. Senin (25/11/2019).

“Tujuannya adalah untuk mencegah peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Brebes dan lingkungannya,” ucap Lukman.

Dijelaskannya singkat, ekstasi atau MDMA akan bertahan 3-4 hari dalam urin dan 1-2 hari dalam darah, Metamfetamin atau met/sabu-sabu 3-6 hari dalam urin dan 2-3 hari dalam darah, ganja 7-30 hari dalam urin dan 5 hari-2 minggu dalam darah, serta morfin akan bertahan 2-3 hari dalam urin dan 6-8 jam dalam darah. Sedangkan alkohol sendiri akan bertahan 3-5 hari dalam urin dan 10-12 jam dalam darah.

Sementara jenis tes yang paling akurat untuk mendeteksi residu narkoba yang tertinggal dalam tubuh adalah melalui analisa rambut yang akan membeberkan secara detail riwayat penggunaan dari amfetamin, heroin, ganja, morfin dan alkohol dalam 90 hari terakhir.

Sementara disampaikan Dandim melalui Pasi Intel, Kapten Infanteri Dipo Suyatno, bahwa kegiatan merupakan langkah preventif/antisipatif untuk melindungi anggota kodim agar tidak terjerumus menyalahgunakan narkoba.

“Kami bekerjasama dengan pihak BNK Brebes untuk memerangi narkoba di wilayah Brebes, sehingga institusi TNI harus bersih narkoba,” tegasnya.

Ditambahkannya, menggunakan narkoba merupakan pelanggaran berat, sehingga jika didapati maka sanksinya adalah pemecatan.

Dari hasil uji, tidak ditemukan anggota yang terindikasi menggunakan narkoba. Pasi Intel mengajak kepada anggota TNI, Polri serta masyarakat, agar berperan serta membantu tugas BNK dalam mencegah peredaran narkoba yang jelas mengancam generasi penerus bangsa. (Aan)

Tiga Ruang Kelas SMK 2 Karangsembung Songgom Brebes, Rata Dengan Tanah


Brebes – Bangunan sekolah SMK 2 Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang baru 80 % dibangun, ambruk setelah diterjang angin kencang. Minggu sore (24/11/2019).



Disampaikan Danramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi, yang menghimpun keterangan dari saksi yaitu Supriyo (51), Sekretaris Desa Karangsembung, bahwa kejadian terjadi pada pukul 15.00 WIB.

“Setengah jam sebelumnya, wilayah Desa Karangsembung diguyur hujan dengan intensitas sedang namun angin cukup kencang sehingga merobohkan bangunan sekolah yang baru saja dibangun,” ucapnya.

Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai Rp. 150 juta dari 3 ruang kelas yang rata dengan tanah.

“Saat ini permasalahan tersebut sedang ditangani oleh Polsek Songgom,” tandasnya.

Dugaan sementara, faktor kurang kuatnya konstruksi bangunan yang dikerjakan oleh pemborong, menyebabkan bangunan yang belum diplester tersebut roboh. (Aan)

Lima Balita Dan Satu Dewasa Masih Dirawat Pasca Keracunan Massal Pelayanan Posyandu Di Bantarkawung Brebes


Brebes – Enam orang masih dirawat secara intensif di Puskesmas Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pasca keracunan massal akibat bubur ayam makanan pendamping Balita. Minggu siang (24/11/2019).




Diketahui, sebanyak 22 orang warga RW. 3 Bangbayang, yang terdiri dari 19 Balita, 1 Bumil dan 3 orang dewasa, mengalami keracunan setelah menyantap makanan tersebut saat pelayanan Posyandu di Balai Desa setempat, Sabtu pagi.

Dibenarkan Kepala BLUD Puskesmas Bantarkawung, dr. Ali Budiarto, melalui Bati Tuud Koramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Peltu Diono, bahwa hingga Minggu siang, tinggal 6 orang pasien rawat inap yang meliputi Arfa (2), Abdul Zaki (3), Zidan (20 bulan), Rayyana (1,5), Mulki (3) dan 1 orang dewasa atas nama Rabiah (44).

