Minggu, 02 Februari 2020

Tujuh Orang Danramil Di Brebes Alih Tugas


Brebes – Tujuh orang pejabat Danramil Kodim 0713 Brebes alih tugas ke tempat jabatan baru di lingkungan Kodim Brebes dan Kabupaten/Kodim 0715 Kendal.







Untuk intern Kodim Brebes meliputi, Kapten Infanteri Yatno Danramil 16 Larangan menjadi Danramil 04 Tanjung, Kapten Infanteri Suwardi Danramil 09 Tonjong menjadi Danramil 16 Larangan, Kapten Infanteri Ngadino Danramil 08 Bumiayu menjadi Danramil 09 Tonjong, Kapten Armed Jupriadi Danramil 17 Songgom menjadi Danramil 08 Bumiayu, Kapten Infanteri Sutarno Danramil 05 Losari menjadi Danramil 17 Songgom, serta Kapten Infanteri Muhtadi Danramil 04 Tanjung menjadi Danramil 05 Losari.

Sedangkan untuk alih satuan adalah Kapten Infanteri Agus Sulistyo Praptono, Danramil 14 Banjarharjo menjadi Danramil 01 Kodim 0715 Kendal, Korem 073 Makutarama, Kodam IV Diponegoro.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE menuturkan bahwa, alih tugas merupakan hal lumrah di lingkungan TNI.

“Mutasi jabatan dalam rangka penyegaran, pembinaan karier prajurit serta pembinaan wilayah/teritorial,” ucapnya.

Ditambahkannya, mutasi jabatan ini merupakan aturan baku di tubuh TNI-AD apabila telah menjabat selama 2 tahun.

“Kami ucapkan selamat kepada para pejabat Danramil yang baru, termasuk kepada Kapten Agus Sulistyo yang pindah ke Kodim Kendal sehingga akan lebih dekat kepada keluarganya di Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapten Agus Sulistyo yang telah mengabdikan diri di Kabupaten Brebes selama 4 tahun, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Kodim Brebes termasuk Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim Brebes.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dan Persit karena telah bekerja sama dengan baik dalam pengabdian kepada bangsa dan negara di Angkatan Darat serta Kabupaten Brebes khususnya,” ucapnya mengapresiasi.

Diketahui, mutasi jabatan tersebut berdasarkan Surat Perintah Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos, M.M, M.Han, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2019 lalu.

Tujuh orang perwira Kodim Brebes ini alih tugas bersama 11 perwira lainnya di lingkungan Kodam IV Diponegoro. (Aan)

Saka Wira Kartika Koramil Paguyangan Brebes Dibekali Repling Guna Mendukung Evakuasi Bencana Alam

Brebes – Salah satu pembinaan Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, adalah pengenalan materi mountaineering guna melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama dan kehati-hatian dalam menghadapi tantangan.








Kegiatan yang dilangsungkan pada Minggu pagi-sore (2/2) di Jembatan Kali Buntu, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu, diikuti 30 orang Pramuka Penegak anggota SWK dari SMK Maarif NU Winduaji Paguyangan, SMK Amelia Paguyangan dan SMN 1 Paguyangan.

Dibenarkan Serda Sugeng, pelatih SWK, bahwa pihaknya selaku pembina SWK mendapatkan support peralatan repling dan para instruktur dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Mapala Bumi, Universitas Peradaban (UP) Bumiayu.

“Latihan dilaksanakan di Jembatan Kali Buntu yang mempunyai ketinggian kurang lebih 8 meter dari dasar sungai. Tujuannya agar pramuka mengenal dan mampu melakukan repling sehingga suatu saat dapat membantu tugas TNI dan unsur terkait dalam evakuasi bencana alam,” beber Sugeng melalui pesan whatsapps, Senin pagi (3/2/2020).

Dikatakannya juga, sebelum melakukan praktek, mereka terlebih dahulu mereka melaksanakan apel yang diambil langsung oleh Danramil, Kapten Arhanud Suryadi, SH, kemudian dilanjutkan dengan teori pengenalan serta fungsi dari masing-masing alat peralatan repling untuk keselamatan.

