Kamis, 06 Februari 2020

Longsor Ancam Empat Rumah Warga Salem Brebes, Pembuatan Tanggul Darurat Dilakukan


Brebes – Upaya penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Salem, Desa Gunung Larang pada 31 Januari 2020 lalu, mulai dilakukan.







Sekedar diketahui, tebing setinggi 6 meter dan lebar 20 meter di belakang pemukiman warga Dusun Telaga RT. 01 RW. 03, longsor pada pukul 00.30 WIB sehingga mengancam 4 bangunan warga setempat.

Dijelaskan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Pelda Jahri, bahwa sambil menunggu bantuan datang berupa bronjong kawat yang diajukan pihak desa kepada pihak terkait, masyarakat bersama TNI-Polri, Satpol PP, perangkat desa serta 50 orang masyarakat setempat, melakukan pembuatan talud darurat.

“Kami memasang patok bambu dan menyusun karung berisi tanah sebagai upaya pengamanan sementara agar longsor tebing tidak semakin parah,” ujarnya, Selasa pagi (4/2/2020).

Sementara dibenarkan Kepala Desa Gunung Larang, Daip Edi Sutrisno, bahwa pihaknya telah melayangkan surat tembusan (31/1) kepada pihak terkait di Kabupaten Brebes yang meliputi Bupati, Kalaksa BPBD, Disperwaskim, Kabag Kesra, dan Dinsos, untuk mendapatkan bantuan bronjong kawat sebanyak 60 lembar, 500 karung dan 3 lembar terpal.

“Bantuan khususnya bronjong kawat masih kami nantikan untuk lebih menguatkan tanggul,” harapnya.

Daip menambahkan, bahwa kondisi geografis di wilayahnya adalah perbukitan dan di beberapa titik kurang stabil, sehingga jika mendapatkan curah hujan dengan intensitas yang tinggi dan dalam waktu lama, maka berpotensi longsor.

Adapun keempat hunian warganya yang terancam meliputi milik Tasri (64), Rustaja (74), Sarmi (72) dan Dawiti (54). (Aan)

Koramil 15 Ketanggungan Brebes Terus Berikan Sembako Bagi Warga Kurang Mampu


Brebes – Bantuan sosial dari Koramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes, terus dilakukan. Sebelumnya, bantuan diberikan kepada Adianto dan Sutarjo, warga Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (28/1).


Di desa yang sama, kali ini bantuan yang disalurkan melalui Babinsa setempat, Serda Solekhudin, dilanjutkan kepada kepada Siswoyo, Dukuh Tengah RT. 05 RW. 03.

Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa kegiatan yang  dilakukan pada senin malam tersebut dalam rangka bakti sosial TNI Koramil 15 Ketanggungan Peduli terhadap warga desa binaan. Diharapkannya, bantuan dapat bermanfaat. Selasa pagi (4/2/2020).

Adapun paket Sembako yang diberikan meliputi 4 kg beras, 8 bungkus mie instan, 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 1 pak the dan kopi dan makanan ringan anak. Sedangkan tembahannya berupa peralatan mencuci yang terdiri dari 1 buah ember untuk menampung air, 4 buah sabun cuci dan 4 buah sabun mandi.

Dalam pemberian bantuan ini, Babinsa juga didampingi Kepala Dusun/Kadus Ibu Tanyu, A.Md serta perangkat desa.

Sementara itu, Siswoyo menyatakan terima kasih atas perhatian TNI maupun pihak lainnya yang tentu saja sangat berarti dan bermanfaat bagi keluarganya. (Aan)

Minggu, 02 Februari 2020

Tujuh Orang Danramil Di Brebes Alih Tugas


Brebes – Tujuh orang pejabat Danramil Kodim 0713 Brebes alih tugas ke tempat jabatan baru di lingkungan Kodim Brebes dan Kabupaten/Kodim 0715 Kendal.