“Untuk penyebab keracunan secara pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ucap Diono. (Aan)

TNI Bantu Bangun Akses Utama Desa Kaliloka-Plompong Sirampog Brebes


Brebes – Pasca putusnya jalan utama penghubung antara Desa Kaliloka-Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu malam (23/11) pukul 23.00 WIB, puluhan orang gabungan membuat jalan darurat. Minggu (24/11/2019).








Akses tersebut putus total sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Panjang longsoran kurang lebih mencapai 25 meter dengan  lebar 8 meter dan kedalaman 15 meter.

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa sebanyak 75 orang yang terdiri dari pihak BPBD Brebes, perangkat desa dan masyarakat setempat, Koramil, Polsek, Dinas PU Kecamatan Bumiayu, anggota Kokam, serta para relawan lainnya.

“Adapun sasaran yang dikerjakan dalam gotong royong antara lain membuat jalan darurat sepanjang 30 meter dan lebar 3 meter dengan memangkas tebing persawahan serta pembersihan rumput dan semak belukar,” terangnya.

Dikatakannya juga, pembuatan akses tersebut untuk memperlancar transportasi anak sekolah dan masyarakat menuju ke Kecamatan Bumiayu.

Dijelaskannya juga, selain merenggut jalan utama, longsor juga menelan lahan sawah milik Aro (50) petani asal Dukuh Karang Dadap RT. 05 RW. 01, Kaliloka, di Dukuh Manggis RT. 04 RW. 01, Kaliloka (lokasi bencal).

Kronologi kejadian bermula pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Sirampog malam itu juga. Police line juga telah dipasang di sekitar lokasi tersebut untuk memperingatkan warga serta pengendara yang akan melintas.

“Kami juga menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak mendekati lokasi untuk mencegah korban jiwa jika terjadi longsor susulan,” tegasnya.

Kepala Desa, Nanang Hakim, juga membenarkan kejadian yang lokasinya berjarak kurang lebih 50 meter dari pengerjaan Jembatan Plompong yang sedang dibangun karena pada awal 2019 (21/1) lalu, juga putus total terbawa banjir bandang.

“Pasokan material yang dibawa armada pengangkut untuk pembangunan Jembatan Plompong juga terganggu karena jalan tidak bisa dilewati,” ucapnya.

Ditambahkannya, tanah sebelumnya retak-retak karena kekeringan saat musim kemarau, ditambah di lokasi merupakan dengan kontur tanah rawan longsor. Ia berharap kepada pemerintah untuk segera memberikan penanganan.

Tidak ada korban jiwa, kerugian materiil juga belum bisa ditaksir atas putusnya infrastruktur tersebut. (Aan)

22 Orang di Bantarkawung Brebes Keracunan Massal Pasca Menyantap Bubur Ayam Pembagian Puskesmas

Brebes – Puluhan warga Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami keracunan massal pasca pelaksanaan kegiatan Posyandu. Sabtu sore (23/11/2019).


Dari laporan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, sekitar pukul 16.00 WIB, jumlah korban sebanyak 19 orang yang terdiri dari 13 Balita, 2 orang dewasa, 1 ibu hamil, dan 3 orang Balita observasi rawat jalan.

“Dugaan sementara keracunan massal yang menimpa warga RW. 3 ini berasal dari makanan pendamping yaitu nasi bubur ayam pembagian,” jelasnya.

Adapun nama-nama korban keracunan meliputi M. Arka (2,5), Rayana Bin Sarif (1,5), M. Akbar Bin Masrur (2), Mulki Bin Suhada (3), Sandi Bin Hasim (10 bulan), Zaki Bin Riski (3), Arsa (20 bulan), Raudhatul Tuba (16 bulan), Kiasah (1,5), M. Marfah (2), Azah (20 bulan), Zidan (16 bulan), Nafa (8).

Untuk Bumil adalah Nurlaela Sari (19). Orang dewasa meliputi Supriyatin (52) dan Abdul Mutholib (63). Rawat jalan adalah Gema (8), Sakira (5) dan M. Dimas (1).

Adapun pada malam harinya, jumlah korban menjadi 22 orang, dengan penambahan 3 orang dewasa. Dari semua korban yang dirawat di Puskesmas Bantarkawung, 5 orang sudah dibolehkan pulang.