“Kami bersama instruktur dari Mahapala Bumi, sebelumnya mengenalkan kegunaan dari karmantel, carabiner, webbing, body harness, set earnest, helm, figure of eight dan sarung tangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua UKM Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Bumi UP, Akbar Yudistira Al Hakami menyatakan bahwa, pihaknya merasa bangga dapat menularkan ilmu kepada anggota SWK Koramil Paguyangan, khususnya dalam salah satu krida SWK yaitu mountenering.

“Pembinaan kepada anggota SWK Koramil 11 Paguyangan, akan kami lakukan secara bertingkat dan berlanjut. Kedepan akan diberikan tantangan dengan ketinggian yang lebih tinggi lagi sehingga mereka mampu dan bahkan mahir,” ujarnya.

Sekedar diketahui, 5 Krida SWK meliputi Navigasi Darat (Navrat), pioneer, mountaineering, survival dan krida penanggulangan bencana alam. (Aan)

Warga Galuhtimur Brebes Pangkas Tebing Dan Pasang Patok Bambu Buat Akses Darurat


Brebes – Puluhan masyarakat Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama Babinsa setempat dari Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, membuat jalan darurat pasca putusnya akses utama antar pedukuhan akibat longsor (29/1).





Tampak Kades, Sobandi, A.Ma dan Sertu Ali Mahfur, berada di tengah-tengah masyarakat RW. 05, Galuhtimur, guna memberikan motivasi. Jumat pagi (31/1/2020).

Dibenarkan Danramil melalui Babinsa, bahwa upaya membuat jalan darurat dilakukan agar aktivitas warga desa binaannya yaitu 200 KK di Dukuh Kalipucung tidak terisolasi ke Galuh Timur, karena tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Sementara anak sekolah harus rela berjalan kaki sementara.

“Pembuatan jalan darurat agar kendaraan khususnya roda dua dapat melintas. Jalan ini sangat mendesak harus diperbaiki karena juga merupakan akses utama menuju situs purbakala Candi Gagang Golok dan lokasi pembangunan Museum Purbakala Situs Buton (Bumiayu-Tonjong) yang direncanakan dalam waktu dekat,” jelas Sertu Ali Mahfur.

Dijelaskannya lanjut, adapun kerja bakti yang dilakukan adalah pembuatan tanggul darurat dengan memasang bambu patok (pelancu) serta memangkas tebing di sisi jalan selebar setengah meter agar kendaraan roda dua dapat melintas.

Sementara dari penuturan Kades Sobandi, bahwa pihaknya telah melaporkan kepada pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut termasuk pembuatan talud permanen.

Diketahui sebelumnya, longsor terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, tepatnya di jalan wilayah RT. 01 RW. 05, Galuhtimur, akibat hujan deras selama 1 jam. Tidak ada korban jiwa atas bencana alam ini karena kondisi jalan sedang sepi.

Tebing yang longsor sepanjang 15 meter, membentuk cekungan dan memutus badan jalan sepanjang 2 meter dari 3 meter. Sedangkan untuk ketinggian tebing sendiri mencapai 6 meter.

Longsor ini juga merusak pepohonan tumbang terbawa material longsor dan areal persawahan warga yang berada di bawahnya, termasuk gubuk tempat istirahat petani di persawahan.

“Di bawah badan jalan terdapat mata air sehingga diduga ikut memicu longsor. Ini perlu penanganan lebih,” ucap Sobandi.

Ia mewakili warganya berharap agar kondisi tersebut cepat ditangani karena melumpuhkan perekonomian ratusan warganya. (Aan)

Perempuan Hanyut Di Sungai Kuya Bantarkawung Brebes Ditemukan


Brebes – Diduga hanyut di Sungai Kuya, Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, jasad Ratem Binti Karsad (60), penjual sayur keliling dan makanan ringan asal Dukuh Karangsengon RT. 003 RW. 009, Desa Cinanas, Bantarkawung, ditemukan setelah melakukan penyisiran sungai.


Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa jenazah Almarhumah Ratem ditemukan tersangkut di bebatuan setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 4 jam. Diduga Ratem hanyut saat hendak menyeberang sungai pasca berjualan keliling Dukuh Karangpucung dan akan pulang.

Untuk kondisi air sungai sedang berarus deras mulai pukul 15.30-18.30 WIB, setelah wilayah Cinanas dan sekitarnya diguyur hujan lebat.

“Pencarian yang dilakukan oleh keluarga Mbah Ratem, membuahkan hasil. Almarhumah tersangkut di bebatuan di Sungai Kuya, masuk wilayah Dukuh Muara, Cinanas pada pukul 21.30 WIB,” jelasnya, Jumat pagi (31/1/2020).

Sementara dari penuturan Marsono Bin Darkam (38), saksi sekaligus anak kandung Almarhumah, bahwa pencarian kepada ibunya dilakukannya setelah ibundanya belum pulang ke rumah sampai dengan pukul 17.30 WIB (30/1).

Mendapati barang dagangan ibunya berserakan di tepian sungai yang sedang banjir, di sekitar Kedung Paruk, Cinanas, ia pun curiga dan berusaha mencari ibunya di sepanjang sungai terutama di tempat penyeberangan dengan ditemani tetangganya yaitu Imam Setiawan (37) dan Rahyo (40).

Pencarian mereka juga mendapatkan bantuan masyarakat setempat, termasuk diumumkan melalui pengeras suara di masjid dan mushola.

Berjarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi penemuan dagangan, sekitar pukul 21.30 WIB, akhirnya mereka melihat sosok yang dicari dalam posisi telungkup tersangkut bebatuan sungai.

Atas penemuan ini, Nursito (44), Kadus Karangpoh, Cinanas, melaporkannya kepada pihak Polsek dan Koramil Bantarkawung.

Sekitar pukul 22.30 WIB, petugas bersama pihak medis Puskesmas setempat segera meluncur ke lokasi penemuan guna melakukan pemeriksaan medis awal terhadap jenazah.

Dari hasil pemeriksaan medis awal oleh Bidan Desa, Wiwin Winarni (44), tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban murni diperkirakan meninggal karena hanyut di sungai.

Sedangkan luka robek pada bagian kulit kepala dan dahi sebelah kiri sepanjang 10 sentimeter, diperkirakan karena benturan antara kepala korban dengan bebatuan maupun kayu selama hanyut.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan memilih meminta jenazah untuk didoakan dan dimakamkan,” ucap Kadus Nursito. (Aan)

Mayat Tanpa Busana Dan Identitas Ditemukan Di Purbayasa Brebes


Brebes – Warga Desa Purbayasa, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa pakaian dan identitas yang tergeletak di areal persawahan milik desa atau tanah bengkok Desa Purbayasa.




Dibenarkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa mayat ditemukan oleh salah satu warga setempat yaitu Muhamad Lukman (32), RT. 04 RW. 01, sekitar pukul 14.50 (30/1) saat dirinya sedang mencari rumput untuk pakan ternak. Jumat pagi (31/1/2020).

“Ciri-ciri mayat laki-laki adalah berumur kurang lebih 40 tahun, tinggi badan 160 centimeter, berat badan berkisar 70 kilogram, rambut lurus namun kumal serta berkulit sawo matang,” jelasnya.

Atas penemuan ini, Muhamad Lukman segera memberitahukannya warga terdekat, Solichatul Djanah (47). Setelah memastikan bahwa itu mayat, keduanya lantas melaporkannya kepada perangkat desa setempat, Endah Ruswati (43), dan selanjutnya diteruskan ke Koramil dan Polsek Tonjong, satu jam berselang.

Menurut keterangan Solichatul Djanah atau saksi 2, bahwa 3 hari sebelumnya, dirinya melihat Almarhum mondar-mandir dengan berjalan kaki di depan rumahnya pada malam hari dengan telanjang bulat. Ia pun mengira laki-laki tersebut adalah orang gila.