Untuk intern Kodim Brebes meliputi, Kapten Infanteri Yatno Danramil 16 Larangan menjadi Danramil 04 Tanjung, Kapten Infanteri Suwardi Danramil 09 Tonjong menjadi Danramil 16 Larangan, Kapten Infanteri Ngadino Danramil 08 Bumiayu menjadi Danramil 09 Tonjong, Kapten Armed Jupriadi Danramil 17 Songgom menjadi Danramil 08 Bumiayu, Kapten Infanteri Sutarno Danramil 05 Losari menjadi Danramil 17 Songgom, serta Kapten Infanteri Muhtadi Danramil 04 Tanjung menjadi Danramil 05 Losari.

Sedangkan untuk alih satuan adalah Kapten Infanteri Agus Sulistyo Praptono, Danramil 14 Banjarharjo menjadi Danramil 01 Kodim 0715 Kendal, Korem 073 Makutarama, Kodam IV Diponegoro.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE menuturkan bahwa, alih tugas merupakan hal lumrah di lingkungan TNI.

“Mutasi jabatan dalam rangka penyegaran, pembinaan karier prajurit serta pembinaan wilayah/teritorial,” ucapnya.

Ditambahkannya, mutasi jabatan ini merupakan aturan baku di tubuh TNI-AD apabila telah menjabat selama 2 tahun.

“Kami ucapkan selamat kepada para pejabat Danramil yang baru, termasuk kepada Kapten Agus Sulistyo yang pindah ke Kodim Kendal sehingga akan lebih dekat kepada keluarganya di Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapten Agus Sulistyo yang telah mengabdikan diri di Kabupaten Brebes selama 4 tahun, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Kodim Brebes termasuk Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim Brebes.

“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dan Persit karena telah bekerja sama dengan baik dalam pengabdian kepada bangsa dan negara di Angkatan Darat serta Kabupaten Brebes khususnya,” ucapnya mengapresiasi.

Diketahui, mutasi jabatan tersebut berdasarkan Surat Perintah Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos, M.M, M.Han, terhitung mulai tanggal 20 Desember 2019 lalu.

Tujuh orang perwira Kodim Brebes ini alih tugas bersama 11 perwira lainnya di lingkungan Kodam IV Diponegoro. (Aan)

Saka Wira Kartika Koramil Paguyangan Brebes Dibekali Repling Guna Mendukung Evakuasi Bencana Alam

Brebes – Salah satu pembinaan Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, adalah pengenalan materi mountaineering guna melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama dan kehati-hatian dalam menghadapi tantangan.








Kegiatan yang dilangsungkan pada Minggu pagi-sore (2/2) di Jembatan Kali Buntu, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu, diikuti 30 orang Pramuka Penegak anggota SWK dari SMK Maarif NU Winduaji Paguyangan, SMK Amelia Paguyangan dan SMN 1 Paguyangan.

Dibenarkan Serda Sugeng, pelatih SWK, bahwa pihaknya selaku pembina SWK mendapatkan support peralatan repling dan para instruktur dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Mapala Bumi, Universitas Peradaban (UP) Bumiayu.

“Latihan dilaksanakan di Jembatan Kali Buntu yang mempunyai ketinggian kurang lebih 8 meter dari dasar sungai. Tujuannya agar pramuka mengenal dan mampu melakukan repling sehingga suatu saat dapat membantu tugas TNI dan unsur terkait dalam evakuasi bencana alam,” beber Sugeng melalui pesan whatsapps, Senin pagi (3/2/2020).

Dikatakannya juga, sebelum melakukan praktek, mereka terlebih dahulu mereka melaksanakan apel yang diambil langsung oleh Danramil, Kapten Arhanud Suryadi, SH, kemudian dilanjutkan dengan teori pengenalan serta fungsi dari masing-masing alat peralatan repling untuk keselamatan.

“Kami bersama instruktur dari Mahapala Bumi, sebelumnya mengenalkan kegunaan dari karmantel, carabiner, webbing, body harness, set earnest, helm, figure of eight dan sarung tangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua UKM Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Bumi UP, Akbar Yudistira Al Hakami menyatakan bahwa, pihaknya merasa bangga dapat menularkan ilmu kepada anggota SWK Koramil Paguyangan, khususnya dalam salah satu krida SWK yaitu mountenering.