Dikutip dari Radartegal.com, atas penuturan Rukhiyat (41), salah satu warga, bahwa keponakannya menjadi salah satu korban.

“Ternyata, dari siang hingga sore, adik saya mengeluh jika anaknya muntah-muntah dan terus menangis,” ucapnya Sabtu pagi (23/11).

Ditambahkannya, apa yang dialami anak adiknya itu, ternyata juga terjadi pada sejumlah warga di sekitar lingkungan RW. 3 Bambayang.

Dikatakan juga oleh salah satu korban dewasa, Abdul Mutholib, bahwa dirinya juga mengalami mual dan muntah satu jam berselang pasca menyantap bubur ayam saat kegiatan Posyandu di Balai Desa pada Sabtu pagi.

“Saya ditawari bubur ayam saat bekerja di dekat Balai Desa. Saya muntah-muntah karena perut terasa mual, kepala juga pusing,” ucapnya.

Banyaknya jumlah pasien dan keterbatasan ruangan membuat penanganan medis tidak hanya dilakukan di dalam ruang perawatan Puskesmas, namun juga di selasar Puskesmas.

Kepala BLUD Puskesmas Bantarkawung, dr. Ali Budiarto menyatakan bahwa hingga pukul 22.30 WIB, masih terdapat 16 pasien yang menjalani rawat inap.

“Lima orang sudah dibolehkan mendapatkan perawatan jalan, yaitu satu ibu hamil, dua laki-laki dewasa dan dua anak-anak. Sedangkan untuk penyebabnya, masih perlu pemeriksaan dengan melibatkan tim laboratorium,” ucapnya.

Pihaknya memastikan bahwa seluruh pasien dipastikan akan mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.

Sedangkan Kapolsek Bantarkawung, Iptu Asari mengatakan bahwa, dari korban ada satu orang yang dirujuk ke Rumah Sakit di Kecamatan Bumiayu, Brebes. (Aan)

Aksi Sosial Segenap Komponen Di Bumiayu Brebes Terhadap Musibah Kebakaran Rumah Janda Pedagang Asongan


Brebes – Puluhan orang gabungan di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, peduli terhadap musibah kebakaran rumah yang menimpa Hayah (55), buruh serabutan dan pedagang asongan asal Desa Laren RT/RW. 03, Bumiayu, melakukan aksi sosial.








Tampak Kepala Desa Laren, Arief Setiawan, SE bersama Serma Bambang, Bati Komsos Koramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, memimpin apel pembagian tugas kerja bakti di rumah janda yang biasa mengkal menjajakan dagangan asongan di Terminal Bumiayu ini. Jumat (22/11/2019).

Dibenarkan Arief Setiawan, bahwa pihaknya dibantu 35 masyarakat setempat, 10 orang TNI dan 20 siswa MAN 2 Brebes Desa Laren Bumiayu, melakukan pembersihan puing-puing kebakaran.

“Alhamdulillah kami mendapatkan support dari masyarakat, Koramil dan Sekolah MAN 2 Brebes, terhadap musibah yang menimpa salah satu warga kami,” ucapnya mengapresiasi.

Ia juga berterima kasih kepada pihak MAN 2 Brebes yang dalam kesempatan tersebut juga memberikan bantuan Sembako serta pakaian layak pakai, yang disalurkan melalui Waka Kesiswaan, Eti S. Wijayanti, S.Pd dan Pembina Osis, Munawar, S.Pdi.

“Setelah pembersihan kami selanjutnya akan melaksanakan rekonstruksi rumah dengan anggaran desa, swadaya masyarakat, swasta perorangan maupun bantuan dari kecamatan,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, kebakaran terjadi (20/11, malam pukul 21.15 WIB) diduga akibat ulah anak Hayah, Fajar (30), yang mengalami gangguan jiwa/stres dan membakar rumahnya sendiri.

Kebakaran berhasil dipadamkan satu setengah jam berselang oleh pihak UPTD Damkar Bumiayu. Walaupun tidak ada korban jiwa, namun kerugian harta benda materiil ditaksir mencapai Rp. 50 juta. (Aan)