“Saat ditemukan posisi jenazah, kepala menghadap ke timur, kaki kiri menekuk, tangan kanan menutupi muka dan badan sudah mulai membengkak. Masyarakat tidak ada yang mengenalinya sehingga dugaan kuat adalah orang gila sakit kemudian meninggal,” imbuh Kapten Suwardi.

Dugaan warga dan petugas dikuatkan dengan pemeriksaan medis oleh pihak Puskesmas setempat.

“Dari hasil pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka bekas penganiayaan ataupun bunuh diri,” ucap Lusiana, Amd. Keb.

Setelah dilakukan pencatatan data dan saksi-saksi, jasad diserahkan kepada pihak Pemdes guna dimakamkan di TPU desa.

Dengan publikasi melalui media sosial diharapkan ada yang mengenali ciri-ciri Almarhum, sehingga dapat didoakan sebagaimana mestinya oleh pihak keluarganya. (Aan)

Rabu, 29 Januari 2020

Siapkan Generasi Pramuka, Koramil 03 Wanasari Latih Saka Wira Kartika

 

Brebes - Saka Wira Kartika merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka yang bersifat nasional. Saka yang dibentuk lewat kerjasama antara Kwartir Nasional dengan TNI Angkatan Darat ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan bela negara.












Dalam rangka menyiapkan generasi muda melalui pembinaan kepramukaan yang di laksanakan Koramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes melaksanakan pembinaan dan pelatihan kepada Saka Wira Kartika yang bertempat Makoramil, yang di ikuti sekitar 40 orang dari SMK NU Ma’arif Wanasari, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (29/01/2020).
                                                                                              
Dalam pelatihan tersebut, Danramil Kapten Infanteri Turiman yang secara langsung meberikan materi dan dibantu oleh Pamong Saka Wira Kartika, memberikan materi tentang PBB, materi Krida dan Navigasi darat/Kompas siang. Adapun semua pelatihan tersebut di maksudkan untuk meningkatkan kesadaran bela negara melalui pengetahuan dan keterampilan di bidang matra darat, membentuk patriot bangsa yang setia, berbakti, dan menjunjung tinggi nilai luhur bangsa serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Utsm).

Lapor Cepat Babinsa Galuh Timur Dengan Persiapkan Karya Bhakti Perbaiki Longsor


Brebes – Bintara Pembina Desa Sertu Ali Mahfur Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes secara sigap dan tanggap melaporkan kejadian tanah longsor sekira 19.30 Wib di jalan penghubung antara desa Galuh Timur dan Dukuh Kalipucung RT. 01 RW. 05 Desa Galuh Timur Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu malam (29/01/2020).








Kesigapan seorang Babinsa diwilayah dengan dibantu informasinya oleh rekan karib dilingkup territorial diantara Syarif (40) ketua RW. 05 dan Rusdad (55) yang tinggal di Dukuh Kalipucung RT. 02 RW. 05 Desa  Galuhtimur sebagai saksi dalam kejadian longsornya jalan dilokasi tersebut.

“Berawal dari curah hujan yang turun dengan intensitas tinggi terjadi sekitar 1 jam dari pukul 18.00 sampai 19.00 Wib dan tanah jalan tidak bisa menahan aliran air hujan sehingga mengakibatkan jalan terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan roda 4, dan hanya bisa dilalui untuk roda 2”. Papar Sertu Ali Mahfur.

Ditambahkan bahawa diperkirakan tanah longsor sepanjang 15 meter dengan ketebalan 5 meter dan tinggi sekitar 6 meter, badan jalan tersisa 1 meter dan pagi ini (30/01) BPBD serta Camat Tonjong dan Danramil 09 Tonjong kapten Inf Suwardi melakukan pengecekan lokasi guna penanganan secara cepat agar jalan tersebut bisa normal kembali, Karya Bhakti dan pembuatan jalan baru adalah salah satu solusi karena sebagian jalan hilang. Tambah Babinsa.

Direncakanan akan dilakukan pembuatan jalan baru dengan berkoordinasi dengan pemilik tanah yang posisinya persis disebelah jalan guna pelebaran, nantinya akan diturunkan alat berat berupa excavator untuk membuka jalan baru. (Utsm)