“Pembinaan kepada anggota SWK Koramil 11 Paguyangan, akan kami lakukan secara bertingkat dan berlanjut. Kedepan akan diberikan tantangan dengan ketinggian yang lebih tinggi lagi sehingga mereka mampu dan bahkan mahir,” ujarnya.

Sekedar diketahui, 5 Krida SWK meliputi Navigasi Darat (Navrat), pioneer, mountaineering, survival dan krida penanggulangan bencana alam. (Aan)

Warga Galuhtimur Brebes Pangkas Tebing Dan Pasang Patok Bambu Buat Akses Darurat


Brebes – Puluhan masyarakat Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama Babinsa setempat dari Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, membuat jalan darurat pasca putusnya akses utama antar pedukuhan akibat longsor (29/1).





Tampak Kades, Sobandi, A.Ma dan Sertu Ali Mahfur, berada di tengah-tengah masyarakat RW. 05, Galuhtimur, guna memberikan motivasi. Jumat pagi (31/1/2020).

Dibenarkan Danramil melalui Babinsa, bahwa upaya membuat jalan darurat dilakukan agar aktivitas warga desa binaannya yaitu 200 KK di Dukuh Kalipucung tidak terisolasi ke Galuh Timur, karena tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Sementara anak sekolah harus rela berjalan kaki sementara.

“Pembuatan jalan darurat agar kendaraan khususnya roda dua dapat melintas. Jalan ini sangat mendesak harus diperbaiki karena juga merupakan akses utama menuju situs purbakala Candi Gagang Golok dan lokasi pembangunan Museum Purbakala Situs Buton (Bumiayu-Tonjong) yang direncanakan dalam waktu dekat,” jelas Sertu Ali Mahfur.

Dijelaskannya lanjut, adapun kerja bakti yang dilakukan adalah pembuatan tanggul darurat dengan memasang bambu patok (pelancu) serta memangkas tebing di sisi jalan selebar setengah meter agar kendaraan roda dua dapat melintas.

Sementara dari penuturan Kades Sobandi, bahwa pihaknya telah melaporkan kepada pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut termasuk pembuatan talud permanen.

Diketahui sebelumnya, longsor terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, tepatnya di jalan wilayah RT. 01 RW. 05, Galuhtimur, akibat hujan deras selama 1 jam. Tidak ada korban jiwa atas bencana alam ini karena kondisi jalan sedang sepi.

Tebing yang longsor sepanjang 15 meter, membentuk cekungan dan memutus badan jalan sepanjang 2 meter dari 3 meter. Sedangkan untuk ketinggian tebing sendiri mencapai 6 meter.

Longsor ini juga merusak pepohonan tumbang terbawa material longsor dan areal persawahan warga yang berada di bawahnya, termasuk gubuk tempat istirahat petani di persawahan.

“Di bawah badan jalan terdapat mata air sehingga diduga ikut memicu longsor. Ini perlu penanganan lebih,” ucap Sobandi.

Ia mewakili warganya berharap agar kondisi tersebut cepat ditangani karena melumpuhkan perekonomian ratusan warganya. (Aan)

Perempuan Hanyut Di Sungai Kuya Bantarkawung Brebes Ditemukan


Brebes – Diduga hanyut di Sungai Kuya, Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, jasad Ratem Binti Karsad (60), penjual sayur keliling dan makanan ringan asal Dukuh Karangsengon RT. 003 RW. 009, Desa Cinanas, Bantarkawung, ditemukan setelah melakukan penyisiran sungai.


Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa jenazah Almarhumah Ratem ditemukan tersangkut di bebatuan setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 4 jam. Diduga Ratem hanyut saat hendak menyeberang sungai pasca berjualan keliling Dukuh Karangpucung dan akan pulang.

Untuk kondisi air sungai sedang berarus deras mulai pukul 15.30-18.30 WIB, setelah wilayah Cinanas dan sekitarnya diguyur hujan lebat.

“Pencarian yang dilakukan oleh keluarga Mbah Ratem, membuahkan hasil. Almarhumah tersangkut di bebatuan di Sungai Kuya, masuk wilayah Dukuh Muara, Cinanas pada pukul 21.30 WIB,” jelasnya, Jumat pagi (31/1/2020).

Sementara dari penuturan Marsono Bin Darkam (38), saksi sekaligus anak kandung Almarhumah, bahwa pencarian kepada ibunya dilakukannya setelah ibundanya belum pulang ke rumah sampai dengan pukul 17.30 WIB (30/1).

Mendapati barang dagangan ibunya berserakan di tepian sungai yang sedang banjir, di sekitar Kedung Paruk, Cinanas, ia pun curiga dan berusaha mencari ibunya di sepanjang sungai terutama di tempat penyeberangan dengan ditemani tetangganya yaitu Imam Setiawan (37) dan Rahyo (40).

Pencarian mereka juga mendapatkan bantuan masyarakat setempat, termasuk diumumkan melalui pengeras suara di masjid dan mushola.

Berjarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi penemuan dagangan, sekitar pukul 21.30 WIB, akhirnya mereka melihat sosok yang dicari dalam posisi telungkup tersangkut bebatuan sungai.

Atas penemuan ini, Nursito (44), Kadus Karangpoh, Cinanas, melaporkannya kepada pihak Polsek dan Koramil Bantarkawung.

Sekitar pukul 22.30 WIB, petugas bersama pihak medis Puskesmas setempat segera meluncur ke lokasi penemuan guna melakukan pemeriksaan medis awal terhadap jenazah.

Dari hasil pemeriksaan medis awal oleh Bidan Desa, Wiwin Winarni (44), tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban murni diperkirakan meninggal karena hanyut di sungai.

Sedangkan luka robek pada bagian kulit kepala dan dahi sebelah kiri sepanjang 10 sentimeter, diperkirakan karena benturan antara kepala korban dengan bebatuan maupun kayu selama hanyut.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan memilih meminta jenazah untuk didoakan dan dimakamkan,” ucap Kadus Nursito. (Aan)

Mayat Tanpa Busana Dan Identitas Ditemukan Di Purbayasa Brebes


Brebes – Warga Desa Purbayasa, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa pakaian dan identitas yang tergeletak di areal persawahan milik desa atau tanah bengkok Desa Purbayasa.




Dibenarkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa mayat ditemukan oleh salah satu warga setempat yaitu Muhamad Lukman (32), RT. 04 RW. 01, sekitar pukul 14.50 (30/1) saat dirinya sedang mencari rumput untuk pakan ternak. Jumat pagi (31/1/2020).

“Ciri-ciri mayat laki-laki adalah berumur kurang lebih 40 tahun, tinggi badan 160 centimeter, berat badan berkisar 70 kilogram, rambut lurus namun kumal serta berkulit sawo matang,” jelasnya.

Atas penemuan ini, Muhamad Lukman segera memberitahukannya warga terdekat, Solichatul Djanah (47). Setelah memastikan bahwa itu mayat, keduanya lantas melaporkannya kepada perangkat desa setempat, Endah Ruswati (43), dan selanjutnya diteruskan ke Koramil dan Polsek Tonjong, satu jam berselang.

Menurut keterangan Solichatul Djanah atau saksi 2, bahwa 3 hari sebelumnya, dirinya melihat Almarhum mondar-mandir dengan berjalan kaki di depan rumahnya pada malam hari dengan telanjang bulat. Ia pun mengira laki-laki tersebut adalah orang gila.

“Saat ditemukan posisi jenazah, kepala menghadap ke timur, kaki kiri menekuk, tangan kanan menutupi muka dan badan sudah mulai membengkak. Masyarakat tidak ada yang mengenalinya sehingga dugaan kuat adalah orang gila sakit kemudian meninggal,” imbuh Kapten Suwardi.

Dugaan warga dan petugas dikuatkan dengan pemeriksaan medis oleh pihak Puskesmas setempat.

“Dari hasil pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka bekas penganiayaan ataupun bunuh diri,” ucap Lusiana, Amd. Keb.

Setelah dilakukan pencatatan data dan saksi-saksi, jasad diserahkan kepada pihak Pemdes guna dimakamkan di TPU desa.

Dengan publikasi melalui media sosial diharapkan ada yang mengenali ciri-ciri Almarhum, sehingga dapat didoakan sebagaimana mestinya oleh pihak keluarganya. (Aan)